NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SI KAKU MULAI BAWEL

Matahari pagi sudah mulai menyelinap masuk lewat celah tirai jendela. Suara burung berkicau terdengar riuh di luar, seolah tidak peduli kalau di dalam rumah ini semalam terjadi badai yang hampir menghancurkan segalanya.

Giovani sudah bangun sejak subuh. Dia tidak bisa tidur nyenyak sama sekali. Setiap kali dia memejamkan mata, bayangan wajah Ayunda yang menangis dan tatapan kecewa itu selalu muncul. Hatinya terasa sesak, seperti ditimpa batu besar.

Dia duduk di tepi tempat tidur mereka yang sekarang terasa sangat luas dan sepi tanpa kehadiran istrinya. Rambutnya agak berantakan, matanya terlihat sayu dan ada lingkaran hitam di bawahnya. Tanda kalau dia semalaman tidak tidur.

"Astaga... apa yang udah gue lakuin semalam?" gumamnya pelan, tangannya mengusap wajah kasar. "Gue harus minta maaf. Harus banget minta maaf."

Perlahan dia berdiri, berjalan pelan menuju pintu kamar tamu. Jantungnya berdegup kencang, campuran antara gugup dan takut.

Dia mengetuk pintu pelan-pelan.

Tok... tok... tok...

Tidak ada jawaban.

"Yun... Ayunda..." panggilnya lembut. "Kamu udah bangun belum? Buka dong pintunya..."

Masih hening.

Gio menghela napas panjang, lalu memutar gagang pintu pelan-pelan. Ternyata tidak dikunci.

Dia masuk perlahan. Ruangan itu agak gelap karena tirai masih tertutup rapat. Di atas kasur, terlihat bentuk tubuh kecil yang meringkuk di bawah selimut tebal.

Ayunda masih tidur. Tapi tidurnya terlihat tidak nyaman. Alisnya sedikit berkerut, seolah sedang bermimpi buruk atau masih merasa sedih.

Gio mendekat pelan, duduk di tepi kasur. Dia menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh penyesalan dan kasih sayang.

"Maafin aku ya Yun..." bisiknya sangat pelan, hampir tak terdengar. Tangannya terangkat ingin menyentuh pipi Ayunda, tapi urung dilakukan karena takut membangunkan dan takut ditolak.

"Maafin aku yang udah gampang percaya omongan orang lain. Maafin aku yang udah nyakitin hati kamu. Aku bodoh... aku emang bodoh banget."

Beberapa menit kemudian, Ayunda mulai menggerakkan tubuhnya. Matanya perlahan terbuka, masih terlihat bengkak dan merah karena semalaman menangis.

Saat sadar ada orang di dekatnya, dia langsung kaget dan mundur sedikit ke belakang, menarik selimut sampai ke dagu.

"Lo... ngapain disini?" suaranya terdengar serak dan berat. Tatapannya dingin, tidak seperti biasanya.

Gio merasa hatinya tertusuk lagi melihat reaksi itu.

"Aku... aku mau minta maaf Yun," kata Gio cepat, suaranya terdengar putus asa. "Aku salah besar semalam. Aku gak bermaksud ngomong gitu semua. Aku cuma cemburu, aku cuma takut kehilangan kamu, jadi aku ngomong sembarangan. Maafin aku ya..."

Ayunda tidak menjawab. Dia hanya menatap lurus ke depan, tidak menatap mata Gio.

"Yun... tolong ngomong dong. Jangan diem aja gitu. Aku ngeri liat kamu diem," Gio mulai terlihat panik. "Aku janji deh, gak bakal gitu lagi. Aku bakal percaya sama kamu 100%. Aku gak bakal dengerin omongan orang lain lagi. Please Yun..."

Ayunda akhirnya menghela napas panjang, lalu perlahan turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Gio.

DUG!

Pintu kamar mandi ditutup agak keras.

Gio menghela napas frustrasi, memukul pelan kasur dengan tangan.

"Sialan... dia masih marah besar nih. Gimana dong?"

 

Sekitar 15 menit kemudian, Ayunda keluar dari kamar mandi. Wajahnya sudah dicuci, tapi aura dinginnya masih terasa sangat kuat. Dia berjalan melewati Gio begitu saja, menuju lemari untuk mengambil baju.

Gio langsung bangun dan mengikutinya seperti ekor.

