Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
60 hari menuju kiamat
Tiga bulan berlalu seperti kilatan cahaya bagi Elara. Kehidupan di Mansion Quizel benar-benar berubah total. Elara bukan lagi wanita yang diejek karena berat badannya, melainkan sosok dewi yang membuat siapapun menahan napas saat melihatnya. Berkat disiplin ketat dan bantuan suplemen pemurni sel dari sistem, Elara berhasil mencapai berat ideal 40 kg. Tubuhnya kini mungil namun kencang, dengan kulit seputih porselen yang memancarkan kesehatan sempurna.
Pagi itu, Elara berdiri di depan cermin besar di walk-in closet-nya. Ia mengenakan pakaian taktis serba hitam yang melekat sempurna di tubuhnya yang ramping. Wajahnya yang kini tirus memperlihatkan kecantikan yang tajam dan elegan sangat jauh berbeda dari sosok 110 kg tiga bulan lalu.
Ting!
[Status Tuan Rumah:]
Berat Badan: 40 kg (Target Tercapai!)
Kecantikan: 98/100 (Sempurna)
Kekuatan Fisik: Setara Atlet Profesional (Efek peningkatan level)
Hubungan dengan Leonard: 100% (Cinta Sejati & Loyalitas Mutlak)
Sebuah tangan kokoh melingkar di pinggang ramping Elara dari belakang. Leonard menyandarkan dagunya di bahu Elara, menatap pantulan mereka di cermin. Tatapan Leonard kini bukan lagi dingin atau penuh selidik, melainkan penuh pemujaan.
"Kamu terlihat luar biasa, Elara. Tapi terkadang aku merindukan pipi gempilmu yang dulu," bisik Leonard dengan nada menggoda, lalu mengecup leher Elara dengan lembut.
Elara terkekeh, berbalik di pelukan suaminya. "Kalau aku masih gemuk, apa kamu akan tetap memelukku seerat ini di depan umum?"
"Aku akan memelukmu bahkan jika dunia hancur besok," jawab Leonard serius. Pengaruh hubungan 100% membuat Leonard tidak lagi meragukan satu pun kata-kata Elara. Baginya, Elara adalah kompas hidupnya.
Tiba-tiba, layar merah berkedip di depan mata Elara.
[PERINGATAN SISTEM!]
[Waktu menuju Kiamat: 60 Hari 00 Jam 00 Menit.]
[Status Dunia: Stabilitas mulai menurun. Virus purba di kutub mulai mencair. Kekacauan global akan dimulai dalam dua bulan.]
Wajah Elara berubah serius. Ia melepaskan diri dari pelukan Leonard dan berjalan menuju meja kerja tempat peta satelit dunia terpampang.
"Leonard, waktunya tinggal sedikit. 60 hari lagi, dunia yang kita kenal akan berakhir. Struktur sosial akan runtuh, dan uang tidak akan lebih berharga daripada kertas toilet," ujar Elara dengan nada dingin yang membuat suasana kamar menjadi tegang.
Leonard mengangguk paham. Selama tiga bulan ini, ia telah mencairkan hampir seluruh aset cair Quizel Group menjadi emas, senjata legal, dan pasokan energi. "Bunker di pulau pribadi kita sudah 90% selesai. Pabrik pengalengan yang kita ambil dari Wijaya juga sudah beroperasi 24 jam hanya untuk menyuplai stok kita sendiri."
"Bagus. Tapi itu belum cukup," Elara menekan sebuah tombol di tabletnya. "60 hari ini adalah waktu terakhirku untuk memperkuat fisik dan kemampuan bertempurku. Aku butuh kamu melatihku menggunakan senjata api secara intensif, Leonard. Dan kita harus mulai memindahkan 'stok rahasia' kita ke Infinite Space."
Sore harinya, mereka berada di ruang latihan menembak bawah tanah milik mansion. Elara memegang sebuah pistol semi-otomatis dengan tangan yang stabil.
DOR! DOR! DOR!
Tiga peluru tepat mengenai titik tengah sasaran.
[Ting! Kemampuan Menembak naik ke Level Senior!]
[Bonus: Anda mendapatkan 'Intuisi Bahaya'—kemampuan mendeteksi niat membunuh dalam radius 50 meter.]
"Luar biasa," puji Leonard sambil bertepuk tangan. Ia berjalan mendekat dan memperbaiki posisi berdiri Elara. "Kamu belajar lebih cepat dari prajurit elit mana pun yang pernah kukenal."
