NovelToon NovelToon
THE 100 BILLION SECRETARY

THE 100 BILLION SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Demi 100 Miliar, Gisel harus menjadi sekretaris penggoda bagi bosnya sendiri.
Gisella (20) terjepit kebutuhan ekonomi untuk pengobatan ibunya. Di tengah keputusasaan, Nyonya Widya ibu dari CEO tampan Arselan Dirgantara memberinya penawaran gila: Imbalan 100 miliar rupiah jika Gisel bisa membuktikan bahwa Arsel bukan penyuka sesama jenis.
Tugas Gisel hanya satu: Menjadi sekretaris pribadi dan menggunakan segala cara termasuk pesona fisiknya untuk memicu kembali gairah Arsel yang membeku sejak dikhianati masa lalu.
Gisel yang ceriwis harus menghadapi Arsel yang dingin dan gila kerja. Namun, saat tembok es Arsel mulai mencair, Gisel terjebak dalam dilema antara tuntutan kontrak dan perasaan yang mulai tumbuh nyata.
"Mampukah Gisel menuntaskan misinya, atau justru ia yang akan hancur oleh kebenaran di balik kontrak tersebut?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota di Balik Apron Kusam

Pukul 05.30 WIB. Jakarta belum sepenuhnya bernapas, namun bagi Gisella, dunia sudah berputar dengan kecepatan penuh. Gadis berusia 20 tahun itu berdiri di depan cermin kecil yang retak di sudut kamarnya, mengikat rambut panjang kecokelatannya menjadi cepol rapi.

Ia menatap pantulannya. Wajahnya manis, dengan mata bulat yang selalu berbinar meski kantung mata tipis mulai menghitam. Tingginya yang mencapai 170 cm dengan lekuk tubuh yang sering diejek sahabatnya sebagai "gitar Spanyol yang salah tempat" membuatnya tampak menonjol, meski ia hanya mengenakan kemeja putih murah yang sudah menguning di bagian kerah.

"Gisel? Kamu sudah bangun, Nak?" suara parau dari kamar sebelah memecah keheningan.

Gisel segera merapikan apron kusamnya dan melangkah masuk ke kamar sang ibu. Bau obat-obatan langsung menyambutnya. Di atas tempat tidur, seorang wanita paruh baya tampak sangat pucat dan rapuh.

"Sudah, Bu. Ibu jangan banyak gerak. Gisel sudah siapkan bubur dan obat di meja. Rian juga sudah berangkat sekolah tadi," ucap Gisel sambil mengecup kening ibunya lembut.

Padahal, dalam hati Gisel ingin menjerit. Pesan singkat dari rumah sakit kemarin masih terngiang: Tunggakan administrasi Rp15.000.000 harus dilunasi sebelum hari Jumat. Jika tidak, jadwal cuci darah ibunya akan ditunda.

Malam harinya, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah kontrakan sempit Gisel. Seorang wanita elegan bernama Nyonya Widya yang sempat Gisel bantu di rumah sakit siang harinya datang membawa sebuah koper kecil dan dokumen.

Di ruang tamu yang pengap, Nyonya Widya mengutarakan maksudnya yang gila.

"Jadilah sekretaris pribadi anakku, Arselan. Tapi tugasmu bukan sekadar mengurus jadwal. Aku ingin kamu menggodanya. Buktikan dia masih punya gairah pada wanita. Jika kau berhasil membuktikan dia normal bahkan jika harus sampai ke urusan ranjang aku akan memberikanmu 100 Miliar Rupiah dan menanggung semua pengobatan ibumu."

Gisel ternganga. Jantungnya berdegup kencang, antara marah karena merasa direndahkan dan tergoda karena angka yang ditawarkan bisa menyelamatkan nyawa ibunya.

"Saya... saya tidak bisa menjawabnya sekarang, Nyonya," bisik Gisel dengan tangan bergetar.

"Aku memberimu waktu 24 jam, Gisel. Nyawa ibumu tidak bisa menunggu lama," ucap Nyonya Widya sebelum beranjak pergi meninggalkan kartu namanya.

Gisel tidak bisa tidur. Tengah malam itu juga, ia berlari menuju kosan Sisil, sahabat karibnya sejak SMA yang selalu menjadi tempatnya berkeluh kesah. Sisil adalah tipe gadis yang blak-blakan namun sangat setia kawan.

"Gila! Seratus miliar?!" teriak Sisil sampai hampir terjatuh dari tempat tidur setelah mendengar cerita Gisel.

"Sst! Pelanin suara lo, Sil! Ini rahasia!" Gisel menutup mulut Sisil dengan telapak tangannya. "Gue bingung. Gue ngerasa kayak dijual. Tapi di sisi lain, dokter bilang kalau Ibu nggak operasi tahun ini, kondisinya bakal makin drop."

Sisil memperbaiki duduknya, menatap Gisel dengan serius. "Sel, dengerin gue. Kalau ini tawaran dari om-om girang, gue orang pertama yang bakal gaplok lo kalau lo terima. Tapi ini ibunya sendiri yang minta! Dan targetnya? Arselan Dirgantara? Lo tahu kan dia siapa? Dia itu raja di majalah bisnis, tampannya nggak manusiawi, tapi emang terkenal dingin kayak mayat."

"Justru itu, Sil! Dia dingin banget. Terus kalau gue beneran harus... harus tidur sama dia gimana? Gue masih punya harga diri," Gisel menelungkupkan wajahnya di lutut.

Sisil menghela napas, lalu merangkul bahu Gisel. "Sel, lo itu cantik, tinggi, pinter ngomong. Cowok mana yang nggak bakal luluh sama lo? Lo cuma perlu akting dikit. Anggap aja lo lagi main film layar lebar dengan bayaran termahal di dunia. Seratus miliar bisa bikin Ibu sembuh, Rian sekolah sampai S3, dan lo nggak perlu lagi kerja serabutan sampai pagi."

Gisel menatap Sisil dengan mata berkaca-kaca. "Tapi kalau dia tahu gue orang suruhan ibunya? Dia pasti bakal benci banget sama gue."

"Masalah benci itu urusan belakangan, yang penting Ibu selamat dulu. Harga diri emang penting, Sel. Tapi apa gunanya harga diri kalau lo harus kehilangan Ibu karena nggak punya biaya?" kalimat Sisil menampar kenyataan pahit yang dihadapi Gisel.

Gisel terdiam lama. Di kamar kosan yang sempit itu, ia menimbang-nimbang takdirnya. Antara menjadi gadis miskin yang jujur namun kehilangan segalanya, atau menjadi "pemain" dalam skenario mewah demi menyelamatkan orang yang ia cintai.

"Lo bener, Sil," bisik Gisel akhirnya. Suaranya terdengar lebih mantap. "Gue bakal ambil tawaran itu. Bukan karena gue murahan, tapi karena Ibu adalah segalanya buat gue."

Sisil memeluk Gisel erat. "Gue bakal selalu dukung lo, Sel. Apapun yang terjadi, lo punya gue."

Gisel menarik napas panjang. Besok, ia akan menanggalkan apron kusamnya dan mengenakan topeng baru: sebagai sekretaris penggoda bagi sang CEO dingin, Arselan Dirgantara. Permainan berbahaya ini resmi dimulai.

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
kok cepet banget bacanya kak😅😅🙏🙏
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
10 jam 🤣🤣🤣
nanti kamu praktekan aja 🤭🤭
kuat💪💪
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
yeeeeee tetap semangat kak 💪💪❤️❤️
makacih udah update 🙏
Nessa
hai kak… aku mampir ceritanya seruuu.. di tunggu up brikutnya… semangat 😍👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!