NovelToon NovelToon
Pergi Sakit Bertahan Sulit

Pergi Sakit Bertahan Sulit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:242
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Rahayu

Cinta adalah anugerah... tapi bagaimana jika cinta harus kamu berikan pada orang lain?

Aletta syavira levania dan Dilan Wijaya Kusuma saling mencintai sejak SMA – cinta yang tumbuh perlahan seperti bunga di musim hujan. Namun ketika sahabatnya Tamara Amelia Siregar mengaku jatuh cinta pada Dilan untuk pertama kalinya, Aletta membuat keputusan berat, melepaskan orang yang dicintainya demi menyenangkan sahabatnya.

"Dia butuh kesempatan, aku mohon Dilan, aku jaminan kamu akan lebih bahagia sama dia." Ucapnya dengan nada yang memelas sampai Dilan pun tak tega untuk menolaknya

Untuk memenuhi janjinya, Aletta mencari cinta baru melalui media sosial dan bertemu Jonathan Adista sanjaya. Sementara itu, Dilan dengan berat hati menjalin hubungan dengan Tamara. Di depan orang lain, semuanya terlihat sempurna – dua pasangan yang harmonis dan bahagia. Namun di balik senyum dan candaan, setiap tatapan Aletta dan Dilan menyimpan rasa rindu yang tak bisa disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, sinar matahari sore menerobos celah kaca atap, menciptakan pola cahaya yang berkelok-kelok di lantai marmer. Aletta berdiri di depan rak pajangan boneka beruang berbulu lembut, matanya bercahaya sambil mengangkat salah satu dengan hati-hati.

"Kira kira Tamara lebih suka boneka beruang apa winnie the pooh yah" ucap Aletta meminta saran dari Dilan.

"Dua-duanya juga bagus kamu pengennya yang mana" ucap Dilan.

"Gak tau dua-duanya terlalu bagus tau" ucap Aletta memeluk kedua bonus yang ada di hadapannya.

"Kenapa gak beli dua-duanya aja" ucap Dilan dengan entengnya.

"Tapi kan ini berat, gimana cara bawanya coba" ucap Aletta.

"Lagian kamu ngapain sih beliin Tamara boneka kan masih banyak kado yang lain" ucap Dilan

"Karena aku suka boneka" ucap Aletta dengan jujur.

"Ya udah gini aja deh dua boneka ini buat kamu nah kado buat Tamara kita cari lagi hadiah yang gampang dan gak berat" ucap Dilan memberikan Aletta saran.

"Oke" ucap Aletta dan setelah mereka membayar dua boneka yang besar sekaligus mereka langsung mencari hadiah untuk Tamara.

"Kira kira kado apa yah yang cocok buat Tamara" ucap Aletta sedang berpikir.

"Emang biasanya Tamara suka ngoleksi apaan" tanya dilan.

"Sepatu sih, tapi kan sepatu Tamara udah banyak masa aku kasih sepatu juga sih" ucap Aletta.

"Ya gak papa dong, lagian sepatu yang pemberian kamu kan baru sekali" ucap dilan

"Oke lah kita beli sepatu" ucap Aletta dengan antusias dan mereka langsung pergi ke toko sepatu.

"Sepatutnya bagus bagus aku jadi pengen" ucap Aletta sedang memilih sepatu dan langsung di pakaikan di kakinya.

"Kalau kamu suka ambil aja, aku yang bayarin deh" ucap Dilan

"Gak ah nanti uang kamu abis lagi tadi aja udah satu juta lebih kamu beliin aku dua boneka besar" ucap Aletta.

"Udah gak papa kaya sama siapa aja" ucap Dilan dan akhirnya mereka membeli dua sepatu pilihannya Aletta.

Mereka keluar dari toko sepatu dan melanjutkan langkahnya bersama Dilan tak lupa menggenggam tangan Aletta dengan sangat erat seperti tidak mau untuk di pisahkan.

Mereka bukanlah sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi hubungan mereka hanya sebatas sahabat dari kecil padahal ketika di sekolah mereka tidak pernah menunjukkan kedekatannya.

