Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 1
Seorang pria tampan berdiri di jendela kaca besar di salah satu ruangan yang berada di gedung yang menjulang tinggi di tempat kota.
Ruangan itu terlihat mewah, interiornya juga terlihat mewah.
Siang itu langit nampak terlihat gelap, awan gelap menggelantung di atas langit, seolah-olah ingin menumpahkan air yang ada di dalamnya.
Sama dengan hati pria itu yang sama gelapnya, yang juga ingin menumpahkan perasaannya, kekecewaannya dan keterpurukannya.
Harta yang melimpah, kehidupan yang mewah tak membuatnya bisa hidup bahagia.
" Daddy...." seru seorang gadis kecil yang berusia 4 tahun dari arah pintu masuk.
Pria itu menoleh dan menatap pada Gadis kecil yang berlari ke arahnya dengan senyum yang merekah.
Pria itu tersenyum lebar saat melihat putri kecilnya berlari ke arahnya.
Pria itu membuka tangannya lebar-lebar dan menangkap tubuh gadis kecil yang terlihat sangat imut dan lucu.
" Selamat ulang tahun Daddy " ucap gadis itu saat berada di pelukan Daddy.
Pria yang bernama Bastian itu tersenyum lebar.
" Terimakasih sayang "
Bastian melepaskan pelukannya dan menatap putri kecilnya itu.
" Hadiah buat Daddy mana ?" kata Bastian pada putrinya yang masih berada di gendongannya.
Tanpa menunggu lama Gadis kecil itu langsung menghujani ciuman di wajah Daddynya.
Bastian hanya tertawa renyah saat mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari putri kecilnya itu.
" Sudah...sudah cukup hadiahnya sayang, lihatlah wajah Daddy sudah basah " kata Bastian.
Bastian melangkah ke arah Sofa dan duduk sambil memangku putrinya.
" Bagaimana sekolahnya hari ini, apa Vallen pintar sekolahnya "
" Tentu saja, Vallen dapat 5 bintang hari ini "
" Benarkah.."
Gadis kecil itu mengangguk dengan semangat.
" Wah pintarnya putri Daddy " kata Bastian sambil mengusap kepala lembut putrinya.
Bastian melihat ke arah pintu dan di situ terlihat Marta, sekretarisnya dan Lina susternya Vallen.
" Vallensia kesini sama siapa?" tanya Bastian.
" Sama encus Lina "
" Mommy kemana ? "
" Mommy ke paris " sahut Vallen
Bastian m3nghela nafasnya saat mendengar jawaban Putrinya.
Bastian melihat ke arah suster Lina, meminta penjelasan.
" Nyonya tadi sehabis mengantar nona kecil langsung berangkat ke bandara tuan " sahut Lina dengan kepala tertunduk.
Kembali Bastian menarik nafas dan menghembuskannya dengan berat.
" Sayang kamu mau di sini, apa mau pulang sama suster "
" Vallen mau temenin Daddy kerja boleh ?"
" Tentu saja boleh "
" Terimakasih Daddy " kata Vallen dan langsung mencium pipi Daddynya.
Vallen turun dari pangkuan Bastian dan kemudian berlari kecil ke arah susternya dan mengambil tas sekolahnya.
" Vallen mau menggambar dan mewarnai " kata Daisy sambil mengeluarkan perlengkapan menggambar dan mewarnai dari dalam tasnya.
Bastian bangun dari duduknya dan melangkah mendekati sekretarisnya dan juga pengasuh Vallen.
" Marta tolong pesankan cemilan dan minuman untuk Vallen" kata Bastian.
" Baik Tuan " kata Marta.
Marta pergi dari ruangan itu.
" Sus Lina kembali kerumah saja dengan sopir, nanti biar Valen pulang bersamaku "
" Baik tuan "
Suster Lina menyerahkan tas yang berisi keperluan Valensia.
Bastian berjalan mendekati putrinya yang sedang serius mewarnai gambar kuda poni kesukaannya.
Bastian mengusap kepala putrinya dan mencium kepala putrinya.
Hatinya begitu sakit saat melihat bagaimana putrinya sering sendiri dan hanya di temani oleh susternya.
Lagi...dan lagi Shopia meninggalkan dirinya dan putrinya tanya mengatakan apapun pada dirinya.
