NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9: Aula Kultivasi

Fajar menyingsing, membasuh asrama murid luar dengan cahaya keemasan yang pucat. Di dalam kamarnya, Qin Xiang perlahan membuka kelopak mata. Sepasang pupilnya berkilat dengan vitalitas yang meluap—tajam, jernih, dan sedalam samudra purba. Seluruh rasa letih yang sempat menggelayuti tubuh fananya telah menguap, terbakar habis oleh sirkulasi energi yang sempurna selama ia terlelap.

Tanpa membuang waktu, Qin Xiang bangkit. Niatnya hari ini sudah bulat: turun gunung untuk mengasah pedang baru dan mencari tempat yang tenang untuk bermeditasi. Namun, begitu jemarinya menyentuh daun pintu dan menariknya terbuka, ia mendapati sesosok tubuh bulat sedang berdiri mematung di sana.

"Selamat pagi, Kakak Qin!"

Qu Long menyapa dengan suara yang sedikit bergetar, dibarengi senyum canggung yang membuat wajah berlemaknya tampak lucu. Meski menyapa dengan sebutan "Kakak", butiran keringat dingin terlihat merembes di pelipisnya. Ada ketakutan yang nyata di sana; ia khawatir panggilan akrabnya akan menyinggung pemuda misterius yang tempo hari melepaskan aura sedingin es itu.

Qin Xiang hanya memberikan anggukan tipis, hampir tak kentara. Ia tidak peduli pada basa-basi atau gelar remeh seperti itu.

"Ada apa, Qu Long? Mengapa kau menghalangi jalanku?"

Melihat Qin Xiang tidak keberatan dengan panggilannya, Qu Long segera membuang kegugupannya dan memasang wajah penuh rencana. "Kakak Qin, apakah kau punya rencana untuk mengunjungi Ruang Kultivasi Tertutup di Aula Kultivasi hari ini?"

"Hmm? Ruang Kultivasi Tertutup?" Qin Xiang sedikit memiringkan kepalanya. "Seberapa bagus fasilitas itu di tempat ini?"

Melihat umpan komunikasinya dimakan, Qu Long segera berbisik dengan nada rahasia, "Sekte luar membangunnya tepat di atas salah satu urat energi gunung ini, Kakak Qin. Tempat itu terbagi menjadi dua zona. Bagian pertama terbuka gratis; kepadatan energi spiritual di sana tiga kali lipat lebih murni dibanding dunia luar dan aku biasanya menghabiskan seluruh waktu di sana untuk meningkatkan kekuatanku."

Ia berhenti sejenak, wajahnya mendadak berubah masygul saat melanjutkan, "Namun, ada bagian kedua... zona elit."

"Jelaskan," pinta Qin Xiang pendek.

"Itu adalah tempat di mana energi dikompresi hingga tahap yang gila, tapi biaya untuk memasuki salah satu ruangan khusus di sana sangat mencekik leher. Seratus poin sekte hanya untuk satu hari berada di sana!" Qu Long mendesah, bahunya merosot lesu. "Dan bagi murid tanpa latar belakang seperti aku, poin sebenarnya bukanlah satu-satunya masalah. Akan tetapi, para senior yang haus kuasa telah mengklaim tempat itu sebagai wilayah pribadi mereka. Murid biasa yang berani melangkah ke sana tanpa izin... biasanya keluar dengan beberapa tulang retak atau wajah bengkak sampai-sampai tidak bisa dikenali lagi."

Mendengar itu, mata Qin Xiang justru berkilat dengan binar yang sulit diartikan. Poin sekte? Ia masih memiliki sekitar tiga ratus poin hasil "sumbangan" paksa dari Xiao Jing. Baginya, poin hanyalah angka mati jika tidak diubah menjadi kekuatan nyata.

"Berapa poin yang kau simpan di platmu?" tanya Qin Xiang tiba-tiba.

Qu Long sedikit tersentak, secara naluriah ia mendekap plat identitasnya di balik jubah. Ia sempat curiga, namun saat melihat tatapan Qin Xiang yang acuh tak acuh—tatapan yang seolah-olah seluruh kekayaan dunia ini hanyalah debu baginya—Qu Long pun menyerah.