Memang terlihat aneh sih seperti hubungan yang sedang backstreet tetapi tidak sama sekali karena memang salah satu dari mereka tidak ada yang mau jujur tentang perasaannya masing-masing.

"Habis ini kita mau ke mana lagi" ucap Dilan

"Gimana kalau kita makan bakmie aja" ucap Aletta dan mereka langsung pergi ke tempat bakmie yang biasa mereka beli sejak dulu.

Aletta melahap bakmie dengan sangat cepat dia tidak bisa melewati sensasi kenikmatan yang ada di dalam bakmie nya.

Dilan mencoba membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di bawah bibirnya dan Aletta menerima perlakuan Dilan dengan sangat santai karena memang ini kebiasaan mereka kalau sudah berduaan.

Sehabis makan mereka langsung pulang ke rumah Dilan karena memang Aletta sudah biasa keluar masuk rumahnya Dilan toh rumahnya juga bersebelahan kan jadi tidak masalah juga.

"Lagi masak apa Bunda" tegur Aletta menghampiri Citra di dapur sedangkan Dilan jangan tanya lagi dia sedang apa, sudah pasti dia sedang bermain game mobile legends kesukaannya.

"Bunda lagi masak ayam suwir pedas sama bahwa jagung" ucap Citra sambil mengaduk masakannya biar tidak gosong.

"Asik kesuksesan letta itu bunda" ucap Aletta sangat senang, Citra sangat menyayangi Aletta dengan tulus bahkan dia sudah menganggapnya sebagai putrinya sendiri.

Keluarga Aletta dan keluarga Dilan sangat dekat sekali karena dulunya mereka saling bersahabat jadi tidak heran kalau anak-anak tumbuh bersama-sama.

Sebenarnya keluarga Bagas dan keluarga Baskara berniat untuk menjodohkan Aletta dengan Dilan cuma mereka tidak enak hati dengan anaknya lintang yang juga sangat dekat dengan Aletta yaitu Diego sehingga untuk urusan perasaan mereka serahkan kepada anak-anak muda saja, karena memang bukan mereka yang merasakannya tetapi hanya kaum muda mudi lah yang merasakannya.

"Katanya ibu kamu gak pulang lagi karena masih ada seleksi pemenang lomba masak" ucap Citra menuangkan ayam suwir kedalam piring.

"Iya gak papa kok Bunda, nanti letta bisa tidur sama Bunda lagi kan" ucap Aletta sambil menyimpan beberapa piring untuk makan.

"Iya sayang boleh kok" ucap Citra

"Udah sana kamu panggil anak-anak suruh makan" ucap Citra dan Aletta langsung pergi ke studio game tempat Dilan, Digo dan Erik main game bareng.

"Oyy di panggil bunda tuh di suruh makan katanya" ucap Aletta duduk di antara Dilan dan Erik.

"Buset dah, loh tuh yah kaya punya badan langsing aja duduk di tengah-tengah" ucap Dilan mengomel.

"Hmm mulutnya yah minta di sentil" ucap Aletta menarik mulut Dilan dengan kencang dan sudah di pastikan kalau Dilan sedang meronta kesakitan meminta untuk di lepaskan.

Yah seperti itu lah mereka ketika bersama orang lain, seperti tom dan jery bahak tutur bahasanya pun berubah menjadi gaya bahasa yang format tidak seperti tadi yang lemah lembut seperti dua insan yang sedang jatuh cinta.

Mereka langsung melahap makanan dengan sangat santai dan damai tidak ada percakapan dan obrolan di atas meja, yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang sedang beradu berlomba-lomba memasukkan makanan kedalam mulutnya.

Aletta sedang duduk di ayunan halaman belakang rumahnya Dilan, karena sudah menjadi rutinitasnya kalau sore hari dia habiskan waktunya di ayunan yang di depannya menghadap kolam renang yang bersih dan jernih.

Aletta sedang sibuk dengan buku-buku Novel kisah cintanya yang ada di dunia khayalan yang siapapun pasti di buat penasaran kalau sudah membaca satu buku Novel.

