NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:60.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama Aja 08

"Mah, Si Arimbi bener-bener kurang ajar. Masa dia nyuruh Mas Amar buat mecat aku. Dari dulu emang orang itu ngeselin sumpah. Arghhhh sial sial sial."

Baru saja sampai pintu, Amara sudah berteriak-teriak tidak karuan. Ya sepulang dari FAE, Amara tidak pulang ke rumahnya melainkan pulang ke rumah ibunya. Sesampainya di rumah Setyani, ibunya.

"Kamu apaan sih, Amara. Kenapa marah-marah kayak gini. Kamu nggak lihat apa kalau Mama lagi banyak tamu. Malu tahu nggak,"ucap Setyani yang lebih sering dipanggil Yani oleh teman-teman arisannya.

Yani juga langsung menarik tangan putri bungsunya, agar menjauh dari kumpulan teman-temannya yang tengah asik mengobrol.

"Sekarang coba ceritakan pelan-pelan, ada apa sebenarnya. Terus kenapa lagi sama si Arimbi itu."

"Jadi gini Ma, aku dipecat sama Mas Amar. Dan ternyata Arimbi yang minta aku dikeluarkan dari perusahaan."

Amara mencoba menjelaskannya secara panjang lebar. Termasuk dengan permintaan Arimbi untuk mengembalikan semua barang-barangnya. Namun dia masih menyembunyikan alasan utama kenapa dirinya dipecat.

"Kurang ajar si Arimbi. Beraninya dia mecat kamu kayak gini. Mau nyari gara-gara rupanya. Dasar mantu nggak tahu diri."

Amarah Yani pun tersulut, matanya memancarkan rasa kesal yang luar biasa terhadap sang menantu.

Dari pertama kali Amar menikah dengan Arimbi, sebenarnya Yani tidak terlalu setuju. Dia beranggapan bahwa Amar bisa mendapatkan wanita yang lebih dari segalanya. Baik dari wajah ataupun harta.

Rasa tidak suka Yani semakin berkembang karena Arimbi tak kunjung hamil. Dia bahkan dengan lantang mengatakan bahwa Arimbi mandul. Tak hanya bicara di depan Arimbi, Yani juga berbicara kepada teman-teman kumpulan arisannya tentang menantu perempuannya tersebut.

Dan sekarang, rasa tidak suka Yani semakin menjadi-jadi. Amara yang melihat reaksi dari sang ibu tersenyum tipis. Dia merasa puas karena yakin bahwa sang ibu akan membuat perhitungan dengan Arimbi.

"Tunggu, ayo ke perusahaan sekarang juga. Setelah Mama selesai arisan kita akan ke sana,"ucap Yani.

"Tapi tunggu Ma, kayaknya Arimbi sekarang lagi nggak ada di perusahaan deh. Dia tadi ku lihat pulang,"jawab Amara cepat.

"Bagus malahan kalau gitu. Bisa lebih puas buat ngomelin dia. Huh, kenapa sih Amar nggak segera cerai dari dia. Sekarang kan Amar udah punya Farrah sama Afira. Seharusnya dia mulai fokus sama istri yang ngasih dia anak dan hempaskan si mandul itu."

Hingga detik ini, Yani masih mengira bahwa Arimbi tidak bisa memberi Amar anak. Dalam setiap perjumpaan mereka, Yani selalu berkata demikian. Kata-kata itu jelas menyakitkan bagi Arimbi. Padahal bukan Arimbi yang belum menginginkan anak akan tetapi Amar.

Tapi Amar pun juga tidak menjelaskan apapun. Dia hanya berkata bahwa semua belum waktunya. Tentu saja Yani semakin memanas dan menggebu-gebu mencemooh Arimbi. Sedangkan Arimbi sendiri, karena dia enggan ribut, memilih diam.

Sebelum perselingkuhan Amar terbongkar, bagi Arimbi selama Amar selalu membelanya maka dunianya akan baik-baik saja.

Sikap tenangnya Arimbi juga diamnya Arimbi membuat Yani geram. "Mau sampai kapan coba akan punya anaknya. Nikah udah 7 tahun tapi belum juga hamil. Fiks sih kamu itu mandul jadi jangan berdalih dengan belum dikasih segala. Mandul ya mandul aja."

Perkataan Yani terakhir kali mereka bertemu sungguh kejam. Namun Arimbi tetap bertahan dengan diamnya. Akan tetapi agaknya sekarang fokus Yani berubah, dia tak lagi mengharapkan Arimbi untuk hamil. Yang diinginkan wanita paruh baya itu adalah agar Arimbi dan Amar bercerai. Apalagi sekarang ini Yani sudah mendapatkan cucu dari pernikahan Amar dengan istri keduanya.

Entahlah apakah Farrah pantas mendapat label istri kedua atau tidak. Pasalnya pernikahan Amar dengan Farrah sama sekali tidak diketahui dan tidak mendapat izin dari Arimbi sebagai istri sah Amar.

"Dah ayo kita ke tempat menantu kurang ajar itu,"ucap Yani setelah semua teman arisannya pulang.

Amira menganggukkan kepalanya cepat. Dia juga segera masuk ke mobil dan membawa Yani menuju ke rumah Amar dan Arimbi.

Suasana hati Amara seketika menjadi bagus karena membayangkan bahwa Arimbi akan diomelin oleh Yani. Ya Amara selalu menikmati ketika Arimbi mendapat omelan Yani. Terlebih jika Amar tidak ada.

"Rasain kamu Arimbi. Jangan sok jadi orang. Duit nggak seberapa, berani-beraninya mecat aku,"ucap Amara dalam hatinya. Wanita itu sungguh sangat tidak sabar menanti pertemuan dengan Arimbi.

