NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Gunung Jati

Setelah ketegangan di aula mereda, perbincangan berlanjut ke topik yang lebih serius. Strategi. Liu Bei membentangkan peta tua Gunung Jati di atas meja. Peta itu menunjukkan titik titik penting, termasuk lokasi retakan dimensi yang terletak di lembah tersembunyi di sisi timur gunung.

Belum lama mereka membahas, dua orang masuk ke aula. Keduanya mengenakan jubah putih dengan sulaman awan perak yang sama seperti Sima Yanzhen.

Murid Sekte Yanguo.

Kultivasi mereka Foundation Establishment tahap Puncak. Mereka masuk dengan langkah lebar dan dagu terangkat, penuh kesombongan yang tidak disembunyikan.

Liu Bei segera mempersilakan mereka duduk. Kedua murid itu duduk tanpa banyak bicara, hanya mengangguk singkat sebagai salam.

Obrolan terus berlanjut. Liu Bei menjelaskan situasi di Gunung Jati.

"Informan kami melaporkan bahwa di sekitar retakan dimensi, banyak iblis berkumpul untuk berjaga. Jumlahnya lebih banyak dari yang kami perkirakan sebelumnya. Sebagian besar setara Foundation Establishment, dan yang mengkhawatirkan, banyak dari mereka yang memiliki kecerdasan."

Sima Yanzhen mendengarkan dengan tenang, lalu memberikan sarannya.

"Kalau begitu, kita perlu membawa banyak orang. Semakin banyak yang pergi, semakin mudah bagiku untuk fokus menyegel retakan dimensi. Aku tidak bisa terganggu oleh iblis iblis kecil saat melakukan ritual penyegelan."

Liu Bei mengangguk. "Masuk akal. Kami akan mengerahkan praktisi terbaik dari kedua kota."

Sima Yanzhen menambahkan. "Aku juga menyarankan, agar menantu Klan Liu ikut serta."

Liu Bei mengernyitkan dahinya.

"Apa tujuannya, Tuan Sima? Banyak ahli Foundation Establishment yang lebih berpengalaman. Lin Han baru saja naik ke Foundation Establishment Menengah, dan pengalamannya masih terbatas."

Sima Yanzhen tersenyum tipis. "Justru itu, ini akan menjadi pengalaman bagus untuknya. Kultivator muda perlu ditempa dalam pertarungan nyata, agar bisa tumbuh kuat. Lagipula..."

Dia melirik sekilas ke arah Liu Mei. "Wanita seperti Nona Liu Mei perlu dijaga oleh pria yang kuat. Suaminya harus membuktikan bahwa ia layak."

Liu Bei tertawa mendengar penjelasan itu. "Ada benarnya juga. Baiklah, Lin Han akan ikut."

Lin Han yang duduk di seberang hanya diam. Matanya menatap Sima Yanzhen tanpa ekspresi. Ia tahu persis apa yang sedang terjadi. Pria ini ingin mempermalukannya di medan pertarungan. Atau lebih buruk lagi, ingin sesuatu terjadi padanya di tengah kekacauan pertarungan. Tapi ia tidak bisa menolak. Diam lebih baik untuk saat ini.

Obrolan berlangsung lebih serius dan mendalam. Formasi pertahanan, titik kumpul, sinyal darurat, rute evakuasi. Semua dibahas dengan detail. Hingga akhirnya siang hari, rapat itu selesai.

Semua orang berdiri.

Sima Yanzhen menangkupkan kedua tangannya.

"Kalau begitu, kami permisi terlebih dulu. Besok kita akan menuju Gunung Jati, untuk melakukan penyegelan retakan dimensi."

Liu Bei dan yang lainnya mengangguk.

Kemudian Liu Bei dan Lin Feng mengantarkan Sima Yanzhen dan kedua murid Yangou lainnya dengan hormat hingga ke depan gerbang Klan Liu. Sima Yanzhen membalas hormat itu dengan sopan, lalu pergi bersama kedua temannya.

Lin Han dan Liu Mei kembali ke kamar mereka. Begitu pintu tertutup, Lin Han langsung duduk bersila di lantai dan mulai bermeditasi. Ia mengambil batu roh dari cincin penyimpanannya dan menyerap Qi darinya. Fondasinya harus kokoh, karena ia tidak boleh menjadi beban besok.

