NovelToon NovelToon
TUBUH PENELAN LANGIT

TUBUH PENELAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Kutukan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rendy_Tbr

Ling Fan, pemuda 17 tahun dari Klan Ling, lahir tanpa Dantian—cacat yang membuatnya dihina sebagai sampah. Di balik ejekan, dia menyimpan rahasia: tubuhnya mampu melahap Qi langit dan bumi.

Saat Klan Ling dihancurkan klan saingan, Ling Fan selamat seorang diri. Di reruntuhan, dia juga menemukan Telur Hitam misterius. Teknik terlarang terbangun "Tubuh Penelan Langit" aktif, mengubahnya dari manusia biasa menjadi pemangsa energi. Setiap luka, setiap penghinaan, hanya membuatnya makin kuat karena dia menelan semuanya.

Kini dia berjalan sendirian, dikejar sekte besar, diburu iblis kuno, dan dicap sesat. Dari Arena Batu Hitam hingga Lembah Guntur, Ling Fan menelan petir, menghancurkan jenius, dan membalik takdir. Tapi harga kekuatan itu adalah kemanusiaannya.

Ketika langit sendiri menginginkannya mati, mampukah pemuda tanpa Dantian ini menelan langit sebelum dia dilahap kegelapannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Kota Perdagangan Langit*

Pagi. Puncak Persik Bersalju ramai.

"Bawa ini ke Kota Perdagangan Langit," kata Tetua Yun sambil lempar karung goni. Dia tetap di kursi goyang.

Ling Fan tangkap. Karung berat. Isinya Rumput Jiwa Es dari kebun kemarin.

"Jual semua," lanjut Tetua Yun. Dia seruput arak. "Sekte miskin. Arakku habis."

"Jual di mana, Guru?" tanya Ling Fan.

"Rumah Lelang Seribu Harta. Tengah kota," jawab Tetua Yun tanpa buka mata. "Jangan kasih murah. Satu helai minimal 500 Batu Roh kelas menengah."

Yue Lian angkat alis. "Mahal."

"Barang langka," balas Tetua Yun santai. "Kalau tidak laku, tukar dengan arak. Pulang jalan kaki."

Ling Fan dan Yue Lian mengangguk. Mereka turun gunung.

Di gerbang sekte, Lin Xi menunggu.

"Kalian ke kota?" tanya Lin Xi. Dia bawa pedang di punggung.

"Jual rumput," jawab Ling Fan singkat.

"Aku ikut," kata Lin Xi cepat. "Aku ada urusan beli Pil Terobosan. Jalan sendiri bahaya."

Ling Fan lihat Yue Lian. Yue Lian diam. Artinya setuju.

"Baik, Senior Lin," jawab Ling Fan.

Tiga orang berangkat. Kota Perdagangan Langit 800 li. Untuk Inti Emas, setengah hari terbang.

Gerbang Kota Perdagangan Langit setinggi 100 meter. Ukiran naga dan phoenix. Penjaga gerbang Jiwa Baru Lahir Tingkat 1.

"Identitas," kata Penjaga Gerbang. Suaranya berat.

"Sekte Persik Emas," jawab Lin Xi. Dia keluarkan token.

Penjaga lirik token. "Sekte Kelas 3. Pajak masuk 10 Batu Roh kelas menengah per orang."

Ling Fan bayar 30 Batu Roh. Penjaga lihat baju mereka. Butut. Karung goni.

"Pedagang?" tanya Penjaga Gerbang sinis.

"Ya," jawab Ling Fan.

Penjaga tertawa. "Sekte Kelas 3 jualan? Barang apa? Telur Ayam Roh?"

Lin Xi merah padam. "Jaga bicara."

"Sudah," kata Ling Fan. Dia tarik Lin Xi. "Masuk saja."

Mereka masuk. Jalan utama lebar. Toko berjajar. Pil Jiwa Baru Lahir dipajang di etalase. Senjata kelas bumi dijual bebas.

"Lihat," bisik Lin Xi. Dia tunjuk anak 13 tahun tawar-menawar. "Inti Emas Puncak. Putra Ketua Sekte Kelas 2."

"Biasa," jawab Yue Lian datar.

Mereka sampai di Rumah Lelang Seribu Harta. Gedung 9 lantai. Qi padat. Penjaga pintu Jiwa Baru Lahir Tingkat 3.

"Tamu atau pelelang?" tanya Penjaga Pintu.

"Pelelang," jawab Ling Fan. Dia angkat karung.

Penjaga Pintu lihat karung goni. Dia kerutkan dahi. "Barang apa?"

"Rumput Jiwa Es," jawab Ling Fan.

Penjaga tertawa. "Rumput? Lelang kami minimal harta kelas langit. Sampah bawa ke pasar kaki lima."

Lin Xi maju. "Ini Rumput Jiwa Es. Bahan Pil Terobosan Jiwa Baru Lahir."

