NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Yang Membabi Buta

Lin Han terus berlari, sesekali menebas iblis yang menghalangi jalannya. Kaki kanannya mendorong tanah, tubuhnya melesat melewati gang gang sempit yang sudah ia hafal sejak kecil. Jalan pintas menuju Klan Lin.

Akhirnya ia sampai di depan pintu kediaman klan. Dari luar, suara pertarungan terdengar jelas. Benturan logam, jeritan, dan auman iblis bercampur menjadi satu.

Lin Han mendorong pintu besar itu dan masuk.

"Ayah, Ibu! Anakmu datang!"

Pemandangan di dalam halaman membuat darahnya berhenti mengalir sejenak.

Lin Feng dan Ji Lianyue masih hidup. Tapi tubuh mereka penuh luka. Luka sayatan di lengan, di bahu, di punggung. Darah mengalir dari berbagai bagian tubuh mereka, membasahi pakaian mereka yang compang camping. Mereka berdua berdiri dengan susah payah, bertarung melawan seekor iblis yang jauh lebih besar dari yang lain. Tingginya hampir tiga meter, tubuhnya abu abu gelap dengan urat urat hitam yang menonjol. Kultivasinya setara dengan Foundation Establishment Akhir.

Di sekitar halaman, paman, bibi, dan sepupu sepupunya juga bertarung melawan iblis iblis yang lebih kecil. Wajah mereka ketakutan dan kelelahan. Lin Dan terlihat di sudut, lengannya terluka dan ia hanya bisa bertahan dengan susah payah.

Lin Han merasakan sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan. Kemarahan. Bukan kemarahan dingin yang terkendali, tapi kemarahan yang membara, yang membakar seluruh akal sehatnya.

Matanya memerah.

Tangannya mencengkeram pedang perak begitu kuat hingga kuku jarinya memutih. Suaranya keluar seperti geraman binatang terluka.

"Berani sekali kau melukai orang tuaku. Iblis rendahan!!!"

Wush!

Lin Han melesat.

Kakinya mendorong tanah dengan seluruh kekuatan Foundation Establishment-nya, menciptakan ledakan kecil di tempat ia berpijak. Tubuhnya meluncur seperti anak panah menuju iblis besar itu.

Ia melompat, pedangnya terangkat tinggi di atas kepala.

Slash!

Tangan kanan iblis itu terputus dari siku. Darah ungu pekat menyembur seperti air mancur. Iblis itu menjerit kesakitan, suaranya menggelegar dan memekakkan telinga. Tubuhnya yang besar terhuyung ke belakang.

Lin Han tidak memberinya kesempatan untuk pulih. Kemarahannya telah membutakan seluruh pikirannya. Yang ada di otaknya sekarang hanyalah satu hal. Membunuh. Membunuh iblis yang telah melukai ayah dan ibunya.

Ia menebas seperti orang gila.

Shing! Shing! Shing! Shing! Shing!

Pedangnya bergerak tanpa pola, tanpa ritme, hanya tebasan demi tebasan yang dilandasi amarah murni.

Bahu kiri iblis. Dada. Perut. Leher. Kepala.

Setiap bagian tubuh iblis itu ia tebas berulang ulang, bahkan setelah iblis itu sudah jatuh dan berhenti bergerak.

Lin Han terus menebas hingga iblis besar itu menjadi potongan potongan daging tidak beraturan. Darah ungu membasahi seluruh tubuhnya. Wajahnya. Rambutnya. Jubah birunya sekarang berwarna ungu gelap.

Ia berhenti, terengah engah. Tapi matanya masih memerah. Masih ada iblis lain di halaman ini.

Lin Han melesat lagi. Ia menyerbu iblis iblis kecil yang sedang menyerang keluarganya. Gerakannya tetap sama. Gila. Tanpa ampun. Setiap iblis yang ia dekati langsung ia tebas berkali kali, bahkan setelah mereka mati.

Shing! Shing! Shing!

Paman dan bibinya mundur ketakutan melihat Lin Han. Ini bukan Lin Han yang mereka kenal. Bukan Lin Han yang pendiam dan menerima semua hinaan tanpa perlawanan. Bukan sampah klan yang selalu tertunduk.

Ini adalah monster yang mengamuk.

Lin Dan menatap dari sudut dengan mata terbelalak. Tangannya gemetar, bukan karena luka di lengannya, tapi karena apa yang ia saksikan. Sepupunya yang selama ini ia hina dan injak injak, sekarang sedang melakukan pembantaian.

Lin Han terus menebas. Satu per satu iblis di halaman itu jatuh. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Iblis setara Qi Condensation mati dalam satu tebasan. Iblis setara Foundation Establishment Awal mati dalam tiga atau empat tebasan.

Hingga akhirnya, tidak ada lagi iblis yang bergerak di halaman Klan Lin.

Lin Han berdiri di atas tumpukan daging dan tulang iblis. Pedangnya masih tergenggam erat, ujungnya meneteskan darah ungu ke tanah. Dadanya naik turun dengan cepat. Matanya masih merah, tapi perlahan mulai meredup.

Ia menengadah ke langit, terengah engah. Amarahnya perlahan surut, digantikan oleh kelelahan yang luar biasa. Otot ototnya terasa seperti terbakar, paru parunya seperti terisi pasir.

Seluruh anggota Klan Lin yang selamat berdiri mematung. Mereka menatap Lin Han dengan ekspresi yang sama. Terkejut. Tidak percaya. Takut.

Ini adalah pemuda yang sama yang selama tiga tahun mereka sebut sampah. Pemuda yang mereka hina setiap hari. Pemuda yang mereka anggap tidak layak berada di klan.

Sekarang pemuda itu berdiri di atas tumpukan mayat iblis, tubuhnya berlumuran darah musuh, dan dialah satu satunya alasan mengapa mereka semua masih hidup.

Lin Feng dan Ji Lianyue saling berpandangan. Luka luka di tubuh mereka masih menganga dan berdarah, tapi ada sesuatu di mata mereka yang tidak bisa disembunyikan.

Kebanggaan.

Anak mereka, yang selama ini mereka khawatirkan tidak akan pernah bisa berkultivasi, baru saja menyelamatkan seluruh klan.

Lin Han perlahan menurunkan pedangnya. Suaranya parau.

"Ayah... Ibu... kalian baik baik saja kan?"

Pertanyaan yang sederhana. Tapi diucapkan oleh seseorang yang baru saja membantai puluhan iblis seorang diri, pertanyaan itu terdengar seperti sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Tapi itulah Lin Han. Dingin. Hampa. Tapi peduli pada orang orang yang berarti baginya.

1
Adriel Benedict
kehendak author cukup sehari 😁😁
Adriel Benedict
semangat Lin Han 💪💪💪
Adriel Benedict
selamat Lin Han dapat pedang bagus 👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!