Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.
Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.
"Saya berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan saya juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sambutan Untuk Tuan Muda Pramudya
Sejak awal Kaivan memang sudah merasa ada yang aneh dengan perasaannya saat pria itu menolong Aida. Akan tetapi semuanya Kaivan tepis dengan berdalih mungkin hanya perasaannya saja.
Tapi siapa yang menyangka, Dibalik perasaan aneh itu ada sesuatu yang mengejutkan.
Sesuatu yang mengejutkan tersebut ialah, Bahwa ternyata dia adalah seorang putra seorang konglomerat kaya saya yang hilang selama puluhan tahun akibat terbawa arus sungai.
Bukan mengakui tapi Kaivan lah yang di akui secara langsung.Tanpa melakukan tes DNA pun Tuan Tama dan Nyonya Aida sudah yakin seratus persen kalau Kaivan memang anaknya yang hilang itu.
Kebiasaan Kaivan juga sama dengan Tuan Tama. Dua pria itu suka dengan masakan Udang. Mau di apakan jenis masakannya asalkan udang pasti dimakan. Berbeda dengan Steve yang lebih suka makan cumi dibandingkan udang.
"Sarapan dulu, Tuan dan Nyonya.." Pagi ini Bibi memasak sarapan kesukaan Kaivan dan juga makanan kesukaan Tuan tama juga. Yaitu udang krispi dan sambal. Selain itu Bibi juga memasak menu lain karena tidak semua suka udang.
Beberapa tahun hidup dipanti asuhan Kaivan selalu menerapkan kalau tidak makan nasi bukan sarapan namanya. Dulu saat masih bekerja dengan Tuan Nalendra pun juga seperti itu.
"Wah.. Ini makanan favorit Papa ini.. Udang krispi dengan sambal pedas manis.." Tuan Tama terlihat menelan ludah merasa tak sabar hendak segera menyantapnya.
"Tunggu Mama dan Kakak dulu Pa.." Tegur Steve agar papanya menunggu Kakak dan Mamanya lebih dulu.
Tak lama, Kaivan datang dengan Aida. Wanita itu seolah tak mau lepas dari Kaivan. Wanita itu sangat merindukan putranya. Dan benar saja, Aida ternyata tidak gila. Buktinya Wanita yang masih terlihat cantik itu sembuh setelah bertemu dengan putranya.
"Ma.. Kalau Kakak udah nikah Mama jangan nempel terus di Kakak ya? Jangan sampai Mama jadi ibu mertua yang tak inginkan.." Celetuk Steve membuat Mama Aida langsung cemberut.
"Jangan mematahkan kebahagiaan Mama dong.. Mama masih rindu.." Steve tersenyum. Meski selama puluhan tahun Mamanya sakit, Wanita itu masih ingat dengannya. Aida masih ingat kalau dia masih punya putra satunya. Meski tak dapat dipungkiri rasa rindunya terhadap Kaivan jauh lebih besar.
"Ya sudah, Ayo kita sarapan dulu.. Setelah ini kita akan pulang.. Papa akan Kenalkan kamu ke seluruh pekerja Papa dirumah.. " Kata Tama dengan rasa bahagianya. Dia sudah tidak sabar ingin segera pulang membawa sang putra.
Sarapan pagi ini sungguh sangat nikmat. Jika biasanya Tama hanya sarapan berdua dengan Steve, Tapi tidak dengan hari ini.
Keluarganya telah berkumpul setelah tiga puluh tahun lamanya berpisah. Dan ini adalah sesuatu yang sungguh sangat-sangat membahagiakan bagi Tama dan Steve sendiri. Putranya telah ditemukan dan kembali, Istrinya pun juga telah sembuh.
Usai sarapan, Kaivan masuk ke kamarnya. Pria itu mengambil koper dimana pakaiannya sudah tertata rapi disana. Bibi yang melihat majikannya hendak pergi dan takkan tinggal lagi dirumah ini pun hanya bisa menangis. Itu artinya wanita itu tidak akan bekerja lagi.
"Den.. Hiks.. Hiks.. Aden baik-baik ya, Disana.. Jaga kesehatan.. Bibi pasti akan selalu merindukan Aden.." Kaivan meletakkan kopernya lalu memeluk Bibi.
"Bi.. Bibi juga jaga kesehatan ya? Bibi gak perlu berhenti bekerja.. Bibi tinggal dirumah ini ya.. Karena Insya Allah rumah ini akan jadi tempat tinggal Kaivan nanti setelah nikah.." Ucap pria itu. Meski sekarang Kaivan bertemu dengan keluarganya, Pria itu akan tetap membawa Raisha pulang kerumah ini. Kaivan tidak ingin mengandalkan kekayaan orangtuanya, Dia sudah mandiri sejak kecil dan pandai cari uang sendiri.
Karena kemenangan seseorang ialah dengan kita yang sukses dengan berdiri dikaki kita sendiri tanpa mengharapkan bantuan orangtua atau oranglain. Andai memang Kaivan mendapatkan warisan dari orangtuanya, Anggap saja semua itu bonus. Mungkin itu sudah rejekinya..
