NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Suami Tampanku.

Safa kembali ke kediaman Kusuma sore harinya, mengingat jarak kampus dan rumah yang ia tinggali kini cukup jauh.

Bus berhenti. Safa segera turun, ia lebih memilih turun paling akhir sebab tak ingin berdesakan. Ia berhenti sejenak, matanya menyisir jalan mencari tukang ojek. Namun, tak menemukannya hingga ia memutuskan untuk berjalan kaki.

Murottal merdu mengiringi langkahnya. Sesekali ia mengikutinya dengan suara yang pelan. Hingga ia terkejut saat ada mobil melaju kencang tepat di depannya.

Woossh!

Jruuuat!

Genangan yang diinjak mobil itu muncrat hingga mengenai seluruh pakaian Safa. Tubuhnya basah kuyup penuh dengan lumpur. Baju barunya, baju yang ia sayangi penuh noda.

"Aakkkh!" teriaknya histeris.

Dengan wajah merah padam, Safa melotot tajam ke arah mobil yang melaju kencang. "Astagfirullah. Sial banget hari ini. Tadi di kampus kena fitnah sekarang aku harus kena lumpur kayak gini."

Bibirnya mengerucut kesal. "Awas aja, kalau sampai ketemu aku bejek-bejek."

Sepanjang jalan Safa terus mengomel. Ia mengibas-ngibaskan rok putih yang kini bercorak coklat karena lumpur.

Langkahnya terhenti saat melihat mobil Jetour T2 silver yang tadi. Ia mendekat, menatap mobil itu dengan seksama.

"Ini mobil yang tadi, kan. Wah bener-bener, ya. Udah bikin orang kotor, malah main nyelonong aja. Aku harus bikin perhitungan," gerutunya. Safa mendekati pintu dan tersentak saat pintu tiba-tiba dibuka.

Dengan amarah yang meletup-letup ia mengomel ke arah orang yang baru saja hendak keluar. "Anda ini bisa nyetir gak sih. Lihat, baju saya kotor kayak gini, bukannya minta maaf malah pergi gitu aja," cerocosnya.

Saat sedang asik mengomel ia yang hendak merangsek maju tak sengaja menginjak ujung roknya hingga terhuyung dan ...

Bug!

Kedua tangan menempel di dada orang yang ada di depannya. Keningnya menabrak dada lebar nan bidang. Walau tak sengaja ia bisa merasakan ini tubuh seorang lelaki dengan otot perut yang kokoh.

"Udah belum pegang-pegangnya? Atau masih mau pengang lagi?" suara berat itu menginterupsi.

Safa terlonjak kaget, segera melepas tangan dan mundur beberapa langkah. Perlahan ia mendongak.

Tatapannya terkunci pada sosok di depannya.

Pria itu memiliki sorot mata setajam elang namun sejernih telaga, membingkai wajah dengan proporsi yang nyaris tak masuk akal.

Garis hidungnya menjulang tegas, menciptakan siluet sempurna yang menyambung pada rahang kokoh seolah dipahat dengan ketelitian tinggi oleh seniman jempolan. Keindahan itu bukan sekadar visual, tapi sebuah mahakarya yang sempurna.

"Sungguh indah, mana tinggi banget lagi," ucap Safa lirih nyaris berbisik.

Safa segera menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha tetap sadar. Ia kembali ke mode marah tak ingin tergoda dengan ketampanan pria di depannya.

"Liat! Bajuku kotor semua. Ini baju baruku, aku sangat menyukainya, tapi gara-gara Anda bajuku kotor sekarang," cecar Safa tak memberi jeda.

Lelaki itu hanya menatapnya dalam diam. Ia bahkan memalingkan wajah seolah meremehkan.

Safa semakin geram. Ia mengepal kuat. "Anda mengabaikan saya? Heh Om, jangan mentang-mentang Anda ganteng jadi bisa seenaknya ya. Aku minta ganti rugi!"

Lelaki itu berdecih. "Cih! Bilang kek dari tadi."

Ia lalu mengeluarkan beberapa uang dengan pecahan seratus ribuan. Dan dengan kasar memberikannya pada Safa.

"Nih! Cukup, kan? Udah minggir aku ada urusan."

Pria itu menepis pundak Safa ke pinggir, dengan seringaian tipis ia berjalan melewatinya. Safa yang masih tak terima kembali menghadang, kedua tangan terentang.

"Mau kemana? Urusan kita belum kelar."

Safa mengembalikan uang itu, memasukkan ke kantong baju dengan kasar. "Nih ambil lagi uang Anda. Saya mungkin tidak banyak uang, tapi saya gak butuh itu. Yang aku butuh Anda minta maaf atas perbuatan Anda tadi."

"Perempuan tu memang ribet, ya? Tinggal ambil uangnya susah banget," sahut pria itu yang semakin kesal.

"Heh, yang buat ribet tu bukan wanita. Tapi kalian laki-laki. Kita hanya minta yang mudah tapi kalian sendiri yang berbelit-belit," ujar Safa dengan tatapan meremehkan.

