NovelToon NovelToon
Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Anime Danmachi Sebagai Seorang Penulis

Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Anime Danmachi Sebagai Seorang Penulis

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: the anonym

Dulu aku adalah pria biasa di Bumi, tapi suatu hari aku tewas tersambar petir dan terbangun di dunia lain. Namun, aku tidak memiliki sistem atau kemampuan curang; aku hanyalah manusia biasa. Lalu, aku memutuskan untuk menulis novel yang terinspirasi dari game Honkai Star Rail, dimulai dari High Cloud Quintet
dan saya juga setelah selesai dari dunia anime danmachi saya memutuskan untuk menambahkan alur nya ke berbagai dunia mulai dari anime hingga game
(Pernyataan penolakan: Saya bukan pemilik anime Danmachi; pencipta Danmachi adalah Fujino Omori, dan saya juga bukan pemilik Honkai Star Rail) Ini hanyalah cerita fanfiction yang saya buat
dan saya membuat fanfiction ini dengan bantuan AI, jadi jika Anda tidak ingin membaca cerita ini, itu tidak masalah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the anonym, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Ibu Jari Sang Braver dan Papan Catur Para Dewa

Udara di kedai teh itu mendadak terasa setipis di lantai 50 Dungeon. Finn Deimne, sang kapten Loki Familia, tersenyum ramah, namun auranya mengunci tubuhku ke kursi kayu yang kududuki. Matanya yang sebiru langit cerah tidak sedang menatap seorang penulis; ia sedang membedah isi kepalaku.

​"Akademi militer?" Aku memaksakan sebuah tawa hambar, mencoba menetralkan getaran di suaraku. "Anda terlalu melebih-lebihkan, Tuan Pallum. Aku ini hanya warga sipil biasa. Formasi itu... yah, aku hanya mengarangnya berdasarkan permainan papan Orario Chess dan sedikit imajinasi liar."

​Finn terdiam. Perlahan, ia mengangkat tangan kanannya dan menggigit ibu jarinya.

​Jantungku anjlok ke dasar perut. Di kehidupan masa laluku, aku tahu betul apa arti gerakan itu. Intuisi Finn. Jika ibu jarinya sudah memberikan sinyal, tidak ada satu pun kebohongan di dunia ini yang bisa menembus akal sehatnya.

​"Imajinasimu sangat terstruktur untuk seorang warga sipil," ucap Finn, melepaskan gigitannya pada ibu jarinya. "Permainan papan memiliki aturan statis, sedangkan 'Awan Menggulung' yang kau tulis dirancang dinamis untuk menghadapi pergerakan monster tak beraturan. Taktik itu memperhitungkan durasi chanting penyihir, manajemen Mind (Mana), dan rotasi Vanguard. Kau tidak sekadar berimajinasi. Kau memahami fundamental perang bertahan hidup."

​Ia menyodorkan secangkir tehnya yang belum tersentuh ke arahku, sebuah gestur kecil namun penuh intimidasi.

​"Loki Familia selalu mencari bakat," lanjut Finn santai. "Riveria mengurus sihir, Gareth mengurus garis depan, dan aku mengurus strategi keseluruhan. Tapi Dungeon semakin dalam dan semakin tidak terprediksi. Seorang ahli taktik tambahan yang bisa melihat gambaran besar tanpa terdistraksi oleh pertempuran fisik... itu akan sangat berguna. Bergabunglah dengan kami."

​Tawaran itu terdengar seperti mimpi basah bagi para petualang di seluruh Orario. Direkrut langsung oleh sang Braver ke dalam Familia terkuat.

​Namun bagiku, itu adalah surat kematian.

​Jika aku bergabung dengan Loki Familia, Freya—Sang Pengamat dari Menara Babel yang menjadikanku "mainan" eksklusifnya—akan murka. Dewi Kecantikan itu memiliki kecemburuan yang mematikan. Ia melindungiku dari Hermes karena aku adalah pencerita anonimnya. Jika aku menjadi milik Loki, Freya akan mengerahkan Ottar dan seluruh pasukannya untuk membumihanguskanku sebelum aku sempat menulis satu babak pun untuk Finn.

​Aku mengambil napas dalam-dalam. "Aku merasa sangat terhormat, Tuan Finn. Tapi aku harus menolak."

​Mata biru Finn sedikit menyipit. "Menarik. Biasanya orang akan langsung bersujud menerima tawaran ini. Beri aku alasan yang rasional."

​"Aku tidak punya Falna, dan badanku lebih rapuh dari ranting kering," jawabku, menatap lurus ke matanya. "Seorang ahli taktik sejati harus turun ke lapangan untuk melihat medan. Jika aku ikut dalam ekspedisi kalian, aku hanya akan menjadi beban mati. Aku tidak bisa berlari dari minotaur, apalagi dari monster lantai dalam. Keberadaanku justru akan merusak efisiensi tempur pasukanmu."

