NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

  Jam menunjuk tepat pukul dua siang

   Di ruang rapat perusahaan yang sunyi. Di depan mereka, terpampang desain-desain gaun mewah penuh pesona, hasil karya Rayandra yang telah dituangkan dengan segala passion dan dedikasi.

   Wajahnya berseri saat ia menatap setiap pasang mata yang menimbang karyanya dengan serius. 

   “Inilah hasil desain yang sudah saya ciptakan,” suaranya tenang namun penuh keyakinan. “Karya ini untuk fashion show bulan depan. Bagaimana menurut kalian? Ada yang ingin ditambahkan atau diubah?” 

   Tiba-tiba, suara tegas dari Bu Lia memecah keheningan, “Untuk gaun tengah itu, saya rasa warna soft yellow akan lebih hidup. Simple-nya desain itu bakal makin terpancar, dan warna itu sedang digemari banyak orang sekarang.”

   Rayandra tersenyum tipis, kemudian matanya menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya menatap adiknya Ardhanaya, “Baik, berikan warna soft yellow pada gaun itu. Kita ikuti saran dari Bu Lia.” 

   Ketegangan di ruang rapat itu terpecah sejenak. Semua tahu, sedikit sentuhan warna saja bisa mengubah nasib sebuah karya dan Rayandra siap menerima kritik demi menciptakan mahakarya yang sempurna.

  Satu per satu mereka melontarkan saran, menyulap setiap desain gaun menjadi karya penuh jiwa.

  Warna-warna itu pun tak sekadar melekat, melainkan mengalir dan menari di atas desain yang ada di layar, seakan punya nyawa sendiri.

   Mereka yakin, saat gaun itu jadi siapa pun yang memandangnya akan terpaku, terpesona hingga takluk oleh pesonanya, tak jarang beradu nafsu untuk saling memilikinya.

...****************...

  Malam itu, suasana tampak tak nyaman, saat kembali dari kantor Rayandra dan Ardhanaya tidak menemukan kedua istri mereka.

  "Kemana mereka?" tanya Ardhanaya entah pada siapa.

  Rayandra mengedikkan bahunya, ia pun tak tahu sebab pagi tadi keduanya tidak mengatakan apapun atau bahkan pamit.

  "Kalian sudah kembali?" nenek Mahira datang bertanya dengan lembut saat melihat kedua cucunya.

  "Nek, kenapa Sendiri?" tanya Ardhanaya dengan tangan cekatan membantu sang Nenek duduk.

  "Tidak apa Ayunda sedang membuat teh hangat," Jelas Mahira dengan menyentuh lembut tangan Ardhanaya.

  "Nek, kemana Ayasha dan Elvara? Apa mereka pergi?" tanya Rayandra.

  "Iya, mereka izin akan kembali ke rumah orang tua mereka dan mungkin akan menginap, apa kalian kembali membuat kesalahan?" tuduh Mahira.

  "Nek, jangan berpikir sembarangan! Kami tidak melakukan apapun," elak Ardhanaya.

  "Lalu kenapa mendadak mereka kembali ke rumah? Pasti ini semua salah kalian, kan?" Mahira terus saja menuding keduanya dari penyebab kepergian Kedua cucu menantunya.

  Ardhanaya akan kembali mengelak, tapi dikode oleh Rayandra dan akhirnya Ardhanaya kembali menelan protesnya.

  "Nek, mungkin mereka rindu pada kedua orangtuanya, kan? Jadi apa jika kembali ke rumah masing-masing harus ada adu cekcok dengan kami?" jelas Rayandra, tidak harus beradu mulut atau membantah menjelaskan secara menyeluruh dan sabar akan lebih Mahira pahami.

  Mahira mengangguk, benar kata Rayandra mungkin kedua cucu menantunya itu merindukan orang tua masing-masing.

  Suara deru mesin mobil terdengar memasuki halaman, ketiganya menoleh menunggu siapa yang datang kali ini.

  "Yunda," panggil Mahira.

  Ayunda datang membawa tiga cangkir teh hangat dan ia letakan ketiganya di atas meja.

  "Iya, nyonya besar," angguk Ayunda.

  "Coba lihat apakah itu kedua cucuku?" mintanya.

  Ayunda mengangguk, dia berderap dengan mengangguk sedikit sebagai sapaan sopan pada sosok Rayandra dan Ardhanaya.

  Tidak berselang lama, Ayunda kembali masuk dan dia membawa satu orang wanita yang cukup familiar.

