NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 25

Jenia semakin gugup begitu ia melihat banyak orang sedang duduk di meja makan, ia tidak menyangka jika keluarga inti Ansel akan sebanyak itu, bagaimana jika di kumpulkan dengan banyak saudaranya yang lain, apakah akan seramai pasar malam. Oke Jenia berlebihan, ia sangat gugup karena kini semua pasang mata yang ada di meja makan menatap ke arahnya dengan tatapan menilai.

“Tidak apa-apa, kamu duduk di sini, sebelahku,” ucap Ansel membawa Jenia duduk di kursi kosong. Yang memang sengaja di sediakan untuk Jenia dan juga putrinya.

“Pak guru, Cwen mau duduk sebelah pak guru juga ya,”

Suara cempreng Cwen sukses membuat beberapa pasang mata mengalihkan tatapannya kepada Cwen, gadis berambut pirang.

“Jadi ini perempuan yang kamu bicarakan itu, Ansel?”tanya Lasmaya menatap putra bungsunya lamat-lamat.

Ansel mengangguk, lalu menatap Jenia dan Cwen bergantian, yang di mana keduanya duduk di kanan dan kiri Ansel.

Jenia menundukkan pandangan, merasa tidak nyaman dengan pasang mata yang masih menatap dirinya dengan tatapan menilai, Ansel yang menyadari itu menghela napas berat dan menatap kakak-kakaknya dengan tatapan tajam.

“Kalian membuat Jenia tidak nyaman, berhenti menatapnya seperti itu, kak!”Ansel menegur kakak-kakaknya yang menatap Jenia dengan tatapan menilai.

“Kamu serius mau menikahi dia?”tanya sang kakak ketiga, kakaknya yang tinggal di Singapore karena ikut suaminya sekaligus karena bekerja menjadi guru juga di Singapore.

Pertanyaan dari salah satu kakak Ansel sukses membuat Jenia semakin tidak percaya diri, kedua tangannya saking bertaut, perasaan gugup itu semakin menjadi-jadi begitu meja makan itu sangat hening.

“Aku serius kak, memangnya kenapa? Ada yang salah dengan pilihan aku?”tanya Ansel.

“Bukan itu maksud kakakmu itu Ansel,” ucap sang bunda mengerti maksud dari pertanyaan anak ketiganya.

“lalu apa?”tanya Ansel, ia sudah mulai sedikit kesal ketika melihat banyak saudaranya membuat Jenia semakin tidak nyaman, bahkan saat mereka datang pun, tidak ada satu pun dari mereka yang menyambutnya, malah fokus menatap Jenia dan juga Cwen secara bergantian.

Sang bunda menghela napas pelan lalu menatap Jenia yang masih menunduk,”bunda tidak menyangka jika wanita yang kamu bawa secantik ini Ansel, bunda terkejut begitu melihatnya, tidak ada yang menyangka jika calon yang kamu bawa berasal dari luar negeri, bunda kira kamu tidak suka dengan gadis luar negeri, sama seperti kamu tidak menyukai Bella,”

“Itu beda bunda, Bella dan Jenia dua wanita yang berbeda, Ansel tidak bisa menyukai Bella karena Ansel sudah memilih Jenia,” balas Ansel membuat bundanya tersenyum lembut.

“Tidak apa-apa, bunda sangat senang memiliki menantu secantik ini, siapa tadi namanya?” Lasmaya mendadak lupa nama Jenia.

“Jenia, namanya Jenia bunda,”

Lasmaya mengangguk, lalu bangkit dari kursi duduknya dan melangkah mendekati Jenia, ia menyentuh lembut pundak Jenia yang membuat wanita itu terjingkat kaget.

Jenia mendongak dan menatap wanita yang Ansel panggil bunda itu dengan tatapan yang sangat canggung, bahkan saking canggungnya untuk tersenyum saja rasanya sulit.

“Kamu cantik sekali sayang,”puji Lasmaya mengelus lembut pipi Jenia.

Tubuh Jenia langsung menegang, jantungnya yang sudah berdetak cepat karena gugup kembali berdetak dengan irama yang sangat berantakan, sampai rasanya dada Jenia terasa sakit, saking kuatnya jantung itu berdetak.

“Kamu bisa mengerti apa yang bunda katakan?” tanya Lasmaya.

Jenia semakin mematung. Apa tadi katanya? Bunda? Siapapun tolong bawa Jenia keluar dari rumah ini, ia tidak sanggup lagi menahan debaran jantungnya yang semakin menggila.

