NovelToon NovelToon
Berhenti Mengejar Tuan Dingin

Berhenti Mengejar Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: GABRIELA POSENTIA NAHAK

Selama tiga tahun, Kinara mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk mengejar cinta Arlan—seorang CEO dingin yang tak pernah menganggapnya ada. Bagi Arlan, Kinara hanyalah gangguan yang tidak berarti dan bayangan yang membosankan.
​Hingga suatu hari, sebuah rahasia menyakitkan membuat Kinara sadar bahwa cintanya telah mati. 'Cukup, Arlan. Mulai hari ini, aku berhenti mengejarmu. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal.'
​Kinara pergi, menghilang tanpa jejak. Namun, saat Kinara muncul kembali sebagai wanita sukses yang mandiri dan tak lagi meliriknya, Arlan justru mulai kehilangan akal. Arlan yang dulu dingin, kini justru berlutut memohon maaf di bawah hujan.
​'Kenapa kau tidak menatapku lagi, Kinara? Aku mohon... kembali mengejarku.'
​Sayangnya, bagi Kinara, pintu itu sudah tertutup rapat. Penyesalan Arlan hanyalah angin lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GABRIELA POSENTIA NAHAK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Bayang-Bayang yang Kembali Datang

Pagi itu, langit Jakarta tampak sedikit mendung, seolah memberikan pertanda bahwa ketenangan yang selama ini dirasakan Kinara akan terusik.

Di dalam dapur mansion yang luas, Kinara sedang sibuk menata kotak bekal.

Meskipun Arlan sudah melarangnya untuk terlalu banyak beraktivitas, Kinara bersikeras ingin memasakkan cumi lada hitam kesukaan suaminya.

Ada rasa rindu yang tiba-tiba muncul karena sejak pagi tadi Arlan harus berangkat lebih awal untuk pertemuan direksi yang mendesak.

​"Nyonya, biar saya saja yang membawa ini ke mobil," tawar pelayan rumah dengan sopan.

​Kinara tersenyum manis, tangannya mengelus perutnya yang kini semakin besar.

"Tidak apa-apa, Bi. Aku ingin mengejutkan Arlan. Aku merasa dia sangat lelah belakangan ini karena terus menjagaku di rumah."

​Dengan bantuan sopir pribadi, Kinara berangkat menuju gedung Arlan Group.

Di sepanjang jalan, ia membayangkan wajah terkejut Arlan saat melihatnya datang membawa makan siang.

Kinara ingin menunjukkan bahwa ia pun bisa menjadi istri yang perhatian, bukan hanya wanita yang selalu dilayani.

​Namun, setibanya di gedung pencakar langit itu, suasana terasa berbeda.

Baskoro, asisten setia Arlan, tidak terlihat di meja depan seperti biasanya. Kinara yang sudah sangat dikenal oleh para karyawan langsung naik menuju lantai paling atas menggunakan lift pribadi.

​Saat lift terbuka di lantai eksekutif, Kinara mengernyitkan dahi.

Meja sekretaris di depan ruangan Arlan tidak lagi diisi oleh seorang pria paruh baya yang kaku seperti biasanya.

Kini, di sana duduk seorang wanita muda dengan pakaian kerja yang sangat ketat, rambut pirang yang tertata rapi, dan riasan wajah yang mencolok.

​"Selamat siang, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris baru itu dengan nada yang terdengar sedikit terlalu percaya diri.

​"Saya ingin bertemu Arlan. Saya istrinya," jawab Kinara dengan tenang, meski hatinya mulai merasa tidak nyaman.

​"Ah, Nyonya Arlan. Maaf, Pak Arlan sedang tidak ingin diganggu. Beliau sedang ada urusan penting di dalam," sekretaris itu tersenyum tipis, sebuah senyuman yang bagi Kinara terlihat seperti ejekan.

"Nama saya Clarissa, sekretaris baru Pak Arlan menggantikan Pak Baskoro yang sedang dinas ke luar kota."

​Kinara menarik napas dalam.

"Aku hanya sebentar. Aku ingin memberikan makan siang ini."

​Tanpa menunggu izin lebih lanjut, Kinara melangkah menuju pintu besar ruang kerja Arlan.