Di jamin pasti akan terbawa masuk ke dunia nyata tentang bagaimana kelanjutan ceritanya dan apa keputusan yang akan di ambil oleh tokoh Utama, apalagi kalau tokoh Utama dibuat dengan adegan yang gampang kalah sangat membuat geregetan untuk sang pembaca.

Digo menghampiri Aletta dan duduk di sampingnya "bacanya serius banget sih" ucap Digo mengagetkan Aletta dan Aletta kembali fokus kepada bukunya.

"Eh Digo udah selesai main gamenya" ucap Aletta masih fokus dengan halaman bukunya.

"Udah nih mau pulang dulu udah sore juga kan" ucap Digo dan hanya di tanggapi dengan anggukan saja.

Entah kenapa setiap kali ngobrol dengan Aletta selalu muncul kecanggungan di antara mereka berdua Digo merasa seperti Aletta memberikannya jarak, berbanding terbalik dengan Dilan pasti Aletta sangat nyama dan banyak omong ketika sedang bersamanya.

"Kamu gak ada niatan buat pulang" tanya Digo berniat mengajak pulang bareng.

"Kayanya gue nginep di rumah Dilan, ibu masih belum pulang juga dari bandung sedangkan Ayah gak jarang pulang dan lebih serius nginep di proyek" ucap Aletta dengan santai nya sambil membuka lembaran baru buku Novel nya.

"Oh gitu yah, kalau gitu gue pulang duluan yah" ucap Digo dan hanya di balas dengan anggukan saja, Digo langsung beranjak pergi dari hadapan Aletta.

Sedangkan di atas balkon Dilan sedang memperhatikan kedekatan Digo dengan Aletta sangat terlihat jelas kalau Digo tengah mengincar Aletta.

"Kenapa loh gak jadian aja sama Aletta keburu keduluan sama si Digo tau gak" ucap Erik menasehati.

"Gue gak mau sikap Aletta jadi rubah ketika dia tau gue suka sama dia, gue gak mau aja kedekatan yang sedekah ini harus hilang disaat Aletta tau kalau gue suka sama dia" ucap Dilan memandang Aletta dengan penuh sayang.

Erik hanya bisa menyaksikan sahabatnya yang selalu dibuat dilema oleh perasaannya sendiri padahal Erik juga menyadari kalau Aletta sebenarnya juga menyukai Dilan tetapi dia bersikeras menutupi semua itu.

Erik berpamitan karena memang sudah sore dan lagian Erik sudah menginap dari dua hari yang lalu di rumah Dilan dan itu tidak pernah di permasalahan oleh Citra.

"Bantuin aku mandiin motor yuk" ucap Dilan menarik tangannya Aletta dan mau tak mau Aletta hanya bisa pasrah dan meninggalkan buku Novel nya di atas ayunan.

"Kenapa aku harus cuci motor kamu" ucap Aletta dengan malasnya mengikuti langkah Dilan.

"Ya kan tadi aku habis nganter kamu beli kado trus aku juga udah kasih kamu boneka sama sepatu sebagai imbalannya kamu harus bantu aku buat cuci motor" ucap Dilan menjelaskan.

"Kenapa gak di steam aja kan praktis gak perlu repot repot basah-basahan" ucap Aletta sepanjang jalan menggerutu dan Dilan hanya menahan senyumnya tanpa mengeluarkan suara.

"Terus tugas aku ngapain" ucap Aletta berdiri mematung karena Dilan sedang menggosok motornya menggunakan sabun.

"Nih kamu pegang selang nanti kalau udah selesai aku sabun kamu semprot pake selang" ucap Dilan memberikan selang kepada Aletta dan langsung di pegang olehnya.

"Selangnya kok gak keluar air sih" ucap Aletta menepuk-nepuk senangnya menggunakan tangan tetapi tidak berhasil juga.

"Masa sih udah di nyalain emang selangnya" ucap Dilan mengambil selang yang di pegang oleh Aletta.