Liu Mei memandangi suaminya dari tepi ranjang, ia ingin mengatakan sesuatu. Ingin mengatakan bahwa ia tidak suka dengan rencana pria itu membawa Lin Han. Tapi ia mengurungkan niatnya. Lin Han sudah cukup terbebani, ia tidak perlu menambah kekhawatirannya.

Liu Mei pun duduk bersila dan mulai bermeditasi, memejamkan matanya.

Waktu berlalu.

Saat malam hari baru tiba, getaran Qi yang familiar terjadi di dalam kamar. Liu Mei membuka matanya.

Terobosan!

Foundation Establishment tahap Puncak. Ia akhirnya mencapai puncak dari tahap ini.

Lin Han membuka matanya dan menatap istrinya. "Selamat atas terobosanmu."

Liu Mei menjawab singkat. "Terima kasih."

Lin Han lalu menutup matanya lagi, melanjutkan meditasinya. Qi dari batu roh terus ia serap, memadatkan fondasinya lapis demi lapis.

Keesokan harinya, Lin Han membuka matanya. Kultivasinya sekarang sangat kokoh, hanya butuh selangkah lagi untuk menerobos ke tahap Akhir. Ia berdiri dan melihat Liu Mei sudah duduk di meja, menunggunya dengan makanan yang masih hangat.

Lin Han pergi ke kamar mandi, mencuci mukanya dengan air dingin, lalu kembali dan duduk di depan meja.

Liu Mei mendorong semangkuk nasi dan sup ke arahnya.

"Makanlah yang banyak. Ayah sudah menunggumu, bersama yang lainnya."

Lin Han mengangguk dan mulai sarapan. Liu Mei juga ikut sarapan. Mereka makan dalam keheningan seperti biasa.

Lin Han bertanya sambil menyendok sup.

"Siapa saja yang sudah menunggu?"

Liu Mei menatapnya. "Ayah. Ayah Mertua, ibu mertua, tetua Klan Liu dan Lin, sebagian praktisi dari kedua kota, kemudian Tuan Muda Sima Yanzhen."

Lin Han bertanya lagi. "Dua temannya apakah ikut?"

Liu Mei menggelengkan kepalanya. "Dua murid Yanguo lainnya kembali ke Kota Donglin, untuk memberikan kabar pada sekte. Misi kali ini mungkin lebih berbahaya daripada yang diperkirakan. Karena itu mereka berencana untuk membawa murid lainnya sebagai kekuatan tambahan."

Lin Han menyipitkan matanya, ada sesuatu yang tidak beres. Dua murid itu pergi justru saat pertarungan besar akan terjadi. Tapi ia tidak bisa menunjukkan kecurigaannya.

Liu Mei melanjutkan. "Kemungkinan besar Ibu Mertua tetap di sini, berjaga jika ada serangan iblis yang mengambil jalur lain."

Lin Han merasa lega mendengar itu. Setidaknya ibunya tidak akan berada di garis depan.

"Baguslah."

Liu Mei mengangguk. Mereka melanjutkan sarapan hingga selesai. Setelah itu mereka keluar bersama menuju halaman utama.

Di halaman, sebuah kapal spiritual berukuran sedang melayang rendah di atas tanah. Kapal itu terbuat dari kayu gelap dengan ukiran formasi pertahanan di lambungnya. Para praktisi dari kedua kota sudah berkumpul di atasnya. Liu Bei dan Lin Feng berdiri di haluan, berbicara dengan Sima Yanzhen.

Lin Feng melihat putranya dan melambai.

"Cepatlah, Nak. Yang lainnya sudah menunggu."

Lin Han mengangguk. Ia menoleh ke Liu Mei.

"Aku pergi."

Liu Mei menatapnya. "Hati hati."

Lin Han mengangguk lalu berjalan menghampiri ayahnya.

Ji Lianyue yang berdiri di dekat situ menyentuh lengannya.

"Kau tidak perlu khawatir tentang istrimu. Ibu akan menjaganya. Jadi berhati hatilah di sana."

Lin Han mengangguk. "Baik, Ibu. Kalau begitu Lin Han pamit."

Ji Lianyue mengangguk.

Lin Han kemudian menangkupkan kedua tangannya ke arah Hong Jie yang berdiri di samping Ji Lianyue.

"Ibu Mertua, menantu pamit."

Hong Jie mengangguk, matanya sedikit berkaca kaca.

"Semoga langit bumi melindungimu."

