NovelToon NovelToon
THE BRITISH ROYAL FAMILY

THE BRITISH ROYAL FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: Moms Celina

Deskripsi

The British Royal Family karya Moms Celina adalah novel roman kerajaan yang mengisahkan perjuangan cinta, pengorbanan, dan harapan kedua kalinya. Berlatar di istana megah Inggris, cerita ini mengikuti perjalanan Elizabeth yang harus menyeimbangkan hati dan tanggung jawab, serta Taylor yang harus memilih antara takhta dan orang yang dicintainya. Dengan alur yang menegangkan, adegan yang hangat, dan konflik yang menyentuh hati, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta yang melawan aturan, serta ikatan keluarga yang tak tergoyahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Celina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di Balik Tirai

Malam itu, lampu-lampu di dalam Istana Buckingham masih menyala terang meski jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Suasana yang biasanya tenang dan damai kini terasa tegang dan penuh kewaspadaan. Setelah mendengar laporan dari Fransiskus, Taylor segera memerintahkan Savero dan Briant untuk memperketat pengawasan di seluruh penjuru istana, memeriksa setiap pintu dan lorong, serta mencatat setiap gerak-gerik orang yang dianggap mencurigakan. Meskipun mereka tak bisa menangkap Guetta, Berlin, atau Valeria hanya karena mereka mengadakan pertemuan dan berbicara, mereka harus memastikan bahwa rencana jahat mereka takkan bisa berjalan mulus.

Di dalam kamar tidur yang luas dan mewah, Elizabeth duduk di tepi tempat tidur, memandang keluar jendela ke arah taman yang gelap dan sunyi. Angin malam berhembus menerpa dedaunan, membuat suara gemerisik yang terdengar seperti bisikan orang-orang yang sedang berbicara dalam kegelapan. Di dalam benaknya terus terbayang kata-kata yang disampaikan Fransiskus, membuat hatinya tak bisa beristirahat dengan tenang. Dia tahu bahwa musuh mereka kini bergerak dalam kegelapan, menyerang dengan cara yang tak terlihat, dan hal itu jauh lebih menakutkan daripada serangan yang datang secara terang-terangan.

Taylor berjalan mendekat dari belakang, lalu meletakkan selimut lembut di atas bahu wanita itu, memeluknya erat-erat dari belakang agar wanita itu bisa merasakan kehangatan dan perlindungan.

“Jangan memikirkannya terlalu dalam, sayang,” bisik Taylor lembut di telinga istrinya. “Mereka hanya bisa berbicara dan menyebarkan kabar, tapi mereka takkan pernah bisa mengubah kenyataan. Selama kita saling percaya dan saling mendukung, tak ada kabar buruk atau desas-desus apa pun yang bisa memisahkan kita.”

Elizabeth berbalik dan bersandar di dada suaminya, menatap mata laki-laki itu dengan pandangan yang penuh kekhawatiran. “Aku tak takut untuk diriku sendiri, Taylor. Aku tak peduli apa kata orang lain tentangku, dan aku tak peduli seberapa buruk mereka menjelek-jelekkan namaku. Tapi aku takut untukmu, dan aku takut untuk Hunter. Kau adalah pewaris takhta, dan masa depan seluruh negeri ada di tanganmu. Jika mereka berhasil menanamkan keraguan di hati orang-orang, jika mereka berhasil membuat orang-orang berpikir bahwa kau tak pantas memimpin, maka bukan hanya kita yang akan menderita, tapi jutaan orang yang tinggal di negeri ini juga akan terkena dampaknya. Dan untuk Hunter... aku tak mau dia tumbuh di tengah dunia yang penuh kebencian dan pertikaian. Aku tak mau dia harus menghadapi orang-orang yang memandangnya dengan pandangan curiga dan penuh penghakiman hanya karena dia adalah anak kita.”

Taylor memegang kedua bahu wanita itu, menatap mata istrinya dalam-dalam dengan penuh keyakinan dan tekad yang tak tergoyahkan. “Dengarkan aku, El. Masa depan negeri ini takkan ditentukan oleh kata-kata bohong atau desas-desus yang disebarkan orang-orang yang berhati busuk. Masa depan negeri ini akan ditentukan oleh tindakan dan perbuatan kita. Jika kita memerintah dengan adil, jika kita memimpin dengan bijaksana, dan jika kita mencintai rakyat kita dengan tulus, maka semua keraguan dan kecurigaan akan lenyap dengan sendirinya. Rakyat akan melihat siapa kita sebenarnya, dan mereka akan membedakan antara kebenaran dan kebohongan. Dan untuk Hunter... aku takkan melindunginya dari segala tantangan dalam hidupnya, karena aku tahu bahwa tantanganlah yang akan membuatnya menjadi laki-laki yang kuat dan bijaksana. Tapi aku akan selalu ada di sisinya, dan aku akan mengajarinya bahwa nilai seseorang tak tergantung pada apa kata orang lain, tapi tergantung pada apa yang ada di dalam hatinya.”

