NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Tajmahal

Cinta Di Langit Tajmahal

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨

AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.

Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.

Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: CINTA ABADI DI BAWAH LANGIT AGRA

Setelah selesai membersihkan diri dan membereskan rumah, Aaryan tiba-tiba mengajak Maheera keluar.

"Ayo, Sayang. Kita jalan-jalan sebentar," ajak Aaryan sambil mengenakan jaket tipisnya.

Maheera terlihat bingung sekaligus senang. "Ke mana, Mas? Kita kan sekarang lagi hemat..."

"Tenang saja, tidak perlu mengeluarkan uang banyak kok," senyum Aaryan lembut. "Aku mau ajak kamu ke tempat yang sangat istimewa. Tempat di mana cinta sejati diabadikan selamanya."

Mata Maheera berbinar. Ia langsung paham kemana tujuan mereka.

"Taj Mahal?!" serunya antusias.

"Betul!" Aaryan mengangguk. "Ayo, kita berangkat."

Mereka pun berjalan kaki menuju halte bus terdekat, lalu naik transportasi umum. Meski tidak naik mobil mewah seperti dulu, perjalanan terasa begitu menyenangkan karena mereka berpegangan tangan sepanjang jalan.

Setibanya di area kompleks Taj Mahal, pemandangan luar biasa indah langsung menyambut mereka. Bangunan megah berwarna putih susu itu berdiri gagah dan anggun di bawah langit biru yang cerah.

Mereka berjalan melewati taman-taman yang tertata rapi, melewati air mancur yang memancarkan air, hingga akhirnya berdiri tepat di depan gerbang utama makam itu.

Maheera terpukau menatap keindahan di hadapannya. Ia belum pernah masuk sejauh ini sebelumnya.

"Indah sekali, Mas... seolah-olah ini bukan bangunan dari dunia ini," gumam Maheera takjub.

Aaryan tersenyum, lalu merangkul bahu kekasihnya itu dengan lembut. Ia menatap bangunan itu dengan pandangan penuh makna.

"Memang benar, Maheera. Ini adalah salah satu keajaiban dunia. Tapi tahukah kamu... di balik keindahan fisiknya, tersimpan kisah cinta yang begitu besar dan menyedihkan?"

Maheera mengangguk pelan. "Saya pernah dengar sedikit, Mas. Ini makam untuk seorang Ratu kan?"

"Betul," jawab Aaryan mulai bercerita dengan suara lembut namun berwibawa. "Pembangunan ini diprakarsai oleh Sultan Shah Jahan, seorang Kaisar Mughal yang sangat berkuasa dan kaya raya. Dia membangun ini semua sebagai tanda cinta terbesarnya untuk istri tercintanya yang bernama Mumtaz Mahal."

Mereka berjalan perlahan memasuki area dalam.

"Lalu apa yang terjadi pada Mumtaz Mahal, Mas?" tanya Maheera penasaran.

Aaryan menghela napas panjang. "Mumtaz Mahal adalah wanita yang sangat cantik, bijaksana, dan setia. Dia adalah pendamping hidup terbaik sang Sultan. Namun, takdir berkata lain. Saat melahirkan anak mereka yang ke-14, Mumtaz Mahal meninggal dunia."

Deg!

Jantung Maheera terasa tersentak mendengarnya.

"Sang Sultan hancur, Maheera. Hatinya hancur berkeping-keping. Dia begitu terpukul hingga rambutnya memutih dalam waktu singkat karena terlalu meratapi kehilangan itu. Dia merasa dunianya sudah berakhir saat istrinya tiada."

"Lalu... kenapa dibangun bangunan sebesar ini?" tanya Maheera lagi, matanya mulai berkaca-kaca membayangkan kesedihan itu.

"Karena dia ingin bukti yang nyata," jawab Aaryan dalam. "Dia ingin menunjukkan ke seluruh dunia, bahwa cintanya pada Mumtaz Mahal tidak akan pernah mati meski raga mereka terpisah. Dia memerintahkan arsitek terbaik, pekerja terbaik, dan material terbaik dari seluruh dunia untuk membangun ini."

"Dibangun selama lebih dari 20 tahun. Ribuan orang bekerja keras hanya demi satu tujuan: Mengenang Cinta."

Aaryan lalu menoleh, menatap wajah Maheera yang sudah basah oleh air mata.

"Lihat ini, Maheera..." Aaryan menunjuk ke seluruh penjuru bangunan megah itu. "Batu marmer putih ini, ukiran-ukiran indahnya, dan simetrinya yang sempurna... semua ini adalah pesan bisu dari Shah Jahan. Bahwa cintanya pada Mumtaz Mahal akan abadi selamanya, sama seperti bangunan ini yang akan berdiri tegak sampai kapan pun."

"Dan tahukah kamu? Akhir cerita sang Sultan sangat menyedihkan. Di masa tuanya, dia justru dikurung oleh anaknya sendiri di dalam benteng. Dia tidak bisa lagi datang ke sini. Tapi... dari jendela kecil selnya, dia masih bisa melihat puncak Taj Mahal ini dari jauh. Dan sampai napas terakhirnya, matanya selalu menatap ke arah sini, menatap makam istrinya."

Maheera menangis tersedu-sedu mendengar cerita itu. Ia terharu luar biasa.

"Kasihan sekali... tapi cintanya sungguh luar biasa besar, Mas. Seorang Raja yang berkuasa, rela melakukan segalanya demi cintanya pada satu wanita..."

Aaryan menghapus air mata di pipi Maheera dengan ibu jarinya.

"Ya... itulah cinta sejati, Maheera. Cinta yang tidak mengenal status, tidak mengenal harta, dan tidak takut pada kematian. Shah Jahan membuktikan bahwa cinta bisa mengubah batu keras menjadi karya seni yang indah."

Tiba-tiba Aaryan menggenggam kedua tangan Maheera erat-erat, menatap mata gadis itu dalam-dalam di bawah naungan bangunan bersejarah itu.

"Maheera... dengar aku," ucap Aaryan tegas dan tulus. "Aku mungkin tidak bisa membangunkan istana sebesar ini untukmu. Aku mungkin tidak sekuat dan sekaya Shah Jahan sekarang."

"Tapi... aku ingin kau tahu. Cintaku padamu sama besarnya dengan cinta dia pada Mumtaz Mahal. Bahkan mungkin lebih besar."

"Aku rela kehilangan harta, rela kehilangan status, rela kehilangan segalanya... asalkan aku bisa bersamamu. Bagiku, kau adalah Mumtaz Mahal-ku. Kau adalah segalanya bagiku. Dan cintaku padamu akan abadi... sampai mati pun tidak akan bisa memisahkan kita."

Suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara angin yang berhembus dan detak jantung mereka yang berpacu.

Maheera memeluk tubuh Aaryan dengan sangat erat, menangis bahagia di dada bidang pria itu.

"Aku mencintaimu, Aaryan... sangat mencintai..." isaknya lembut. "Terima kasih sudah memilihku. Terima kasih sudah mencintaiku sedalam ini."

Di bawah langit Agra yang cerah, di hadapan saksi bisu cinta terbesar di dunia, Aaryan dan Maheera mengukir janji mereka sendiri.

Bahwa mereka akan menjadi pasangan berikutnya yang membuktikan, cinta sejati itu ada. Dan cinta itu akan bertahan selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!