hari yang memuaskan
Judul: Burger, Hujan, dan Sepatu yang Menyerah Hari ini aku berangkat ke sekolah seperti biasa, pakai seragam sesuai jadwal. Nggak ada yang aneh—atau setidaknya aku kira begitu. Sampai sekolah, ad
0
2
Sebuah permaafan yang terlambat.
💥SPESIAL MENJELANG RAMADHAN!💥 Gema yang Tak Sampai ke Meja Makan Lampu jalanan di depan rumah tipe 36 itu berkedip-kedip, seolah enggan menyambut datangnya bulan suci. Di dalam, Aris menatap kalend
0
0
Elegi Botol Terakhir
Malam di Jakarta bulan Desember tahun 2025 tidak lagi bising oleh knalpot, melainkan dengung kendaraan listrik yang meluncur halus di atas aspal basah. Di sebuah sudut kafe bernuansa industrial di kaw
0
1
Honorer Tidak Diciptakan untuk Hidup Layak
Arif selalu datang lebih pagi dari bunyi bel pertama. Kadang bahkan sebelum matahari benar-benar selesai membuka matanya. Gerbang sekolah masih terkunci, halaman masih basah oleh sisa hujan malam, dan
0
1
Asmara Gen X
Mereka bertiga sudah saling mengenal sebelum kata dewasa punya arti. Rendra, Sinta, dan Bagas tumbuh di satu gang sempit, berbagi radio rusak, mimpi besar, dan satu rahasia yang tidak pernah dibicarak
0
1
Pamali di Cisinga
Macet di Gentong malam itu seperti kutukan. Truk-truk berhenti tak bergerak, klakson bersahutan, dan udara panas bercampur emosi. Lima pemuda—Raka, Dimas, Yudi, Arman, dan Fikri—akhirnya sepakat mem
0
1
Rumah Kentang di Ujung Dago
### 1 Kabut di Dago Pakar tidak pernah datang dengan sopan. Ia merayap. Mengendap. Menyelimuti pepohonan pinus seperti kain kafan basah yang ditarik perlahan ke wajah Bandung. Malam itu, kabut turu
0
1
BAB 1: Aroma Kertas dan Rahasia yang Terselip
Aroma perpustakaan SMA Garuda selalu sama: perpaduan antara bau kertas tua yang sedikit lembap, pembersih lantai aroma pinus, dan kesunyian yang mencekam. Bagi kebanyakan siswa, ruangan ini tak ubahn
0
2
Sumi Bukan Dosa
“Ya Tuhan, mundurkanlah gigiku agar tidak tonggos lagi. Aku malu, sakit hati dan juga lelah dibully setiap hari oleh orang-orang di sekitarku,” bisikku khidmat dan penuh permohonan, setelah mengucapka
0
3
BAB 1: Kiamat Kecil di Kantin Bu Mar
SMA Garuda pagi ini terasa seperti pasar kaget yang kehilangan komandannya. Sinar matahari pukul sepuluh menembus kaca-kaca kelas XI-IPA 2, menerangi debu-debu yang menari di atas meja, tapi suasana
0
0
pulang
Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu di bawah sana, tampak seperti hamparan berlian yang tumpah di atas beludru hitam. Di balkon lantai sepuluh ini, angin malam berembus membawa aroma hujan ya
0
0
“Topi Tak bertuan”
Topi itu tergeletak di bangku halte, miring seperti orang yang kelelahan menunggu. Warnanya cokelat pudar, dengan pita hitam yang sudah berbulu. Hujan baru saja berhenti; udara masih berbau tanah bas
0
2
Wangi Kopi dan Catatan Kecil
Raka selalu datang ke "Sudut Temu" pada pukul empat sore. Bukan karena kopinya paling enak se-Jakarta, tapi karena barista di balik meja kasir selalu punya cara unik untuk merusak—sekaligus memperbai
0
1
“Lorong Sunyi”
Lorong itu selalu ada, meski tak pernah muncul di peta. Terletak di antara dua bangunan tua yang dindingnya mengelupas, lorong itu sempit—cukup untuk satu orang berjalan tanpa menyentuh sisi kanan ata
0
1
Cinta yang Tak Bisa Dipaksa
Adel adalah seorang gadis cantik yang tinggal di sebuah kota besar. Dia memiliki impian besar untuk menjadi seorang desainer grafis. Suatu hari, Adel bertemu dengan Fadil, seorang pria tampan yang ba
0
1
Di bawah Langit Azure
Lantai marmer di Aula Matahari terasa begitu dingin di bawah kaki Lady Elara yang terbungkus sutra halus. Setiap langkahnya adalah sebuah koreografi yang telah dilatih selama bertahun-tahun, sebuah ta
3
4
🥲Di Balik Aroma Kopi dan Hujan yang Belum Usai🥲
Perpustakaan kampus di sore hari selalu punya aroma yang khas, perpaduan antara kertas lama, pembersih lantai jeruk, dan rintik hujan yang mulai membasahi kaca jendela. Di sudut meja nomor dua belas,
0
1
Jejak
Pria yang menjadi cinta pertama...! Aku ucapkan syukur kepada yang maha cinta, telah menetapkan kamu menjadi figur Ayah dalam hidup ini. Bakti ku tak sempurna, namun dalam kurang aku mencoba. Aya
3
4
Disabilitas
Hari ini, kudapati diriku dipuja-puja karena berhasil meraih mimpi Ku yang dianggep tidak bermakna kata orang-orang. Sedari dulu aku selalu bermimpi untuk menjadi sukarelawan bagi anak-anak penyandan
0
3
☆《Tupai Si Pantang Menyerah》☆
Di daerah perbukitan Pulau Jawa, terdapat kumpulan tupai pemakan buah kelapa. Para tupai jantan memiliki kegemaran unik yaitu meloncat dari ranting pohon ke ranting pohon lainnya. Sementara para tu
0
2