NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukan Shu Hua

“Kamu akan tahu semuanya nanti. Sekarang kamu istirahat saja di sini dulu. Nanti jika semua sudah selesai dan kamu sudah cukup merasa tenang, baru kita akan bicara lebih lanjut,” kata Hao Lin.

Setelah membuat Shu Hua memakan semua makanan yang ada, Hao Lin langsung pergi meninggalkan Shu Hua sendirian di dalam kamar itu dengan banyak penjaga yang berjaga di depan kamar tersebut untuk memastikan Shu Hua tidak akan melarikan diri dengan mudah.

Dan saat itu Shu Hua pun tahu jika dia tidak bisa sembarangan melarikan diri dari tempat itu karena penjagaan di sana benar-benar sangat ketat dan para penjaganya juga sangat terlatih; buktinya kemarin malam saja Shu Hua bisa mereka kalahkan dengan mudah.

“Aku tidak boleh bertindak sembarangan di sini. Aku harus berpikir baik-baik lebih dulu sebelum mengambil keputusan.” Shu Hua berusaha untuk bangkit. Kemudian Shu Hua berusaha untuk melihat-lihat segala sisi ruangan itu, memeriksa berapa banyak penjaga yang berjaga di dekat situ. Dan setelah dihitung-hitung, ada lebih banyak penjaga dibandingkan kemarin malam, dan itu artinya kemungkinan untuk bisa menang sangatlah kecil.

Shu Hua menghela napas panjang. Saat itu ia mungkin harus menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa melarikan diri dari tempat itu; setidaknya tidak untuk saat ini.

“Aku tidak boleh terburu-buru. Segala hal yang dilakukan secara terburu-buru tidak akan berakhir dengan baik. Aku harus tetap tenang. Aku yakin saat ini Kak Li Hua dan yang lain sedang berusaha mencariku. Tinggal menunggu waktu saja sampai mereka menemukanku!”

Shu Hua sangat yakin jika kakaknya akan bisa menemukan dirinya cepat atau lambat. Hanya tinggal menunggu waktunya saja.

Di saat Shu Hua yakin jika sang kakak akan mencari dan menemukan dirinya, kenyataannya justru berbeda. Li Hua tidak bisa menggunakan kemampuan yang dia miliki dengan bebas; kekuatan itu ada hanya untuk membantu yang membutuhkan saja. Dan tentu saja Shu Hua tidak termasuk.

Guru Bai Yun meyakinkan Li Hua bahwa di mana pun saat ini Shu Hua berada, dia pasti akan baik-baik saja. Dan pada saat itu Li Hua berusaha untuk percaya kepada Guru Bai Yun.

Namun di waktu yang sama, Yu Xuan tidak setuju dengan keputusan sang kakek hingga akhirnya Yu Xuan memutuskan mencari Shu Hua sendiri dengan mengikuti jejak terakhir yang masih tersisa.

Dalam pencarian Yu Xuan saat itu, ia tanpa sengaja menemukan sesuatu yang terlihat familiar. Yu Xuan yang merasa benda itu familiar pun langsung memungutnya untuk melihat lebih jelas.

“Bukankah ini tanda pengenal prajurit khusus Istana Kekaisaran?” Yu Xuan cukup mengenali tanda pengenal itu, dan Yu Xuan pun yakin jika dia tidak salah menebak kali ini.

“Tapi kenapa tanda pengenal ini ada di tempat ini? Apakah mungkin orang-orang yang kemarin malam itu adalah prajurit dari Istana Kekaisaran?” Yu Xuan perlahan-lahan mulai menemukan petunjuk pasti tentang di mana keberadaan Shu Hua.

“Apakah dia ditangkap oleh orang bayaran Ratu Wanqing?” Yu Xuan mulai menduga-duga segala hal yang mungkin terjadi.

Yu Xuan menyimpan tanda pengenal yang ia temukan secara tidak sengaja. Dan selanjutnya Yu Xuan pergi untuk memastikan sesuatu; dan untuk itu Yu Xuan harus mengganti pakaiannya lebih dulu.