Elara menurunkan senjatanya, napasnya teratur. "Aku tidak punya pilihan lain. Di masa depan, aku tidak ingin hanya menjadi beban yang kamu lindungi. Aku ingin menjadi orang yang berdiri di sampingmu saat kita menebas jalan keluar dari kerumunan zombie atau penjarah."
Leonard tersenyum bangga. "Kita akan selamat, Elara. Aku sudah menyiapkan tim tentara bayaran paling loyal untuk menjaga perimeter pulau. Tapi... bagaimana dengan Rachel dan ayahnya? Aku dengar mereka sekarang tinggal di rusun kumuh."
Elara menyeringai tipis. "Biarkan saja. Mereka tidak penting lagi. Tapi jika mereka mencoba mencari masalah di saat kiamat nanti... aku sendiri yang akan memastikan mereka menjadi 'umpan' pertama."
Tiba-tiba, sistem memberikan notifikasi baru.
[Misi Terakhir Sebelum Kiamat: 'Membangun Benteng Abadi'.]
[Tugas: Rekrut 5 orang ahli (Dokter, Insinyur, Petani, Ahli Senjata, dan Hacker) untuk menjadi tim inti Anda.]
[Hadiah: Fitur 'Teleportasi Kelompok' & 5 Miliar Rupiah Modal Terakhir!]
Elara menatap Leonard. "Sayang, sepertinya kita butuh lebih dari sekadar pelayan di mansion ini. Kita butuh sebuah tim. Tim yang akan membantu kita membangun peradaban baru setelah dunia ini hancur."
Leonard menggenggam tangan Elara erat. "Sebutkan nama-namanya, aku akan membawa mereka padamu malam ini juga."
Dengan berat badan 40kg, tubuh yang kuat, dan dukungan penuh dari pria paling berkuasa di kota, Elara Quizel kini siap menghadapi badai yang akan datang. Dua bulan tersisa bukan lagi waktu untuk takut, melainkan waktu untuk menjadi predator di puncak rantai makanan.
'Kiamat... datanglah. Aku sudah menunggumu,'batin Elara penuh tantangan.
_______🧟♀️🧟♀️🧟♀️
Elara duduk di kursi kerja Leonard, jemarinya yang lentik namun kuat menari di atas layar hologram. Pikirannya melayang kembali ke kehidupannya yang tragis sebelum terbangun di tubuh ini. Di masa itu, saat ia berada di titik terendah sebagai wanita yang terbuang dan kelaparan, ada beberapa orang yang mengulurkan tangan tanpa pamrih.
"Dulu mereka menolongku saat aku bukan siapa-siapa. Sekarang, aku yang akan menyelamatkan mereka sebelum dunia terbakar," gumam Elara.
Leonard berdiri di belakangnya, memijat bahu Elara dengan lembut. "Siapa saja mereka? Aku sudah menyiapkan tim penjemput."
"Bukan tim penjemput, Leonard. Aku sendiri yang akan mendatangi mereka. Orang-orang ini punya harga diri tinggi, mereka tidak akan mau ikut hanya karena uang. Mereka butuh kepercayaan," ujar Elara.
TARGET 1: DOKTER SARAH & SI HACKER
Lokasi pertama adalah sebuah klinik kumuh di pinggiran kota. Di sana ada Sarah, seorang dokter bedah jenius yang kehilangan izin praktiknya karena menolak melakukan malpraktik untuk seorang pejabat. Di kehidupan lalu, Sarah-lah yang mengobati luka Elara saat ia dikejar penjarah.
Elara masuk ke klinik yang pengap itu. Sarah tampak sedang mengobati seorang anak kecil.
"Klinik ini akan digusur dalam dua hari, Dokter Sarah," ujar Elara langsung pada intinya.
Sarah mendongak, matanya yang lelah menatap Elara tajam. "Siapa Anda? Kalau mau sombong soal uang, silakan keluar."
Elara meletakkan sebuah koper kecil di meja. Bukan berisi uang, tapi berisi peralatan medis paling canggih yang hanya dimiliki rumah sakit militer. "Aku Elara Quizel. Aku tidak butuh uangmu. Aku butuh keahlianmu untuk mengelola pusat kesehatan pribadi di mansionku. Sebagai imbalannya, kamu bisa membawa semua pasien yatim piatumu ke sana. Aku punya fasilitas lengkap dan keamanan 24 jam."
