NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

[Agi +2] [Str +1] [Sta +1]

Mempertimbangkan gaya bertarungnya yang agresif, Nate memilih untuk fokus pada ketiga statistik ini terlebih dahulu. Dia membutuhkan kegesitan dan kecepatan yang lebih baik untuk menghancurkan musuh dalam sekali tebasan. Strength akan membantunya dalam hal itu, dan stamina diperlukan untuk pertarungan jangka panjang, karena dia bertarung sendirian tanpa siapa pun yang bisa diandalkan.

Dengan perolehan poin stat yang sedikit, sulit bagi Nate untuk menyeimbangkan statistiknya secara merata.

Dia melirik sekelilingnya. Tangannya menghunus sabit, meninggalkan jejak samar asap ungu yang mengepul, lalu dengan hentakan kaki yang kuat, Nate melesat untuk membasmi monster-monster di sekitarnya. Ada cukup banyak dari mereka, dan rata-rata hanya berperingkat F dengan level lebih rendah dari Nate.

Sraaang!!

[Monster (Rimbei) Rank F / Lv. 4 Telah Dikalahkan!]

Sraaang!!

[Monster (Rimbei) Rank F / Lv. 4 Telah Dikalahkan!]

Buum!!

[Monster (Lycanil) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]

Buum!!

[Monster (Lycanil) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]

Setelah membunuh empat monster itu dengan cepat, Nate bergegas menyusuri jalanan, menebas apa yang ada di dekatnya dan melewatkan mereka yang terlalu jauh. Dia tidak bisa membuang staminanya sekarang, bahkan jika dia punya beberapa tumpukan ramuan penambah stamina, dia tidak berniat menggunakannya dulu.

Siapa yang tahu apa saja yang akan muncul di dalam dungeon itu. Nate tidak berniat lengah sedikit pun. Kematian adalah kematian. Ini bukan sebuah permainan.

Sraaang!!

[Monster (Lycanil) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]

Buum!!

[Monster (Lycanil) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]

Untuk sesaat, bulu kuduk Nate berdiri. Berdasarkan nalurinya, dia segera masuk ke sebuah gedung acak di sisinya dan bersembunyi di balik dinding yang gelap.

Kemudian...

Hwick!! Hwick!! Hwick!!

Suara aneh itu menyebar di udara, membawa serta sensasi mencekam yang membuat Nate merasa gugup tanpa alasan yang jelas.

Penasaran, dia mengintip dari balik kaca yang tebal.

Di luar sana, ada seekor makhluk yang menyerupai siput tanpa cangkang. Tubuhnya berwarna gelap pekat, menyeret dirinya dengan lambat di atas aspal, meninggalkan jejak cairan hitam mengkilat di setiap jalurnya. Enam mata bekerja sekaligus, berputar dan menatap ke segala arah tanpa henti. Dan di belakangnya, mengekor ribuan versi yang jauh lebih kecil, bergerak seperti satu kesatuan yang mengerikan, semuanya mengikuti induknya yang sebesar truk itu ke mana pun dia pergi.

[Monster (Shyput) Rank F / Lv. 17]

[Monster (LilShyput) Rank F / Lv. 2]

[Monster (LilShyput) Rank F / Lv. 3]

Yang paling besar berada di level tujuh belas, sementara yang kecil-kecil tersebar antara level satu hingga lima.

Melihat monster itu membuat Nate berpikir sejenak.

'Bisakah aku melawannya?'

Pertanyaan itu menggantung di benaknya, tapi dia menahan diri. Kejernihan pikirannya mengalahkan keinginan kuatnya untuk menyerang. Bertarung dengan monster itu sekarang bisa saja menarik perhatian monster lain yang jauh lebih kuat, dan itu bukan risiko yang perlu dia ambil untuk saat ini.

Nate menunggu sekitar sepuluh menit sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya.

Dia berlari dengan cepat, menyusuri jalanan hingga sekolah kembali tampak di hadapannya, tempat dia sebelumnya menghabisi begitu banyak Lycanil. Dari sini, dia hanya perlu mengikuti jalanan di depan dan dia akan tiba di taman tempat dungeon itu berada.

Suasana di sekitarnya anehnya sepi. Tidak banyak monster yang terlihat, hanya beberapa yang berperingkat rendah lewat sesekali tanpa berniat mendekati Nate.

'Mungkin ini justru lebih baik.'

