Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
"Pagi," ujar Anggita yang memang sering dipanggil Anggie yang sudah siap dengan seragam putih merahnya duduk di meja makan yang memang sudah kumpul ayah, ibu dan kakak-kakaknya.
"Pagi sayang," seru ayahnya.
"Cepetan sarapan nanti ditinggal," seru kakak keduanya. Anggi memang anak bungsu dari tiga bersaudara dan dia juga anak perempuan satu-satunya.
"Abang jahat banget sih masa aku mau ditinggalin sih Yah," adu Anggie pada ayahnya yang memang seperti biasa dia selalu manja apalagi dia anak perempuan satu-satunya di keluarga yang pastinya dia selalu dimanja.
"Mulai drama," cibir Anggarga yang memang suka dipanggil Angga kakak keduanya.
"Angga sudah jangan menggoda adikmu terus," bela ibunya.
"Hari ini Ayah gak bisa antar adek sekolah Ayah harus pergi ke Bandung karena Ayah harus meninjau langsung ke lapangan. Jadi hari ini Abang Angkasa yang antar adek ya."
"Abang hari ini ada jadwal kuliah?" tanya ibunya.
"Ada Bun tapi siang, gak apa-apa Abang antar adek dulu juga kok," seru Angkasa memang terbilang paling kalem diantara saudara yang lain. Tidak seperti Angga yang pecicilan.
"Kenapa gak bareng sama Angga Bun?" ajak Angga. Angga yang duduk SMA sekarang sudah diijinkan membawa motor untuk sekolah.
"Aku gak mau sama Bang Angga."
"Kenapa dek?" tanya ibunya.
"Abang selalu keganjenan tiap liat cewek suka di suit suitin aku kan malu," Anggi sambil cemberut dan membuat anggota keluarga yang lainnya tertawa.
"Ayah berangkat dulu ya. Ayah juga di sana tiga hari atau bisa lebih karena gak tahu lihat kondisi dulu Ayah harap bisa selsai dengan cepat jadi bisa pulang cepat."
"Ayah nanti jangan lupa oleh-olehnya ya buat aku," seru Anggie.
"Kamu bukannya doain ayah pulang selamat dan sehat malah minta oleh-oleh," cibir Angga.
"Iya sayang, Ayah pasti bawain banyak oleh-oleh buat kamu. Kalau begitu Ayah berangkat dulu ya. Assalamualaikum."
Setelah ayahnya berangkat di susul Angga dan Angkasa yang mengantar Anggie pergi ke sekolah.
Tak lama Anggie yang diantar Angkasa sampai di sekolah. Anggie yang sudah kelas enam SD mempunyai teman bernama Nia. Ia berteman dari sejak masuk SD.
"Anggie," teriak Nia.
Anggie yang baru turun dari motor kakaknya langsung menoleh.
"Tuh sahabat kamu udah manggil."
"Aku masuk dulu ya Bang," Anggie sambil mencium tangan abangnya.
"Nanti pulang jam berapa?"
"Jam dua Bang mau ada kelas tambahan buat ujian bulan depan."
"Kalau begitu nanti biar Bang Angga aja yang jemput kamu pulang. Nanti Abang yang kasih tahu Bang Angga. Cepat masuk nanti telat," Angkasa sambil mengusap kepala adiknya.
"Assalamualaikum, Abang."
"Waalaikumsalam."
Anggie pun masuk kedalam sekolah dan Angkasa pun baru melajukan mobilnya.
"Kamu tadi di antar sama Bang Asa ya?" tanya Nia.
"Iya Ayah lagi ke Bandung jadi gak bisa antar. Kamu kok udah di sekolah tumben."
"Iya aku juga tadi sama Ojek online karena Mama gak bisa antar dia juga mau ke Bandung. Kita masuk yuk sebentar lagi bel."
Nia adalah anak dari sahabat Ibunya Anggie dan kebetulan mereka satu sekolah. Ia tinggal bersama ibunya karena ayahnya pergi entah kemana sampai akhirnya ibunya Nia memutuskan untuk bercerai.
Ibunya Nia dan Ibunya Anggie bersahabat dari SMA dan mereka pun sudah seperti saudara sendiri.