Ia tidak mengetuk pintu, karena biasanya Arlan selalu membiarkannya masuk kapan saja.

Namun, saat pintu terbuka perlahan, pemandangan di dalam membuat jantung Kinara seolah berhenti berdetak.

​Di dalam ruangan yang remang-remang itu, Arlan sedang duduk di kursi kebesarannya. Namun, ia tidak sendiri.

Clarissa—yang entah sejak kapan sudah menyelinap masuk sebelum Kinara sampai—berdiri sangat dekat dengan Arlan.

Tubuh wanita itu membungkuk di depan meja Arlan, tangannya menyentuh lengan Arlan dengan posisi yang sangat intim.

Dari sudut pandang Kinara, wajah mereka terlihat sangat dekat, seolah-olah Arlan sedang menikmati perhatian wanita itu.

​"Arlan..." suara Kinara bergetar, hampir tidak terdengar.

​Arlan tersentak kaget. Ia langsung berdiri, wajahnya menunjukkan keterkejutan yang luar biasa.

"Kinara?! Kenapa kamu di sini?"

​Pertanyaan itu—kenapa kamu di sini?—terdengar seperti sebuah penolakan di telinga Kinara.

Hormon kehamilannya membuat emosinya meledak seketika. Matanya mulai panas, dan tangannya yang memegang kotak bekal bergetar hebat.

​"Aku... aku hanya ingin mengantar makan siang," bisik Kinara.

Ia menatap Clarissa yang kini berdiri tegak dengan wajah tanpa dosa, lalu kembali menatap Arlan yang tampak panik.

"Tapi sepertinya aku datang di waktu yang salah. Kamu sedang sibuk dengan... sekretaris barumu."

​"Kin, ini tidak seperti yang kamu lihat! Tadi ada debu di mataku dan dia hanya—"

​"Cukup, Arlan!" potong Kinara tajam. Air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya.

"Aku bodoh ya? Aku mengira kamu benar-benar sudah berubah. Aku mengira kasih sayangmu di desa itu tulus. Ternyata, begitu kembali ke Jakarta, kamu kembali ke kebiasaan lamamu."

​"Kinara, dengarkan aku dulu!" Arlan mencoba mendekat, namun Kinara mundur selangkah.

​"Jangan mendekat! Bau parfum wanita ini menyengat sekali di tubuhmu," Kinara meletakkan kotak bekal itu di atas meja kecil di dekat pintu dengan kasar.

"Makanlah. Mungkin kamu lebih butuh tenaga untuk bersenang-senang dengan sekretaris barumu daripada mendengarkan penjelasanku."

​Tanpa menunggu jawaban, Kinara berbalik dan berlari menuju lift.

Napasnya tersenggal, perutnya terasa sedikit kram karena emosi yang meluap.

Di dalam lift, Kinara menangis sesenggukan. Bayangan Arlan yang berduaan dengan wanita cantik itu terus berputar di kepalanya. Luka masa lalu, saat Arlan memperlakukannya seperti pajangan sementara ia bebas bermain dengan wanita lain, kini terbuka kembali.

​Di dalam ruangan, Arlan berdiri terpaku seperti orang bodoh. Ia kemudian menoleh ke arah Clarissa dengan tatapan yang bisa membunuh seketika.

​"KELUAR!" raung Arlan. Suaranya menggelegar hingga kaca-kaca di ruangan itu bergetar.

​"Tapi Pak, saya hanya ingin membantu—"

​"KAU DIPECAT! SEKARANG JUGA! JANGAN PERNAH MENUNJUKKAN WAJAMU DI GEDUNG INI LAGI!" Arlan tidak peduli lagi dengan tata krama.

Ia menyambar kunci mobilnya dan berlari mengejar Kinara.

​Arlan sampai di lobi tepat saat mobil yang membawa Kinara melesat keluar dari area gedung.

Ia mengumpat keras, memukul setir mobilnya saat ia akhirnya berhasil masuk ke dalam kendaraannya sendiri.

Sepanjang jalan menuju mansion, Arlan terus mencoba menelepon Kinara, namun ponsel istrinya tidak aktif.

​"Sial! Sial! Sial!" umpat Arlan pada dirinya sendiri.