"Empat ratus poin, Kakak Qin. Itu adalah tabunganku selama bertahun-tahun melakukan misi buruh rendahan di Paviliun Misi," jawabnya jujur.

"Empat ratus? Itu lebih dari cukup." Qin Xiang melangkah maju, melewati Qu Long dengan jubah yang berkibar ditiup angin pagi. "Ayo. Jangan biarkan poinmu membusuk menjadi sampah."

"Eh?” Wajah Qu Long buru-buru berubah, “Tunggu! Kakak Qin! Tunggu aku!" Qu Long berteriak kaget, namun kakinya yang pendek segera bergerak cepat mengejar punggung tegak di depannya.

...

Aula Kultivasi adalah sebuah bangunan masif yang sebagian terkubur ke dalam perut gunung, memancarkan energi langit dan bumi yang berat dan pekat. Begitu mereka mulai masuk ke dalam, atmosfer spiritual yang kental langsung menyambut, berbaur dengan hiruk-pikuk puluhan murid luar yang sibuk dengan urusan masing-masing.

Qin Xiang mengabaikan semua dan berjalan tanpa ragu. Ia tidak berhenti di zona pertama yang dipenuhi oleh murid-murid yang duduk berdesakan dalam meditasi yang riuh. Langkahnya mantap menuju pintu batu raksasa di ujung aula, yang dijaga oleh dua patung singa giok bermata merah.

Namun, ia menyadari langkah di belakangnya telah lenyap.

Qin Xiang menoleh. Menemukan Qu Long yang sedang berdiri mematung puluhan langkah di belakangnya, tepat di perbatasan zona pertama dan lorong menuju zona kedua. Wajah pemuda gemuk itu pucat pasi, matanya menatap pintu batu di depan Qin Xiang seolah-olah pintu itu adalah mulut binatang buas yang siap mengunyahnya hidup-hidup.

"Apa yang kau tunggu?" Suara Qin Xiang rendah, namun memiliki daya tembus yang membuat beberapa murid di sekitarnya menoleh.

"Kakak Qin... apa kau benar-benar yakin?" Qu Long menelan ludah, suaranya hampir menyerupai bisikan penuh horor. "Bahkan setelah semua peringatanku? Memasuki zona kedua tanpa perlindungan klan besar atau perlindungan senior lain adalah tindakan bunuh diri. Kita hanya akan menjadi bulan-bulanan para senior di dalam sana!"

"..."

Qin Xiang tidak segera menjawab. Ia menatap Qu Long dengan pandangan yang sulit dibaca. Di mata sang Kaisar, dunia ini hanyalah tempat bagi mereka yang berani mendaki di atas mayat rasa takutnya sendiri. Ia sekarang ingin memberi jalan bagi Qu Long untuk bangkit, tapi kemudian ia menyadari satu hal: ia bisa memberi seseorang pedang, tapi ia tidak bisa memberi seseorang keberanian untuk mengayunkannya.

Tanpa sepatah kata pun, Qin Xiang menggelengkan kepala perlahan. Bukan karena marah, melainkan sebuah pengakuan atas garis batas yang ditarik oleh Qu Long sendiri. Tanpa menoleh lagi, Qin Xiang membalikkan badan.

Setiap langkahnya menuju pintu batu zona kedua seolah meninggalkan jejak otoritas yang tak terlihat. Baginya, rintangan bernama "Senior" atau "Latar Belakang Keluarga" hanyalah kerikil kecil yang akan hancur begitu ia injak. Ia adalah Qin Xiang, dan ke mana pun ia melangkah, ia tidak kenal takut.

Setibanya di depan pintu masuk menuju zona ke-dua, Qin Xiang pun mendorong pintu batu itu sendirian, meninggalkan Qu Long yang masih berdiri mematung dalam ketakutan di tengah keramaian aula yang acuh tak acuh.

“Kakak Qin ...” Qu Long penuh dengan keringat dingin di wajah saat ia mengepalkan kedua tangan dan menguatkan keberanian dalam hatinya. “Tunggu aku Kakak Qin!” serunya selongsor, mengejutkan para murid lain di sana dengan keberanian mereka berdua.

Qin Xiang menghela napas pendek dan menunggu Qu Long yang mengejarnya selayaknya seekor anak domba gemuk yang akan disembelih.

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!