"Ha?" Penjaga Pintu berhenti tertawa. "Bawa ke Penilai Lantai 3. Kalau palsu, kalian denda."

Mereka naik. Lantai 3 penuh. Meja penilai dari giok.

Penilai Tua, Jiwa Baru Lahir Tingkat 5, duduk malas.

"Taruh," kata Penilai Tua tanpa lihat.

Ling Fan buka karung. Hawa dingin keluar. Suhu ruangan turun 10 derajat.

Penilai Tua langsung duduk tegak. Matanya terbuka lebar.

"Ini..." kata Penilai Tua. Dia ambil satu helai. Dia alirkan Qi. Rumput bersinar biru. "Hukum Es murni. Usia 3 hari. Mutasi dari Mata Air Qi Yuan."

Penilai Tua berdiri. "Dari mana kalian dapat?"

"Kebun sekte," jawab Ling Fan jujur.

"Kebun?" Penilai Tua tidak percaya. "Rumput ini cuma tumbuh di Puncak Salju Abadi. Satu helai 1000 tahun."

"Guru kami hebat," jawab Yue Lian singkat.

Penilai Tua lihat baju mereka. Lalu lihat karung. 100 helai lebih.

"Harga dasar 500 Batu Roh kelas menengah per helai," kata Penilai Tua cepat. "Lelang malam ini. Potongan 10% untuk rumah lelang."

"Sepakat," jawab Ling Fan.

Penilai Tua panggil pelayan. "Masukkan ke Lot Utama. Kawal ketat."

Pelayan bawa karung ke brankas.

"Kalian tunggu di Ruang Tamu VIP," kata Penilai Tua. Sikapnya berubah hormat. "Minum apa?"

"Air putih," jawab Yue Lian.

"Teh," jawab Ling Fan.

Lin Xi melongo. "VIP...?"

*Tempat lain. Penginapan Gelap. Cabang Sekte Iblis Darah.*

Pemburu 1 dan 2 yang selamat dari Puncak Persik Bersalju lapor.

"Target ada di kota," kata Pemburu #1. Lututnya masih gemetar. "Perempuan es itu."

"Di mana?" tanya Tetua Cabang. Jiwa Baru Lahir Tingkat 7.

"Rumah Lelang Seribu Harta," jawab Pemburu #2. "Baru masuk. Bawa harta es."

Tetua Cabang senyum. "Bagus. Kirim Tim Bayangan. Tangkap setelah lelang. Jangan di dalam. Pemilik rumah lelang Tubuh Suci Tingkat 1. Kita belum mau perang."

"Siap," jawab dua pemburu.

*Malam. Ruang Lelang Utama.*

Penuh. 1000 kursi. Semua sekte besar hadir. Ketua Sekte Kelas 2, Tetua Sekte Kelas 1. Kultivasi terendah Jiwa Baru Lahir Tingkat 3.

Ling Fan, Yue Lian, Lin Xi duduk di VIP 7. Kaca satu arah.

"Lot berikutnya," kata Juru Lelang. Suaranya gema. "Rumput Jiwa Es. 100 helai. Bahan inti Pil Terobosan. Harga dasar 500 Batu Roh kelas menengah per helai. Total 50.000."

Ruangan ribut.

"Dari mana barang ini?" 

"Puncak Salju Abadi sudah tutup 1000 tahun!" 

"Harus dapat!"

"600!" teriak Tetua Sekte Harimau Guntur.

"700!" balas Tetua Sekte Pedang Langit.

Harga naik cepat.

Di VIP 3, tirai terbuka sedikit. Bau darah tipis.

"1000," kata suara serak. Tetua Cabang Sekte Iblis Darah.

Ruangan hening. Semua tahu itu suara iblis.

"1100," kata suara tua dari VIP 1. Tetua Sekte Kelas 1.

Tetua Cabang diam. Lalu, "2000."

Semua kaget. 2000 per helai. Total 200.000 Batu Roh kelas menengah. Bisa beli kota.

Lin Xi cengkeram kursi. "Kaya sekali..."

Ling Fan senyum. "Bagus. Arak Guru aman."

"2100," kata VIP 1 lagi. Nada marah.

Tetua Cabang tertawa. "3000. Sekalian bungkus pemiliknya."

Juru Lelang pucat. "Tamu VIP 3, dilarang ancam."

"3000 sekali... 3000 dua kali..." kata Juru Lelang cepat.

"4000," kata suara baru. Tenang. Dari VIP 7.

Semua kepala menoleh. VIP 7? Siapa?

Ling Fan tekan tombol bicara. "4000," katanya santai.

Ruangan meledak.

"Gila! Dia berani menaikkan harga!" 

"Anak muda bodoh!" 

"Tidak tahu aturan!"

Tetua Cabang di VIP 3 menyipitkan mata. Suara itu. Inti Emas Tingkat 1.