Selain itu Kaivan tidak mau terlalu banyak mengharapkan apapun dari orang tua kaya rayanya. Dikasih Alhamdulillah tidak dikasih juga tidak apa-apa.
"Tapi Aden sering-sering kan datang kesini?
"Insya Allah.. Yaudah, Kai berangkat dulu ya..
"Iya Den, Hati-hati ya..
"Iya.." Satu keluarga itupun masuk kedalam mobil. Bibi masih menangis melihat punggung majikannya yang perlahan hilang dibalik mobil itu.
Bibi mengusap dadanya, Merasa ikut bahagia. Akhirnya majikannya menemukan keluarga yang sesungguhnya. Padahal dulu wanita itu merasa sangat iba mendengar kisah Adennya yang yang menjadi yatim piatu sejak kecil. Di buang oleh sodara orang tuanya ke panti asuhan.
Padahal sebenarnya mereka bukan orangtua Kaivan, Justru itu dibuang ke panti asuhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebuah mobil mewah memasuki gerbang kediaman megah bak istana Eropa tersebut. Seorang penjaga mendekat langsung membukakan pintu untuk sang majikan yang kini pulang dengan membawa putra sulungnya yang bertahun-tahun hilang itu.
"HEY KALIAN!! Ayo sini.. Ayo berkumpul semuanya.." Baru turun dari kendaraan roda empatnya. Tuan Tama langsung berteriak pada para karyawan serta penjaga yang bekerja dikediamannya.
Semua berkumpul atas perintah majikannya. Tuan Tama merangkul Kaivan dengan bangga.
"Kenalkan.. Putraku.. Putraku telah ketemu dan sekarang dia pulang.. Ayo, Beri sambutan pada putraku, Ayo....
"Selamat datang Tuan Muda Aksa.." Serentak para pekerja itu menunduk menyambut kedatangan Kaivan.
Kaivan hanya tersenyum canggung. Biasanya dia yang berlaku demikian pada majikannya. Tapi sekarang, Kaivan merasakannya seperti apa disambut hormat oleh orang lain.
"Ya.." Kaivan mengangguk seakan membalas sambutan itu. Steve menepuk punggung sang kakak.
"Kakakku sudah pulang, Dan mulai hari ini dia akan tinggal disini.. Ingat! Kalian harus hormat padanya sama seperti kalian hormat pada kami.." Ucap Steve tegas pada mereka.
"Baik Tuan.."
Nyonya Aida tersenyum, Ia menggandeng lengan dua putranya.
"Ayo masuk.. Mama ingin menghabiskan waktu Mama sama kalian berdua.. " Ajak Nyonya Aida pada Kaivan dan Steve. Merekapun masuk bersama dengan senyum yang bahagia.
"Selamat datang Tuan Aksa.." Begitu sampai didalam, Kaivan kembali disambut oleh para pelayan. Kaivan yang masih belum terbiasa pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya pelan.
Sementara itu, Diluar sana para pekerja yang bertugas diluar langsung membicarakan para majikannya.
"Benar-benar mirip dengan Tuan Tama saat masih muda dulu.. Pria itu benar Tuan Aksa.." Ucap kepala penjaga yang sejak dulu masih tetap setia bekerja dengan Tama.
"Tak disangka ya, Pria yang kemarin menemukan Nyonya pas Nyonya hilang dia adalah Tuan Aksa.. Dan lihat kan? Nyonya langsung sembuh..
"Firasat seorang ibu memang tidak dapat diragukan lagi..
"Benar, Nyonya juga terlihat bahagia sekali...
"Karena kebahagiaannya telah pulang..
"Ya, Benar sekali..
Semua yang berada diluar membicarakan Tuan muda mereka yang hilang itu. Sedangkan Kaivan diajak jalan-jalan mengelilingi rumah besar serta diantar ke kamarnya yang akan mereka tempati.
Bukan hanya Mamanya, Steve dan Papanya ikut mengantarkan Kaivan juga.
"Ini adalah kamar kamu.. semoga kamu betah ya, Tinggal disini" Ucap Nyonya Aida dengan senyum yang tak luntur sejak tadi. Kaivan menggenggam tangan sang Mama.
"Kaivan akan betah kok tinggal disini.. Kalian semua kan keluargaku.." Nyonya Aida kembali memeluk putra sulungnya dengan tangisan yang pecah.
"Aksa.. Mama rindu kamu sayang hiks..." Kaivan mengusap punggung wanita paruh baya itu.
"Kaivan ada disini Ma.." Nyonya Aida medongak..
"Boleh Mama minta sesuatu sama kamu?" Kaivan mengangguk.
"Boleh..
"Mama panggil kamu Aksa aja ya.. Mama gak mau panggil kamu Kaivan.."Kaivan terkekeh seraya mengangguk..
"Boleh..
Nyonya Aida kembali hendak memeluk sang putra tapi sebelum itu ia menoleh pada putraku bungsunya.
"Steve sayang.. Sini.. Kamu gak rindu mama?
"Rindu Ma... Huaaaaa" Steve maju dan ikut berpelukan. Tuan Tama yang melihat itu sungguh terharu sekali..
"Terimakasih Tuhan atas kesempatan ini...
•
•
•
TBC