NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.

"Kapan kamu akan menikah? Ingat, Usiamu sudah genap dua puluh tujuh tahun, tapi kamu belum juga memikirkan tentang pernikahan, Sandi!." Pertanyaan serupa sudah hampir setiap hari dilayangkan oleh ibunya hingga Sandi sudah terbiasa dengan pertanyaan tersebut. Bahkan sebelum menyantap sarapan pagi Sandi sudah kenyang dengan pertanyaan ibunya.

"Bagaimana mau menikah, kalau calon istri saja Sandi belum punya, mah?." Balas Sandi seraya meraih sepasang sepatunya dan berlalu menuju teras depan.

Ibu menyusul hingga ke teras depan.

"Kamu selalu saja seperti itu, menghindar setiap kali mamah membahas tentang pernikahan." Omel ibu dengan bertolak pinggang dihadapan putranya itu. Sejenak Sandi menghentikan kegiatannya memasang sepatu, lalu memandang pada ibunya.

"Bukannya menghindar mah, tapi Sandi lagi buru-buru. Mulai hari ini Sandi akan menduduki posisi sebagai pimpinan di hotel kita. Kan nggak lucu jika Sandi telat di hari pertama." Beberapa bulan lalu ayahnya berhasil mengakuisisi perusahaan hotel berbintang di kota itu, dan rencananya mulai hari ini Sandi akan menduduki posisi pimpinan untuk menggantikan posisi pimpinan yang lama.

Sebagai seorang ibu tentunya senang jika putranya giat bekerja, namun jika sampai tidak meluangkan sedikit waktu untuk mencari calon istri tentunya tidak baik juga.

"Mamah tidak ingin menerima alasan lagi, jika sampai dengan bulan depan kamu tidak mengajak calon istri untuk bertemu mamah, maka biar mamah yang akan mencarikan calon istri untukmu."

Deg

Ibu terlihat serius dengan perkataannya.

"Tapi, mah_." Sandi hendak protes namun urung ketika menyadari tatapan tajam ibunya.

"Baiklah. Lakukan apapun yang mamah inginkan!." Pada akhirnya Sandi pasrah.

"Mamah mau pergi kemana?." Tanya Sandi melihat ibunya berlalu menuju garasi.

"Tentu saja mau pergi fitness. Lagian, mana mungkin mamah mau pergi berenang dengan pakaian seperti ini." Sandi hanya bisa geleng kepala mendengar jawaban ibu. Bukannya hanya rajin fitness, di usianya yang sudah hampir memasuki setengah abad, ibu masih sering kali mengendarai motor matic kesayangannya. Walaupun sudah sering dilarang oleh suami dan anaknya, ibu masih saja bandel tak mendengar larangan suami dan juga putranya.

*

"Kenapa pake macet segala sih." Jalanan yang biasanya lancar-lancar saja, kini tiba-tiba macet hingga membuat Vania mengoceh di balik kemudi mobilnya. Vania menurunkan kaca mobilnya hingga setengah kemudian bertanya pada salah seorang pejalan kaki yang melintas di dekat mobilnya.

"Di depan ada apa ya pak?."

"Itu mbak, ada pengendara mobil yang menyerempet pengendara motor di depannya." Jawaban si bapak kembali mengingatkan Vania pada kejadian yang pernah menimpa ayahnya sepuluh tahun silam. Di mana ayahnya akhirnya meninggal dunia akibat terlambat mendapat pertolongan.

Deg.

Naluri Vania membawa langkahnya turun dari dari mobilnya.

Hati Vania teriris melihat seorang ibu-ibu digotong warga sekitar ke tepi jalan, begitu pula dengan sepeda motor korban untuk menghindari kemacetan. Vania berlari kecil menghampiri.

"Ya Tuhan, lutut ibu berdarah." Vania panik melihat darah segar mengalir dari lutut si ibu. Bahkan celana panjang yang dikenakan oleh si ibu nampak sobek. Pasti akibat bergesekan di aspal.

"Tolong bantu saya membawa ibu ini ke mobil saya. Biar saya antarkan ke rumah sakit." Pinta Vania pada warga yang berkerumun di lokasi.

"Baik, mbak."

Setelahnya, Vania langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

"Sabar ya Bu!." Di tengah-tengah kekhawatirannya, Vania masih berusaha menenangkan si Ibu. Tapi anehnya, si ibu justru mengulas senyum pada Vania.

"Tidak perlu terlalu khawatir, ibu baik-baik saja! Lagian, untuk luka kecil seperti ini sering kali terjadi pada ibu."

Vania sontak menoleh pada si ibu sambil mengerutkan dahi. "Sering kali?." Cicit Vania dalam hati.

"Sebenarnya suami dan putra ibu sudah sering kali melarang ibu mengendarai sepeda motor tapi ibunya saja yang bandel, makanya kalau lagi kurang beruntung begini lah jadinya." Kata si ibu seolah bisa membaca pikiran Vania.

Vania hanya merespon dengan seulas senyum sungkan.

Setibanya di rumah sakit, si ibu langsung disambut oleh perawat yang bertugas di ruang IGD rumah sakit. Vania tak langsung meninggalkan si ibu begitu saja, ia memilih menemani wanita paruh baya tersebut memasuki ruang tindakan. Di saat tengah berada di ruang tindakan, Vania menyadari getaran ponsel yang berasal dari dalam tasnya. Ia lantas merogoh tasnya untuk mencari keberadaan ponselnya.

