NovelToon NovelToon
PEWARIS NAGA EMAS

PEWARIS NAGA EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: suryadharma

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Undangan Turnamen dan Bayangan Pengkhianatan

Pagi di apartemen Sudirman dimulai dengan aroma kopi dan suara pedang berhembus. Arkan berlatih di ruang gym yang sudah diubah total menjadi arena kultivasi. Pedang Naga Emas Muda berputar cepat di tangannya, menebas bayangan musuh yang dibuat dari Qi-nya sendiri. Setiap tebasan semakin tajam dan penuh kekuatan.

Sela duduk di pinggir ruangan, menyaksikan dengan mata berbinar. Tubuh kekar Arkan yang berkeringat membuatnya sulit berkonsentrasi. “Kamu semakin cepat. Aku hampir tidak bisa mengikuti gerakanmu.”

Arkan menghentikan gerakan dan mendekat. Ia mengangkat Sela dengan mudah, mencium bibirnya singkat. “Kamu juga semakin kuat. Tingkat 3 dalam waktu singkat bukan prestasi kecil.”

Pintu ruangan terbuka. Ayah Arkan masuk membawa amplop emas. “Ini datang tadi malam. Undangan dari Aliansi Kultivator Nusantara. Mereka mengadakan Turnamen Pemuda di Gunung Gede dalam dua minggu. Hadiahnya besar — Batu Spiritual Tinggi, Pil Foundation, dan kesempatan masuk ke Alam Rahasia.”

Arkan mengambil amplop itu. “Ini jebakan sekaligus kesempatan. Banyak sekte gelap pasti ikut. Naga Hitam juga.”

Ibu Arkan yang sedang memasak di dapur ikut bicara, “Kamu harus ikut, Nak. Tapi hati-hati. Dunia kultivasi penuh pengkhianatan.”

Arkan tersenyum tegas. “Saya akan ikut. Dan saya akan menang.”

Dua hari berikutnya dihabiskan untuk persiapan. Juanda Hartono menggunakan jaringan bisnisnya untuk mengumpulkan informasi. Ternyata Turnamen Pemuda ini diikuti oleh ratusan bakat muda dari seluruh Jawa dan Sumatra. Peringkat satu bisa mendapatkan julukan “Pemuda Terkuat Nusantara Generasi Baru”.

Arkan melatih Sela setiap malam. Mereka berdua semakin kompak. Sela yang lembut dan penurut di luar, semakin dominan dan tegas saat bertarung. Arkan juga mengajarinya teknik **Ciuman Naga** — jurus ciuman yang bisa mentransfer Qi cepat dalam situasi darurat.

Malam sebelum keberangkatan ke Gunung Gede, Arkan dan Sela menghabiskan waktu berdua di kamar. Cahaya lampu temaram menerangi tubuh mereka yang saling terjalin.

“Kamu gugup?” tanya Sela sambil menyusuri dada kekar Arkan dengan jari lentiknya.

“Tidak. Aku hanya ingin melindungimu dan keluarga,” jawab Arkan sambil membalikkan posisi, mendominasi gadisnya. “Kamu adalah kelemahan dan kekuatanku sekaligus.”

Mereka menyatu dengan penuh gairah. Naga Qi mengalir deras, memperkuat ikatan jiwa mereka. Sela mencapai Tingkat 4 di akhir malam itu.

Keesokan paginya, rombongan berangkat ke Gunung Gede dengan tiga mobil mewah. Arkan, Sela, kedua orang tua, dan Juanda beserta pengawal terbaik.

Sesampainya di kaki gunung, area turnamen sudah ramai. Ribuan kultivator muda berkumpul. Ada panggung besar, arena pertarungan, dan paviliun-paviliun sekte.

Murong Xue dari Sekte Langit Biru menyambut mereka. “Kau datang juga, Arkan. Banyak orang sudah membicarakanmu.”

Arkan hanya mengangguk. Auranya yang dominan membuat banyak peserta muda menatapnya dengan iri dan takut.