Sarah tertegun melihat peralatan itu, lalu menatap mata Elara yang penuh keyakinan. "Kenapa aku?"
"Karena aku tahu kamu lebih memilih mati daripada membiarkan pasienmu menderita. Dan di tempatku, kamu tidak akan pernah kekurangan obat lagi."
Di sudut ruangan, seorang remaja laki-laki kurus bernama Tobi sedang asik dengan laptop tuanya. Elara tahu, anak ini adalah hacker yang nantinya akan membobol sistem satelit saat kiamat terjadi.
"Tobi, ikutlah dengan Dokter Sarah. Di rumahku ada koneksi internet satelit terenkripsi dan server quantum. Kamu bisa bermain sepuasnya di sana," ajak Elara.
Tobi langsung menutup laptopnya. "Server quantum? Ayo berangkat!"
TARGET 2: INSINYUR BARA & PETANI MODERN, PAK JAKA
Perjalanan berlanjut ke sebuah bengkel alat berat milik Bara, seorang mantan insinyur mesin tempur yang kini hanya memperbaiki traktor. Di kehidupan lalu, Bara adalah orang yang membuatkan senjata rahasia untuk Elara bertahan hidup.
"Bara, aku butuh seseorang yang bisa mengubah mobil biasa menjadi benteng berjalan. Aku punya dana tak terbatas dan bahan baku baja titanium," ujar Elara saat tiba di bengkel Bara yang panas.
Bara menyeka keringatnya, menatap Elara dari atas ke bawah. "Anda gila? Untuk apa mobil seperti itu di kota sedamai ini?"
"Dunia tidak akan selalu damai, Bara. Kamu tahu itu lebih baik dari siapapun. Ikutlah denganku, atau tetaplah di sini memperbaiki mesin traktor karatan ini sampai kamu membusuk."
Bara menyeringai, ia menyukai tantangan. "Beri aku waktu satu jam untuk mengepak kunci-kunciku."
Terakhir, Elara menjemput Pak Jaka, seorang ahli agronomi yang dikhianati rekannya hingga jatuh miskin. Pak Jaka memiliki benih-benih unggul yang bisa tumbuh di lahan minim cahaya sangat krusial untuk pertanian di dalam Infinite Space.
•Malam Hari di Mansion Quizel
Malam itu, lima orang dengan keahlian luar biasa sudah berkumpul di ruang tamu mewah mansion. Mereka tampak bingung melihat kemewahan itu, namun Elara berdiri di depan mereka dengan wibawa seorang pemimpin.
"Aku memanggil kalian bukan hanya untuk bekerja. Mulai hari ini, kalian adalah bagian dari keluarga Quizel. Tugas kalian hanya satu: Pastikan fasilitas di mansion ini dan di pulau pribadi kami berjalan sempurna. Jangan tanya kenapa, cukup lakukan bagian kalian dan perkenalkan wanita ini seorang ahli senjata Hera." tegas Elara.
Leonard berdiri di samping Elara, memberikan tekanan aura penguasa yang membuat mereka tidak berani membantah.
Ting!
[Misi 'Membangun Benteng Abadi' SELESAI!]
[Hadiah Utama: Fitur 'Teleportasi Kelompok' AKTIF!]
[Bonus: 5 Miliar Rupiah telah dikonversi menjadi Emas Batangan di dalam Storage!]
Setelah tamu-tamu itu diantar ke kamar masing-masing oleh Mira, Leonard menarik Elara ke pelukannya. "Kamu benar-benar luar biasa, Sayang. Dalam satu hari, kamu mengumpulkan tim yang bahkan militer pun akan iri."
Elara menyandarkan kepalanya di dada Leonard, mendengarkan detak jantung pria itu. "Ini baru permulaan, Leonard. 60 hari ini akan menjadi waktu tersibuk dalam hidup kita. Besok, kita mulai latihan tempur kelompok."
"Apapun untukmu, Ratu-ku," bisik Leonard.
Di bawah sinar bulan, Elara menatap langit. Ia merasa jauh lebih siap sekarang. Dengan berat badan 40kg yang lincah, tim yang setia, dan suami yang mencintainya mati-matian, kiamat bukan lagi sebuah akhir, melainkan awal dari kekuasaannya.
Bersambung 🧟♀️🧟♀️🧟♀️
nabung chapter dulu untuk yang next 🥰🙏🏻
menarik thorr, lanjutkan 😈🔥