NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Sarah terdiam, tidak mengambil hati perkataan Lingga. Memang benar yang dia ucapkan, dirinya hanyalah seorang anak art di rumahnya.

“Semua pekerjaan halal itu mulia,apalgi tujuannya untuk keluarga. Jadi, apapun profesinya harus di syukuri,” sahut Raja bijak.

Seketika Lingga merasa tertampar dengan jawaban saudara sepupunya itu. Sejauh ini juga dia tidak pernah berniat meremehkan profesi orang. Hanya saja tidak suka segal sesuatu yang berhubungan dengan gadis itu.

Melihatnya seperti beban, dan suatu yang harus dihindari. Apalah Lingga merasa bersalah? Tentu dalam hati kecil itu ada, tetapi ia tidak ingin membahas malam sial yang telah merubah hidupnya.

Suasana nampak hening beberapa detik. Semuanya sibuk menikmati makanan masing-masing.

“Dengar-dengar lagi koas ya, wah … calon dokter?” tanya Buk Alice merasa bangga. Ia bahkan menitipkan satu putranya di pesantren Al Hasan.

“Insya Allah state terakhir Budhe, tinggal nyiapain ujiannya ini,” jawab Raja yang sebenarnya super sibuk. Setiap pulang tugas memang seringnya mencari makan di luar dan kebetulan bertemu dengan Lingga tadi.

“Semangat, pasti kamu bisa.berguru sama Abinya.”

“Hahahaha. Beliau pakem Budhe, tapi Raja sih banyak belajar dari abi.”

“Salam ya buat ummi sma abi kamu,” ucap Bu Alice mengakhiri obrolan.

Lingga dan Sarah jadi pendengar setia. Pria itu tidak begitu tertarik dengan dunia kedokteran seperti ayah dan ibunya. Ia lebih mencintai bisnis, dan dunia fashion. Sepertinya darah buyut Bima dan Karen itu, melekat pada putra pertama Regan tersebut.

“Terima kasih Budhe, kapan-kapan boleh lagi. Hehehe. Maaf ini aku duluan sudah di tungguin teman.” Raja baru saja mendapat panggilan dari ponselnya, jadi pria itu harus kembali ke kosan.

“Iya, hati-hati di jalan!” Ucap Bu Alice mengangguk dengan senyuman.

“Ayo bro! Duluan ya!” Pamit Raja lalu adu kepalan tangan dengan Lingga.

“Sar, duluan, assalamualaikum….” Giliran pamit dan tersenyum pada gadis cantik berhijab yang sedari tadi diam.

“Waalikumsalam …. Hati-hati kak!” Ucap Sarah dengan senyuman.

Lingga melirik dengan jengah. Pria itu pun ikut berdiri dan pamit juga. Sudah selesai makan dan tentu saja tidak ada yang menarik lagi untuk duduk di antara ibu dan juga gadis di sampingnya.

“Kamu langsung pulang Ga, jangan keluyuran,” ucap Bu Alice memperingatkan putranya.

“Iya Ma,” jawab pria itu patuh. Beranjak begitu saja menuju parkiran. Sementara Bu Alice melakukan pembayaran dan tak berselang lama juga menuju di mana mobilnya terparkir yang ternyata tak jauh dari mobil putranya.

Sarah dan Bu Alice sudah di dalam mobil, perempuan itu berusaha menyalakan mesinya tetapi dari tadi tidak berhasil.

“Ini mobil kenapa lagi sih, perasaan baru masuk bengkel,” guman Bu Alice menggerutu. Berkali-kali perempuan itu mencoba hasilnya nihil.

“Nggak bisa ya Bu, kita baik taksi saja,”ujar Sarah urun kata.

Lingga yang masih di area parkir melihat mobil ibunya tak kunjung melaju pun kembali turun dan mendekat.

“Mobilnya kenapa Ma?” tanya Lingga melihatn ibunya kebingungan sambil cek apa yang membuat mobilnya tak mau nyala.

Sarah ikut turun, ia yang tak tahu hal mesin pun ikut melongok.

“Telpon bengkel aja Ma, kayaknya minta ganti sudah lama kan ini,” ujar Lingga setengah bercanda.

“Bener deh, baru kemarin masuk bengkel,masa nggak bisa lagi. Mama nebeng kamu Ga!” Ujar Bu Alice tak ada pilihan. Namun, tentu saja dalam hati Sarah keberatan.

“Ya udah ayo!” Ujar Lingga menginterupsi.

Sementara Sarah memikirkan alasan yang tepat untuk tidak semobil dengan Lingga. Ia pun terdiam bingung.

“Ayo sayang! Ikut mobil Lingga saja, biar nanti telpon bengkel suruh benerin.”

“Bu Alice duluan saja, kebetulan masih ada yang sarah mau beli.”

“Apa Sar, ini udah sore nanti ibumu nyariin, ya sudah sana beli cepat biar kita tungguin disini nggak pa-pa.”

“Ma, ngapain sih, biarin aja masih sore juga,” sanggah Lingga tak setuju. Kebetulan sekali kalau Sarah tidak ikut mobilnya.

“Jangan sayang, anak gadis itu nggak boleh jam-jam rawan begini masih diluar. Sana anterin sebentar!” Bu Alice malah menyuruh putranya agar mengantar Sarah, tentu saja keduanya menolak dengan cepat.

“Nggak usah buk, kemungkinan lama, ditinggal saja,” ujarnya sungkan.

“Nah, ayo ma,biarin saja!” sahut Lingga cepat.

“Lingga! Kamu kenapa sih, kasian Sarah nanti pulangnya gimana, sudah sana cepetan!”

Lingga menatap tajam gadis itu hingga membuat mau tidak mau Sarah beralasan lainnya.

“Beli besok saja Bu, sekarang pulang saja,” ucapnya mengalah. Daripada membuat ibu dan anak itu berdebat tak berkesudahan.

“Dari tadi kenapa, banyak banget drama!” Bisik Lingga saat berjalan di dekatnya lalu masuk mobil.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!