Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2 - Bukan Zayn tapi Dewa
“Ehem, ini sudah malam Pak, sebaiknya Bapak pulang saya juga harus pulang,” ucap Riana, dia pikir Bosnya pasti lelah makanya sikapnya begitu.
“Kamu bisa nyetir?” tanyanya.
“Bisa Pak,” sahut Riana.
“Kalau gitu antar saya pulang,” dia melempar kunci mobilnya yang langsung di tangkap gelagapan oleh Riana.
“Tapi Bapak kan juga bisa nyetir, biasanya Bapak nyetir sendiri saat pulang,” protes Riana, tentunya dia tak ingin mendapat kerja tambahan saat jam pulang kerja.
Dia diam sejenak sambil menatap kuku jarinya yang lentik, “aku gak bisa nyetir,” ungkapnya santai.
“Hahaha Bapak jangan bercanda, tiap hari Bapak pulang pergi sendiri ko ke kantor pake mobil. Saya gak bisa nganter Bapak, ini sudah diluar jam kerja saya, maaf,” Riana menyerahkan kembali kunci mobil itu ke tangan Zayn sambil memasang senyum seribu watnya.
‘Itu pasti cuma alasan dia doang, mau ngasih gue kerjaan tambah tanpa di bayar, heh sorry ya gue gak akan ketipu, meski dia bos dan punya wajah ganteng tetep gue gak akan kemakan sama akal bulusnya dia, gue juga gak bodoh-bodoh amat kali.’
“Aku serius Mis, aku gak bisa nyetir. Lagi pula harus kamu tahu, aku bukan Zayn, namaku adalah Dewa,” ucapannya terdengar serius.
Riana mendengus tawa, dia akan percaya? oh tentunya tidak, orang bodoh mana yang akan percaya kebohongan yang dilakukan secara terang-terangan seperti itu.
“Udahlah Pak saya capek, saya mau pulang terus tidur, selamat malam.” Riana mengabaikan ucapan Zayn dan memilih untuk pergi meninggalkan Zayn di ruangannya sendiri.
“Ck sandiwaranya gak lucu, apa katanya tadi, namnya bukan Zayn tapi Dewa. Hah, orang gila juga gak akan ngaku kalau dia gila kan,” gerutu Riana sambil membereskan barang-barangnya bersiap untuk pulang.
Saat langkahnya mencapai loby kantor, suara tabrakan nyaring terdengar, Brak...! Riana pun lekas keluar, takut kalau sampai ada yang terluka bahkan sampai korban jiwa.
“Ada apa Pak?” tanya Riana pada satpam yang nampak sudah berada di TKP.
“Ini Bu, Mobil Pak Zayn gak sengaja nabrak tempat sampah,” ucapnya, tampak tempat sampah yang di maksud sudah hancur berantakan bahkan isinya pun berceceran dimana-mana.
Riana termenung, dia mengetuk kaca mobil Zayn, “Pak. Bapak baik-baik aja?” tanya Riana.
Kaca mobil pun terbuka, menampilkan wajah bingung Zayn, “y-ya saya baik-baik aja,” ucapnya linglung, “hari ini saya terlalu lelah, besok tolong suruh orng untuk memperbaiki tempat sampahnya,” ucapnya, kemudian segera berlalu.
Riana menatap bingung mobil Zayn yang keluar dari gerbang kantor, sifat dan nada suaranya kembali seperti semula.
‘Si Bos ko aneh banget sih, jangan-jangan dia kerasukan lagi, atau mungkin kantor ini yang berhantu, ih ko gue jadi merinding ya,’ Riana bergidik ngeri dia pun segera pergi dari sana.
***
Riana tengah berkutat dengan tumpukan pekerjaannya, rapat para pemegang saham akan segera di adakan Zayn menyuruhnya untuk membuat bahan untuk persentasenya.
Telpon kabel di ruangannya lagi-lagi berdering, “Riana jam berapa jadwal pertemuan saya dengan orang dari PT. Mandiri?” tanya dari sebrang telpon.
“Pertemuannya di jam dua siang Pak,” sahut Riana tanpa mengalihkan pandangan dari layat laptopnya.
“Oh ya bawakan Proposalnya ke ruangan saya,” titahnya.
“Baik Pak.” Sahut Riana.
“Ck, Riana ini, Riana itu, emangnya yang kerja disini tuh cuma gue doang apa, kenapa semua harus gue yang kerjain,” keluhnya, namun dia tetap pergi juga.
Seperti biasa Riana akan mengetuk pintu sebanyak dua kali sebelum masuk ke ruangan Zayn. Dia mendongak saat melihat Riana datang.
“Ini Pak, jika ada yang kurang Bapak bisa langsung beritahu saya, saya akan merevisinya,” ucap Riana.
Zayn mengangguk pelan.
“Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin Bapak tanyakan saya akan kembali ke ruangan saya,” pamit Riana.
“Riana, tunggu,” Riana yang hendak menarik gagang pintu pun mengurungkan niatnya.
“Kenapa Pak?”
“Emh, ini soal semalam, apa kamu melihat sesuatu yang aneh pada diri saya?” tanyanya.
“Sesuatu yang aneh apa Pak?” Riana pura-pura tak tahu.
“Misalnya kamu liat saya ngelakuin hal yang gak pernah saya lakuin, atau saya ngomong yang aneh-aneh, di depan kamu?” dia memperjelas maksudnya.
“Nggak ko Pak,” dusta Riana, tentunya dia tak ingin membahas apa yang dia lihat semalam dan sepertinya Zayn pun tak mengingat nya sama sekali, jadi lupakan saja anggap saja itu tak pernah terjadi.
😄🤣🤣🤣❤❤❤💪💪😍
pernah lihat riana kencan dgn max..
mkanya anggap riana bukan ancaman lagi...
🤣🤣❤❤💪💪😍
sma2 nahan diri ..
❤❤💪💪😍
nyessskkkk...
❤❤💪😍😍😍
tapi karena aruna..
jadi pilih mundur
❤❤💪😍😍😍
cocok Bram yg bisa nekat merebut Riana dari Bram..
🤣🤣❤💪💪😍😍
up jga..
mkadi ya kak..
❤💪💪😍😍😍
❤❤💪😍😍😍
kerennn..
dewa apa bram yg muncul.
kalo bram..
pasti seruuuu..
🤣😄😄💪💪❤❤😍😍..
jgn sampai adu jotos
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