  "Selamat malam, Nenek," Calista datang menyapa dengan ramah dan senyum lembut.

  Mahira hanya mendengus sinis, dia paling tahu mana asli dan mana palsu jelas sekali jika wajah itu memiliki banyak kebusukan yang di tutup dengan wajah polos.

  "Kak Ray, Kak Ardha," sapa Calista dengan suara lembut dan senyum polos.

  Ardhanaya dan Rayandra hanya mengangguk, tidak ada suara atau sapaan berarti dan itu membuat Calista terlihat kesal.

 Calista menunjukkan senyum menawan, dia segera duduk di dekat Mahira dan tanpa basa-basi menyentuh pelan tangan tua wanita itu.

  "Nenek, aku bawakan ramuan bagus untuk kesehatan nenek dari luar negeri," katanya dengan lembut.

  Meletakkan paperbag di meja dan segera mengeluarkan isinya, kota kecil dengan isi beberapa ramuan kering di dalamnya sebagai bukti bahwa ucapan Calista benar.

  "Terima kasih," ucap Mahira, walaupun tak menyukai Calista tetap saja hadiah harus diberikan ucapan Terima kasih sebagai balasan.

  "Sama-sama nenek," angguk Calista.

  Calista juga menyerah dua paperbag lainnya ketangan Rayandra dan Ardhanaya masing-masing.

  "Hadiah kecil untuk kedua Kakak," ucapnya.

  Keduanya mengucapkan hal yang sama, tidak ada kata lain seolah itu hanya sebuah hadiah dan tidak ada keistimewaan yang pasti.

  "Yunda, antarkan aku ke kamar, di ruangan ini hawanya tidak mengenakan," kata Mahira sambil melirik Calista.

  Calista mengeratkan pegangannya di sisi sofa, dia mendengus dalam hati dengan sisi gelap yang meronta benci, 'Awas saja kau wanita tua!' ancamnya dalam hati.

...****************...

  Sedangkan di sisi Elvara dan Ayasha keduanya masih ada di jalan, sebelum kembali ke rumah mereka akan mampir sebentar di salah satu toko supermarket untuk membeli beberapa camilan malam mereka.

  "Jadi kamu tadi ke butik orang tua Elvara?" tanya Ayasha.

  "Tentu saja, butiknya mewah dan megan, Elvara bodoh karena memilih tidak pernah datang dan malah memilih pria bernama Devon itu," gerutu Elvara.

  "Maaf kan aku," cicit Ayasha, dia tidak tahu bahwa karakter yang ia buat malah membuat mereka susah.

  Keduanya akan kembali ke rumah dan mungkin akan mendapatkan kejutan akan bab yang mereka tunggu atas kedatangan Calista yang begitu cepat dari perkiraan ingatan Bab buatan Evita.

  Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa Elvara dan Ayasha akhirnya berhenti di depan rumah Mahatara. 

  Keduanya turun dengan langkah pelan, paperbag tergenggam erat di tangan, bukan hadiah mewah, melainkan sekotak harapan dan kasih sayang dari rumah masing-masing.

  Ayasha membawa kue favorit nenek Mahira, hasil kerja sama dengan sang mama yang penuh cinta, sementara Elvara membawa sup tulang hangat berbalut goji beri, ramuan sehat untuk memperkuat tubuh sang nenek, tak lupa kantong plastik yang berisi cemilan mereka bawa juga.

 Langkah mereka menyusuri halaman menuju pintu utama, tapi tiba-tiba terhenti mata mereka tertuju pada sebuah mobil asing yang terparkir diam, entah siapa pemiliknya. 

  Kening keduanya berkerut dalam tanya. “Sepertinya ada tamu,” bisik Ayasha, suaranya bergetar. “Kakak tahu siapa pemilik mobil ini?”

  Elvara mengangkat bahu tak tahu. “Aku baru pulang sama kamu, mana mungkin tahu.” 

   “Eh, iya juga, aku lupa,” Ayasha menelan ludah, hatinya berdebar. 

  Elvara menarik napas dalam, mencoba meredam gelisahnya. “Lebih baik kita masuk dulu. Nanti juga akan terlihat siapa yang datang tanpa diundang ini.”

  Langkah kaki mereka pun perlahan mengarah ke pintu, dengan rasa penasaran dan kecemasan yang membuncah di dada. 

  Di balik pintu itu, siapa tahu cerita tak terduga sedang menunggu untuk terbuka.

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!