NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngamen buat mu

Biasanya, di Badai Garage hanya akan terdengar riuh oleh denting kunci pas yang beradu dengan lantai semen atau raungan mesin yang sedang di-test drive. Tapi malam ini berbeda. Suara canda, tawa dan kadang rintihan minta ampun dari Dai karena dicubit atau didorong oleh Kilau membuat siapa saja iri melihat tingkah mereka.

"Pacaran yang sehat itu kayak gitu, ketawa ketiwi, berbagi cerita. Nggak mojok berdua, tau-tau nambah dosa karena jina!" kata Sajen yang masih sibuk nonton drama China kesukaannya sambil sesekali melirik ke arah Kilau dan Badai yang tak memperdulikan kehadiran tiga hulubalang yang ada di tengah-tengah mereka.

"Nggak lah. Kata siapa mereka pacarannya sehat? Kalau pacaran sehat kan di kasih susu. Si bos dari tadi dianggurin tuh." Abu ikutan berkomentar, meski yang keluar dari mulutnya bukan sesuatu yang disukai para malaikat.

"Mulut lo minta diamplas nyampe dower ya, Bu? Maksudnya pacaran sehat ya nggak nyusu juga, somplak!" Suga melempar kanebo yang sudah tak jelas bentuk rupanya ke arah muka Abu.

"Setan ya Lo, Su? Ini kanebo udah kotor bekas segala jenis kotoran, seenaknya lo lempar ke muka gue. Sopan kayak gitu? Terus definisi pacaran sehat itu apa kalo nggak dikasih susu? Cuma ngobrol sambil sesekali kecipratan jigong gitu? Dih, gue mah ogah! Minimal ngerujak bibir lah bos, senggol dong!" cara bicara Abu sudah mirip orang yang makan kecubung dua kilo.

"Lo pacar aja kagak punya gegayaan pamer pacaran mode ngerujak bibir, minta disenggol lagi. Kasih paham, Su! Jangan cuma disenggol, tabrak aja tabrak! Tuh pake motor gue. Biar nggak ngaco mulu ngomongnya!" tumben ini si Sajen waras walsehati jiwa raganya saat bicara.

"Kalian itu sebenarnya spesies manusia apa bebegig sawah sih sebenarnya? Heran gue, dari kalian satu aja kok nggak ada yang waras. Dulu nggak lulus TK ya lo semua makanya pada bar-bar kalo bicara. Gue dong! Alim, kalem, polos, nggak neko-neko, ya kan Ki?" ini si Dai juga ngapain ikutan rusuh?

"Najis." satu kata itu berhasil membuat seluruh bengkel menari jaipong saking girangnya.

Kilau memang tak banyak cakap tapi setiap yang terucap cukup menusuk kalbu Dai dan pejantan lain di sana.

Dai berdehem, agak malu tapi ya udahlah.. Harap maklum aja, cara ngomong Kilau dari jaman penjajahan emang kayak gitu. Yang sabar ya Dai ya! Wanita nggak cakep-cakep amat aja bisa makan hati, apalagi Kilau yang secakep itu.. Segala jeroan dibabat habis sama dia kali.

"Ki, kalo kaki gue udah sembuh... Lo mau nggak gue ajak jalan-jalan sama si Iteung?"

Dai bertanya sambil menyandarkan punggungnya pada tumpukan ban bekas yang sudah dimodifikasi jadi kursi santai. Matanya menatap Kilau dengan binar yang sulit diartikan, setengah menggoda, setengah berharap. Penonton di sana hanya menggunakan telinganya saja, mendengarkan dengan seksama pelajaran menjadi seorang pro player di dunia percintaan, menurut ilmu yang akan Dai terapkan.

Kilau yang tadinya sok sibuk dengan men scroll sosmednya, seketika langsung menoleh. Alisnya menukik tajam, menciptakan lipatan kecil di dahinya. "Iteung siapa? Gebetan lo? Nggak sudi gue jalan bertiga sama gebetan lo. Mitamit."

Suara Kilau naik satu oktav. Ekspresinya mendadak ketus, seolah siap menyemprot siapa pun yang berani mendekati wilayah kekuasaannya.

"Muka lo gitu amat, buset! Santai, Ki, santai," Dai cekikikan sampai gips di kakinya ikut bergetar. "Iteung itu motor gue lah! Masa lo cemburu sama motor gue?"

"Kalau gue jadi mbak Kilau, gue bakal jawab.. 'Ya cemburu lah, motor lo aja sering lo naikin, masa gue enggak. Harga diri dong! Masa gue kalah sama benda mati!" sahut Abu di sambil ngecek karburator.

"Bajingan satu itu kenapa sih, dari tadi otaknya ngeres mulu?!" Ucapan Dai membuat Sajen dan Suga tertawa. Tapi tidak dengan Kilau, Abu pun memilih cuek aja.

Kilau mendengus, meski semburat merah di pipinya tak bisa disembunyikan. "Bukannya motor lo rusak parah,"

"Gue udah minta orang buat nanganin Iteung, Ki. Emang harus montir yang biasa megang motor sport sih biar perbaikannya juga maksimal. Makanya nggak dikerjain di sini."

