Slavic yang frustasi karena ingin memiliki anak perempuan demi bisnis namun yang dia dapatkan malah laki-laki terus sedangkan Karen sang Istri yang ingin menjadi istri utama dari Suaminya membuatnya memanggil iblis dari buku ilmu Hitam yang dia beli dari Occult Shop untuk mendapatkan anak perempuan yang hasilnya mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar berupa seorang anak laki-laki tampan namun albino dan seorang anak perempuan biasa yang cantik dan mereka diberi nama Keita dan Keira.
Namun, Slavic yang merupakan seorang dokter di bidang kecantikan memandang rasis Keita sebagai anak yang tidak sempurna apalagi dia sudah cukup dengan banyak putra dan hanya ingin putri ditambah kebenciannya terhadap adiknya yang juga Albino terus mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga ia membunuh putranya setelah lahir.
Namun perbuatannya mendapatkan konsekuensi yang akan memberikan sebuah petaka yang akan datang menghampiri mereka dan sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2023
(𝙿𝚊𝚐𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚒 𝚍𝚊𝚗𝚊𝚞 𝙺𝚎𝚒...)
" Happy birthday to you♩♪♩♬...".
" Happy birthday to you♩♪♩♬...".
"Happy birthday Our dear little Siblings♩♪♩♬...".
" Happy birthday..... to... youuuuu ♩♪♩♬".
setelah selesai menyanyikan lagu selamat ulang tahun, ketiga pria berusia 21 tahun yang berpakaian setelan jas serba hitam tersebut meletakkan sebuah cupcake coklat dan cupcakes vanilla yang telah dihiasi sebuah lilin di masing-masing cupcake di atas sebuah daun teratai.
" lihat Keira, kakak membawakan cupcake kesukaanmu... seperti biasa beri cupcake coklat pada Keita ya..
kakakmu Andy ini rindu padamu.
begitu juga ibu dan paman yang telah menjadi ayah kami 5 tahun yang lalu merindukan dirimu.
bahkan mereka sedih tahun ini tidak bisa ikut merayakan ulang tahun kamu dan Keita karena cuaca buruk di kota Calla membuat penerbangan mereka ditunda.
selain itu, kakak sangat bertanya-tanya apakah kamu baik-baik saja disana? tapi kakak yakin kamu pasti dijaga dan dirawat dengan baik oleh Keita... 😢" ucap laki-laki bernama Andy penuh makna dengan kesedihan dan kerinduan terpancar dari wajahnya.
sedangkan seorang laki-laki lain yang sama dalam usia, wajah dan pakaian dengan Andy sedang meletakkan sebuah kotak perhiasan yang berisi jepitan rambut dari platinum dengan hiasan dari batu safir asli berbentuk bunga beberapa lembar foto yang berisikan tiga laki-laki kembar 3 bersama dengan seorang wanita dan seorang pria yang Sama-sama berusia 40an di atas bunga teratai.
" Keira, sesuai dengan janji kakakmu Arga di usiamu yang telah menginjak 18 tahun ini, kakak telah memberikanmu sebuah jepitan rambut mahal buatan kakak sendiri.
Kamu pasti cantik memakainya dan seperti biasa kakak membawakan foto-foto orang yang sayang padamu setiap tahun dengan harapan agar foto-foto tersebut dapat menjadi pelepas rindumu terhadap kami seperti kami merindukanmu...
aku berharap kamu juga menjaga Keira dengan baik ya. dan selamat ulang tahun😢".
ucap laki-laki bernama Arga sang kembaran Andy berkata penuh makna dengan kesedihan dan kerinduan terpancar dari wajahnya.
sedangkan satu laki-laki lain yang sama dalam usia, wajah dan pakaian dengan Andy dan Arga karena dia juga kembaran mereka berdua sedang meletakkan seikat bunga mawar putih yang bercampur dengan mawar hitam seolah melambangkan sosok yang diberi dan dua boneka mini yang berbentuk anak laki-laki dan anak perempuan di atas daun teratai.
