NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keegoisan atau kewajiban?

...----------------...

Albert Valop hanya memerhatikan tanpa bisa ikut campur, menatap dengan takjub akan kelihaian dan kemampuannya, walaupun bertahun-tahun ia hidup di ruang operasi memegang pisau bedah akan tetapi setiap kali melihat dokter wanita yang ada di hadapannya ini yang dua kali lipat usianya lebih muda darinya, melihat kehebatan yang membuatnya terkagum-kagum sekaligus iri. sementara perawat lain menatap horor, walaupun sudah terbiasa melihat aksi tersebut akan tetapi melihat seseorang tanpa ekspresi membelah manusia dan menjahitnya seperti psikopat membuat ngeri.

"Selamat---

"Beep...Beep...Beep...Tiinnnnn.."

Tiba-tiba semuanya bingung dan panik melihat ventilator yang terpasang menunjukan statistik merah tanda pasien mengalami merah dan detak jantungnya melemah.

"Dokter! Pasien tiba-tiba mengalami penolakan terhadap organ barunya!"

"Detak jantungnya menurun, 110...90...80...tidak! Hampir ke 50."

"Tekanan darahnya menurun! Nafasnya mengecil, pasien mengalami kejang-kejang!"

"Dokter!"

Lilyana linglung bertanya-tanya apa yang terjadi mengapa semuanya jadi buruk padahal prosedur operasinya semuanya berjalan lancar mengapa sekarang tiba-tiba buruk setelah berhasil, akhirnya tersadar dengan cepat berusaha tenang, berbicara dengan nada sedikit gemetar.

"Siapkan Defibrilator, pasangkan pada dada pasien."

"1...2...3...!"

Akan tetapi suaminya, terus kejang-kejang tidak menunjukan respon apapun membuatnya panik, bahkan garis di monitor menunjukan garis merah bergelombang hampir menunjukan garis lurus.

"Dokter gawat! detak jantungnya tidak mengalami perubahan, nafasnya... hampir melemah!"

"Teruskan."

Saat perawat terus melakukan aliran listrik pada denyut nadi tapi responnya semakin tidak mengalami perubahan bahkan tidak bergerak membuat perawat tiba-tiba melirik linglung dan putus asa.

"Dokter itu pasien mungkin....

"lakukan!"

"Tapi denyut nadi pasien tidak ad---

"Lakukan."

"Dok---

"LAKUKAN, APAPUN YANG MASIH BiSA DILAKUKAN! DIA BELUM MENINGGAL."

Seketika ruangan hening mendengar ledakan dan bentakan tiba-tiba, nafas Lilyana terengah-engah bahkan dengan cepat mengambil alih melakukan RJP dan menempelkan Defibrilator, akan tetapi suaminya itu malah tidak ada reaksi apapun, membuatnya panik berulang kali menekan alat kejut listrik ke dadanya.

Tinn...tinn......

"Tidak! Tidak boleh, aku adalah dokter dengan tingkat keberhasilan 98% menyelamatkan orang-orang, tidak ada yang mustahil,.. apalagi kau.... suamiku sendiri."

"Dokter Lily....

"Tidak! Tidak,... masih koma, mungkin hanya pingsan dan akan segera sadar, kan? Kan?"

"Dokter Lilyana...

"Jangan meninggalkanku,...aku...aku sedang hamil,..kita sudah berjanji merawat anak kita bersama,..ayo bangunlah, aku menyesal belum memberitahumu,..ini kejutan setelah bangun kau pasti akan senang,..kita sudah berjanji bersama-sama selamanya.."

Seketika para perawat saling menunduk membekap mulut menahan tangis melihat pemandangan haru yang menyesakan apalagi setelah mendengar pertanyaannya, sedangkan Dokter Albert hanya bisa menghela nafas menyadari sehebat apapun manusia tidak bisa mengendalikan kuasa tuhan, inilah sebabnya sejak awal ia keberatan untuk mengikutsertakannya karena tidak ingin pemandangan ini terjadi jika sebagaimana gagal.

Sedangkan Lily terus melakukan RJP berulang kali walaupun tidak ada respon, matanya memerah, pandangannya kosong, tujuannya hanya satu yaitu membangkitkan suaminya menolak fakta yang ada, bahkan suara-suara yang memanggilnya dihiraukan.

"LILYANA COOPER!"

Akhirnya perawat muda yang berjaga bernama Selena itu berteriak karena tidak tahan lagi sebelum akhirnya menghampiri mengelus bahunya dan memeluknya erat.

"Sudah,.. tidak baik terlalu menyiksa Mr.Copper, dia mungkin sudah lelah dan beristirahat,.. jangan salahkan dirimu sendiri, kau sudah melakukan yang terbaik."