Turnamen dimulai keesokan harinya. Babak penyisihan berlangsung brutal. Arkan mendapat lawan pertama — seorang pemuda dari Klan Batu Emas yang pernah ia kalahkan di Pasar Salak.

Pertarungan hanya berlangsung 8 detik. Arkan menggunakan Naga Step dan satu tebasan pedang, membuat lawannya terbang keluar arena tanpa kesempatan melawan.

Penonton bertepuk tangan riuh. Nama “Arkan Wijaya – Pewaris Naga Emas” langsung naik ke papan atas.

Sela juga bertarung di kategori wanita. Lawannya seorang gadis cantik dari Sekte Bunga Merah. Sela menang dengan elegan menggunakan kombinasi formasi dan serangan Qi yang Arkan ajarkan. Ia semakin dikenal sebagai “Naga Emas Pendamping”.

Malam harinya, di vila penginapan, masalah datang.

Seorang pemuda tinggi berpakaian mewah mendatangi kamar Arkan. Ia adalah Zhao Feng, putra ketua Sekte Naga Hitam cabang Jawa Barat.

“Arkan Wijaya, serahkan Sela Juanda. Gadis itu punya darah spiritual langka yang kami butuhkan untuk ritual. Kalau tidak, keluargamu tidak akan selamat sampai turnamen selesai,” ancam Zhao Feng sambil tersenyum sombong.

Arkan berdiri perlahan. Aura dominannya meledak. “Kau berani mengancam di depanku?”

Zhao Feng tertawa. “Aku sudah Tingkat 6. Kau baru—”

Belum selesai bicara, Arkan sudah bergerak. Naga Step membuatnya muncul di depan Zhao Feng. Satu tinju penuh kekuatan Tubuh Naga mendarat di perut pemuda itu. Zhao Feng terbang menabrak dinding hingga retak.

Arkan mencengkeram lehernya dan mengangkatnya tinggi. “Sampaikan pada ayahmu. Kalau berani sentuh orang-orangku, aku akan datang sendiri ke markas kalian dan memusnahkan semuanya.”

Ia melemparkan Zhao Feng keluar jendela vila. Pemuda itu jatuh dengan kondisi babak belur.

Sela yang menyaksikan dari belakang memeluk Arkan dari belakang. “Kamu semakin dominan… aku suka.”

Keesokan harinya, babak perempat final. Arkan melawan seorang bakat kuat dari Sekte Langit Biru sendiri. Pertarungan berlangsung seru selama 5 menit. Arkan akhirnya menang dengan jurus **Naga Emas Menghancurkan Langit** versi kecil, membuat lawannya pingsan.

Sela juga lolos ke semifinal kategori wanita.

Di malam penutupan babak itu, Murong Xue mendatangi Arkan secara pribadi.

“Ada pengkhianat di Sekte Langit Biru. Mereka bekerja sama dengan Naga Hitam. Hati-hati di final nanti. Mereka akan mencoba membunuhmu di arena.”

Arkan tersenyum dingin. “Biarkan saja. Semakin banyak yang datang, semakin banyak yang akan kuhancurkan.”

Ia memeluk Sela yang tidur di sampingnya malam itu, mencium kening gadisnya.

“Besok kita tunjukkan pada seluruh Nusantara siapa Pewaris Naga Emas sebenarnya.”

Turnamen semakin memanas. Musuh semakin banyak. Kekuatan Arkan terus naik. Dan rahasia besar di balik warisan cincin Naga Emas mulai terkuak pelan-pelan.

1
T28J
suruh katakan tapi dimatiin musuhnya 🤣👍
T28J
ceritanya mantap, cepat alurnya 👍
T28J
ena ena langsung naik level bah 🤣👍
penulismisterius
aku mengirimkan mawar agar author semangat🐳
cerita bagus dan menarik, kak.
semangat🐳
Manusia Ikan 🫪
pembukaan yang menarik/Chuckle/
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak
total 1 replies
T28J
aku suka 👍
T28J: jangan lupa mampir ketempat syaa juga kak👍
total 2 replies
Tarmin Dono
bagus sih ni,smngat yaa thor nulisnya,,,,💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak, siap🙏🏻😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!