" seperti kamu tahu Keira...
kakakmu Alfa, tidak berbicara banyak seperti ke dua saudara kembar kakak namun, rasa sayangku padamu sangat besar sebesar mereka menyayangimu...
kakak berharap suatu hari kita bertemu kembali...
Terima kasih telah terlahir menjadi adik kami walaupun kita beda ibu namun hal itu tidak menjadi penghalang untuk menyayangimu.....
dan sekali lagi maaf karena tidak dapat mencegah Ayah menghabisimu Keita...
Andai saja kami mengetahuinya dari dulu kami pasti akan berusaha mencegahnya walaupun anak 3 tahun tidak mungkin dapat melawan seorang pria dewasa seperti dia yang tidak mencintai kami dan ibu kami...
dan Terima kasih karena kau tidak benci terhadap kami, para kakak tirimu...
saat kau mengatakan tidak pernah membenci kami dan Sama-sama menyayangi Keira membuatku bahagia. terimakasih... ".
ucap Alfa berkata penuh makna dengan kesedihan dan kerinduan terpancar dari wajahnya.
Setelah selesai mengatakan apa yang ingin mereka katakan di hadapan danau pribadi yang suka muncul kabut di pagi hari yang telah diberi nama danau Kei dimana Nama Kei berasal dari nama Keira dan Keita, mereka bertiga mulai mengapungkan daun-daun teratai itu ke danau.
dan sedikit dorongan membawa benda-benda diatas daun-daun teratai itu pergi menjauh dari mereka tanpa pernah mereka tahu kemana arus air membawa hadiah yang mereka berikan karena setiap mereka menghanyutkan apapun diatas daun teratai, kabut akan muncul di tengah danau dan kemudian menghilang bersama dengan kabut.
walaupun menelusurinya, yang mereka dapat hanya daun-daun teratai di pinggir danau dengan sepasang kaki yang hanya dipinggir danau namun tidak terlihat jejak kaki yang mengarah ke suatu tempat.
Namun mereka yakin bahwa Keira yang mengambil pemberian mereka walau hal tersebut tidak diketahui apakah benar atau tidak.
setelah daun-daun teratai yang mengapung tidak terlihat lagi, mereka berjalan kembali menuju kediaman mereka yang tidak terlalu jauh dari danau Kei berada.
" selamat datang tuan-tuan muda". ucap seorang pelayan paruh baya menyambut kepulangan mereka.
" apakah ada telepon dari ayah dan ibu, bibi?" tanya Andy.
" ada tuan muda. nyonya berkata sekarang mereka baru bisa berangkat pulang sekarang".
" terimakasih bibi". ucap Andy lalu sikembar 3 pergi menuju ke meja makan untuk sarapan namun langkahnya terhenti saat Andy mau duduk saat melihat sesuatu di atas meja.
" bibi, ini dari siapa? " tanya Andy sembari mengambil sebuah amplop putih berisi surat didalamnya dengan nama mereka bertiga tertera di bagian penerima namun nama pengirim surat dan prangko tidak ada pada amplop tersebut.
saat pelayan itu melihat amplop itu, raut kebingungan terlihat di wajahnya.
" saya tidak tahu tuan muda bahkan saya yakin tidak ada amplop di sana".jawab pelayan itu sehingga kembar tiga merasa bingung bahkan pelayan lain juga mengatakan hal yang sama.
penasaran, Andy membuka amplop itu dan isinya memang sebuah surat.
sebuah kertas hasil robekan buku tulis dengan tulisan bertinta biru.
saat mereka bertiga membacanya, mereka terkejut bukan main karena selain gaya tulisan yang mereka kenal baik, mereka terkejut dengan isinya.
" Keira... " perlahan air mata jatuh membasahi pipi mereka masing-masing saat telah menyadari siapa sosok yang memberi mereka sebuah surat itu.
ada ibu anna lho...