Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Getaran Benua Tengah
Pilar Pemusnahan Surgawi yang menggabungkan Api Kesengsaraan Merah, Petir Hitam, dan Angin Pusaran Jiwa turun menghujam bumi. Kecepatannya melampaui suara, membawa tekanan mengerikan yang membuat ruang dimensi di Kota Pelabuhan Awan Awal retak seperti cermin yang dipukul palu.
Namun, sebelum pilar itu menyentuh tanah, fluktuasi Niat Kehancurannya meledak dan menyapu seluruh Benua Tengah bagaikan badai kosmik tak kasat mata!
Gelombang aura Kesengsaraan ini begitu pekat hingga memicu aktifnya ribuan formasi pelindung sekte-sekte raksasa dalam radius jutaan mil. Bagi faksi-faksi yang tengah mengawasi pergerakan Zhao Xuan, petir ini adalah sebuah lonceng peringatan yang memekakkan telinga.
Jutaan mil di pusat Benua – Wilayah Suci Klan Han Kuno.
Di dalam Paviliun Catur Surgawi, Putra Suci Han Tianyi sedang memegang sebuah bidak catur putih yang terbuat dari Inti Bintang. Tiba-tiba, bidak di tangannya bergetar hebat sebelum akhirnya retak!
Han Tianyi mendongak. Melalui jendela paviliunnya, ia bisa melihat langit di ufuk utara Benua Tengah memancarkan pendaran cahaya ungu kemerahan yang tidak wajar.
Seorang utusan bayangan muncul dan berlutut di belakangnya. "Lapor, Putra Suci! Fluktuasi Kesengsaraan Ganda terdeteksi dari Pelabuhan Awan Awal! Skalanya menyentuh tingkat Pemusnahan Bintang! Intelijen mengonfirmasi... yang menerobos bukanlah Zhao Xuan, melainkan dua pengikutnya!"
Senyum abadi di wajah Han Tianyi akhirnya memudar. Matanya menyipit, memancarkan kecerdasan yang tengah berhitung ulang.
Pengikutnya? batin sang Putra Suci. Dua bawahan yang mampu memicu Kesengsaraan Resonansi Ganda di ranah God King? Klan jenis apa yang membesarkan monster-monster ini? Jika pelayannya saja bisa membuat Surga murka, seberapa dalam fondasi tuan mereka? Rencana di Perjamuan Resonansi Dao... mungkin harus kuubah dari sekadar memancing, menjadi pembantaian.
Di puncak Pegunungan Pedang Bintang – Paviliun Pedang Bintang.
Master Paviliun, Jian Wuya, berdiri di ujung tebing tertinggi. Jubah pedangnya berkibar gila-gilaan oleh angin yang membawa sisa-sisa Hukum Petir Surgawi. Di belakangnya, Jian Chen yang baru saja memulai pengasingannya terpaksa keluar karena Formasi Kolam Pedang mereka bergejolak akibat resonansi langit.
"G-Guru..." suara Jian Chen bergetar, menatap cakrawala utara dengan teror. "Aura petir itu... siapa yang menembus ranah God Emperor?!"
"Bukan God Emperor, dasar bodoh!" geram Jian Wuya, matanya membelalak tak percaya. "Itu adalah Kesengsaraan ranah God King! Tapi Kehendak Surga merespons mereka seolah-olah mereka adalah ancaman eksistensial bagi dunia ini. Pemuda berambut merah itu... dia membawa sekawanan dewa iblis di belakangnya!"
Di dasar Lembah Genangan Darah – Sisa-sisa Klan Iblis Darah.
Patriark Iblis Darah, yang tubuhnya masih melemah, merangkak keluar dari guanya. Ia menatap langit dengan tawa yang serak dan dipenuhi kegilaan.
"HAHAHAHA! Rasakan! Surga sendiri yang turun tangan untuk menghancurkan kalian!" raung sang Patriark dengan air mata darah. "Mati! Matilah menjadi abu di bawah kemarahan Langit, Zhao Xuan! Raja Iblis Bermata Seribu tidak perlu repot-repot bangun jika Surga sudah mengeksekusi kalian!"
Di kedalaman Lautan Awan – Istana Klan Naga.
Seekor naga kuno raksasa yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun mendadak membuka mata emasnya. Raungannya mengguncang seluruh istana bawah laut. Para tetua Naga berhamburan keluar dengan wajah pucat.
Sementara itu, di Pelabuhan Awan Awal, Putri Ao Qing yang sedang menonton dari atap sebuah gedung tertinggi berjarak sepuluh mil dari penginapan Zhao Xuan, jatuh berlutut. Tangannya mencengkeram dadanya dengan erat.
"P-Putri!" kedua pengawalnya panik.
"Jangan sentuh aku!" napas Ao Qing memburu, wajah cantiknya memerah. Matanya menatap tajam ke arah pusaran awan hitam di atas penginapan tersebut. "Garis keturunan itu... aura yang memicu petir ini... Itu adalah Garis Keturunan Naga Leluhur! Murni tanpa cacat! Di atas sana, ras naga kita sedang menentang Surga!"
Kembali ke Pusat Kesengsaraan – Penginapan Awan Emas.
Pilar Pemusnahan Surgawi itu akhirnya menghantam!