"Menarik," bisik Tetua Cabang. "Anak itu berani main dengan Iblis."

"4000 sekali... 4000 dua kali... 4000 tiga kali! Terjual ke VIP 7!" teriak Juru Lelang. Keringat dingin.

Tiba-tiba terdengar suara menawar lebih tinggi lagi dan setelah itu tak ada yang berani lagi untuk menawar.

Ling Fan matikan tombol. Dia lihat Yue Lian.

"Kita dapat 360.000 setelah potong," kata Ling Fan. Dia hitung cepat. "Cukup beli arak 100 tahun."

Yue Lian angguk. "Banyak."

Lin Xi pingsan di kursi. "Kalian... kaya..."

---

*Gang belakang Rumah Lelang. Tengah malam.*

Ling Fan, Yue Lian, Lin Xi jalan bawa cincin ruang berisi Batu Roh.

Sring. Sring. Sring.

10 bayangan hitam kepung. Tim Bayangan Sekte Iblis Darah. Semua Jiwa Baru Lahir Tingkat 1 sampai 3.

"Serahkan cincin dan gadis es," kata Ketua Bayangan. Dia buka topeng. Bekas luka bakar. "Mungkin kalian hidup."

Lin Xi pucat. "Jiwa Baru Lahir... 10 orang..."

Ling Fan taruh cincin ke Yue Lian. "Jaga."

"Jangan bunuh semua," pesan Yue Lian. "Berisik."

Ling Fan angguk. "Sisakan satu buat ditanya."

Ketua Bayangan tertawa. "Inti Emas Tingkat 1 sombong. Bunuh."

10 bayangan bergerak.

Buk.

Ling Fan tinju udara. *Tubuh Iblis Abadi 10%.*

Angin tinju hantam Bayangan #1. Tubuh hancur jadi kabut darah.

"Apa?!" Ketua Bayangan kaget.

Yue Lian injak tanah. Lingkaran es 20 meter muncul.

Crak.

Kaki 5 bayangan beku. Mereka tidak bisa gerak.

"Mundur!" teriak Ketua Bayangan. "Info salah! Mereka bukan Inti Emas!"

Terlambat.

Ling Fan sudah di depan Ketua Bayangan. Dia tampar pelan.

Plak.

Kepala Ketua Bayangan berputar 180 derajat. Mati.

Sisa 4 bayangan lari. Yue Lian angkat jari. 4 patung es berdiri di gang.

Hening.

Lin Xi duduk di tanah. Matanya kosong. "Jiwa Baru Lahir... satu tampar..."

Ling Fan tepuk bahu 1 bayangan yang sengaja disisakan hidup. Kakinya beku, tubuh gemetar.

"Kau," kata Ling Fan ramah. "Pulangkan pesan ke Tetua-mu. Bilang: 'Arak Guru kami mahal. Jangan ganggu lagi.'"

Bayangan itu angguk cepat. Celana basah.

"Kalian... siapa..." bisik Lin Xi. Dia lihat Ling Fan dan Yue Lian. "Kalian bukan Inti Emas..."

"Kami Inti Emas," jawab Ling Fan jujur. Dia senyum. "Cuma beda tipis."

Dari atap, suara batuk.

"Batuk. Berisik sekali tengah malam," kata suara tua.

Tetua Yun jalan di genteng. Botol arak di tangan. Dia lihat mayat. Lalu lihat Ling Fan.

"Uangku mana?" tanya Tetua Yun malas.

Ling Fan lempar cincin ruang. "360.000, Guru."

Tetua Yun tangkap. Dia intip isi. Lalu senyum. "Cukup buat 200 tahun. Bagus. Pulang. Besok sapu kandang."

Tetua Yun lompat pergi.

Lin Xi pingsan beneran.

Ling Fan gendong Lin Xi. Yue Lian jalan di samping.

"Kota ini boros," kata Yue Lian.

"Ya," jawab Ling Fan. "Tapi arak Guru aman."

1
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
💥⭐👍🏼⭐💥
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿⭐👍🏼⭐👍🏿
y@y@
💥👍🏾👍🏻👍🏾💥
y@y@
🌟👍🏿⭐👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏾💥👍🏼
y@y@
👍🏻👍🏿⭐👍🏿👍🏻
y@y@
😂🤣😂🤣😂
y@y@
🌟👍🏾💥👍🏾🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏼👍🏻👍🏼💥
y@y@
🌟👍🏿👍🏾👍🏿🌟
Maya devayanti
Mantaaaaapp👍
Maya devayanti
Bisa bangkrut nih bandar 😄
Maya devayanti
Bakal kaya nih 😍
Maya devayanti
Uang itu penting.. 😍
Maya devayanti
Baru tau dia 😄
Maya devayanti
Gaasssskeuun.. 👍
Maya devayanti
Lanjuuuttt... 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!