Kata-kata suaminya membawa ketenangan di dalam hati Elizabeth, namun dia sadar bahwa kata-kata saja takkan cukup untuk menghentikan rencana jahat musuh mereka. Mereka harus bergerak cepat dan cerdik, sama seperti musuh mereka, agar tak terjebak dalam perangkap yang sedang disusun.

Keesokan paginya, suasana di dalam istana berubah menjadi sibuk dan teratur. Taylor memanggil David dan Fransiskus ke dalam ruang kerjanya untuk membahas langkah yang harus diambil selanjutnya. Kedua orang itu adalah sahabat dan orang kepercayaannya yang paling setia, dan bersama-sama mereka harus menyusun rencana untuk menghadapi ancaman yang datang dari segala arah.

“Mereka kini bergerak dalam kegelapan, menyebarkan kabar dan menanamkan keraguan di hati orang-orang,” ucap Taylor sambil berjalan mondar-mandir di dalam ruangan, wajahnya terlihat serius dan penuh pikiran. “Mereka tak lagi menggunakan senjata atau tuduhan terang-terangan, karena mereka tahu cara itu sudah gagal. Kini mereka menggunakan kata-kata dan perasaan sebagai senjata, dan hal itu membuat mereka jauh lebih berbahaya. Jika kita hanya diam dan membiarkan mereka berbuat sesuka hati, perlahan tapi pasti mereka akan berhasil mempengaruhi banyak orang, dan posisi kita akan menjadi semakin lemah.”

David mengangguk setuju, wajahnya juga terlihat serius dan penuh perhitungan. “Yang Mulia benar. Cara terbaik untuk melawan musuh yang bergerak dalam kegelapan adalah dengan membawa mereka ke dalam cahaya. Kita takkan bisa menghentikan mereka berbicara, tapi kita bisa memastikan bahwa setiap kata yang mereka ucapkan akan dijawab dengan kebenaran yang nyata. Kita harus mulai menunjukkan pada semua orang, baik di dalam istana maupun di luar, siapa kita sebenarnya. Kita harus menunjukkan bahwa kita memerintah dengan keadilan, kita bertindak dengan jujur, dan kita memikirkan kesejahteraan semua orang. Ketika orang-orang melihat dengan mata kepala sendiri kebaikan dan kebenaran dalam tindakan kita, maka semua kabar bohong yang disebarkan musuh kita akan terlihat seperti debu yang terbang tertiup angin.”

“Tapi mereka juga berusaha memecah belah keluarga kita dari dalam,” tambah Fransiskus dengan suara yang rendah dan penuh perhatian. “Valeria sedang berusaha mendekati orang-orang yang memiliki pengaruh besar, dan dia berusaha mempengaruhi pikiran Ratu. Ibu adalah orang yang sangat memikirkan tradisi dan kestabilan kerajaan, dan jika dia terus mendengar kata-kata yang menimbulkan keraguan, perlahan tapi pasti hatinya bisa berubah. Jika kita sampai kehilangan dukungan dari Ibu, maka perjuangan kita akan menjadi jauh lebih sulit.”

Mendengar hal itu, wajah Taylor menjadi semakin serius. Dia tahu betul karakter ibunya. Wanita itu adalah orang yang lembut dan penuh kasih sayang, tapi dia juga teguh memegang prinsip dan aturan yang telah diwariskan turun-temurun. Selama ini ibunya telah menerimanya dan keluarganya dengan tulus, tapi jika dia mulai berpikir bahwa kehadiran mereka membawa bahaya bagi masa depan kerajaan, perasaan itu bisa berubah menjadi kekhawatiran dan keraguan yang sulit dihilangkan.

“Aku akan berbicara dengan Ibu sendiri,” ucap Taylor dengan tegas. “Aku akan menjelaskan padanya dengan jujur dan terbuka. Aku akan menunjukkan padanya bahwa kita takkan pernah membahayakan kerajaan, dan bahwa kita berjanji akan memimpin negeri ini dengan sebaik-baiknya. Ibu adalah orang yang bijaksana, dan dia akan mengerti jika dia mendengar langsung dari hatiku sendiri.”

