NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Drama Jurang Dan Pahlawan Kesiangan

​Hutan Larangan Kerajaan Orizon hari itu dipenuhi oleh warna-warni panji kebesaran. Pesta Perburuan Agung adalah acara tahunan di mana para bangsawan pamer kemahiran memanah, sementara para wanita pamer gaun dan perhiasan di tenda-tenda mewah.

​Alesia berdiri di depan tenda utama, mengenakan pakaian berburu yang ia modifikasi sendiri. Jubah merah pemberian Magnus kemarin ia ikat di pinggang, sementara celana kulit ketat memudahkan gerakannya. Golok Seliwanya tersampir gagah di punggung.

​"Alesia, kau benar-benar ingin ikut masuk ke hutan?" Magnus mendekat, menaiki kuda hitamnya yang besar. Ia terlihat sangat tampan dengan baju zirah ringan berwarna perak.

​"Ya iyalah, Bang! Masa gue cuma duduk di tenda makan kuaci sama emak lu yang mukanya ditekuk mulu itu? Mending gue nyari rusa, siapa tahu bisa kita sate nanti malam," sahut Alesia sambil menepuk-nepuk kepala kuda Magnus.

​Ibu Suri Beatrice yang berdiri tak jauh dari sana mendengus. "Hutan ini penuh dengan bahaya, Alessia. Jangan sampai kau merepotkan putraku lagi dengan kecerobohanmu."

​Di samping Ibu Suri, Selir Rose tampak tersenyum manis—senyum yang bagi Alesia lebih mirip seringai uler kadut yang habis nemu mangsa. "Ibu Suri benar, Kakanda Permaisuri. Bagaimana kalau kita berjalan-jalan saja di pinggir tebing bunga? Di sana pemandangannya indah dan tidak terlalu berbahaya."

​Alesia menyipitkan mata. Nih uler tumben bener ngajak jalan-jalan. Pasti ada udang di balik rempeyek nih, batinnya.

​"Boleh deh, Mba Mawar. Ayo, kita healing tipis-tipis," jawab Alesia santai.

​Magnus menatap Alesia dengan cemas. "Jangan jauh-jauh dari pengawal."

​"Aman, Bang! Jagain aja tuh rusa-rusa, jangan sampai mereka baper liat ketampanan lu!" canda Alesia sebelum melangkah mengikuti Rose dan Ibu Suri menuju arah tebing.

​Jalan setapak menuju tebing itu cukup curam. Hanya ada Rose, Ibu Suri, Alesia, dan dua pelayan setia Rose. Begitu sampai di tepi jurang yang di bawahnya terdapat aliran sungai deras, Rose mendadak berhenti.

​"Indah sekali ya, Yang Mulia?" ucap Rose sambil menoleh ke arah Ibu Suri. Mereka saling melempar kode mata.

​"Iya, tapi sayang... tempat ini saksi bisu betapa licinnya rumput di sini," gumam Ibu Suri.

​Tiba-tiba, Rose mulai melangkah mendekati tepi jurang yang tanahnya agak gembur. Ia sengaja menginjak bagian yang rapuh. "Aduh! Yang mulia Permaisuri! Tolong! Kaki saya terselip!"

​Rose mulai berakting. Ia melambaikan tangannya dengan heboh, badannya sengaja diayunkan ke arah jurang. Ibu Suri langsung berteriak kencang, "PERMAISURI! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ROSE?! JANGAN DORONG DIA!"

​Alesia melongo. "Hah? Dorong? Gue berdiri dua meter dari dia, Bu! Gue kaga punya jurus kamu-kamu-ha yang bisa dorong orang dari jauh!"

​"TOLONG! JANGAN DORONG SAYA!" jerit Rose semakin kencang, ia sengaja menjatuhkan tubuhnya ke arah jurang. Ia sudah merencanakan ini: di bawah sana ada dahan pohon besar yang sudah disiapkan pengawalnya untuk menangkapnya. Ia hanya ingin Alesia tertuduh sebagai pembunuh.

​Tapi, Rose lupa satu hal: Alesia adalah anak jawara yang punya refleks secepat kilat.

​Melihat Rose benar-benar mau terjun, insting pahlawan Alesia bangkit. "Buset! Beneran mau bunuh diri nih bocah!"

​Dalam satu gerakan eksplosif, Alesia meluncur. Ia tidak mendorong, tapi justru melompat menyambar pinggang Rose di udara sebelum wanita itu jatuh lebih dalam.

​HUP!

​Alesia menangkap Rose, tapi karena tanahnya benar-benar ambrol, mereka berdua justru meluncur ke bawah.

​"KYAAAAAAA!" Rose berteriak beneran kali ini karena ia meleset dari dahan pohon yang seharusnya menangkapnya.

​"Diem lu, Mawar! Berisik!" bentak Alesia.

​Alesia menggunakan tangannya yang bebas untuk menghujamkan Golok Seliwanya ke dinding tebing batu. SREEEETTTTT! Suara logam beradu dengan batu menciptakan percikan api. Golok itu berfungsi sebagai rem darurat, menahan beban tubuh mereka berdua di tengah tebing yang curam.

