NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:220
Nilai: 5
Nama Author: Arafi Arif Dwi Firmansyah

Kurza adalah vampir terkuat dimasa lalu, entah apa yang ada dipikiranya sehingga dia memutuskan untuk beristirhat/tidur di dalam sebuah goa . sebelum Putri Kerajaan Alabas tanpa sengaja membangunkan Kurza dari tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arafi Arif Dwi Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. Keberhasilan Miyuki Mengalahkan Iblis.

‎Kapaknya menghantam tanah, menciptakan lubang besar . Miyuki melompat ringan, menggunakan sihir "Ice Glide" untuk meluncur di atas lantai yang ia bekukan seketika, membuatnya bergerak secepat kilat.Ia menebas leher Malphas berkali-kali, namun terdengar bunyi “ting... ting..." pedangnya terpental seolah menghantam blok baja murni. Malphas Tertawa parau sambil mengayunkan kapak raksasanya ke arah Miyuki "hahahaha.. Hanya itu? Pedangmu bahkan tidak meninggalkan goresan di kulitku. Pedang kecilmu tidak akan bisa menggores kulitku!!!" guman Malphas dengan penuh kesombongan.

‎Miyuki terus berfikir untuk melemahkan kulit Malphas, Miyuki menyadari bahwa ia tidak bisa memotong kulit iblis itu secara langsung. Ia mengubah taktik. Sambil terus menghindar dari ayunan kapak yang mematikan. Setiap kali pedangnya bersentuhan dengan tubuh Malphas, ia tidak mencoba memotong, melainkan menyalurkan suhu dingin ekstrem ke satu titik yang sama secara berulang. "Kulitmu memang kuat, Malphas. Tapi kau lupa satu hal... Sekeras apapun kulitmu, memiliki titik jenuh terhadap suhu." Seru Miyuki yang masih mencoba untuk melumpuhkanya. Ia fokus membekukan persendian lengan Malphas. "Omong kosong! Kau pikir es tipismu bisa menghancurkan kulitku?" seru Malphas yang masih mengayunkan, kapaknya menebas udara tepat di atas kepala Miyuki.

‎Tanpa Malphas sadari, ia mulai melambat. Suhu dingin ekstrem membuat kulit kerasnya menjadi getas (rapuh). "Aku tidak mencoba menghentikanmu. Aku hanya sedang... merapuhkan mu." Seru Miyuki, "Apa ini?! Lenganku... terasa kaku!" gumam Malphas sambil terheran - heran melihat bunga es mulai merambat di persendian lengannya.

‎Miyuki kemudian menggunakan sihir tingkat tinggi, mengurung kaki Malphas dalam balok es raksasa. Saat Malphas berusaha memecahkan es tersebut dengan tenaga kasar dan ayunan kapak beseanya, "Ting... Ting... Ting..." Suara yang dihasilkan oleh benturan balok es dengan Kapak.

Miyuki melompat tinggi ke udara. Ia memusatkan seluruh energi sihirnya untuk membekukan seluruh kulit Malphas. Malphas yang masih teralihkan oleh balok es yang ada di kakinya, tidak menyadari Miyuki sedang bersiap dengan serangan dasyatnya. "Pernahkah kau melihat baja yang membeku total lalu dipukul dengan keras? Ia tidak akan bengkok, Malphas. Ia akan hancur. Sama seperti kulitmu yang keras itu" seru Miyuki sambil melancarkan Sihir yang tadi di kumpulkanya.

‎"Duuummmmmm..." Suara sihir itu bertabrakan dengan kulit keras Malphas. Malphas sempat menengok ke atas, tapi sudah terlambat, ia tidak bisa menghindar dari serangan sihir Miyuki. kini kulitnya terbungkus oleh balok es yang sangat dingin. kulit yang keras kini membeku total, hukum fisika bekerja: baja yang sangat dingin akan pecah jika dipukul dengan tekanan tepat.

‎Miyuki melapisi pedangnya dengan Kristal es yang kuat, dan menghantamnya ke kulit Malphas dengan sangat kuat. "KRAK...KRAKK...KRAK." Kulit baja Malphas hancur berkeping-keping seperti kaca. " Cling...Cling...Cling." Suara kepingan kulit Malphas yang berjatuhan. Malphas kehilangan pertahanan utamanya, Miyuki menusuk dada Malphas, "Jleb!" pucuk pedang mulai menembus daging, "Srak!" suara gesekan pedang dengan daging. "Krek... krek..." Dari pedang itu es merambat dari dada Malphas, "Ssssst..." membekukan darah dan jantung sang iblis dari dalam. Malphas menjadi patung es seutuhnya sebelum akhirnya hancur menjadi debu. Mata Miyuki menatap tajam ke arah Malphas, ia bersiap melakukan serangan akhir "Kehancuranmu dimulai dari kesombonganmu..." Seru Miyuki yang sudah mengayunkan pedangnya ke arah Malphas. Tring... Pyarr!" Suara pedang yang menghantam es. "Ssssssshhhhhhh..." Tubuh iblis itu hancur menjadi serpihan kaca halus.

