NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 :KEBENARAN YANG HARUS DIKATAKAN

Hari berganti dengan damai, suasana di rumah keluarga tetap terasa hangat seperti biasa. Aisyah yang masih ceria dan manja terus menghabiskan waktunya bermain dan bercanda dengan anggota keluarga lainnya. Alfarro meskipun sesekali terlihat melamun, tapi dia tetap berusaha bersikap seperti biasa agar tidak membuat keluarganya khawatir. Dia tidak bisa memahami mengapa saudaranya bisa berpikir buruk tentang wanita yang dia cintai, tapi dia juga tidak berani membantah kata-kata Alfin karena dia tahu bahwa saudaranya selalu berpikir dengan matang dan memiliki alasan yang jelas di balik setiap perkataannya.

Sementara itu, di markas milik Alfin, suasana terasa lebih hidup dengan kehadiran Zara. Gadis barbar itu tidak lagi terlihat kasar dan menantang seperti saat pertama kali dia datang. Dia ternyata memiliki sifat yang jujur, berani, dan juga ramah meskipun cara bicaranya masih terdengar keras dan tegas. Dia menceritakan banyak hal tentang kehidupan di sukunya yang tinggal di pegunungan yang jauh—tentang udara yang segar, hutan yang lebat, sungai yang jernih, dan juga tentang bahaya yang sering mereka hadapi seperti binatang buas dan cuaca yang berubah-ubah dengan cepat.

Alfin mendengarkan setiap kata yang diucapkan Zara dengan penuh perhatian. Dia bisa melihat bahwa gadis itu memiliki hati yang murni dan tidak pernah berbohong kepada siapa pun. Dia merasa bahwa kehadiran Zara di markasnya bukanlah sesuatu yang tidak diinginkan, justru dia merasa bahwa gadis itu bisa menjadi orang yang berguna dan bisa dia percayai. Karena Alfin tahu bahwa untuk menjaga keamanan keluarganya, dia membutuhkan orang-orang yang kuat dan bisa diandalkan, dan Zara memiliki kedua sifat itu.

Setelah berbicara selama berjam-jam, Alfin akhirnya memutuskan untuk mengajukan pertanyaan yang sudah lama terpendam di hatinya.

"Zara, mengapa kamu berani datang ke tempat yang jauh dan tidak dikenal seperti ini sendirian?" tanya Alfin sambil menatap gadis itu dengan pandangan yang penuh perhatian. "Tidak takutkah kamu dengan bahaya yang mungkin menimpamu di perjalanan?"

Zara menatap Alfin dengan senyum yang sederhana, meskipun senyum itu terlihat sedikit aneh di wajahnya yang kasar. "Aku tidak takut, Tuan Alfin. Selama hidupku, aku selalu berjalan sendirian dan menghadapi segala hal dengan keberanian. Aku percaya bahwa jika kita berniat baik dan jujur, maka tidak ada bahaya yang terlalu besar untuk kita hadapi. Aku mendengar banyak cerita tentang kebaikan dan kekuatanmu, jadi aku berani datang ke sini untuk melihat kebenarannya sendiri. Aku ingin menjadi bagian dari kelompokmu, karena aku tahu bahwa kamu adalah orang yang bisa memberikan tempat yang aman dan tujuan yang jelas untuk hidupku."

Alfin mengangguk mendengar jawaban gadis itu. Dia merasa yakin bahwa keputusannya untuk menerima kehadiran Zara adalah keputusan yang benar. Dia kemudian mulai bercerita tentang kehidupannya, tentang tanggung jawab yang dia pikul untuk melindungi keluarganya, dan tentang masalah yang sedang dia hadapi saat ini.

"Ada satu hal yang sedang membuatku bingung dan khawatir, Zara," kata Alfin dengan suara yang terdengar serius. "Adikku, Alfarro, sangat mencintai seorang wanita. Dia menganggap wanita itu sebagai orang yang paling baik dan jujur di dunia ini. Tapi setelah aku mengamati dan menyelidiki selama berbulan-bulan, aku menemukan banyak hal yang menunjukkan bahwa wanita itu sebenarnya adalah orang yang licik dan tidak jujur. Dia hanya berpura-pura menjadi orang baik untuk mendapatkan kepercayaan orang lain, dan dia memiliki niat yang tidak baik di balik semua perbuatannya."