Sementara mereka sedang membahas rencana di dalam ruang kerja, di sisi lain istana, Guetta dan Berlin juga sedang duduk berdua di dalam kamar mereka, membahas langkah selanjutnya dengan wajah yang penuh kemarahan dan kecewa. Rencana mereka untuk menyerang secara langsung telah gagal total, dan mereka kini berada dalam posisi yang sulit. Banyak orang yang sebelumnya mendukung mereka kini mulai menjauh, takut terlibat dan terkena dampak dari kesalahan yang mereka buat. Namun ambisi dan kebencian di dalam hati mereka terlalu besar untuk membiarkan mereka menyerah begitu saja.

“Mereka pikir mereka sudah menang,” geram Guetta dengan suara rendah dan tajam, matanya menyala oleh amarah. “Mereka pikir dengan membuktikan kebenaran hasil tes, mereka sudah mengalahkan kita selamanya. Tapi mereka salah besar. Kita masih memiliki banyak cara untuk membuat hidup mereka menjadi sulit. Kita takkan bisa lagi menyerang dengan tuduhan langsung, tapi kita bisa membuat orang-orang mulai ragu. Kita bisa membuat mereka berpikir bahwa Pangeran telah berubah, bahwa dia tak lagi memikirkan kerajaan, dan bahwa dia hanya memikirkan keluarganya sendiri. Kita bisa membuat keributan di antara para bangsawan dan anggota parlemen, membuat mereka saling bertentangan satu sama lain, dan membuat situasi menjadi kacau balau. Di tengah kekacauan itu, kita akan menemukan celah untuk menyerang kembali.”

Berlin mengangguk setuju, wajahnya terlihat dingin dan penuh perhitungan. “Dan kita juga memiliki Valeria di pihak kita. Wanita itu cerdik dan pandai menyembunyikan niatnya. Dia bisa masuk ke dalam lingkaran terdekat keluarga kerajaan, dan dia bisa menanamkan keraguan sedikit demi sedikit tanpa ada yang curiga. Jika dia bisa membuat Ratu mulai khawatir dan ragu, maka kita akan memiliki senjata yang paling kuat dari dalam. Jika Ratu sendiri yang meminta Pangeran untuk mengubah sikapnya atau bahkan memisahkan diri dari keluarganya, maka posisi mereka akan hancur dengan sendirinya, dan kita takkan perlu mengangkat jari kita sedikit pun.”

Di tempat lain, di dalam kamarnya sendiri, Valeria berdiri di depan cermin besar, memandang pantulan wajahnya dengan senyum tipis yang terlihat dingin dan penuh perhitungan. Dia mendengar semua rencana yang disampaikan utusannya, dan dia tahu persis apa yang harus dia lakukan. Selama ini dia berpura-pura menjadi wanita yang lembut dan sopan, yang hanya menderita karena cintanya tak terbalas, namun di dalam hatinya terbakar api kecemburuan dan keinginan untuk membalas dendam.

“Kau telah mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku,” bisik Valeria pada pantulan dirinya sendiri di cermin, suaranya terdengar lembut namun penuh kebencian yang terpendam. “Kau telah mencuri hati Pangeran, kau telah mengambil kedudukan yang seharusnya aku duduki, dan kau telah merusak semua rencana yang aku susun selama bertahun-tahun. Kau pikir dengan membuktikan kebenaran, kau sudah aman selamanya? Kau pikir semua orang akan menerimamu dan membiarkanmu hidup bahagia? Kau salah besar. Selama aku masih hidup, kau takkan pernah bisa tidur dengan tenang. Aku akan membuat hidupmu menjadi neraka, aku akan membuat semua orang memandangmu dengan pandangan curiga, dan aku akan memastikan bahwa kau dan anakmu takkan pernah memiliki tempat yang layak di dalam istana ini. Apa yang aku inginkan, pasti akan menjadi milikku, tak peduli seberapa jauh aku harus melangkah atau seberapa banyak kerusakan yang harus aku buat.”