“Kamu gugup ya, sampai pucat gini bibirnya?” Lasmaya tersenyum lembut, tatapan matanya tidak bisa berbohong jika Lasmaya menyukai sosok calon yang putranya bawa.

“Bunda sudah dong, kasihan Jenianya itu bunda,”tegur sang ayah melihat calon dari putranya itu yang mematung sampai tidak bisa berkata sepatah katapun.

Lasmaya tersenyum lembut dan kembali mengusap lembut pipi Jenia,“Ansel sangat pintar memilih pasangan,”lalu setelah itu, Lasmaya beralih ke sisi kiri Ansel dan mengusap lembut rambut si kecil pirang itu.

“Hai cantik, nama kamu siapa?”tanya Lasmaya membuat Cwen menoleh dan mendongakkan kepalanya menatap wanita di hadapannya itu dengan senyuman lebarnya.

“Cwen, nama Cwen itu Cwen,” jawab Cwen membuat suasana di meja langsung menghangat begitu mendengar suara Cwen yang terlalu semangat juga kata yang di pilihnya untuk menjawab Lasmaya terdengar lucu di pendengaran mereka.

“Nama yang cantik, sama seperti orangnya,” puji Lasmaya mencium dahi Cwen sedikit lama.

Cwen sedikit terkejut mndapatkan ciuman itu tiba-tiba, tapi ia tidak menjauh tidak juga menolak Cwen membiarkan dirinya di ciumi oleh wanita yang sejak tadi memanggil dirinya sendiri dengan sebutan bunda.

“Kamu benar-benar pintar memilih pasangan Ansel, lihat saja bunda langsung menyukai calon istri dan juga calon putrimu,”ucap kakak keduanya yang sudah menikah dan menetap di jerman. Kakaknya yang pernah hampir di jodohkan dengan paman Angga tapi ternyata sudah menikah lebih dulu dengan gadis dari Indonesia.

Ansel hanya tersenyum kecil untuk menaggapi pujian kakaknya itu, Ansel tahu, ia memang seberuntung itu berhasil membawa Jenia dan juga Cwen bertemu dengan keluarganya.

Setelah ia puas mencium dahi calon cucunya, Lasmaya kembali duduk di kursinya dan menatap Ansel dengan senyum tulusnya.“Bunda menyukai keduanya Ansel, jadi kapan kalian akan menikah?” tanya Lasmaya langsung membuat suasana di meja makan riuh, kakaknya dan juga sang kakak ipar langsung menyerbunya dengan beberapa godaan yang membuat pipi Jenia memerah karena malu.

“Wah, bunda sudah memberikan lampu hijau Ansel, lebih baik cepat menikahinya agar kamu tidak menyesal,”

“kamu akan menyesal begitu kekasihmu itu di ambil lebih dulu oleh orang lain,”

“Kakak juga setuju dengan bunda loh Ansel,”

“Siapa yang tidak setuju kak, wanita yang Ansel bawa benar-benar membuat kita tidak bisa mengatakan apa-apa, benar-benar sangat cantik, bahkan aku yang dokter kecantikan saja merasa kalah loh,”ucap kakak keempat Ansel.

Ansel memiliki empat kakak, tiga perempuan dan satu laki-laki, kakak pertama dan keduanyanya sudah menikah, kakak ketiganya pun sudah menikah, hanya tinggal kakak keempatnya masih betah sendiri bahkan di umurnya yang sudah beranjak dua puluh tujuh tahun. Lebih tua dua tahun dari Jenia.

Ansel menoleh, menatap Jenia yang kembali menunduk, tapi kali ini bukan karena gugup dan juga tidak percaya diri, tapi karena malu dengan godaan-godaan kakak-kakaknya yang terus-terusan di lontarkan kepada Ansel dan juga dirinya tanpa berhenti.

“Jenia, mereka bertanya kapan kita menikah,” bisik Ansel yang hanya bisa di dengar oleh Jenia sendiri.

“Lihat, bahkan Ansel sampai harus bisik-bisik, agar kita tidak tahu apa yang di ucapkan olehnya kepada Jenia,”

“Paling gombalan buaya,”

Wajah Jenia semakin merah, debaran jantungnya masih saja menggila dan kini di tambah suara Ansel yang sanggup membuat Jenia semakin merasa malu.

“Kamu terlihat cantik dengan pipi merah seperti itu.”Puji Ansel menghiraukan godaan kakak-kakaknya.

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!