Di tengah pelataran, Long Chen dan Gu Tianxue tidak memiliki waktu untuk menghindar. Mereka menyadari bahwa menahan kekuatan ini sendirian berarti kehancuran. Niat yang berlawanan harus bersatu untuk menciptakan dinding takdir yang baru.
"KADAL! DEPAN!" teriak Gu Tianxue.
"JANGAN MEMERINTAHKU, KELELAWAR!" balas Long Chen mengaum.
Meski mulut mereka saling mengumpat, insting bertarung mereka menyatu dengan sempurna. Long Chen melompat ke depan, menjadikan tubuh raksasanya sebagai tameng utama. Ia membakar Esensi Darah Naga Leluhurnya, mengubah seluruh sisiknya menjadi perisai emas yang memancarkan cahaya menyilaukan.
"Teknik Tabu Naga: Gunung Emas Penahan!"
Di saat yang sama, Gu Tianxue berlutut di belakang Long Chen. Sayap Bayangannya membentang maksimal, memeluk punggung Long Chen dari belakang. Ia menyalurkan seluruh Niat Malam dan Hukum Ketiadaan Palsu miliknya untuk membentuk saluran hampa di sekitar tubuh naga tersebut.
"Teknik Iblis Malam: Jubah Ketiadaan Pemakan Petir!"
KRAAAAAAAABOOOOOOOM!
Benturan terjadi!
Pelataran Penginapan Awan Emas langsung hancur lebur menjadi kawah sedalam lima puluh tombak. Formasi Pengunci Ruang tingkat Bumi hancur layaknya kertas basah. Seluruh distrik kota di sekitar mereka berguncang hebat, bangunan-bangunan retak, dan tanah terbelah!
Jian Zui yang berdiri di pinggir harus menancapkan pedangnya ke tanah sambil memancarkan seluruh Qi pelindungnya, menahan tubuhnya agar tidak terhempas oleh badai.
Sementara Zhao Xuan? Zhao Xuan tetap berdiri tegak, jubahnya berkibar keras, namun ia tersenyum tenang di dalam pusaran badai, dilindungi oleh selubung tipis Api Nirwana di kulitnya yang secara otomatis membakar riak petir yang mendekat.
Di dasar kawah, pemandangan luar biasa sedang terjadi.
Pilar petir kehancuran itu menghantam sisik emas Long Chen. Darah menyembur dari mulut sang naga saat tulang dadanya retak parah. Namun, sebelum petir itu sempat menembus organ dalamnya, Jubah Ketiadaan milik Tianxue menyerap energi destruktif tersebut, mengalirkannya ke dimensi bayangan, dan membuangnya ke udara kosong di belakang mereka!
Ini adalah kolaborasi sempurna antara Pertahanan Fisik Ekstrem (Yang) dan Penyerapan Bayangan (Yin).
"ARRRRGGGHHH!" Long Chen mengaum, memaksakan lututnya yang nyaris patah untuk terus berdiri. "KAU TIDAK BISA MEMBUNUHKU, SURGA SIALAN!"
Gu Tianxue memuntahkan darah hitam yang berceceran di punggung Long Chen, namun ia menolak menarik sayap bayangannya. Niat Dao-nya berteriak menolak kekalahan. Jika aku mati di sini, aku tidak berhak memegang pedang untuk Tuan!
ZRAAAAAASH!
Setelah sepuluh tarikan napas yang terasa seperti satu milenium, pilar petir raksasa itu akhirnya kehabisan daya, pecah menjadi ribuan kilatan listrik kecil yang lenyap ditiup angin.
Gelombang Kedua... berhasil ditahan!
Di dasar kawah yang berasap tebal, Long Chen jatuh berlutut, sisik emasnya hancur dan hangus di sekujur tubuhnya. Gu Tianxue terkapar di tanah, napasnya sangat lemah, bayangannya memudar hingga nyaris tak terlihat. Keduanya telah kehabisan seluruh Qi dan tenaga fisik mereka.
"Heh... kita... kita hidup..." Long Chen terkekeh lemah, meludahkan darah bercampur gigi.
Namun, Zhao Xuan di tepi kawah tidak tersenyum. Matanya menatap tajam ke arah langit. Awan Kesengsaraan Hitam itu tidak memudar. Sebaliknya, awan itu berhenti berputar, dan suaranya menghilang sepenuhnya.
Langit menjadi sangat hening. Keheningan yang mematikan.
Awan itu perlahan berubah warna menjadi abu-abu pucat. Tidak ada kilat petir, tidak ada gemuruh guntur. Hanya ada sebentuk Niat Ilusi yang turun secara tak kasat mata, menyelimuti kawah tersebut seperti selimut kabut hantu.
"Fisik dan Qi kalian telah diuji, dan kalian lulus," suara Zhao Xuan menggema tenang menembus keheningan, namun kali ini ada nada peringatan di dalamnya. "Tapi Surga tahu kalian tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan. Sekarang, mereka tidak mengincar tubuh kalian."
Di dasar kawah, mata Long Chen dan Gu Tianxue tiba-tiba memutih. Tubuh mereka kaku seketika. Kesadaran mereka ditarik keluar dari dunia nyata secara paksa.
"Gelombang Ketiga," gumam Zhao Xuan, menyipitkan matanya. "Kesengsaraan Iblis Hati (Heart Demon Tribulation). Ujian terberat bagi seorang penentang takdir. Bertahanlah... atau jiwa kalian akan terjebak selamanya dalam mimpi buruk penyesalan kalian sendiri."