Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Drama murahan
“Kak Beverly, mereka menangis..” Ujar Gregor dengan raut wajah sedih saat kedua bayi di depannya mulai menangis dengan suara pelan, tangannya masih berusaha untuk mengayunkan kereta itu ke depan belakang, seakan itu bisa menghibur kedua bayi mungil itu.
Beverly lalu beranjak dari tempat duduknya, dan melihat ke dalam kereta bayi itu.
“Oh mereka lapar, kasih susu aja.” Ujar Beverly kemudian meraih sebotol susu yang memang sudah dia selipkan di samping tempat bayi.
“Kalau kamu mau ambil makanan atau minuman, biar aku saja yang mengurus mereka sama Giovanni.” Ujar Beverly menawari Gregor jika lelaki muda itu mau pergi, Beverly hanya merasa tidak enak, jika terlalu menggantungkan kedua bayinya dengan orang lain.
Gregor mengangguk, “Ya udah, aku pergi dulu ya, Kak Beverly. Sekalian mau lihat-lihat makanan di sini.” Ujar Gregor dengan senyuman manisnya, lalu dia membalikkan badan dan pergi dari sana.
Beverly menarik kereta bayi itu, dan langsung membawanya di depan Giovanni dan tempat duduknya. Giovanni meraih salah satu botol bayi dari tangan Beverly, dan lalu memasukkannya ke dalam mulut Oscar. Beverly yang juga sudah duduk di kursinya, melakukan hal yang sama pada Oshea.
Kedua bayi itu tampak sangat senang, dan begitu bersemangat meminum susu dari botol, seakan keduanya sudah menahan rasa lapar dan haus begitu lama.
“Astaga, mereka ini.. Baru beberapa jam yang lalu menyusu, dan lihatlah.. Mereka seperti orang yang baru saja keluar dari padang gurun.” Ujar Giovanni di akhiri tawa kecil, merasa geli dengan tingkah laku kedua bayi mungil itu.
“Kalau mau di gendong, boleh..” Ujar Beverly yang sudah menggendong Oshea dengan satu tangan, dan tangan lainnya memegang botol bayi.
Giovanni menoleh ke arah kekasihnya, dan tersenyum kecil, “Dia terlihat sangat senang, ah kalau begitu aku juga mau menggendong yang satu ini.” Giovanni menatap wajah Oshea yang terlihat senang melihat sekeliling sambil meminum susu, lalu tatapannya beralih ke arah Oscar.
Tangan besar itu kemudian bergerak secara perlahan, terpaksa dia menarik botol susu itu dari mulut Oscar. Awalnya bayi itu mau menangis, tapi kemudian tangan kekar Giovanni mengangkat tubuhnya, menggendongnya dengan satu tangan, lalu tangan lainnya mengambil kembali botol susu itu, dan memasukkannya lagi ke dalam mulut Oscar.
Kedua pasangan itu justru terlihat seperti sepasang suami istri yang sudah memiliki anak. Dan pemandangan itu sempat membuat Catalina menoleh dan tersenyum kecil, merasa gemas dengan tingkah kedua pasangan itu. Catalina sempat menyentuh tangan suaminya, lalu menunjukkan melalui matanya kepada suaminya.
Arnold ikut menoleh dan tersenyum geli, merasa aneh. Putranya yang jarang sekali bermain dengan anak-anak, kini justru terlihat seperti seorang ayah dengan satu anak.
“Sepertinya anak Beverly justru menumbuhkan sosok seorang ayah pada Giovanni.” Ujar Arnold dengan nada lirih dan berbisik pada dirinya sendiri.
“Tuan Arnold Abraham.”
Sebuah panggilan formal masuk ke dalam telinga Arnold, lelaki itu sempat menutup matanya sejenak, lalu kemudian menoleh ke arah depan. Dia sudah tahu, siapa yang memanggil namanya. Suara yang terdengar tegas tapi ada nada kemarahan tersembunyi di sana, Arnold tersenyum kecil seakan tidak mengetahui apapun yang terjadi di antara mereka.
Di depannya, berdiri Robert Alonzo, ayah dari Deana Alonzo, kekasih atau bisa di katakan mantan karena Giovanni sempat mengatakan putus pada Deana, meskipun gadis itu menolak untuk berpisah.
“Tuan Robert Alonzo, apa kabar ??” Tanya Arnold dengan tanpa perasaan bersalah, setelah kemarin-kemarin Robert menghubunginya agar Giovanni segera melanjutkan hubungan dengan putrinya, kini Giovanni malah sengaja menunjukkan calon tunangannya di hadapan semua orang.