"Udah tapi airnya gak mau keluar tau, apa karena macet kali yah airnya" ucap Aletta menduga duga.

Dilan pergi memastikan ke tempat kerannya dan memutarkan kerannya sedangkan Aletta tengah menggoyang goyangkan kerannya sambil sesekali mengharapkan kerannya ke arah wajahnya.

Tanpa Aletta sadari tiba-tiba saja air keluar dari dalam keran membasahi wajah dan baju Aletta "Dilan loh tuh yah bener-bener menguras energi gue" ucap Aletta mengomel.

Sedangkan Dilan sedang tertawa terbahak bahak menyaksikan kekonyolan yang dilakukan oleh Aletta.

Aletta yang mersa seperti di permainan langsung membalas menyemprotkan ke arah Dilan dan akhirnya Dilan kewalahan dengan semburan yang masuk ke wajahnya, tetapi Aletta tidak memberikannya ampun sedikitpun.

Citra yang mendengar suara kegaduhan di depan halamannya langsung melihat apa yang terjadi dan Citra sangat senang menyaksikan kelakuan Dilan dan Aletta sudah seperti pasangan kekasih.

Ingin sekali Aletta menjadi bagian dari menantu keluarga Bagas namun dia juga tidak biasa apa-apa karena harus menghargai keluarga lintang.

"Loh tuh yah cowok paling nyebelin dalam hidup gue tau gak" ucap Aletta trus menyerang Dilan tak henti henti menggunakan selang.

Dilan malah mendekati Aletta secara terang-terang sehingga membuat Aletta sedikit memundurkan langkahnya dan hampir saja terjatuh karena tersandung batu.

Tetapi Dilan langsung menangkap Aletta dengan sangat sigap, mereka saling adu pandang sekilas namun Dilan langsung menyemprotkan selang air ke atas dan membuat mereka berdua menjadi basah kuyup.

Citra menghampiri mereka sambil membawakannya handuk agar mereka tidak masuk angin "ya ampun baru saja Bunda tinggal mandi sebentar kalian sudah basah kuyup kaya gini " ucap Citra menyadarkan kemesraan yang mereka lakukan.

"Apaan sih bunda ganggu aja deh" Gerutu Dilan sambil menatap Citra sedangkan Citra sudah tau dengan ekspresi yang di berikan oleh Dilan padanya.

"Tuh bun letta di suruh mandiin motor sama Dilan eh malah di kerjain pake selang air" tuduh Dilan mengadukan kelakuan anaknya kepada Citra.

"Kamu tuh yah bener-bener nakal" ucap Citra mengomel dan sudah siap memberikan cubitan maut kepada Dilan namun Dilan langsung menghindar dengan sangat kilat.

"Udah biarin aja dia mandiin motor sendiri, mending sekarang kamu mandi gih, keburu masuk angin" ucap Citra merangkul Aletta dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.

"Loh kok Bunda gitu sih kan letta belum selesai mandiin motornya" teriak Dilan karena Citra dan Aletta sudah hilang dari pandangnya.

Dilan melanjutkan mencuci motornya sendirian dia melakukannya dengan sangat cepat karena tubuhnya sudah merasakan hawa dingin yang masuk ke dalam tubuhnya.

Setelah Dilan beres mencuci motornya dia langsung bergegas untuk mandi karena takut masuk angin.

Aletta datang membawakan coklat panas untuk Dilan " nih coklat panas buat loh" ucap Aletta memberikan coklat panas ke hadapan Dilan.

"Kok panggilannya loh gue sih kan kita sepakat kalau lagi berdua kita panggilannya aku kamu aja" ucap Dilan meneguk segelas coklat panas yang hangat.

"Gak gue masih kesel sama loh" ucap Aletta pergi meninggalkan Dilan di kamarnya, dan sudah pasti Aletta langsung pergi menemani Citra yang sedang menonton film drama indonesia di televisi.

Sejujurnya Aletta kurang menyukai drama film indonesia karena permasalahannya gampang untuk di tebak, tetapi dia tetap menemani Citra menonton film.

to back continue

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!