"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
baba 10 Ada nama suami Tante Maya
Aku bangun ku lihat jam ternyata sudah jam dua belas siang paman mungkin sudah ke kantor mbak Maura pasti ke PT ADI memasukan jaringan keamanan ke sana aku bangun mau ke toilet kerena ke belet pipis bi Sumi menyapa ku
" Mbak ini kopinya dan ini dari mbak Maura" kata dia menyiapkan sarapan untuk ku pasti suruhan mbak Maura
" Bi Sumi masak apa hari ini" tanya ku ini sih bukan sarapan tapi makan siang bi suami masak sup iga aku ambil nasi sedikit dan semangkuk sup iga dengan kerupuk yang ada di meja makan
" kata bos Hendra mbak Anisa harus makan yang banyak kerena semalam lembur kerja jadi bik sumi suruh masak sup iga dan daging sapi buat mbak Anisa " kata bi Sumi
" Memang paman yang menyuruh" tanya ku
" Iya bibi kasih uang di suruh belanja daging dan bikin sup iga perkedel kentang buat neng Maura dan neng Anisa dan den Hendra juga berpesan kalau neng Anisa bangun suruh makan yang banyak buat tenaga nanti malam lembur lagi" kata bi Sumi
Aku hanya tersenyum ada ada saja klau aku kekenyangan aku bisa tertidur dong nggak bisa kerja nanti beli camilan saja ah yang ringan kwaci atau kacang saja Selesai makan piring aku cuci sendiri memang aku sering makan di sini dan piring atau mangkok dan cangkir yang aku gunakan aku cuci sendiri aku kan bukan juragan
" Bi aku pulang dulu mau mandi sudah badanku bau" kata ku bi Sumi tersenyum dia mengangguk
Aku pulang ke apartemen ku dan ku bawa lep top ku hasil kerja ku tadi malam sudah aku copy pake flash disk jadi mau aku lihat dengan komputer di rumah tanpa pakai jaringan jadi offline gitu aku penasaran kayak ada nama suami Tante Maya aku lupa nama lengkap nya siapa ya kayak nya aku pangil om Rama gitu Sampai di apartemen ku aku mandi selesai mandi aku penasaran jadi aku buka nama nama yang aku temukan tadi dan benar ternyata ada nama suami Tante Maya yang terlibat korupsi aku shock ternyata dia yang berperan dan dia mempunyai jabatan di sini dan peran nya cukup penting waduh bentar lagi dia di penjara Hem kasihan Ninik tapi biarlah kan mereka sombong biar jadi pelajaran
Aku tiba tiba ingin jalan jalan mencoba baju yang di belikan mas Bayu aku memilih rok pendek atasan kaus kemudian ada outer ala Korea dan sepatu boots yang lucu bawa tas selempangnya juga aku keluar dari apartemen dan memesan taksi online Samapi di depan taksi sudah datang aku ingin jalan jalan ke mall sendirian tadi aku bercermin kulitku semakin halus aku semakin cantik kerena di belikan skincare sama mas Bayu. Kakakku memang sangat perhatian dia selalu kirim skincare buat aku dari Korea biar adeknya nggak buluk katanya kalau dulu dia hanya beli outer buat akai sekarang semua model yang cocok sama aku di belikan malah satu koper buat aku saja memang dia sangat memanjakan adek nya
Sampai di mall aku ingin beli perhiasan aku melihat cincin yang bagus sepaket sama antingnya ku lihat harga nya lima puluh juta jadi aku beli saja masak aku nggk pernah beli perhiasan jadi beli lah aku cincin emas putih dengan permata berlian biasa juga anting kecil dari emas putih bermata sama aku langsung pakai di jari tengah kemudian anting lama ku aku copot dan aku ganti yang baru untuk kalung dan gelang aku nggk beli sebenar nya sudah punya tapi jarang aku pakai kerena demi keamanan tapi emas desa itu juga pilihan ibu dan di simpan di rumah yang di desa.
Aku duduk di kafe karena ingin menikmati kopi vanila yang original dan aku pesan dim sum yang full keju juga ada pangsit kuah aku makan pakai mangkok dan sumpit Seperti yang di ajari mbak Maura tiba tiba di sebelah ku ada yng pesan makanan hot pot gitu dan aku mengenali suaranya aku toleh ternyata Ninik dan Tante Maya bersama laki laki mungkin calon mantunya aku diam saja semoga dia nggk menyadari ada aku di belakang nya aku makan aku percepat biar menghindar dari mereka ternyata percuma mereka melihat ku
" Eh kirain siapa sombong banget ketemu nggak nyapa padahal gadis miskin kampungan mau pakai pakaian apa apa Korea baju juga di belikan kakaknya yang jadi TKI nggk kasihan kakaknya kerja keras dia yang doyan foya menghabiskan" kata dia dengan sombong
" Iya nik sekarang penampilan di perbaiki mau cari mangsa ya kan ibunya Kaffa nggak setuju kerena dia miskin jangan jangan jadi ani ani nih" kata Tante Maya
" Mana juga laju kalau jadi ani ani wong jelek gitu pakai sepatu boots kayak mau ke sawah" kaya Ninik
" Maaf ya tante dan adek sepupu aku penampilan begini nggk minta ya ini mas Bayu yang modali kenapa mas Bayu saja ikhlas membelikan aku baju kok kalian iri" jawabku
" Ingat kamu dulu jelek dekil kalau bukan Bayu yang modali juga masih jelek" kata Ninik
" Aku jelek dekil dan miskin kan di telantarkan oleh ayah ku dan gak nafkah ku di berikan ke Tante dan nenek" jawabku
" Eh Nisa kamu jangan mengada ada ya suami tante kaya kerja di BUMN dan Tante masih punya bagaian sawah di desa jangan remahkan Tante ya lagian gaji ayahmu di berikan pada istri dan anak nya kurang" jawab Tante Maya
" Ya semoga Tante beruntung walaupun sudah menghina keponakan Tante sendiri " jawabku
" Najis punya keponakan bapak mu saja nggak mau sama kamu apalagi Tante jangan berharap dia akui keluaga kami walaupun penampilanmu telah berubah " kata dia
Aku segera pergi setelah membayar makanan percuma ber debat sebentar lagi juga suami nya kena kasus biar tahu rasa terus sawahnya di jual nanti aku yang beli aku menangis tapi dalam hati ku tersenyum sinis tunggu saja pembalasannya.Mereka menertawakan aku ketika aku baru buru pulang aku pun naik taksi menuju apartemen ku aku turun ketika Sampai di lantai bawah aku segera beli camilan di lantai bawah ada minimarket buat aku ngemil sambil kerja nanti malam di lobi aku ketemu paman
" Nis dari mana kamu kok sendirian" tanya paman Hendra
" Eh paman mau beli camilan biasa buat camilan sambil kerja" jawabku dia juga belanja kayaknya
" Nanti lanjut ya nis kamu minta sesaji apa" tanya dia
" Terserah paman aku pemakan segala kok yang penting halal" kata ku
" ok paman beli camilan saja" kata dia terus gitu dia melanjutkan belanja nya aku juga dan kenapa paman nunggu di kasir itu nunggu siapa batinku. Aku selesai belanja nungu di kasir dan ternyata paman membayar belanjaan ku
" Terima kasih banyak paman atas traktiran nya" kata ku
" Yang semalam belum aku bayar ya " kata dia
" Kan belum selesai paman" jawabku aku pun masuk ke lift aku keluar di lantai empat tempat unit ku berada sedangkan paman lanjut ke lantai atas tempat mbak Maura
Bersambung ...