Zara mendengarkan dengan seksama, matanya yang tajam terlihat semakin serius mendengar cerita yang diucapkan Alfin. "Mengapa adikmu tidak bisa melihat kebenaran itu, Tuan Alfin?" tanyanya.

"Karena dia sangat mencintai wanita itu, sehingga matanya menjadi tertutup oleh perasaannya sendiri. Dia hanya bisa melihat sisi baik yang ditunjukkan oleh wanita itu, dan dia tidak mau percaya bahwa orang yang dia cintai bisa berbuat hal yang buruk. Aku sudah berulang kali berusaha memberitahunya, tapi dia tidak mau mendengar dan malah menganggap aku salah menilai orang lain. Aku khawatir jika aku tidak memberitahukan kebenaran ini kepadanya, dia akan terluka hati dan mungkin akan menyesal di kemudian hari," jawab Alfin dengan nada yang terdengar sedih dan khawatir.

Zara terdiam sejenak, memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Alfin. Dia kemudian berkata dengan suara yang tegas dan penuh keyakinan, "Tuan Alfin, aku mengerti perasaanmu. Sebagai seorang pejuang, aku tahu bahwa kebenaran adalah hal yang paling penting. Meskipun adikmu mungkin tidak mau mendengar sekarang, kamu harus tetap memberitahukannya. Jangan biarkan dia terus hidup dalam ketidaktahuan dan terluka karena kejahatan orang lain. Jika kamu memberitahukannya dengan cara yang baik dan menunjukkan semua bukti yang kamu miliki, aku yakin suatu hari dia akan membuka matanya dan melihat kebenaran yang sebenarnya."

Kata-kata Zara memberikan semangat baru bagi Alfin. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa terus menyimpan kebenaran ini sendirian, dan bahwa dia harus memberitahukannya kepada Alfarro segera. Dia berterima kasih kepada Zara atas nasihat yang diberikan, dan dia memutuskan untuk segera pulang ke rumah untuk berbicara dengan adiknya.

Saat matahari mulai terbenam dan langit berubah warna menjadi keemasan, Alfin meninggalkan markasnya dan berjalan menuju rumah orang tuanya. Di perjalanan, dia terus memikirkan bagaimana cara yang terbaik untuk memberitahu kebenaran kepada Alfarro. Dia tahu bahwa pertemuan itu tidak akan mudah, dan dia khawatir bahwa Alfarro akan marah atau tidak mau percaya padanya. Tapi dia juga tahu bahwa dia tidak bisa menunda-nunda hal ini lebih lama lagi.

Sesampainya di rumah, dia melihat bahwa seluruh anggota keluarga masih berkumpul di ruang tamu. Mereka terlihat sedang menikmati suasana sore yang tenang, dengan Aisyah yang masih tertawa dan bercanda, dan Alfarro yang duduk di sana sambil sesekali menatap ke arah pintu masuk. Saat dia melihat Alfin datang, wajah Alfarro terlihat sedikit terkejut, tapi kemudian dia menyambutnya dengan senyum yang hangat.

"Kamu sudah kembali, Fin?" tanya Alfarro sambil berdiri dan mendekati saudaranya. "Kamu terlihat serius sekali, ada apa?"

Alfin menatap adiknya dengan pandangan yang penuh perhatian dan kelembutan. Dia tahu bahwa dia harus berkata jujur sekarang juga, tidak peduli apa akibatnya nanti.

"Al, aku harus memberitahukan sesuatu kepadamu. Sesuatu yang penting dan yang harus kamu ketahui sekarang juga," kata Alfin dengan suara yang terdengar jelas dan tegas.

Alfarro menatap saudaranya dengan pandangan yang bingung dan penasaran. "Apa itu? Katakan saja, Fin. Aku akan mendengarkan."

Alfin menarik napas panjang, lalu dia mulai berbicara dengan perlahan dan jelas, menunjukkan semua bukti yang dia kumpulkan selama berbulan-bulan. Dia menceritakan setiap hal yang dia lihat, setiap kata yang dia dengar, dan setiap tindakan yang dilakukan oleh wanita yang dicintai Alfarro. Dia menjelaskan bahwa semua hal itu menunjukkan bahwa wanita itu bukanlah orang yang baik, melainkan orang yang licik dan bermuka dua yang hanya ingin memanfaatkan kebaikan dan kepercayaan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.