Sesampainya di kediaman kakak lelakinya, Amara mengerutkan alisnya mendapati rumah itu senyap. Terlebih mobil milik Arimbi pun tidak ada di halaman.

"Katanya dia pulang?Mana?" tanya Yani dengan emosi sudah berapi-api.

"Iya kok Ma, tadi aku lihat sendiri dia pergi pake mobilnya. Tapi kok nggak ada ya?" jawab Amara bingung.

Ia pun dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi Amar untuk menanyakan keberadaan Arimbi.

"Arimbi pulang ke rumah orang tuanya, nggak pulang ke rumah kami." Hanya itu jawaban Amar. Pria tersebut sama sekali tidak menyebutkan bahwa mereka baru saja mengalami keributan besar, dimana perselingkuhan yang dilakukan telah diketahui. Entah apa maksud dan tujuan Amar masih diam seperti ini padahal Arimbi sudah jelas-jelas menginginkan perpisahan.

"Dasar kamu, seharusnya pastikan dengan jelas dulu dimana dia berada. Kalau kayak gini kan buang-buang waktu namanya,"ucap Yani kesal.

"Ya maaf, Ma. Kan aku pikirnya dia juga pulang ke rumah. Ya udah kalau gitu kita datangi aja rumah orangtuanya."

"Nggak, males. Ngapain? Ayo pulang, Mama capek."

Amara merasa kecewa. Dia tidak bisa melihat dan mendengar Arimbi dimarahi hari ini juga. Mau tidak mau dia harus menunggu sampai besok. terlebih Yani juga tidak mau mendatangi kediaman orang tua Arimbi.

Meski Yani berkata malas, tapi sebenarnya ada alasan lain kenapa Yani enggan datang ke sana. Yani takut dengan Aliya. Pernah suatu ketika Aliya datang ke kediaman Yani. Situasi di rumah itu tengah ramai teman-teman arisan Yani.

Akan tetapi Aliya sama sekali tidak peduli. Aliya datang dengan kemarahan yang meluap-luap. Sebabnya adalah dia mendengar Arimbi dikatai mandul oleh Yani.

Di tempat yang tengah ramai itu, Aliya dengan lantang menanyakan kebenaran perkataan yang didengarnya. Dia juga meluapkan kemarahannya terkait sang anak yang dihina.

"Kamu ini perempuan lho. Bahkan kamu juga punya anak perempuan, kok bisa mulutmu itu jahat banget. Kamu kok bisa menyakiti hati sesama perempuan. Umur udah tua seharunya banyakin ibadah, bukan malah nyebar fitnah. Inget, di kuburan kamu itu bakalan sendiri. Dan temen-temen mu ini, bisa jadi nggak akan pernah inget lagi setelah kamu mati."

Kata-kata yang nampak biasa namun cukup tajam hingga bisa membuat bulu kuduk Yani bergidik. Aliya yang lembut ternyata bisa bicara demikian.

Setelah kejadian itu, Yani memang tak lagi membicarakan tentang Arimbi di depan teman-temannya. Namun dia tetap berkata kasar kepada Arimbi langsung.

TBC

1
Yuningsih Nining
🤣🤣si Amar ke Pe De an banget apa sepenting itu ya kamu Amar buat arimbi, Gakn ahh
🤣🤭Amar Amar Ngaca wuoooy
hasatsk
yang jenguk pasti bhumi.....
Ma Em
Amar pede banget Arimbi stres gara2 blm move on katanya , semoga saja setelah Amar lihat Arimbi datang Bhumi untuk jenguk Arimbi biar si Amar hatinya meledak kepanasan
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah amar pede amat ...emang sepenting itu kah kamu di mata Arimbi 🤣🤣 ngaca woy
Sri Supriatin
kayanya Bhumi deh😍😍😍
dewi rofiqoh
Amar jangan kepedean ya! Arimbi udah move on...
Siapa ni yang datang menjenguk? Bhumi kah?
Shee_👚
bhumi kayanya yang datang🤔
Shee_👚
nanti siang kita kesini lagi kak, typo kak🤭
Shee_👚
sana temuin, yang ada langsung di tendang sama bapaknya arimbi😂
Shee_👚
lah si farah gimana, jangan itu hanya kesalahan kecil bagi amar ngapain minta maaf, kesalahan fatal aja amar g minta maaf sama arimbi
Shee_👚
tanya aja sama dinding siapa tau mau jawab🤣
Meliandriyani Sumardi
pasti yg dateng bumi nih calon josdohnya arimbi..bagusnya as ada bumi amar juga dateng biar tau tasa amarrnya🤣🤣
nunik rahyuni
siapa tu..?
mas bhumi kah ..?
Dew666
🔥🔥🔥🔥
Mundri Astuti
eehhhh bhumi yak yg jenguk... pas beud dah si mar" dtg juga, eaaa biar ilang tuh pe denya 😛
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
TLP lah kan PNY hp km ini otaknya kmn
partini
busettt dah ini orang
Shee_👚
pengin ketawa yang kenceng sama pikiran amar🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ke PeDe an amat lo, arimbi g bisa pisah dari kamu heh situ siape??
udah lah sono pergi jauh arimbi mah dah bahagia sama hidup bebas dari kamu😏
Shee_👚: kesannya gitu arimbi cinta banget sma amar setelah dikhianati, duh orang bodoh juga langsung buang itu contong kalau udah di khianati begitu😂
total 2 replies
Shee_👚
berangkat ke perusahaan pake motor, kerumah sakit pake mobil🤔
Shee_👚
disini motor, tapi di paragraf amar bawa farah kerumah sakit mobil yang bener amar pake mobil apa motor🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!