NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 1

...1: Pengkhianatan: mimpi buruk...

...****************...

...Pemberitahuan Author!...

...tanda *** (memberi tanda pembuka dan penutup)...

...tanda ---- (memberi tanda perpindahan tempat dan waktu berlalu)...

...tanda ... (memberi tanda transisi waktu masa depan dan masa lalu)....

...Ada perubahan pada skema novel yang dimana author sedang menyusun kembali konsep cerita sehingga terasa lebih pas sehingga alurnya lebih menarik....

Sekian dari saya, semoga kalian suka petualangan Kenzie dan Reinzie.

...****************...

...****************...

Kekacauan telah terjadi di daerah kekuasaan yang begitu agung.

"Hahahaha!.. Ledakan semuanya!.." Boom!...

Sebuah ledakan dahsyat telah mengguncang langit, seketika menghancurkan kedamaian kota yang semula hidup dalam kesejahteraan dan ketenteraman. Kekacauan itu bermula tanpa peringatan.

Gelombang invasi monster kegelapan menerjang tanpa ampun, meruntuhkan bangunan-bangunan megah kekaisaran hingga hanya menyisakan serpihan puing dan debu yang membubung tinggi ke angkasa.

Serangan berskala besar yang tiba-tiba ini mengunci mati jalur evakuasi. Rakyat ibu kota terperangkap, dibantai tanpa sempat menyelamatkan diri.

Tak luput dari petaka, istana kekaisaran pun mulai kacau diterjang badai kegelapan. Pihak militer benar-benar kewalahan, serangan musuh datang bertubi-tubi dari dua arah sekaligus, membombardir apa saja tanpa pandang bulu. Para prajurit kekaisaran dipaksa bergerak cepat, berpacu dengan waktu demi meredam kekacauan yang kian tak terkendali.

Namun, musuh telanjur memegang kendali situasi. Ketika para prajurit masih tertatih-tatih mengevakuasi penghuni istana dan rakyat kota, gelombang monster baru justru terus berdatangan seolah tak ada habisnya, bahkan setelah separuh dari mereka berhasil dimusnahkan.

...----------------...

Sementara itu, di sudut lain medan pertempuran yang mencekam...

Sang Kaisar tengah terlibat dalam duel hidup dan mati melawan salah satu orang penting tertinggi kekaisarannya sendiri. seorang pengkhianat yang telah menjual jiwanya pada Forsaken Shadow Witch, penyihir jahat yang paling ditakuti di dunia.

Kaisar Valerius Laurent kini harus menghunus pedangnya demi menghadapi sosok yang sebelumnya menjadi benteng pertahanan terkuat kekaisarannya, sang pemegang gelar Pedang Keadilan yaitu Valdrik Mortis.

Dalam pertarungan sengit itu, sang Kaisar mulai terdesak. Kekuatan fisiknya tak lagi mampu menandingi Valdrik yang telah menerima buff kekuatan kegelapan dari sang penyihir bayangan.

...----------------...

"Tampaknya kamu sudah kewalahan menerima serangan-seranganku, Kaisar! Hahaha!" desis Valdrik, merendahkan sang penguasa dengan nada congkak. "Padahal, aku bahkan belum mengerahkan seluruh kemampuan terbaikku."

Valerius meludah, menatap Valdrik dengan pandangan penuh penghinaan. "Itu bukan kekuatanmu sendiri! Itu hanyalah kekuatan pinjaman dari mengemis pada penyihir. Dasar manusia rendahan!... Dasar menyedihkan!," cibir Valerius tajam.

Mendengar kecaman yang menusuk tepat pada harga dirinya, wajah Valdrik langsung mengeras. Ia sangat marah dan tersinggung. Namun, dirinya tidak merasa malu atas pengkhianatannya, ia justru membusungkan dada, bangga karena berhasil melampaui kekuatan Valerius Laurent yang selama ini diagungkan sebagai sang penguasa oleh rakyat yang telah memberi perdamaian pada dunia.

"Haaaah!" Valdrik berteriak lantang dengan kepuasan yang meluap-luap. "Apakah aku harus malu? Sungguh, aku justru sangat berterima kasih pada Forsaken Shadow Witch atas anugerah kekuatan ini! Hahaha!" Tawa puasnya menggema, menelan kebisingan medan perang.

Valerius hanya terkekeh sinis melihat kegilaan mantan sesepuhnya itu. "Apakah mengungguli kekuatanku sudah membuat jiwamu yang kerdil itu puas?"

"Tentu saja!.. Lihatlah betapa putus asanya rakyat yang sangat kau cintai itu," cemooh Valdrik puas. Ia kemudian mengangkat senjatanya, menatap dingin sang kaisar. "Apakah ada kata-kata terakhir sebelum kau lenyap dari dunia ini?"

"Tunggu! Jangan lakukan itu!"

Dua wanita paruh baya yang masih terlihat berparas cantik dan anggun muncul tiba-tiba berlari mendekat, dan mereka langsung memasang badan di depan Valerius. Tatapan mereka menyiratkan kepedihan yang mendalam, sekaligus sebersit harapan agar Valdrik menghentikan kegilaannya.

Mereka tidak lain adalah Yelena dan Arcelia, dua permaisuri kaisar yang datang dari jauh hanya untuk merelakan diri menjadi tameng hidup demi melindungi suami tercinta mereka.

"Tolong, jangan bunuh Kaisar... Kumohon padamu, Tuan Valdrik Mortis," ratap Yelena, memohon belas kasihan.

Kemudian di sebelah yelena arcelia menimpali dengan segera, "Tuan Valdrik, jika Anda membunuh Kaisar, Anda akan menjadi musuh bagi seluruh Benua Laurentia, dan dosa Anda tidak akan pernah terampuni!" sambung Arcelia dengan suara bergetar namun penuh sarat penekanan.