Lin Han tersenyum tipis, lalu melompat ke atas kapal spiritual. Ia mendarat di samping Lin Feng dan Liu Bei.

Sima Yanzhen melihat Lin Han naik dan tersenyum tipis.

"Kita berangkat sekarang. Bersiaplah."

Kapal spiritual itu mulai bergerak naik. Perlahan meninggalkan tanah, meninggalkan halaman Klan Liu. Lin Han menatap ke bawah sekali lagi. Ia melihat Liu Mei berdiri di sana, menatapnya. Wajahnya yang biasanya dingin dan hampa, kali ini menunjukkan sedikit kekhawatiran di sudut matanya.

"Aku akan baik baik saja." Bisiknya pelan.

1
septian arista
Lalu bagaimana dengan teman-teman lin han
YAKARO: Aman aja kok🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bikin kaisar pangeran beserta putri Kekaisaran daxia itu tewas thor termasuk juga Kekaisaran daxia hancur thor oleh Kekaisaran musuh bikin linhan menyelamatkan permaisuri Kekaisaran daxia itu thor
Fajar Fathur rizky
Thor bikin sifat linhan dingin dan kejam bikin ada adegan petarungan mcnya dengan utusan langit thor bikin pertarungan itu di Saksikan banyak melalui rekaman langit orang termasuk permaisuri Kekaisaran daxia ibunya dhufeng termasuk juga kaisar Kekaisaran daxia termasuk pangeran dan putri Kekaisaran daxia bikin bikin mereka kaget melihat dhufeng melawan utusan langit demi manusia fana bikin utusan yang tidak tau jika itu bukan dhufeng tapi linhan bikin utusan langit itu memuji dhufeng jenius karena sudah berada di ranah nasecnt soul tahap puncak bikin semua orang kaget termasuk klan wei kaget termasuk weilong dan ayahnya begitu juga kaisar Kekaisaran daxia pangeran Kekaisaran daxia dan putri Kekaisaran daxia begitu juga permaisuri Kekaisaran ibunya dhufeng kaget bikin lepaskan jiwa istriku istriku bikin linhan teriak bikin utusan langit menasehati nak kau adalah jenius istrimu adalah manusia fana yang sudah mati bikin semua orang kaget manusia fana ataupun bukan dia tetap istriku bikin linhan kalah tapi tidak terluka parah bikin sifat linhan dingin tertawa kejam hahaha mereka yang menyaksikan itu kaget termasuk permaisuri Kekaisaran daxia ibunya dhufeng dan kaisar Kekaisaran daxia dan Pangeran dan putri Kekaisaran daxia bikin linhan sedih dan bersumpah akan menjadi kuat untuk menghidupkan kembali istrinya bikin
Fajar Fathur rizky: bikin ada adegan itu thor saya mohon thor🙏
total 2 replies
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
berarti ada ojek pedang ya🤣🤣dan terulang lagi🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
apakah ini cinta🤣😍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lah jadi nya bisa kultivasi semua🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
owh ternyata hanya ujian 😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hihihi..iblis menawarkan kekuatan atau kekayaan 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lah Lin Dan kenapa pingsan apa dia menyesal tidak menikahi janda pembawa sial🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita diawal bagus ada humor nya😄😄👍
Fajar Fathur rizky
thor bikin linhan jatuh cinta kepada you chu
Shi Yin 👰
waktu Lin Han meninggalkan kotanya belum ada pedang bergagang naga emasnya Thor, jadi Du Fheng barulah dapat pedang itu di reruntuhan kuno
YAKARO: Waduh, makasih udah ingetin kak. Itu gara gara nulis terlalu malam, jadi otak tuh agak eror🤣🤣
total 1 replies
Jagat
The best lah memang👍👍👍
YAKARO: Terimakasih🙏🙏
total 1 replies
Shi Yin 👰
jadi mewek 😭😭😭
YAKARO: /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
septian arista
Kayaknya ada benih-benih cinta yang tumbuh
Shi Yin 👰
😭😭😭😭😭😭😭
Shi Yin 👰
kurang asem 😡😡
YAKARO: iya/Panic//Panic/
total 1 replies
Shi Yin 👰
kasian banget Lin Han 😭
YAKARO: iya kak/Cry/
total 1 replies
septian arista
bukannya energi liar yang disebutkan itu ada di dalam tubuh yang sebelumnya
Shi Yin 👰
mulai seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!