Hal itu sudah sering terjadi, shopia istrinya selalu pergi tanpa izin darinya, meninggalkan putrinya berhari-hari , shopia selalu melakukan sesuatu yang ia mau tanpa harus berbicara padanya.
Shopia menganggap seolah-olah dirinya tak pernah ada.
Bastian menghela nafas panjang dan kemudian ia kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya, sesekali matanya melihat putrinya.
Valensia sangat pintar dan cerdas, walaupun ia masih berumur 4 tahun tapi kedewasaan itu sudah terlihat dari perilakunya.
Lihatlah sedari tadi ia bermain dengan tenang tanpa menganggu Daddy-nya yang sedang bekerja, hanya sesekali ia bertanya sesuatu pada Daddynya, bahkan Vallen sudah bisa ke kamar mandi sendiri.
Matahari siang masih menyinari gedung pencakar langit yang menjulang megah di pusat kota. Di lantai paling atas Bastian melihat putrinya yang tertidur sendiri di atas sofa dengan peralatan menggambarkan masih berada di atas meja.
Bastian Wirayudha, pria yang berusia tiga puluh tiga tahun.
Di mata orang lain, hidupnya terlihat sempurna.
Menikahi putri konglomerat ternama, memiliki jabatan sebagai direktur utama di perusahaan raksasa, tinggal di rumah mewah, memiliki seorang istrinya yang cantik dan seorang putri yang cantik dan pintar, kehidupan mereka terlihat begitu bahagia dengan hidup dalam kemewahan yang bahkan hanya bisa diimpikan banyak orang.
Namun tidak ada yang tahu bahwa semua itu hanyalah sangkar emas.
Tidak ada yang tahu pula bahwa di balik jas mahal yang dikenakannya setiap hari, harga dirinya perlahan-lahan terkikis.
Istrinya dan keluarganya tak pernah menganggapnya berarti, hanya karena Bastian berasal dari keluarga yang tak cukup kaya.
Mereka semua memandang rendah keberadaan Bastian di dalam keluarga mereka, Bastian hanya di anggap seseorang yang hanya menumpang hidup enak di dalam keluarga mereka.
Walaupun Bastian sudah berusaha keras untuk menunjukkan kinerja dia, tapi tetap saja mereka tak pernah memandangnya.
Bastian bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati putri kecilnya yang tertidur pulas.
Bastian membenarkan posisi tidur putri kecilnya dan menyelimuti putrinya dengan selimut yang biasanya ia gunakan saat ia istirahat di kantor.
Bastian menatap wajah kecil itu, dadanya terasa sesak, saat menatap wajah tanpa dosa itu.
Putrinya adalah satu - satu alasan ia masih bertahan di dalam sangkar emas itu, putrinya adalah salah satu kekuatan baginya.
Tak lama terdengar ponselnya berbunyi, Bastian melangkah ke arah meja kerjanya dan menjawab panggilan itu.
" Bastian, proposal untuk perusahaan Surabaya sudah selesai?" suara dingin mertuanya terdengar dari telepon.
" Sudah, Pa . Saya baru saja—"
" Kalau sudah kenapa nggak langsung kamu kirim, kalau kerja yang benar jangan lambat, kapan majunya jika kamu lambat seperti ini, Kamu harus bisa menghargai waktu " terdengar nada keras Papa mertuanya dari seberang.
" Maaf pa, tadi..."
" Sudah jangan banyak alasan, cepat kirim, aku ingin memeriksanya hari ini " kata Brandon, papanya shopia.
Lantas sambungan telepon langsung terputus begitu saja.
Bastian menghela napas panjang.
Sudah lima tahun ia menikah dengan Shopia.
Lima tahun pula ia hidup di bawah bayang-bayang keluarga istrinya.
Padahal Bastian bukanlah pria miskin yang menikah demi harta.
Ayahnya memiliki perusahaan cukup besar. Kekayaan keluarganya memang tidak sebesar dengan kekayaan dari keluarga istrinya, tetapi mereka hidup lebih dari cukup.
Dulu, saat melamar Shopia, Bastian datang sebagai pria yang memiliki harga diri dan kebanggaan.
Namun kini...
Ia merasa seperti robot.
Seseorang yang diberi jabatan tinggi hanya untuk menjalankan perintah orang lain.
####
Assalamualaikum readers HAPPY READING.
ketemu lagi di karya Author, semoga bisa menghibur para readers.
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