​Itu alasan yang setengah jujur. Dan aku tahu, alasan praktis selalu bekerja lebih baik pada ahli logika seperti Finn.

​Finn mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Ia tampak menimbang-nimbang kata-kataku. "Lalu, kau lebih suka menjadi pencerita buronan yang kepalanya dihargai mahal oleh Guild dan diawasi oleh setengah dewa di kota ini?"

​"Aku hanya ingin menulis, Tuan Finn," kataku pelan. Otakku berputar cepat, mencari jalan keluar yang bisa memuaskannya. "Tapi... karena karakter Jing Yuan, sang Divine Foresight, masih memiliki banyak peran di volume-volume berikutnya, ia tentu akan menghadapi berbagai jenis musuh."

​Aku mencondongkan tubuh ke depan, merendahkan suaraku.

​"Bagaimana jika, mulai dari bab berikutnya, setiap taktik militer dan formasi yang Jing Yuan gunakan di dalam cerita, akan kurinci dengan detail? Formasi anti-sergapan, rotasi pertahanan melawan monster tipe racun, hingga taktik koridor sempit. Kau tidak perlu merekrutku. Kau hanya perlu... berlangganan."

​Finn terdiam selama beberapa detik, lalu sebuah tawa kecil lolos dari bibirnya. Tawa itu berubah menjadi tawa lepas yang membuat beberapa pengunjung kedai menoleh ke arah kami.

​"Luar biasa," gumam Finn sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Kau menolak perlindungan Loki Familia, tapi kau menawarkan dirimu sebagai konsultan taktik bayangan lewat novel fiksi ilegal. Kau ini jenius atau sekadar orang gila yang sangat beruntung?"

​"Hanya seorang pedagang rempah yang mencoba bertahan hidup," jawabku getir.

​Finn berdiri, merapikan pelindung dadanya. Ia meletakkan sekeping koin emas berukir lambang Loki Familia di atas meja, tepat di sebelah cangkir tehku.

​"Deal," kata Finn. "Aku menantikan volume selanjutnya, Anonym. Jika taktik Jing Yuan terbukti ampuh di ekspedisi kami berikutnya, Loki Familia akan menutup mata terhadap keberadaanmu. Tapi ingat..."

​Mata biru itu menatapku dengan peringatan tajam.

​"...jika kau berani menuliskan taktik yang berpotensi digunakan oleh Evilus atau musuh Orario untuk menghancurkan kami, aku sendiri yang akan memburumu. Jangan pernah berpikir kau bisa bermain dua kaki di kota ini."

​"Paham," balasku, menelan ludah dengan susah payah.

​Finn berbalik dan berjalan keluar dari kedai teh, meninggalkanku sendirian dengan keringat dingin yang membasahi punggungku. Aku meraih cangkir teh chamomile-ku yang sudah mendingin dan meminumnya dalam satu tegukan untuk membasahi tenggorokanku yang kering.

​Malam itu, saat aku berjalan pulang, aku menyadari satu kenyataan pahit. Hidupku di Orario telah berubah menjadi sebuah papan catur yang mengerikan.

​Di satu sisi, aku diawasi oleh Freya yang menuntut penderitaan emosional dan tragedi yang indah.

Di sisi lain, aku diancam oleh Tsubaki dan Hephaestus Familia untuk memastikan elemen fiksiku tidak merusak realitas industri senjata.

Dan sekarang, Finn dari Loki Familia memeras otakku untuk menyuplai taktik militer nyata berkedok petualangan fiksi.

​Aku bukan lagi sekadar penulis anonim. Aku adalah boneka yang talinya ditarik oleh faksi-faksi terkuat di Orario. Jika aku ingin bertahan hidup dan mencapai akhir cerita "The Xianzhou Alliance", aku tidak bisa lagi sekadar bereaksi. Aku harus mulai mengatur papan caturku sendiri. Dan itu dimulai dengan menciptakan konflik baru dalam naskah, sebuah ancaman yang memaksa para dewa ini saling mengawasi satu sama lain, alih-alih mengawasiku.

1
l.."..l
aku suka novel ini, makin lama ceritanya menarik
Ero-Sensei
oke ini semakin menarik
Ero-Sensei
buseng dah repot amat MC skizo padahal tinggal bilang cuma fiksi dan ngapain juga perlu ngumpet.
Ero-Sensei
repot amat, tinggal bilang aja ini cuma karya fiksi. lagian kisah argonot aja cuma karya fiksi khayalannya argonot yang pengen jadi pahlawan. aslinya mah bocah cupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!