Kilau masih belum percaya. Dia seperti mencari kebohongan di mata lelaki itu, tapi yang dia temukan hanya ketulusan.

"Lo masih betah di sini kan, Ki?" Dai tentu tak mau Kilau jenuh ketika bersamanya.

"Tergantung." jawab Kilau santai.

"Tergantung, gimana maksudnya?"

"Ya tergantung lo bisa bikin gue betah di sini atau enggak."

Terdengar seperti sebuah tantangan ya? Dan yang kemudian terjadi adalah Badai meminta tolong pada Sajen mengambilkan gitarnya di ruang belakang bengkel.

Tak lama, sebuah gitar akustik dengan bodi mahogany yang mengilap sudah berpindah ke pangkuan Dai. Laki-laki itu memetik senar secara acak, menyetem nada sejenak sambil sesekali melirik Kilau yang memperhatikannya dengan tatapan sangsi.

"Lo mau ngamen?" ejek Kilau, meski dalam hati muncul kekaguman melihat jemari Dai yang biasanya menyentuh mesin dan terkena noda oli, kini terlihat begitu luwes di atas dawai gitar.

"Iya. Ngamen spesial buat pacar gue.." alah alah.. horeg hati adek bwaaang!

Dai mulai memetik gitar. Alunannya lembut, sangat kontras dengan suasana bengkel yang maskulin dan keras. Sebuah intro yang familiar namun terasa baru di telinga Kilau mengalun memenuhi ruangan. Lalu, Dai mulai bernyanyi.

"Moshimo, unmei no hito ga iru no nara..."

Suaranya rendah, terdengar serak-serak basah, dan mengalir dengan pelafalan bahasa Jepang yang fasih. Kilau tertegun. Dia memang tidak mengerti setiap kata yang keluar dari bibir Dai, tapi getaran suara itu terasa jujur.

"Kimi wa doko de boku wo matteru no? Kono sora no shita, doko ka de..."

Dai menyanyi sambil menatap tepat ke manik mata Kilau. Tidak ada lagi candaan, tidak ada lagi tawa mengejek. Yang ada hanyalah kesungguhan. Cahaya lampu neon bengkel yang agak remang memberikan efek dramatis pada wajah Dai, menonjolkan rahangnya yang tegas dan sorot matanya yang dalam.

Kepegawaian Dai dalam memetik gitar, perpindahan kunci yang mulus, fingering yang presisi.. membuat Kilau seolah tersihir. Bahkan Suga, Abu, dan Sajen ikut melongo dengan sesuatu yang sebelumnya tak pernah mereka lihat dari seorang Badai. Apalagi apa itu? Nyanyi bahasa Jepang? Kok bisa?? Sejak kapan mas Badai jadi pengikut 'Ara ara kimochi'.

Setelah nada terakhir memudar, Dai tak langsung melepaskan gitarnya. Dia membiarkan resonansi dawai itu menghilang perlahan di udara malam.

"Kamu nyanyi gitu.. Artinya apaan?" tanya Kilau pelan, suaranya hampir berbisik.

Dai tersenyum tipis, disandarkannya gitar itu ke samping gipsnya. "Intinya sih, kalau memang ada seseorang yang ditakdirkan buat gue di bawah langit yang sama... Gue nggak perlu nyari jauh-jauh lagi. Karena orangnya lagi duduk di depan gue, pake parfum vanila, dan tadi sempet cemburu sama si Iteung." Dai terkekeh pelan.

"Aaaaahhh... Hati Bambwaang meleleeh bos, kekepin Bambang sekarang bos, kekepin!" Abu menghancurkan suasana.

"Bentukan kayak gini bukan lagi kesurupan, setan aja angkat tangan." Suga memasang muka datar.

"Bener. Mending kita larung ke pantai Selatan aja. Sapa tau Nyi Roro Kidul butuh tukang sapu." sahut Sajen yang juga merasa jika kehadiran Abu beneran merusak suasana.

1
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
harusnya sblm kamu mau gombal gembel, iket dulu dah tuh penampakan².. klo dilepas liarkan jadinya ya gitu, merusak suasana😌
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
berjam² kamu berkutat dg laptop buat nyari siapa itu BAD, Ki.. pdhl sosoknya udah jelas terpampang di depan mata🙏 apa nanti kamu gak siyok pas tau kebenaran 😅
Bulan-⁶
kenapa teman dan anak buah gak ada yang waras sih dai???
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣 dilarung juga langsung dilepeh kayaknya 🤭
emoh danyange segoro kidul 🤣🤣🤣🤣
Bulan-⁶
jadi kacung gratisan ya ki😅
Badai pasti berkilau
Makin menarik ceritanya Thor 💪💪

Penasaran dengan Kilau, seandainya suatu saat nanti dia tau kalau BAD itu adalah Badai, gimana perasaannya makin cinta kah atau marahh 😎
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
Napa sih Ki sibuk nyari itublhobdidepan elo manusianya🤣🤣
Badai pasti berkilau
Seandainya Kilau tau, BAD itu ayank bebb nya, gimana perasaannya ya 😍
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!