NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: PEDANG PENGHANCUR SURGA DAN AMARAH SANG KAISAR

​Udara di Lembah Kematian seolah membeku saat tinju Ye Xuan menghantam kepala tengah Anjing Langit. Ledakan energi ungu yang dihasilkan menciptakan gelombang kejut yang meratakan hutan bambu mati dalam radius satu kilometer.

​BOOOOM!

​Anjing Langit raksasa itu meraung kesakitan, salah satu kepalanya hancur menjadi serpihan api hitam. Namun, sebagai monster buatan Alam Surgawi, ia memiliki regenerasi yang mengerikan. Api hitam berkumpul kembali, membentuk kepala baru yang lebih ganas.

​"Manusia rendah... Beraninya kau melukai utusan surga!" ketiga kepala itu berteriak serempak, melepaskan semburan api hitam yang mampu melelehkan baja.

​Ye Xuan mendarat dengan tenang, jubahnya sedikit terbakar namun matanya tetap sedingin es. "Utusan surga? Di mataku, kau hanyalah hewan peliharaan yang tersesat."

​[Ding! Peringatan Sistem!]

[Anjing Langit mengaktifkan 'Domain Api Hitam'. Suhu sekitar meningkat hingga 5000°C.]

[Saran: Berhenti bermain-main. Gunakan resonansi darah untuk memanggil Pedang Penghancur Surga sekarang, atau Inang akan menjadi sate Kaisar dalam 30 detik.]

​Ye Xuan mendengus. "Aku tahu!"

​Ia menutup matanya di tengah kobaran api hitam. Ia tidak lagi menggunakan panca indera fisiknya, melainkan mengaktifkan Mata Ilahi Kekacauan ke tingkat maksimal. Di bawah lapisan tanah lembah, ia merasakan sesuatu yang berdenyut—sebuah kemarahan yang tertidur selama sepuluh tahun, sebuah haus darah yang hanya bisa dipuaskan oleh musuh-musuh dari Alam Surgawi.

​"Bangunlah..." bisik Ye Xuan. "Tuanmu telah kembali!"

​Ye Xuan menggigit ibu jarinya dan mengibaskan setetes darah emas-ungu ke tanah.

​DEG!

​Seluruh Lembah Kematian berhenti bergetar. Hening yang mencekam menyelimuti tempat itu selama satu detik, sebelum akhirnya bumi terbelah tepat di bawah kaki Anjing Langit.

​SRAAAKKKK!

​Sebuah pilar cahaya hitam-emas melesat dari kedalaman bumi, menembus perut Anjing Langit hingga ke langit. Monster itu bahkan tidak sempat melolong sebelum tubuhnya mulai terurai oleh energi tajam yang keluar dari cahaya tersebut.

​Dari dalam pilar cahaya itu, sebuah pedang raksasa perlahan naik. Bilahnya berwarna hitam kelam dengan ukiran rune kuno yang berpendar ungu. Gagangnya berbentuk naga yang melilit, seolah-olah siap menelan siapa pun yang tidak layak memegangnya. Itulah Pedang Penghancur Surga.

​"Itu... itu dia!" Qing'er berteriak dengan air mata haru. "Pedang itu merespons!"

​Ye Xuan melangkah maju, menembus badai energi yang bisa mencabik-cabik ahli tingkat Nascent Soul. Setiap langkahnya membuat rune pada pedang itu bersinar semakin terang. Saat tangannya menyentuh gagang pedang, sebuah ledakan informasi dan memori dari para leluhur Suku Dewa Perang membanjiri benaknya.

​[Ding! Penyatuan Berhasil!]

[Inang telah memperoleh: Pedang Penghancur Surga (Peringkat:神器 - Senjata Dewa/Tersegel).]

[Membuka Skill Pasif: 'Niat Pedang Kekacauan'.]

[Catatan Sistem: Berat pedang ini adalah 100.000 kati. Jika Inang tidak kuat, jangan memaksakan diri agar tidak encok.]

​"Berat?" Ye Xuan menyeringai. Dengan satu sentakan tangan, ia mengangkat pedang raksasa itu seolah seringan bulu. "Pedang ini... terasa seperti bagian dari lenganku sendiri."

​Anjing Langit yang kini tersisa separuh tubuhnya mencoba melakukan serangan bunuh diri. Ia mengumpulkan seluruh api hitamnya menjadi bola energi raksasa.

​"Matilah bersama lembah ini!"

​Ye Xuan hanya menatapnya datar. Ia mengangkat Pedang Penghancur Surga tinggi-tinggi. Energi ungu dari Tubuh Kaisar Kekacauan mengalir masuk ke dalam bilah hitam pedang tersebut, menciptakan aura pedang sepanjang seratus meter yang membelah awan.

​"Tebasan Pertama: Penghancur Dunia!"

​SLASH!

​Satu tebasan vertikal sederhana. Tidak ada ledakan besar, yang ada hanyalah garis hitam yang membelah segalanya di jalurnya. Anjing Langit, api hitam, bahkan ruang di depan Ye Xuan seolah-olah terbelah menjadi dua.

​Monster itu lenyap tanpa sisa, berubah menjadi debu kosmik.

​Setelah serangan itu, Lembah Kematian kembali sunyi. Namun, Ye Xuan tidak terlihat senang. Ia menatap ke arah pedangnya yang kini sedikit bergetar.

​"Ayah," Ye Xuan menoleh ke arah Ye Tian. "Serangan ini... pasti telah memberikan koordinat kita secara tepat ke Alam Surgawi. Mereka tidak akan mengirim anjing lagi. Mereka akan mengirim pasukan."

​Ye Tian melangkah maju, aura emasnya kini menyala stabil. "Biarkan mereka datang, Xuan'er. Dengan pedang itu di tanganmu dan darah Dewa Perang di tubuhku, kita bukan lagi pelarian. Kita adalah badai yang akan menghancurkan gerbang surga."

​Qing'er mendekat dan berlutut di depan Ye Xuan. "Tuan Muda, dengan pedang yang telah bangkit, hamba kini siap menyatu dengan pedang ini untuk menjadi roh pemandu Anda."

​[Ding! Proses Evolusi Qing'er Siap Dimulai.]

[Peringatan: Proses ini akan memakan waktu 3 hari. Inang harus melindungi area ini dari gangguan klan-klan sekitar yang mulai berdatangan karena melihat cahaya suci tadi.]

​Ye Xuan menancapkan pedang raksasanya ke tanah, menciptakan getaran yang menggetarkan seluruh lembah. "Tiga hari? Jangankan klan sekitar, jika seluruh dunia ini datang pun, mereka tidak akan bisa melewati garis ini."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!