Valdrik hanya bergumam sinis, "Hmm... Apakah aku terlihat takut pada manusia-manusia lemah di benua ini?"

Ia menatap dingin ketiga orang di hadapannya. "Jika hanya itu kata terakhir kalian... Maaf, niatku untuk membunuh dan menghancurkan kekaisaran ini sudah bulat." katanya lalu kemudian, "Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, dan sampaikan salamku pada penjaga neraka... Matilah! Black Ruin Slash!...."

...----------------...

Di saat yang sama dari arah yang berbeda, dua remaja berlari kencang dengan napas memburu dan dada yang dipenuhi kecemasan. Mereka memacu langkah menuju pusat pertempuran, berharap kekuatan kecil mereka bisa membantu sang ayah yang sedang bertaruh nyawa.

"Haa... haa..." Reinzie, pangeran yang lebih muda dan ia baru berusia dua belas tahun, berlari dengan paru-paru yang terasa terbakar. Ketakutan menyelimuti pikirannya, namun tekadnya tak goyah.

Di jalur yang berbeda, kakaknya, Kenzie yang berusia lima belas tahun, terus menerobos kekacauan demi pergi menyelamatkan sang Kaisar yang kini sedang kesusahan.

Tunggu Kenzie, Ayahanda! Kenzie akan segera tiba!.. batin Kenzie Laurent dengan raut wajah panik.

Sedikit lagi, Ayahanda! Reinzie akan sampai. Bertahanlah!... bisik Reinzie Laurent di sela napasnya yang tersengal-sengal.

"Ayahanda!... Ibunda!..." teriak Kenzie dan Reinzie secara bersamaan saat mereka berhasil menembus halaman pertempuran utama di garis depan.

Keduanya berteriak penuh harap, memeras seluruh tenaga agar bisa tiba tepat waktu. Namun, tepat ketika mereka menapakkan kaki di area pertempuran, sepasang mata merah padam mereka berdua justru dipaksa menyaksikan tragedi paling mengerikan dalam hidup mereka.

"Matilah! Black Ruin Slash!...". Duaaarr!..

Tebasan bertenaga murni itu meledak hebat, memicu pusaran energi yang begitu pekat hingga membuat warna langit berubah seketika. Daya hancurnya sangat masif. Ledakan tersebut menciptakan gelombang angin badai yang menyapu bersih area sekitarnya.

Dampak dari tekanan angin mematikan itu menghantam tubuh Kenzie dan Reinzie, melempar kedua remaja tersebut hingga terpental jauh ke belakang sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

Sementara itu, tak jauh dari episentrum ledakan, dua pasang mata mengamati segalanya dari kejauhan. Dua sosok pendekar dengan aura yang teramat kuat berdiri dengan tenang, menikmati pemandangan langka dari kehancuran sebuah pusat kekuasaan.

Mereka adalah dua pendekar yang tengah mengembara untuk memburu roh penjahat terkutuk, Zatrah Dvareht.

Namun, perhatian mereka tiba-tiba teralihkan. Mereka terkesima saat merasakan pancaran aura unik yang keluar dari tubuh dua pangeran yang kini terkapar tak sadarkan diri di atas tanah.

...----------------...

"Sepertinya kita menemukan sebuah harta karun yang cukup menarik," ujar Arvendel, matanya menyipit menatap kedua remaja itu.

Vargan menoleh tipis. "Apakah kita akan memungut dan memoles kedua harta itu agar bersinar indah?"

"Kelihatannya begitu. Ayo pergi menemui mereka," jawab Arvendel datar.

"Baiklah, mari bergerak. Tapi sebelum itu, tentukan siapa yang akan kau pilih?" tanya Vargan lagi.

"Aku ambil yang tua, kau ambil yang muda," putus Arvendel mutlak.

"Ok, kalau begitu. Mari kita jemput mereka."

Kedua pendekar misterius itu pun melangkah maju, memutuskan untuk menyelamatkan dan memoles kedua pangeran tersebut.

...----------------...

Di pusat ledakan, Valdrik melihat ke arah puing-puing dengan senyum kemenangan yang keji. "Hahahahaha! Akhirnya aku berhasil membunuhmu. Dan istri-istrimu juga ikut lenyap akibat kelemahanmu sendiri," gumamnya puas.

Tiba-tiba, pandangannya menangkap dua tubuh bocah yang terkapar di kejauhan. "Hmmm... Dua pangeran ternyata ada di sini juga? Baguslah, aku tidak perlu bersusah payah mencari mereka." Tatapannya kembali dipenuhi niat membunuh yang pekat. "Kalau begitu, matilah menyusul orang tua kalian! Phantom Ruin!..."

Swosh!... Sebelum bilah energinya menyentuh kedua pangeran yang ada ditanah, seketika sebuah bayangan melesat dengan kecepatan mutakhir, menepis serangan mematikan Valdrik hanya dengan satu hentakan keras yang menimbulkan dentuman berat.

"Apa?! Siapa kau?! Berani-beraninya menghalangi seranganku!... Cari mati ya?!" desis Valdrik, murka karena mangsanya diganggu.

Tepat pada saat itu, sebuah suara gaib membisikkan peringatan langsung ke dalam pikiran Valdrik. "Cepat lari dari tempat itu! Kedua Orang itu sangat berbahaya dan kau bukan tandingan mereka berdua sekarang. Cepat pergi selagi sempat!" Itu adalah suara dari Forsaken Shadow Witch yang sedang memberikan peringatan.

"Cih... Menyebalkan!" Dengan perasaan dongkol yang tertahan, Valdrik terpaksa membalikkan badan dan melarikan diri, menghilang dengan cepat di balik kepulan asap medan perang.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!