Selama Alfin berbicara, wajah Alfarro berubah-ubah. Awalnya dia terlihat bingung dan tidak percaya, tapi seiring berjalannya waktu, ekspresi di wajahnya berubah menjadi sedih, kecewa, dan akhirnya dia terlihat sangat patah hati. Dia tidak menyangka bahwa orang yang dia cintai sepenuhnya bisa melakukan hal-hal yang buruk dan menyakitkan seperti itu.

"Kenapa kamu tidak memberitahukannya padaku sejak awal, Fin?" tanya Alfarro dengan suara yang terdengar lemah dan penuh kesedihan. "Kenapa kamu membiarkanku mencintainya sepenuhnya tanpa memberitahuku kebenaran?"

"Aku sudah berulang kali berusaha memberitahumu, Al. Tapi kamu tidak mau mendengar, kamu hanya percaya pada apa yang kamu lihat dan rasakan sendiri. Aku tidak ingin membuatmu sedih atau kecewa, tapi aku juga tidak bisa membiarkan kamu terus hidup dalam ketidaktahuan dan mungkin akan terluka lebih parah di kemudian hari. Aku melakukan ini karena aku menyayangimu, karena aku tidak ingin kamu menderita," jawab Alfin dengan suara yang terdengar penuh perasaan.

Keluarga mereka yang lain yang mendengar percakapan itu juga terlihat terkejut dan sedih. Mereka tidak menyangka bahwa hal seburuk itu bisa terjadi, dan mereka semua merasa khawatir dengan keadaan Alfarro saat ini. Aisyah yang melihat bahwa kakaknya terlihat sedih segera mendekatinya dan memeluknya dengan lembut, berusaha menghiburnya.

Setelah beberapa saat yang terasa sangat panjang dan menegangkan, Alfarro akhirnya menghela napas panjang. Dia menatap saudaranya dengan pandangan yang penuh rasa terima kasih, meskipun hatinya masih terasa sangat sakit.

"Terima kasih sudah memberitahuku kebenaran ini, Fin. Meskipun itu sangat menyakitkan untuk kudengar, tapi aku lebih suka mengetahui kebenaran sekarang daripada terus hidup dalam kebohongan. Aku sadar bahwa selama ini aku buta karena perasaanku sendiri, dan aku tidak bisa melihat apa yang sebenarnya ada di depanku. Aku minta maaf karena tidak mau percaya padamu sebelumnya," kata Alfarro dengan suara yang terdengar tenang meskipun masih ada kesedihan yang tergambar di wajahnya.

Alfin mengangguk mendengar kata-kata adiknya. Dia merasa lega karena akhirnya Alfarro bisa menerima kebenaran, meskipun dia tahu bahwa proses untuk sembuh dari kekecewaan ini akan memakan waktu yang lama.

"Tidak apa-apa, Al. Aku mengerti perasaanku. Yang penting sekarang adalah kamu bisa membuka matamu dan melihat kenyataan yang sebenarnya. Aku akan selalu ada di sampingmu, dan aku akan membantumu melewati semua hal sulit ini," kata Alfin dengan suara yang penuh kehangatan.

Malam itu, suasana di rumah terasa sedikit berbeda dari biasanya. Ada kesedihan yang terasa di hati masing-masing anggota keluarga, tapi di sisi lain ada juga perasaan lega karena kebenaran akhirnya terungkap. Alfarro meskipun masih merasa sedih, tapi dia mulai merasa lebih tenang setelah mengetahui kebenaran. Dia tahu bahwa dengan dukungan keluarganya, dia bisa melewati masa sulit ini dengan baik.

Sementara itu, di markasnya, Zara menunggu kepulangan Alfin dengan rasa penasaran. Ketika Alfin kembali dan menceritakan apa yang telah terjadi, Zara tersenyum puas. Dia merasa bahwa dia telah membantu seseorang yang membutuhkan kebenaran, dan dia merasa bangga bisa menjadi bagian dari keluarga dan kelompok Alfin.

Hari-hari berikutnya berlalu dengan damai. Alfarro mulai memulihkan dirinya, dan dia belajar bahwa cinta yang sejati tidak akan pernah menyakiti hati, dan bahwa kebenaran selalu lebih baik daripada kebohongan meskipun rasanya sulit untuk diterima. Alfin merasa lega karena dia telah melakukan tugasnya sebagai seorang saudara, dan dia tahu bahwa dia akan selalu menjaga keluarganya dari segala bahaya dan kebohongan yang mungkin datang mengancam mereka.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🩷🌷

akun TikTokku:(lisalestari310)

akun Instagramku:(Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!