Dan di waktu yang sama; masih di dalam kamar yang sama, Shu Hua benar-benar tidak tahan lagi. Ia merasa tidak tenang saat terkurung di tempat itu. Shu Hua ingin segera keluar dari sana.

Shu Hua sudah memakai pakaian ganti yang diberikan oleh pelayan kepada dirinya sebelumnya. Dan setelah memakai pakaian itu, dengan tenang Shu Hua keluar dari kamar itu.

Dan tepat saat Shu Hua baru saja mengeluarkan satu kakinya, penjaga yang ada di tempat itu pun langsung menghentikan Shu Hua.

“Maaf, tapi nona tidak diizinkan untuk pergi dari tempat ini.” Penjaga itu berbicara dengan sangat hormat kepada Shu Hua dan dari wajahnya saja Shu Hua sudah tahu jika para penjaga yang berjaga di depan kamarnya sama sekali tidak berbahaya bagi dirinya.

“Aku sangat bosan terkurung di dalam sana. Katakan hal itu kepada pangeran kalian. Katakan juga, aku tidak akan macam-macam. Aku hanya ingin mencari udara segar. Aku tidak terbiasa terkurung di satu tempat. Rasanya sangat sesak,” ungkap Shu Hua berharap penjaga itu mau membiarkan Shu Hua mencari angin segar.

“Baiklah kalau begitu. Kami akan bertanya dulu kepada pangeran. Nona harap tunggu di sini lebih dulu,” jawab salah satu penjaga.

Shu Hua senang. Ia menunggu dengan tenang jawaban dari Hao Lin. Namun bukannya mendapatkan jawaban, Shu Hua malah didatangi Hao Lin langsung.

“Kudengar kamu merasa bosan dan ingin berjalan-jalan... ayo, aku akan temani kamu jalan-jalan,” ucap Hao Lin.

“Seingatku aku cuma bilang ingin jalan-jalan sendiri karena bosan. Bukan meminta untuk diajak jalan-jalan olehmu!” seru Shu Hua.

“Aku tahu,” jawab Hao Lin.

“Lalu kenapa kamu datang kemari?”

“Karena aku dengar kamu bosan dan ingin jalan-jalan; jadi aku berinisiatif untuk mengajak kamu jalan-jalan.”

Shu Hua menatap tajam kepada Hao Lin. Ia benar-benar bingung; tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya merasuki Hao Lin sampai sikapnya berubah seperti itu.

Yu Xuan mengambil risiko yang besar dengan menculik salah satu prajurit Istana Kekaisaran dan kemudian mengambil pakaiannya, lalu masuk ke dalam istana dengan menyamar sebagai salah satu dari banyak prajurit di sana menggunakan tanda pengenal yang ia temukan sebelumnya.

Dengan hati yang sudah tidak lagi merasa takut, Yu Xuan menyusuri setiap area yang ada di istana yang ukurannya tidak kecil itu. Dan tempat pertama yang Yu Xuan periksa adalah istana ratu; namun di sana Yu Xuan tidak menemukan apa pun. Dan selanjutnya ia kembali mencari ke istana pangeran mahkota, yaitu Hao Lin.

Namun saat Yu Xuan mencari ke sana, ia tidak menemukan keberadaan Shu Hua. Dan kini satu-satunya tempat yang belum diperiksa oleh Yu Xuan hanyalah istana kaisar. Dan Yu Xuan tentu saja tahu jika tidak mudah untuk masuk ke sana; tetapi demi Shu Hua... Yu Xuan rela melakukan apa saja, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawanya dengan masuk ke dalam istana kaisar.

Yu Xuan berusaha untuk berbaur dengan semua orang yang ada di tempat itu sambil berusaha menemukan di mana keberadaan Shu Hua.

“Shu Hua... di mana kamu sebenarnya? Tolong... tolong muncullah di depan mataku. Kumohon...” Sambil kakinya terus melangkah dan matanya sibuk mencari kehadiran Shu Hua, hati Yu Xuan pun sibuk melapalkan doa, meminta agar bisa segera dipertemukan dengan Shu Hua.

Dan betapa kuat doa Yu Xuan hingga doanya langsung dikabulkan oleh langit!

Yu Xuan berhasil menemukan Shu Hua!

—Bersambung—

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!