Tapi pikiran itu hancur ketika sesuatu melesat dari sisinya.

"Huh?"

Nate mengangkat sabitnya secara refleks.

Baam!! Kraak!!

Daya hantamnya mengerikan. Bahkan dengan sabit sebagai penyangga, tubuh Nate tetap terpental, terseret beberapa langkah ke belakang sebelum akhirnya berhasil menahannya. Darah menetes dari sudut bibirnya, dan rasa sakit itu terasa sangat asing di tubuhnya.

Ini mungkin pertama kalinya dia benar-benar terluka dalam pertarungan.

Nate bangkit, karena bersikap lemah di sini berarti mati.

Barulah saat itulah dia melihatnya dengan jelas. Sosok monster bertubuh humanoid berdiri beberapa langkah darinya, tapi wujudnya menyimpang dari segala yang pernah dia lihat sebelumnya. Makhluk itu bungkuk ke depan, tulang belakangnya melengkung seperti tanda tanya yang cacat, dan wajahnya bukan di kepala melainkan di perutnya, memperlihatkan seringai lebar dengan gigi-gigi hitam yang tajam dan tidak beraturan.

[Monster (Hucker) Rank F / Lv. 11]

Level sebelas.

Nate meringis, merasakan tangannya masih gemetar dari daya hantam tadi. Rasanya seperti menahan tabrakan truk secara langsung.

Karena ini berkaitan dengan hidup dan matinya, Nate segera meneguk ramuan peningkat agility, menambahkan dua poin ke statistiknya sekarang juga.

Begitu botol itu lenyap dari genggamannya, hembusan angin datang dari depan.

Monster itu sudah menerjang.

Cakarnya yang punya jari-jari tajam terangkat, bergerak tepat ke arah wajah Nate dengan niat yang jelas. Nate merasakan jantungnya berdebar keras, menundukkan kepala seketika.

Desiran angin berhembus melewati rambutnya.

Nyaris.

Tanpa memberi dirinya waktu untuk panik, Nate langsung melompat mundur, menghunus sabitnya, dan menunggu. Monster itu, sesuai dugaannya, langsung menerjang lagi dengan cepat, tubuhnya kabur sesaat sebelum muncul tepat di hadapan Nate.

Kali ini, Nate bereaksi dengan cepat dan mengayunkan sabitnya dengan niat memenggal.

Monster itu mengandalkan kecepatan dan cakarnya. Nate sudah mempelajari itu setelah diserang dua kali dengan cara yang sama, maka untuk yang ketiga kalinya, dia tidak akan berdiam begitu saja. Monster itu punya insting yang kuat, segera menghindari dengan menarik kepala perutnya ke bawah, tapi sabit Nate punya bilah yang melengkung dan itu sangat menguntungkan.

Nate sedikit memutar pergelangan tangannya, mengubah sudut tebasan di detik terakhir, menghempaskannya turun. Hasilnya, bilah itu menyayat permukaan kulit leher belakang monster itu.

Itu cukup.

Monster itu tersentak kaget, melompat mundur sejauh sekitar sepuluh langkah. Nate tidak memberi celah, langsung mengejar, menutup jarak saat monster itu tampak kebingungan dengan tubuhnya sendiri.

Gerakannya melambat dengan signifikan. Korosi dari Violet Reaper sudah bekerja, dan monster itu jelas tidak terbiasa dengan kecepatannya yang tiba-tiba terkikis. Kakinya tersandung, tubuhnya goyah, dan memanfaatkan kekacauan itu, Nate menghunus sabitnya sekali lagi.

Sraaang!!

Kepala monster itu menggelinding di tanah dengan bunyi gedebuk yang renyah. Cipratan darah hitam menyembur seperti air terjun dari lehernya sebelum tubuh tak berkepala itu ambruk dengan suara berdebum berat.

Gedebuk!!

[Monster (Hucker) Rank F / Lv. 11 Telah Dikalahkan!]

Nate menghela napas lega, jantungnya masih berdebar kencang, darah masih menetes pelan dari sudut bibirnya.

Pertarungan itu membuatnya terkejut dan agak terguncang. Terluka untuk pertama kalinya adalah hal yang berbeda dari sekadar kelelahan, ada sesuatu yang lebih nyata dan lebih tajam dari itu. Tapi pada akhirnya, Nate berhasil mempertahankan pikirannya yang jernih.

***

1
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
bysatrio
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!