Lelaki itu geleng-geleng seolah tak terima dengan stepman itu. Ia berjalan melawati Safa menuju rumah utama. Safa menatap heran, siapa pria itu dan ada perlu apa dengan kakek Wijaya.

Pikirannya penuh curiga. Safa segera menyusul lelaki itu, takut terjadi hal yang berbahaya melihat bagaimana sikap cuek dan acuh pria itu.

"Eh, tunggu! Anda mau ngapain ke rumah utama, hah?"

Safa terus mengejar hingga masuk ke ruang keluarga. Di sana ada kakek Wijaya yang terlihat bahagia.

"Ternyata kamu sudah ketemu suamimu, Safa. Padahal kakek baru mau memperkenalkan kalian," ungkap sang Kakek yang lantas membuat Safa dan pria itu ternganga.

"Suami! Istri!" ucap mereka bersamaan.

Pria itu menatap Safa dengan intens begitupun dengan Safa.

'Astaghfirullah, jadi pria ngeselin ini suami aku. Kok kebetulan gini, sih?' gumam Safa tak percaya.

"Kakek, yakin? Dia masih bocah, kek. Mana mungkin dia istriku?" protesnya sambil menunjuk ke arah Safa.

Sang Kakek menggeleng pelan. "Arlan! Jangan ngomong sembarangan, Safa sudah cukup umur. Dia istrimu sekarang."

Arlan Pramaditya, yang kini genap berumur 32 tahun. Dengan karakter dingin dan cueknya sempat membuat kakek Wijaya khawatir. Ia yang menjalin hubungan hanya sekali seumur hidupnya jelas membuat kakek Wijaya ketar-ketir.

Ia Pewaris tunggal keluarga Kusuma, jika ia tak kunjung menikah dan memiliki keturunan, maka silsilah keluarga Kusuma berhenti di dia.

Safa masih mematung mencoba mencerna semua yang terjadi. Ia masih tak percaya lelaki tampan nan sombong itu suaminya.

Sementara Arlan juga menatapnya dengan tatapan tidak suka. "Kakek. Kalau mau menikahkan aku tu juga harus liat-liat dong. Jangan asal pilih kayak gini. Dia masih kecil, mana bisa menikah. Kakek mau aku dibilang pedofil."

'Celaka. Apa dia benar-benar gak suka denganku, ya? Bagaimana pun juga aku gak mau balik ke rumah mama,' batin Safa berkecamuk.

"Enak aja. Aku bukan bocah, aku sudah cukup umur, umurku sudah 22 tahun. Tentu sudah bisa menikah. Hanya saja tubuhmu yang terlalu tinggi, bukan aku yang pendek," celetuk Safa, kedua tangan bersendekap dengan bibir mengerucut.

Arlan nyaris tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Safa. Namun, karena gengsi ia mencoba bersikap cool.

"Bilang saja kamu pendek," ucapnya nyaris berbisik. Safa yang sayup mendengar segera berbalik menatap Arlan tajam. Arlan buru-buru memalingkan wajahnya menghindari kontak mata dengan sang istri.

"Sudah, sudah. Mau tidak mau dia tetap istrimu, Arlan. Nanti saat kalian siap kita akan buat resepsi yang megah. Tapi sekarang kalian saling mengenal lebih dekat dulu, biar kakek cepat menimang cucu," goda sang kakek sambil kembali duduk.

Seketika Safa merona. Ia memegangi kedua pipinya yang memerah.

"Ya sudah, Safa kembalilah ke kamarmu. Sepertinya kamu harus mandi," perintah sang kakek.

Safa mengangguk. "Iya, Kek. Ini semua gara-gara orang yang gak punya sopan, baju baruku sampai kotor kayak gini, Kek."

Kakek Wijaya melotot. "Wah, kurang ajar banget orang itu. Kamu tenang saja, pakaian baru banyak di lemari. Kakek sudah siapkan semua. Sekarang kembalilah dan istirahat."

"Baik, Kek." Safa mendekati sang kakek lalu menyalaminya. Adegan itu berhasil membuat Arlan tersenyum tipis.

Safa hanya meliriknya sebelum meninggalkan rumah utama. Arlan hanya bisa menatap nanar punggung Safa.

"Bagaimana cantik, kan? Dia anak yang baik dan sopan. Kau harus menjaganya dengan baik, dia sudah cukup menderita selama ini," tutur sang kakek, mencoba membuat Arlan mengerti.

Arlan hanya terdiam. Ia menatap jauh ke arah paviliunnya. "Aku akan berusaha, Kek. Tapi aku tidak bisa menjamin untuk mencintainya. Aku lakukan ini karena ayah."

Kini ia bisa melihat langsung istri mungilnya. Sikap dan tutur katanya membuat Arlan tak henti menahan senyum. Ada sedikit rasa kagum dengan kesabaran Safa menghadapi segala ujian dalam hidupnya selama ini.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!