​Kini posisinya: Alesia bergantung pada satu tangan yang memegang golok yang tertancap di batu, sementara tangan satunya lagi memeluk pinggang Rose yang gemetaran hebat.

​"A-Alessia...?" Rose mendongak, wajahnya pucat pasi, air matanya bercucuran beneran.

​"Apa lu?! Enak kan gantungan begini? Kayak jemuran kurang jepitan!" omel Alesia. "Lu kalau mau mati jangan ngajak-ngajak gue dong! Gue belum kelar urusan sama abang lu!"

​Ibu Suri di atas tebing panik luar biasa. "PENGAWAL! TOLONG! MEREKA JATUH!"

​Magnus yang mendengar teriakan itu langsung memacu kudanya secepat badai. Begitu sampai di tepi tebing, jantungnya seolah berhenti berdetak melihat Alesia bergantung nyawa di sana.

​"ALESSIA! BERTAHANLAH!" Magnus turun dari kuda, mengambil tali tambang dari pengawalnya.

​"Sante, Bang! Gue lagi olahraga tangan nih!" teriak Alesia dari bawah, meskipun keringat dingin sudah membanjiri dahinya. Beban tubuh Rose ternyata cukup berat—mungkin karena kebanyakan makan perhiasan, pikir Alesia.

​Para pengawal mulai menurunkan tali. Alesia berhasil menangkap tali itu dengan kakinya, lalu melilitkannya. "Nih, Mawar! Pegangan sama tali ini! Cepetan!"

​Rose yang sudah lemas karena ketakutan hanya bisa menurut. Setelah Rose ditarik ke atas, barulah Alesia menyusul dengan memanjat tali itu dengan lincah seperti monyet hutan.

​Begitu sampai di atas, Rose langsung pingsan beneran. Ibu Suri langsung memeluk Rose.

​Magnus menerjang Alesia, memeluknya begitu erat sampai Alesia susah bernapas. "Kau gila! Kau bisa mati, Alessia!"

​"Eits, tenang Bang. Anak Depok kaga mati secepat itu," Alesia menepuk-nepuk punggung Magnus.

​Ibu Suri kembali beraksi, meskipun suaranya agak gemetar. "Magnus! Lihat! Permaisuri pasti yang menyebabkan Rose terpeleset! Dia ingin mencelakai Rose!"

​Alesia melepaskan diri dari pelukan Magnus, lalu berjalan ke arah Ibu Suri dengan wajah datar. Ia mengambil goloknya yang masih ada serpihan batu tebing.

​"Bu... Ibu Suri yang terhormat. Coba liat tangan gue," Alesia menunjukkan telapak tangannya yang lecet-lecet dan berdarah karena menahan beban tadi. "Kalau gue emang mau dorong dia, ngapain gue ikut loncat buat nyelamatin dia? Ngapain gue cape-cape nahan beban dia sampe tangan gue begini? Mending gue liatin aja dia jadi pepes ikan di bawah sana!"

​Ibu Suri terdiam. Para pengawal dan bangsawan lain yang melihat kejadian itu mulai berbisik.

​"Benar juga... Permaisuri mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan Selir Rose."

"Lihat tangannya, itu luka yang nyata."

​Alesia menatap Rose yang baru saja siuman. "Mba Mawar... lain kali kalau mau bikin drama, latihan akting dulu ya. Cari tempat yang kaga ada batu tajamnya. Capek gue jadi pahlawan kesiangan mulu buat orang yang mau nikam gue dari belakang."

​Magnus menatap ibunya dengan tatapan yang sangat dingin. "Ibu, aku melihat semuanya dari kejauhan saat aku tiba. Alessia melompat untuk menyelamatkan Rose, bukan mendorongnya. Berhenti memutarbalikkan fakta."

​Magnus kembali menoleh pada Alesia, tatapannya melembut drastis. Ia mengangkat tubuh Alesia dalam gendongan bridal style.

​"Eh, Bang! Ngapain nih? Malu dilihat orang!" protes Alesia dengan wajah merah merona.

​"Kau terluka. Aku tidak akan membiarkanmu berjalan satu langkah pun," jawab Magnus tegas. "Kita kembali ke paviliun. Perburuan ini selesai untuk hari ini."

​Alesia akhirnya menyerah, ia melingkarkan tangannya di leher Magnus. "Ya udah deh, mumpung dapet tumpangan gratis. Tapi nanti malem lu yang ngobatin tangan gue ya, Bang?"

​Magnus tersenyum tipis—senyum yang penuh janji. "Dengan senang hati, Permaisuriku."

​Di belakang mereka, Rose dan Ibu Suri hanya bisa menatap dengan penuh kebencian. Rencana mereka bukan hanya gagal total, tapi justru membuat posisi Alesia semakin kuat di mata rakyat dan semakin dicintai oleh Magnus.

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!