​Ia tahu betapa rapuhnya kepercayaan yang baru saja mereka bangun. Ia tahu bahwa bagi Kinara, pengkhianatan adalah hal yang paling menakutkan.

Dan tadi, situasi itu memang terlihat sangat salah. Clarissa, sekretaris baru yang baru bekerja dua hari itu, memang sejak awal mencoba mendekatinya, namun Arlan selalu mengabaikannya.

Tadi, saat matanya kemasukan sesuatu, wanita itu memanfaatkan momen untuk mendekat tepat saat Kinara masuk.

​Setibanya di mansion, Arlan langsung berlari menuju kamar mereka. Ia menemukan pintu terkunci dari dalam.

​"Kinara! Buka pintunya! Aku mohon, dengarkan penjelasanku!" Arlan menggedor pintu dengan perasaan hancur.

​Tidak ada jawaban. Hanya terdengar suara isak tangis yang tertahan dari dalam. Suara tangisan itu membuat Arlan merasa seperti ditikam ribuan pisau.

​"Kin, demi bayi kita... aku bersumpah tidak ada apa-apa antara aku dan wanita itu. Dia sekretaris baru yang baru bekerja kemarin dan aku sudah memecatnya! Aku tidak pernah menyentuhnya, Kin! Tadi itu murni kecelakaan!" Arlan bersandar di pintu, perlahan ia merosot duduk di lantai depan kamar, persis seperti yang sering ia lakukan saat mereka berkonflik dulu.

​"Kamu bohong, Arlan..." suara Kinara terdengar parau dari balik pintu.

"Kamu selalu punya alasan. Kamu pikir karena aku hamil, aku akan diam saja melihatmu bermain di belakangku? Aku benci kamu, Arlan! Aku benci karena aku sempat percaya padamu!"

​"Kin, jangan katakan itu... aku mohon..." Arlan memejamkan mata, air matanya sendiri mulai menetes.

"Aku sudah merombak seluruh hidupku untukmu. Aku sudah membuang egoku. Untuk apa aku mencari wanita lain kalau duniaku sudah ada di dalam kamar ini?"

​Malam itu menjadi malam yang paling dingin di mansion mereka. Arlan tidak beranjak dari depan pintu kamar. Ia tidur di atas lantai yang dingin, hanya beralaskan lengan kakunya, terus membisikkan kata maaf meski tidak ada jawaban.

​Sementara di dalam kamar, Kinara meringkuk di bawah selimut, memeluk perutnya yang kini terasa bergerak-gerak gelisah seolah ikut merasakan kesedihan ibunya.

Kinara merasa sangat hancur. Ia takut kebahagiaan yang ia rasakan kemarin hanyalah mimpi indah yang kini berubah menjadi mimpi buruk.

Ia takut Arlan akan kembali menjadi "Monster" yang menghancurkan hatinya berkeping-keping.

​"Maafkan Ibu, Nak... Ibu terlalu lemah untuk menjaga kepercayaan ini," bisik Kinara di tengah isaknya, sementara di luar pintu, Arlan terus menunggu dengan sisa-sisa harapan yang mulai meredup, bertekad untuk tidak akan pergi sampai Kinara mau melihat kebenaran di matanya.

catatan :

heyy gaysss gimana?? Sukaaaa ngakk si ih??????😭😻 btww sory yah aku updatenya udah malam bangat soalnya aku banyak tugas hiks hiks hiks😫🥹 buttt buat kalian apapun itu akan aku lakukan🤍🤍 lvyouuuu gaysss😻💐

btww jangan lupa baca yah!!!! aku sayangg kalian

iloveyouuuu💋🤍😻

1
Ma Em
Akhirnya Kinara mau memaafkan Arlan karena Arlan memang tdk salah cuma salah sangka saja , semoga Arlan dgn Kinara selalu rukun dan bahagia bersama anaknya nanti setelah lahir semakin bertambah bahagia dan tdk akan terpisahkan .
riela_nahak: halloooooo kkkk😻 semogaaaa yah ka ih💐 btwwww tunggu partai selanjutnya yah kk lvyouuuuui🤍🤍💐😻
total 1 replies
Anonim
maso..,,...,...kis
riela_nahak: hallooo kakakakakakakk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!