"Cika." Gumam Vania dalam hati. Temannya itu pasti ingin mengingatkan dirinya agar tidak sampai terlambat tiba di hotel, mengingat pagi ini posisi pimpinan lama akan digantikan oleh pimpinan baru. Vania melirik jarum jam yang melingkar pada pergelangan tangannya, rupanya kini waktu sudah hampir pukul delapan pagi. Di satu sisi Vania tidak ingin sampai di cap jelek oleh pimpinan baru, namun disisi lain Vania tak bisa diam saja ketika melihat seseorang yang tengah membutuhkan pertolongan.

"Apa ada nomor kontak anggota keluarga ibu yang bisa dihubungi?." Jika berhasil menghubungi anggota keluarga si ibu, ia pasti bisa lega meninggalkan si ibu.

"Ada nak. Tapi ponsel ibu ketinggalan di rumah, apa boleh ibu meminjam ponsel milik nak Vania?." Sebelumnya Vania sempat memperkenalkan namanya sehingga si ibu mengetahui nama Vania.

"Tentu saja, Bu." Vania menyerahkan ponselnya pada si ibu.

*

Di tengah kegiatannya memperkenalkan diri didepan semua pegawai sebagai pimpinan baru di hotel tersebut, tiba-tiba ponsel Sandi berdering. melihat nomor kontak tak di kenal tertera di layar ponselnya, Sandi lantas kembali memasukkan benda pipih tersebut ke dalam saku jasnya. Sandi tidak pernah menerima panggilan telepon dari nomor asing, itulah kebiasaan pria itu. Ponselnya terus berdering namun Sandi tidak mempedulikannya lagi.

"Apa masih ada pegawai yang absen pagi ini?." Sebelum mengadakan sesi perkenalan dihari pertamanya, Sandi sudah berpesan pada pimpinan lama untuk mengumpulkan semua pegawai hotel pagi ini, termasuk mereka yang memiliki sif malam sekalipun.

"Masih ada tuan, Nona Vania Damayanti, pegawai yang menduduki posisi sekretaris manager hotel." Mau tidak mau manager hotel mengaku dihadapan pimpinan baru mereka tersebut. Bukannya membenci Vania, namun tidak ingin dianggap pilih kasih oleh pegawai lainnya. Jika ia tidak berkata jujur.

"Bagaimana hotel ini tidak sampai diakusisi oleh pihak lain jika pegawainya saja tidak becus. Bisa-bisanya sekretaris manager mengabaikan perintah dari pimpinan lama untuk berkumpul di sini pagi ini." Cika yang mendengar statement menohok dari pimpinan baru mereka tersebut sangat menyayangkan keterlambatan Vania, padahal sebelumnya Vania hampir tidak pernah terlambat.

"Baiklah, untuk sesi perkenalannya cukup sampai di sini! Kalian semua boleh kembali bekerja!." Kata Sandi sebelum beranjak dari posisinya.

"Untuk pegawai yang tidak datang pagi ini, suruh menghadap ke ruangan saya!." Titah Sandi pada manager hotel.

"Baik, tuan."

1
Nurminah
lanjut thor
Lia siti marlia
makasih doang nih vania😄 gak ada tambaha lain mungkin buat nyenengin pak bos 🤭🤭🤭
secret
sekaliann gopub ajaa gaa sii, biar mingkemm semua tu mulut2 tukang gosipp🤭
Felycia R. Fernandez
yang lebih parah itu mulut Atika...
bisa gak dia aja yang di pecat 😏
Ariany Sudjana
kok cuma disuruh minta maaf saja? kenapa ga dipecat dan diblacklist dari semua jaringan hotel? terlalu ringan kalau hanya disuruh minta maaf
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: padahal udah melakukan kecurangan juga ya diperusahaan
total 1 replies
Ariany Sudjana
cuma segini updatenya?
secret
thorr kok blm up sii😭
Syarifah
🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
nah gitu dong sandi cr th ttg istrimu
secret
ga habis2 si manajer tuaa bikin ulah, liat aja bntr lg kena depakk
Lia siti marlia
cie cie yang di kasih dukungan sama pak bos plus suami ayo vania robek tuh mulut c wanita lemes 🤭🤭🤭
Felycia R. Fernandez
Naah lho...
Sandi pasti akan dukung Vania.
lagian apa urusannya sama Atika kalau pun ada kejadian jebak menjebak antara Vania dan Harto.
Atika melabrak seolah dia istri sah Harto 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
naaah kan...
Nurminah
double up thor
Felycia R. Fernandez
Pasti bingung ini tentang data2 diri Sesil...mana akte kelahiran nya??
Lusi Hariyani
kpn terungkap y kakak klo sesil mmg ank kandung sesil
Nurminah
lanjutkan
secret
ehh ehh pmksdd ayo mandii😂😂 lanjuuttt thorrr, semangaaattt
Lia siti marlia
eh eh jangan mau di ajak mandi bareng vania entar kelar mandinya sampe zduhur lagi 🤭🤭keburu sesil ngamuk deh😄
Lusi Hariyani
jujur vania sm sandi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!