Darah Di Bawah Sajadah
Bagian II – Yang Dikubur Tidak Pernah Diam Subuh itu datang dengan suara azan yang sumbang. Bukan dari masjid. Tapi dari arah hutan. Ayesha berdiri kaku di ambang kamar. Ayyash terbaring pucat. Na
0
1
Darah Di Bawah Sajadah
(Bagian I – Perempuan yang Datang Saat Magrib) Desa Karayel terletak di lereng bukit yang diselimuti kabut tipis hampir sepanjang tahun. Rumah-rumah batu berdiri rapat, seolah takut pada angin yang s
0
1
Hello Kitty di Kamar 304
Bagian III – Tanpa Mulut Farel sudah mati. Tidak ada yang berani menyentuh tubuhnya. Darah tipis mengalir dari pelipisnya, kontras dengan lantai kayu terang. Pita merah kecil di dahinya terlihat se
0
1
Hello Kitty di Kamar 304
Bagian II – Yang Paling Bersalah Tidak ada yang tidur malam itu. Nadine sadar sekitar lima belas menit setelah pingsan. Wajahnya pucat seperti kertas yang terlalu lama direndam air. Tasya terus meme
0
1
Hello Kitty di Kamar 304
(Bagian I – Undangan Pink yang Terlalu Manis) Tidak ada yang terasa menyeramkan dari warna pink. Itu yang kupikirkan sebelum semuanya dimulai. Namaku Nara Adistya Wulandari, mahasiswa semester akhi
0
1
Ikatan Cinta Mantan
Namanya Alana Paramitha Lestari. Perempuan dengan garis wajah tegas dan langkah yang selalu tahu ke mana harus menuju. Setidaknya begitu kesan yang ia bangun bertahun-tahun lalu—saat ia memutuskan men
0
1
Pesawat Dari Kertas
Di kampung kecil bernama Oesapa Lolo, di antara bukit-bukit cokelat yang retak saat kemarau dan menghijau malu-malu saat hujan, lahirlah seorang anak perempuan bernama Mara Lado. Namanya berarti “pahi
0
1
Kamu dan bunga matahari mu
Aku selalu punya pemikiran tentang masa depan bersamamu. Tentang bagaimana hidup—yang sering kali kejam—akhirnya mau berdamai karena ada kamu di sisiku. Gadis yang kucintai, Aluna. Cantik. bukan cuma
0
1
[🧸• Di Antara Dua Dunia •🧸]
🦋 Happy Reading 🦋 Hujan turun pelan menghantam aspal, membiarkan genangan kecil memantulkan cahaya lampu jalan. Raider, cowok berumur 19 tahun, berdiri di halte tua. Jaketnya basah di bagian bahu.
1
3
JEJAK TINTA DI BIBIR OMBAK
Kabut tebal menggantung di atas lautan, menyelimuti perahu kayu Sky seperti kain sutra yang menyembunyikan wajah seorang wanita cantik. Sky, dengan rambutnya yang basah oleh embun laut dan mata yang t
0
0
TINTA YANG MENGAGUMI LAUT
Awan kelabu menggantung rendah di atas permukaan laut yang tenang, seperti selimut kabut tipis yang menyembunyikan rahasia kedalaman laut. Di tepi pantai sebuah pulau terpencil, sebuah rumah kayu reyo
0
0
Di Balik Tawa yang Paling Keras
luka diam-diam seorang sahabat. .. Senja di Jakarta selalu punya cara untuk terlihat menyakitkan bagi mereka yang sedang menyimpan rahasia. Bagi Tio, langit berwarna oranye keunguan sore itu terasa s
0
0
Di culik oleh pria misterius
Alina zavierra Valerie sedang tidur dikamar nya tiba - tiba ada seorang pria tampan masuk kekamar nya menghampiri sambil berbisik : aku datang untuk menjemputmu sayang suara rendah nya terdengar di t
0
1
Tidurnya Helenina
Hujan menderu di luar jendela-jendela tinggi Batavia, membasuh pilar-pilar putih kediaman Van den Berg dengan amarah yang dingin. Di dalam kamar tidur utama yang beraroma kayu cendana dan obat-obatan,
0
1
Membeli Kenikmatan Dunia Dengan Neraka
Lantai marmer seluas lapangan bola itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal seharga satu unit apartemen mewah. Di tengah ruangan, Surya Atmadja berdiri tegak di depan cermin besar berbingkai emas. I
0
1
Jangan Bawa Maksiat Dimari!
Malam di Jakarta tidak pernah benar-benar tidur. Cahaya lampu merkuri memantul di aspal basah sisa hujan sore tadi. Bang Maman, seorang pria asli Rawabelong dengan kumis melintang yang rapi, sedang me
0
2
ART TKW BERKAMAR DI WC
Laras menyeka peluh yang bercucuran di dahi dengan punggung tangan yang mulai kasar. Di tangannya, sebuah sikat lantai masih menari-nari di atas ubin marmer yang mengilap. Apartemen di kawasan Mid-Lev
0
1
Perempuan Pilihan Papa
Lantai marmer rumah mewah itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal, tapi suasana hati Bram jauh dari kata terang. Ia duduk di sofa kulit dengan kaku, seperti terpidana mati yang menunggu ketukan pal
0
1
Apocalypse: the mutant EPS6
"deg, deg" richard langsung mundur beberapa langkah ke belakang mengamati dari balik pohon yg rubuh, "zeddd" dari belakang max dan roy melesat "powwww, duggg" roy melesatkan pukulan yg menghantam peru
0
0
Blue for you 🥀
langit sore ini begitu gelap, awan-awan gelap mulai bergantungan dan perlahan mulai menangis deras,udara dingin kian menusuk lapisan -lapisan kulit. sepasang mata sibuk mengamati air hujan yang turu
0
1