“Tidak terlalu baik, setelah aku mendengar jika putramu sudah memiliki calon tunangan. Bukankah dia masih kekasih dari putriku ??” Tanya Robert tanpa basa-basi, tapi tersirat nada penuh kemarahan. Arnold menanggapinya dengan
santai, bahkan Catalina sendiri sebenarnya tidak pernah menyukai Deana sejak pertama bertemu dengan gadis itu.
“Ah, begitu.. Yang aku dengar dari Giovanni justru sebaliknya. Dia berkata sudah berpisah dengan Deana, jadi aku merestui hubungannya dengan Beverly.” Ujar Arnold santai bahkan dirinya sengaja membawa nama Beverly di dalam ucapannya, membuat Robert mengepalkan tangannya merasa tidak suka.
Lalu Robert mengalihkan pandangannya ke arah Catalina, Nyonya Besar Keluarga Abraham itu terlihat sangat cantik, anggun dan begitu manis dengan gaunnya, Catalina yang juga sempat melirik ke arah Robert sempat tersenyum kecil dan mengangguk pelan, seakan memberikan hormat dan bersifat formal pada lelaki di depannya. Arnold terlihat tidak suka, dia sedikit mengencangkan pegangannya pada istrinya, membuat Catalina menahan tawanya di dalam hati, mengetahui kecemburuan suaminya
Disisi lain, Giovanni dan Beverly justru asyik menggendong dan memberikan susu pada dua bayi mungil itu.
“Mereka sangat lucu, aku membayangkan jika besok kita memiliki anak juga.” Ujar Giovanni dengan nada jahilnya.
“Tidak sekarang, mereka masih terlalu kecil. Mungkin sebaiknya aku mengurangi jatahmu setiap malam, agar aku tidak hamil.” Ujar Beverly dengan nada santainya, membuat Giovanni langsung memberikan tatapan berbeda seakan tidak menyukai ucapan Beverly.
“Sayang~ Jangan kurangi jatah untukku~ Aku bisa gila, tanpa menyentuh tubuh indahmu.” Ujar Giovanni dengan nada manjanya.
“Dasar lelaki mesum gila.” Lirih Beverly dengan tatapan kesalnya.
“Hey, Yo !! Giovanni !! Apa kabar kawan ??”
Ucapan seseorang membuat Giovanni mengubah ekspresinya, seakan tidak menyukai sosok yang baru saja datang, dia menoleh dan melihat dua lelaki mendatanginya, dan menatap ke arahnya dengan senyuman yang terlihat manis, tapi Giovanni bisa melihat topeng sok akrab kedua lelaki itu padanya.
“Hmm.. Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja.” Ujar Giovanni dengan nada santainya. Tapi terlihat menjaga jarak dengan kedua orang itu, sementara Beverly terdiam sejenak. Dia bisa melihat perubahan wajah Giovanni, mungkinkah kedua orang itu adalah teman yang telah memberikan obat padanya ?? Kenapa lelaki itu terlihat sangat tidak suka pada mereka ??
“Aku tidak menyangka.. Kau meninggalkan Deana dan pergi dengan perempuan lain.” Ujar seorang lelaki lainnya dengan nada berbeda.
Giovanni tersenyum kecil, “Hubunganku dengan siapapun, itu bukan urusan orang lain, jadi tolong hargai privasiku.” Ujar Giovanni dengan senyuman tipis tapi matanya berkilat penuh kebencian.
Kedua lelaki itu, Harper dan Julian, adalah teman yang berusaha menghancurkan Giovanni dari belakang. Bertingkah manis di depan, tapi pikiran mereka merencanakan banyak kejahatan dan kelicikan untuk menjatuhkan putra pertama keluarga Abraham itu.
“Giovanni !! Sayang !!”
Sebuah suara cukup tinggi menggelegar di sana, membuat beberapa tamu menoleh, bayi di tangan Beverly sedikit terusik dengan suara itu tapi mereka tidak menangis hanya merasa tidak nyaman.
Giovanni memutar matanya malas, enggan melihat ke arah sosok gadis yang mengenakan gaun ketat, menangis dengan air mata, dan tangannya memegang tissue. Gadis itu berjalan mendekati Giovanni dan Beverly, lalu saat berdiri dia melanjutkan perkataannya.
“Giovanni, kamu tega !! Aku kekasihmu, tapi kau akan bertunangan dengan wanita lain !! Apa salahku ?! Apa yang kurang dariku selama ini ?!” Ujar gadis itu menangis tersedu-sedu.
Giovanni menghela nafasnya dengan berat, merasa malas untuk menjawab ucapan terlalu dramatis dari perempuan bernama Deana itu.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