NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sarah benar-benar datang, tawaran itu sudah lama Bu Alice dengungkan, hanya saja dirinya belum cukup yakin untuk bergabung di dalamnya.

“Bagaimana sayang? Kamu bisa tanda tangan kontraknya. Bisa dikerjakan setelah lulus kuliah untuk proses kerjanya,” kata Bu Alice setelah keduanya duduk satu meja.

“. Aku pikir-pikir lagi ya, Bu,produk Ibu kan terkenal, masa pakai saya,” ujarnya kurang mampu.

“Kenapa? Kamu pasti bisa bantu, follower kamu juga cukup banyak di sosmed, itu sangat bagus Sarah,” ujarnya penuh antusias.

Sarah bahkan sudah beberapa hari tidak membuka sosmednya. Ia seperti menghilang dari dunia maya.

“Ya sudah, mikirinnya jangn lama-lama. Eh ya, Kamu tadi kesini di antar Lingga kan? Kemana tuh bocah kenapa tidak masuk. Dasar tidak sopan!”

“Iya, mungkin ada urusan lain jadi langsung pergi.” Sarah terpaksa berbohong, mengiyakan saja daripada nanti pria itu menghampiri dirinya lagi sebab ibunya protes. Ia paham betul sifat Bu Alice yang cukup dominan.

“Kamu pulangnya dengan taksi lagi? Bareng saya saja ya,” ujar Bu Alice sudah tidak ada lagi yang dikerjakan. Ia mempekerjakan cukup beberapa orang yang berpotensi dibidangnya.

Sarah kali ini mengiyakan. Bahkan saat perempuan itu meminta di antar ke swalayan, Sarah tidak sungkan mengangguk.

“Mampir dulu ya, ada yang mau saya beli.”

Keduanya berjalan dia antara rak gondola dengan Sarah yang mendorong troley, sementara Bu Alice memilih barang belanjaan.

“Kamu mau beli apa sayang, pilih saja yang kamu butuhkan?” tawar perempuan itu selalu baik dalam tiap kesempatan.

“Tidak ada Bu,” jawabnya sungkan. Membuat ibu dari dua anak itu tersenyum. Kalau mau beliin Sarah tidak perlu ditawari, tinggal ambil saja terus bayar, karna gadis itu pasti menolaknya.

Usai berbelanja,perempuan berprofesi Dokter esterika itu mengajak mampir di sebuah food court yang tak jauh dari tempat berbelanja.

“Kamu mau pesan apa?” tanya Bu Alice pada Sarah.

“Jus saja Bu,” jawabnya sungkan.

“Saya pesenin kimbab sekalian ya,” ujar Bu Alice pengertian sekali.

Bu Alice yang tidak mempunyai anak perempuan rasanya senang sekali bisa jalan-jalan berdua seperti ini dengan Sarah. Ia seperti menemukan keseruan tersendiri.

Sebenarnya pernah hamil anak perempuan tetapi kembarannya Lingga itu tidak tertolong.

Saat tengah menunggu pesanan, tak sengaja netra bening Sarah menangkap bayangan seorang pria baik yang kemarin di temuinya.Namun, saat itu pula pandangannya menjadi aneh saat menemukan Lingga juga di sana.

“Kalian disini?” Sapa Bu Alice tak menyangka bertemu dengan keponakan sekaligus putranya yang tengah bersama. Entah urusan apa.

“Iya, kebetulan ketemu disini Budhe,”jawab Raja tak menyangka akan bertemu dengan gadis itu lagi.

“Assalamu’alaikum …. Sarah!” Sapa Raja mengambil duduk di antara keduanya.

“Waalaikumsalam….,” jawab Sarah spechless.

“Kalian kenal?” tanya Bu Alice menatap keduanya penuh selidik.

“Kebetulan iya,” jawab Raja mengiyakan. Sarah tersenyum teduh.

“Kok bisa?” Sahut Lingga sedari tadi menyimak.

“Bisalah …. Bumi inikan punya Allah… kebetulan tengah berpijak di titik yang sama, pas kita bersua,bukan begitu Sarah?”

Lingga melebarkan bibir bawahnya mendengar pengakuan Raja, ikut bergabung dengan keduanya, sejenak melirik Sarah yang menundukan pandangan.

“Ya sudah pesan saja sekalian!” Ujar Bu Alice menawarkan Raja dan Lingga.

“Traktir ya Dhe, kebetulan tadi lagi cari makan.”

Raja sangat berantusias. Sementara Lingga biasa-biasa saja. Jelas kurang suka melihat ibunya terlalu akrab dengan anak pembantunya. Padahal dulu tidak pernah mempermasalahkan, tetapi semenjak kejadian itu, Lingga seolah-olah terus menghindar dan membuat tembok batasan yang begitu jauh.

“Kok Sarah bisa bareng sma Budhe?” Tanya Raja kepo.Suatu kebetulan atau menang kenal satu sama lain.

“Anaknya Bu Maryam, ja,tinggal di paviliun kami.”

“Anak Art di rumah gue,ja, pastilah mama kenal,” sahut Lingga cukup menohok.

“Pengennya saya jadiin anak bontot ja, tapi Sarah nya nggak mau. Iyakan sayang, ayo di habiskan pesanannya!” Seru Bu Alice mencairkan suasana. Perempuan itu melirik tajam putranya yang berbicara seolah tak menghargai gadis di sampingnya.

Sebenarnya Sarah sudah tidak nyaman semenjak kedatangan Lingga.Namun, ia tidak bisa pergi begitu saja dia antara ibu dan anak itu. Terlebih ada Raja, tidak sopan jika pamit begitu saja.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!