"Yun, kamu mau mandi ya? Air hangatnya udah aku siapin loh di kamar utama. Atau mau disini juga gapapa, aku siapin juga," Gio mulai bicara terus-menerus. "Sarapan mau makan apa? Mau telur dadar? Atau bubur? Atau mau roti bakar? Aku masakin ya sekarang!"

Ayunda tetap diam. Dia mengambil baju, lalu kembali masuk ke kamar mandi lagi untuk berganti pakaian.

Gio berdiri di depan pintu, terus bicara sendiri.

"Yun, jangan marah terus dong. Nanti cantiknya ilang loh. Nanti kerutan di wajah muncul loh. Aku janji deh bakal jadi suami yang lebih baik. Aku bakal kurangin aturannya, aku bakal lebih asik, aku bakal..."

Ayunda keluar lagi, sekarang sudah pakai baju santai tapi tetap dengan gaya khasnya yang agak tomboy. Dia berjalan keluar kamar, menuju dapur.

Gio masih terus mengikuti, mulutnya tidak berhenti bergerak.

"Yun, tungguin dong! Pelan-pelan jalan nya jangan cepet-cepet nanti jatuh loh. Oh iya, baju yang kamu pake itu agak tipis nih, pake jaket dong biar gak masuk angin. Udah pagi ini agak dingin loh..."

Ayunda akhirnya berhenti berjalan di tengah ruang tamu. Dia berbalik badan dengan cepat, menatap Gio dengan tatapan tajam.

"HEH COWOK KAKU!" bentak Ayunda. "LO SADAR GAK SIH DIRI LO SENDIRI?! DARI TADI LO BAWEL BANGET GITU AJA! LO ITU DULUKAN KAN YANG SUKA DIEM, YANG SUKA NGOMEL KALO GUE BANYAK BICARA?! SEKARANG GIMANA?! KOK LO YANG JADI IBU-IBU BAHEK GITU?!"

Gio tertegun sejenak, tapi bukannya berhenti, dia malah menggeleng cepat.

"Gak peduli! Sekarang kan aku lagi nyesel! Lagian kalau aku diem, kamu makin marah kan? Kalau aku bawel, berarti aku perhatian sama kamu kan?" Gio malah mendekat lagi, wajahnya memohon. "Yun... please maafin aku ya? Aku sayang banget sama kamu. Aku gak bisa kalau kamu marah gini terus."

Melihat tingkah Gio yang sekarang berubah 180 derajat—dari cowok dingin dan kaku jadi kayak anak kecil yang minta perhatian—hati Ayunda sebenarnya sudah mulai luluh. Tapi dia masih mau ngambek sedikit lagi biar Gio kapok.

"Hmph! Gak gampang gitu maafinnya!" Ayunda memalingkan wajah, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat menahan senyum. "Lo harus ngerasain dulu gimana rasanya disalah paham, gimana rasanya sakit hati!"

"Iya iya, aku udah ngerasain kok! Sakit banget Yun! Rasanya pengen nabok diri sendiri sendiri!" Gio langsung merangkul pinggang Ayunda pelan, takut ditolak. "Sekarang kan aku udah bawel, udah perhatian, udah ngaku salah semua. Maafin ya sayang?"

Ayunda menatap mata Gio dalam-dalam. Melihat tatapan tulus dan penyesalan yang sangat besar di sana.

Akhirnya dia menghela napas panjang, lalu mendorong dada Gio pelan.

"Yasudah deh... tapi inget ya Gio! Kalau ada apa-apa, dengerin penjelasan gue dulu! Jangan langsung ngegas kayak tadi! Gue itu istri lo, bukan musuh!"

"IYA IYA SIAP KOMANDAN!" Gio langsung tersenyum lebar, senyum yang sangat jarang dia tunjukkan tapi sangat tampan. "Janji deh! Gak bakal gitu lagi!"

"Tapi..." Ayunda menatap Gio dengan tatapan menggoda. "Lo harus janji juga, kalau lo udah jadi bawel gini, jangan berubah lagi jadi kaku! Gue lebih suka lo bawel gini kok, lebih keliatan hidup!"

Gio terkekeh pelan, lalu menarik Ayunda ke dalam pelukannya yang hangat.

"Oke... mulai hari ini, Giovanni yang kaku udah pensiun. Yang ada sekarang cuma Giovanni yang bawel dan sayang banget sama istrinya!"

"Hahaha dasar aneh!" Ayunda tertawa kecil, membalas pelukan suaminya.

Akhirnya, badai kemarin berlalu juga. Dan hari ini, hubungan mereka justru terasa lebih erat dan lebih manis dari sebelumnya.

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!