Kurza berdiri tenang saat mengamati Miyuki yang bertarung melawan Malphas, Kepuasan terlihat jelas di wajah Kurza. "Luar biasa..." gumam Kurza pelan, suaranya hampir tertelan angin dingin. "Menghancurkan Kulit sekuat Baja dengan memanfaatkan kerapuhan suhu... Kau bukan hanya sekadar petarung, Miyuki. Kau adalah seniman di medan perang." gumamnya lagi,

Kekaguman Kurza bukan semata - mata hanya karena Miyuki berhasil mengalahkan bos iblis, kekagumannya lebih kearah Miyuki baru kemarin menjadi vampir, ini adalah pertarungan pertama Miyuki dan Miyuki sama sekali belum ia latih, tapi Miyuki bisa langsung beradaptasi dengan kekuatan yang baru dia terima. "Ketenangan Miyuki lah kekuatan terbesarnya" gumam Kurza yang sangat kagum dengan hasil pertempuran Miyuki yang melampaui ekspektasinya hari ini.

‎Kurza berjalan mendekati Miyuki, mengusap kepala Miyuki sementara Jenderal Kal dan pasukannya hanya bisa berdiri mematung dalam ketakutan dan kekaguman yang luar biasa. "Dengarkan semua! Pertempuran sudah selesai! Iblis itu telah jatuh!" Suaranya yang berat menggelegar, memecah kesunyian. Para prajurit mulai saling berpandangan, seolah tidak percaya bahwa mereka baru saja memenangkan pertarungan maut itu.

"Jangan diam saja! Segera bentuk tim penyelamat! Obati pasukan yang terluka, bawa mereka ke tenda medis sekarang juga! Tidak ada lagi nyawa yang boleh melayang hari ini!"Perintah Kurza dengan lantang. Mendengar teriakan atau perintah Kurza, jendral Kel segera tersadar dari ke terpakuannya dan mulai memberi komando kepada pasukannya. ‎"Kalian dengar itu?! Cepat gerakkan tim medis! Bawa mereka yang terluka ke tenda darurat!" seru Kel, suaranya masih sedikit bergetar karena baru saja menyaksikan kekuatan Miyuki. ‎Para prajurit yang tadinya hanya menonton dengan mulut menganga kini berlarian. Ada yang mengusung rekan mereka yang bersimbah darah, ada pula yang mulai menumpuk bangkai-bangkai iblis untuk dibakar agar tidak menimbulkan wabah.

‎Miyuki, yang baru saja membantai bos iblis, Aura membunuhnya menghilang seketika setelah mendapatkan usapan tangan di kepala dari Kurza. Di gantikan oleh tatapan lembut yang hanya ditujukan pada tuannya. Tanpa diminta, ia mengambil sapu tangan sutra dari balik zirah ringannya dan mendekat ke arah Kurza. ‎"Tuan, ada sedikit noda di pipi Anda," bisiknya lembut. Dengan gerakan sangat perlahan, ia menyeka debu pertempuran di wajah Kurza, seolah-olah ribuan mayat iblis di sekitar mereka sama sekali tidak ada.

Miyuki kemudian menoleh ke arah para prajurit yang sedang kewalahan mengobati luka sayatan akibat iblis. Ia menatap Kurza seolah meminta izin. "Tuan, darah vampirku memiliki kemampuan regenerasi. Jika Anda mengizinkan, saya bisa mempercepat penyembuhan prajurit yang kondisinya paling kritis." Seru Miyuki sambil memohon agar tuanya mengijinkan dia membantu. ‎

Kurza menatap sisa-sisa pasukan yang terluka parah, lalu kembali menatap Miyuki. Kurza memegang pergelangan tangan Miyuki, menghentikan niatnya dengan tegas. "Tidak, Miyuki. Jangan berikan darahmu pada mereka. Manusia harus belajar bertahan dengan cara mereka sendiri, dan aku tidak ingin kau melemah hanya demi mereka yang bahkan belum tentu menerimamu," ucap Kurza dengan nada dingin namun protektif.

Miyuki menundukkan kepala, mematuhi perintah itu tanpa bantahan. "Baik, Tuan. Maafkan atas kelancangan saya." Ucap Miyuki yang nampak kecewa karena merasa lancang kepada Kurza. "Angkat kepalamu" seru Kurza sambil dua jarinya menyentuh dahu dan mengangkat Miyuki agar tidak menunduk. "Kita cukup membantu melawan para iblis, jika kita bantu lebih dari ini, manusia akan menjadi semakin lemah karena mereka hanya mengandalkan kita." jelas Kurza kepada Miyuki agar lebih berhati - hati saat menolong manusia.

"Ayo kita ketenda dan beristirahat!" perintah Kurza sambil mengandeng tangan Miyuki.

Bersambung. . .

1
T28J
hadiir kakak 🙏
Arafi Arif Dwi Firmansyah: Terima kasih bosku.
total 1 replies
putri kurnia
lanjutannya dooong, penasaran bgt ini 😍
putri kurnia
bikin penasaran kelanjutannya
Arafi Arif Dwi Firmansyah: sabar ya. malam ini bab 4 selesai.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!