NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Kutukan / Tamat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Pria Beraroma Citrus

Pergantian sif baru selesai pukul sepuluh malam. Setelah membantu Kala menghitung setoran dan menutup toko, Luna berjalan pulang sendirian. Kala sudah dijemput oleh kakaknya dengan sepeda motor. Malam ini langit Jakarta mendung tebal, tidak ada bulan atau bintang yang terlihat. Hanya lampu jalanan berwarna oranye pudar yang menerangi aspal yang basah oleh gerimis tipis yang baru saja turun.

Udara malam yang lembap membawa berbagai macam bau, dan celakanya, bagi Luna, malam hari adalah waktu saat "dunia mereka" lebih aktif daripada dunia manusia.

Luna memilih jalan pintas melewati gang sempit di antara dua gedung perkantoran tua untuk mempercepat waktu sampai ke kosannya. Gang itu cukup panjang, diapit oleh tembok semen yang tinggi dan lembap, penuh dengan coretan mural yang pudar. Di tengah gang, hanya ada satu lampu jalan yang berkedip-kedip seolah sekarat.

Baru setengah jalan, langkah Luna terhenti.

Suhu di dalam gang itu mendadak anjlok drastis. Napas Luna mulai mengeluarkan uap putih tipis setiap kali ia mengembuskannya. Lampu jalan yang berkedip di depan sana tiba-tiba padam total, menyisakan kegelapan pekat yang membungkus gang sempit tersebut. Di ujung kegelapan, di tempat lampu tadi mati, ada sesuatu yang bergerak.

Sesuatu yang besar.

Bau anyir darah yang sangat pekat—bau yang sama persis dengan yang ia cium di malam kematian orang tuanya—menghantam penciuman Luna. Matanya terbelalak ngeri. Perlahan, dari balik bayang-bayang, sesosok makhluk merangkak keluar. Ukurannya hampir sebesar mobil kecil. Tubuhnya dibungkus oleh semacam kain kafan yang sudah menghitam dan tercabik-cabik, dililit oleh rantai besi berkarat. Wajahnya tidak terlihat, hanya ada sepasang mata merah menyala yang menatap tajam ke arah Luna. Mata merah yang sama.

Ini bukan roh penasaran biasa. Ini adalah entitas gelap, pemburu yang memangsa energi manusia. Dan malam ini, tatapan makhluk itu terkunci pada Luna.

Lari. Insting Luna berteriak.

Namun kakinya terpaku di aspal. Ia tidak bisa bergerak. Ketakutan dari masa lalunya mengikatnya lebih kuat dari rantai besi mana pun. Makhluk itu mulai merayap mendekat, rantainya bergesekan dengan aspal, menimbulkan suara decit yang menyayat telinga. Srrrreeeek.... Srrrreeeek....

"Tidaak... kumohon..." bisik Luna, air mata mulai mengalir deras di pipinya. Tangan makhluk itu yang dipenuhi kuku-kuku panjang berwarna hitam terulur, mencoba menggapai kaki Luna. Luna memejamkan matanya rapat-rapat, bersiap menyambut rasa sakit yang luar biasa. Ia meringkuk, pasrah pada takdirnya yang kelam.

Namun, rasa sakit itu tak kunjung datang.

Sebaliknya, ada ledakan energi yang aneh di udara. Suara raungan mengerikan yang memekakkan telinga meledak dari makhluk itu, bukan raungan menyerang, melainkan jeritan kesakitan dan ketakutan. Udara yang tadinya sedingin es, tiba-tiba menghangat. Bau anyir darah lenyap seketika, disapu bersih oleh aroma yang sangat kontras dan elegan—wangi citrus yang segar, perpaduan antara bergamot, kayu sandalwood, dan sedikit mint yang maskulin. Aroma parfum mahal.

Luna membuka matanya perlahan, mengintip dari balik lengannya yang gemetar.

Makhluk mengerikan bermata merah itu lenyap. Gang sempit itu kembali sepi. Namun, ia tidak sendirian.

Berdiri hanya satu meter di depannya, dengan punggung membelakangi Luna, adalah seorang pria. Pria itu memiliki postur tubuh yang tinggi dan atletis, terbalut dalam setelan jas three-piece berwarna navy gelap yang potongannya terlihat sangat mahal dan presisi. Rambutnya ditata rapi dengan pomade. Dari ujung rambut hingga ujung sepatu pantofelnya yang mengkilat, ia tampak seperti model majalah bisnis yang salah masuk ke gang kumuh Jakarta.