Seketika tubuh Lilyana bergetar hebat, tangisan yang ia coba tahan meledak menyadari tiba-tiba kesadarannya mengambil alih, memaksa untuk menerima kenyataan pahit, suaminya, Stevan Crun Cooper, meningal dunia walaupun ia menanganinya dan mencoba menyelamatkannya, meninggalkan dirinya dan kedua anak mereka tanpa tau kehamilannya.

Dengan cepat melepaskan diri membungkuk memeluk jasad suaminya yang terbaring kaku sembari terisak-isak.

"Maaf,..aku..aku tidak becus,.. seandainya lebih aku fokus padamu dan merawatmu dengan baik.. menahanmu untuk tetap pergi bekerja,.. mungkin saja kau..."

Ingatan masih terekam jelas di pikiran Lilyana Cooper, saat beberapa jam lalu keduanya masih di rumah melakukan aktivitas biasa sebelum melepaskan suaminya untuk beraktivitas...

Saat ini Lilyana sedang memijat kaki suaminya yang sedang duduk seperti biasa, tidak bisa bergerak di kursi roda, sembari membilasnya kakinya dengan air hangat, tiba-tiba terdengar suara handphone berbunyi.

"Halo, ini dengan Lilyana Cooper."

"Dokter Lily,...ada pasien yang butuh operasi segera,.. mohon datanglah, pihak mereka terus-menerus menolak dilakukan operasi oleh dokter kami selain anda padahal kondisinya sedang kritis."

"Padahal sudah kubilang aku sedang libur hari ini....

"Kumohon Nona! kami akan segera menjemput anda..!"

"Tapi---

Tut...tut..

Lily hanya menghembuskan nafas kasar melihat sikap seenaknya tanpa memerhatikan pendapatnya, padahal ia sudah memberi ijin cuti agar menghabiskan waktu dengan suaminya.

"Emm..emm?"

Tiba-tiba fokusnya buyar mendengar suara samar seseorang yang duduk di kursi roda, walaupun tidak terdengar jelas tapi ia amat betul tau artinya setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu bersama, perlahan mengelus tangannya sembari menggigit bibir, mengingat kondisi suaminya dari awal memang buruk sarafnya lumpuh hingga ia kesulitan bergerak tapi sekarang memburuk, ia kesulitan berbicara bahkan bergerak mengerakan jari.

"Rumah sakit membutuhkan kehadiranku, padahal aku sudah bilang ijin cuti sehari, tapi mereka seenaknya, padahal nanya dokter lain disana."

"Emm..emm.."

"Pergi? Tidak suami, aku ingin di rumah menjagamu.."

"Emm....emm...emm..."

"Tapi banyak dokter disana lagipula mereka terlalu keras kepala,.. memang terdengar parah tapi..."

"Emm am....em um..."

"tapi kau sendirian di rumah.."

"Emm...emm..."

"Itu.... baiklah, aku akan pergi,..tapi aku akan titipkan kau pada dokter Albert,...awas saja jika kau berkerja terlalu giat lagi,... jangan sendiri-sendiri!"

Stevan Crun Cooper hanya mengangguk-angguk kepala sedikit, sebagai rambut memutih, matanya lembut berfokus melihat wanita yang ia cintai, bibirnya terlipat hingga ia kesulitan berbicara dan nafas, tangannya terlampir depan lemas dan kaki terduduk kaku ke kursi roda, tubuhnya begitu kurus dan kulitnya keriput mengalahkan usianya yang seharusnya masih bugar bahkan jika 44 tahun, apalagi sejak awal rupawan dan sehat tapi hanya dengan dua puluh dua tahun waktu berjalan semuanya berubah dan fisiknya seperti kakek tua.

Penyakit yang ia derita sejak umurnya 22 Amyothropic Lateral Sclerosis (ALS) secara misterius menyerangnya melumpuhkan saraf dan motorik menyebabkan ia kehilangan kaki dan berbicara lagi, hanya mengandalkan kursi roda dan orang lain untuk beraktivitas.

Lilyana hanya bisa terdiam linglung walaupun sebenarnya sejak awal ia sedang menggenggam testpack untuk dia beritahukan tentang kehamilannya tapi tersadar mungkin kejutan akan lebih menyenangkan setelah ia kembali, akhirnya bangkit mengecup dahi, hidup dan bibirnya sekilas.

"Tolong jaga dirimu,...aku akan kembali cepat, aku mencintaimu.."

Steven hanya bisa memejamkan mata diam-diam matanya berkaca-kaca, tangannya diam-diam sedikit bergetar berusaha ingin memeluk dan menciumnya kembali tapi apa daya kondisinya memaksanya tetap diam, membuatnya menyesal dibuatnya, merasakan istrinya menarik diri dan perlahan pergi hanya bisa menatapnya sayu dari kejauhan.

...----------------...

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!