Hari itu juga, Valeria mulai melaksanakan rencananya dengan cara yang halus dan tak terlihat. Dia datang menemui Ratu di dalam taman tempat wanita itu sedang duduk membaca buku, membawa sekeranjang buah-buahan segar dan bunga yang indah, dengan wajah yang terlihat sedih dan penuh keprihatinan. Dia berbicara dengan suara yang lembut dan halus, seolah dia hanya ingin mengungkapkan kekhawatirannya sebagai teman dan orang yang peduli pada masa depan kerajaan.

“Yang Mulia Ratu,” ucap Valeria dengan suara yang bergetar seolah dia sedang menahan tangis. “Aku tahu aku tak berhak bicara hal ini, dan aku tahu aku mungkin dianggap lancang, tapi aku tak bisa menahan kekhawatiran di dalam hatiku lagi. Selama beberapa hari ini aku mendengar banyak sekali pembicaraan di antara para bangsawan dan tokoh masyarakat. Banyak dari mereka yang mulai khawatir dan ragu. Mereka mengatakan bahwa sejak kedatangan Elizabeth dan anaknya, Pangeran mulai berubah. Mereka mengatakan bahwa dia terlalu banyak memikirkan keluarganya sendiri, dan mulai melupakan tanggung jawabnya yang besar sebagai pewaris takhta. Mereka khawatir bahwa di masa depan, saat dia menjadi Raja, dia akan memerintah dengan mengikuti perasaan dan bukan dengan akal sehat, dan hal itu bisa membawa bahaya bagi seluruh negeri. Aku hanya ingin memberitahu Yang Mulia, karena aku tak mau hal buruk terjadi pada keluarga kerajaan dan pada negeri yang aku cintai ini.”

Ratu menatap wajah Valeria, melihat ekspresi yang terlihat tulus dan penuh kekhawatiran, dan di dalam hatinya mulai muncul benih-benih keraguan yang halus. Wanita itu adalah orang yang sangat memikirkan masa depan anaknya dan masa depan kerajaan, dan kata-kata yang disampaikan Valeria perlahan mulai masuk ke dalam pikirannya, membuatnya mulai berpikir dan khawatir.

“Saya mengerti kekhawatiranmu, Valeria,” jawab Ratu dengan suara yang lembut namun terlihat penuh pikiran. “Terima kasih sudah memberitahuku hal ini. Saya akan memikirkannya dengan baik, dan saya akan berbicara dengan anak saya sendiri untuk memastikan semuanya berjalan dengan benar.”

Valeria menundukkan wajahnya dengan senyum tipis yang tak terlihat oleh Ratu, di dalam hatinya dia merasa senang dan puas. Dia tahu bahwa langkah pertamanya telah berhasil. Dia telah menanamkan benih keraguan di dalam hati Ratu, dan kini dia hanya perlu menunggu benih itu tumbuh dan berkembang perlahan, sampai akhirnya Ratu sendiri yang akan mulai mempertanyakan kehadiran Elizabeth dan anaknya.

Di saat yang sama, di dalam ruang kerja, Taylor dan teman-temannya juga menyadari bahwa waktu mereka semakin sedikit. Mereka tahu bahwa musuh mereka sudah mulai bergerak, dan mereka harus bertindak cepat sebelum kerusakan yang tak bisa diperbaiki terjadi.

“Mereka sudah mulai menyerang dari segala arah,” ucap Taylor dengan suara yang tegas dan penuh tekad. “Mereka berusaha mempengaruhi orang lain, mereka berusaha menanamkan keraguan, dan mereka berusaha memecah belah kita dari dalam. Tapi mereka lupa satu hal: kita takkan berdiam diri dan membiarkan mereka berbuat sesuka hati. Mulai hari ini, kita takkan lagi hanya bertahan. Kita akan bergerak maju, kita akan membawa kebenaran ke dalam cahaya, dan kita akan menunjukkan pada semua orang siapa kita sebenarnya. Kita akan membuktikan pada mereka bahwa cinta dan kebenaran memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada segala kebohongan dan kejahatan yang mereka miliki.”

Perang mereka kini telah berubah bentuk. Tak lagi berupa pertempuran fisik atau pertukaran kata-kata, melainkan perang di mana senjatanya adalah kata-kata, perasaan, dan kepercayaan. Di satu sisi ada mereka yang berjuang untuk kebenaran dan kebahagiaan, di sisi lain ada musuh mereka yang berjuang untuk ambisi dan kebencian. Dan di tengah-tengahnya, ada nasib keluarga kerajaan dan masa depan seluruh negeri yang tergantung pada hasil dari pertarungan yang kini berlangsung di balik tirai, tersembunyi dari pandangan mata dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!