Tetapi ada yang salah. Sangat salah.

Pinggiran tubuh pria itu berpendar tipis, memancarkan cahaya kebiruan yang sangat redup. Ujung kakinya tidak benar-benar menyentuh aspal. Pria itu... tembus pandang.

Pria misterius itu membalikkan badan, memperlihatkan wajah yang sangat tampan dengan rahang tegas, hidung mancung, dan alis yang bertaut kesal. Matanya menyorotkan arogansi yang kental. Ia mengangkat pergelangan tangannya, menatap jam tangan Rolex yang melingkar di sana dengan ekspresi tidak sabar.

"Sialan," umpat pria itu, suaranya berat dan bergema aneh di udara, seolah datang dari dimensi lain. "Sistem navigasi GPS di alam bawah sadar ini benar-benar kacau. Hei, Nona yang duduk di lantai basah!"

Luna tersentak. Pria itu menatap lurus ke matanya. Roh ini sedang berbicara dengannya.

"Ini daerah mana? Dan tolong beri tahu saya jalan tercepat menuju Rumah Sakit Medika Utama. Saya punya jadwal rapat Board of Directors jam 8 pagi besok, dan saya tidak punya waktu bermain-main di tempat kumuh ini," ucap pria itu dengan nada memerintah yang sangat sombong.

Luna mengerjap, mulutnya sedikit terbuka. Antara syok baru saja hampir dibunuh monster bayangan, dan kini diomeli oleh hantu pria tampan yang super narsis, otak Luna resmi berhenti berfungsi.

Pria itu berdecak sebal, merapikan dasinya yang sebenarnya tidak kusut sama sekali. "Halo? Apa kemampuan pendengaranmu sama buruknya dengan selera berpakaianmu? Namaku Nando. Dan aku menuntut petunjuk jalan, sekarang."

Luna menatap Nando, lalu menatap gang yang kosong, lalu kembali menatap Nando. Satu hal yang Luna sadari: untuk pertama kalinya seumur hidupnya, saat Nando berdiri di dekatnya, ia sama sekali tidak merasakan ketakutan. Aura gelap yang biasanya mencekik kota ini lenyap tanpa sisa.

Malam itu, nasib Luna berubah selamanya, terikat oleh pria beraroma citrus yang bahkan tidak sadar bahwa dirinya sudah mati. Atau setidaknya, setengah mati.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
ms. S
up up suka bgt Nando dan luna
ms. S
keren👍👍
ms. S
gila.. gila... novel yg bikin aku ga PGN tidur aka baca trus smpe skrg. deg2an iya, sng iya, menggeltik iya.. top deh. arogansi Nando dan loyalitas Luna jadi satu membentuk kolaborasi yg bikin entitas lainnya tercerai berai.. good job
ms. S
aku jadi deg2an
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
hhh... tegang banget /Sleep/ Luna udah kehabisan tenaga, saat lawan paling kuat muncul 🙀
Ai Emy Ningrum: hahaha 😈👿😈👿😈👿
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
waahh ketemu disini sama Pak Seno, Alya dan Gulo 😍
Sur Tini
lanjut ka makin seru
Akbar Aulia
apakah Nando dan Luna mampir diwarung koki seno
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
lanjut Season 2 🥳🥳🥳
SeekarYaSeekar
menantikan petualangan selanjutnya
SeekarYaSeekar
next
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
coo cuwiiittt 🥰🥰 ditengah intaian ibliss
Ai Emy Ningrum: iblis pun meleyot hatinya 💔💔💔 hatinya gundah..terakhir merasakan hal seperti itu kita2 500 tahun sblum jd iblis 🫩🫩😈👿👹👺
total 1 replies
SeekarYaSeekar
selalu menegangkan, tapi sayang kalau dilewatkan
SeekarYaSeekar
ngeri tapi penasaran
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh aq jd ikutan 😭😭terharu.
Sebentar lg berita mereka bkl viral nih, apkh Kala ank mngenali Luna ya. 😃

lanjut thor.
Pappan Boquet
ayo kak up up up
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh jd ikut tegang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak sabar.. gak sabar pengen ikut menyaksikan..
up lagi kak Tanty 😍😍
Ai Emy Ningrum: yaa begitulah 😸 kebahagiaan tersendiri liyat jemuran kering 😚😚
total 5 replies
SeekarYaSeekar
kemarin lusa aku baca ini maraton sampai malam, dan sekarang harus nunggu update an rasanya luaamaaaa banget 😂😂
Semangat 💪💪 KK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!