NovelToon NovelToon
Unbound By Royalty

Unbound By Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:260
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Alin dikirim ke negara asing untuk menjadi tenaga sukarelawan, negara berbentuk monarki. Terlibat percintaan yang dalam dengan sang pangeran. Pangeran yang mencintainya dengan sepenuh hati dan jiwanya. Namun takdir harus memilih antara tahta dan wanita. Disaat sistem monarki menuntutnya meneruskan kerajaannya, namun Alin hanya ingin hidup bebas tanpa terikat norma dan adat dibalik tembok besar. Akankah cinta mereka berakhir bersama atau justru melepaskan satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 : Teguran

Alin tampak lebih baik secara fisik. Hanya saja, kabar yang ia terima membuatnya kembali bergejolak. Rei—pria itu—telah memerintahkan para mafia untuk mengejarnya. Informasi itu tidak lengkap. Ia tidak mengetahui kebenarannya secara utuh.

Dan benar saja…

PLAAAAKK

Alin menatap Rei dengan tatapan marahnya.

“Yang mul—” Perkataan Yuchen terhenti ketika Rei mengangkat tangannya, memberi isyarat untuk diam.

“Lin…” panggil sang kakak dengan nada rendah. Yuhan tidak menyangka adiknya seberani itu terhadap seorang pangeran. Ia yakin bahwa Pangeran Yan telah menyembunyikan identitas aslinya dari Alin.

Darah segar menetes dari punggung tangan Alin yang masih terpasang infus.

“Yuchen, panggilkan dokter,” perintah Rei tanpa mengalihkan pandangannya dari Alin.

“Beraninya kau memerintah mereka untuk mengejar ku,” desis Alin.

“APA MAU MU, HAH?!” Ia mendorong tubuh Rei dengan sekuat tenaga.

“LIN.” Satu kata dari Yuhan membuat Alin tercekat. Tidak pernah sekali pun Yuhan meninggikan nada suaranya kepada adiknya.

“Kau…” Ujar Alin tak percaya menatap kakaknya.

“Kembali ke ranjangmu.” Perintah Yuhan, tegas tak dapat dibantah.

Alin terdiam dan mengikuti perintah kakaknya, lagi pula dokter jaga dan perawat saat itu sudah masuk kedalam kamarnya.

“Apa yang kau lakukan dokter Yi, kakimu sudah terluka memar. Jangan buat tanganmu juga sama bengkaknya.” Ujar sang dokter jaga.

“Aku membuang sampah tanpa sengaja menarik selangnya.” Alasan Alin menatap Rei dengan tajam.

“Tekanan darah mu berada dibawah. Aku sudah memberimu obat tidur agar kau dapat beristirahat dengan baik. Jika terjadi sesuatu panggil saja aku, shift ku baru dimulai.” Ujar dokter jaga tersebut yang mengenal Alin dengan baik.

“Kalau begitu, aku juga pamit. Besok aku akan kembali…”

“Pergilah, kau tidak perlu datang menemui ku lagi Rei.” Kesal Alin.

“Maafkan aku…” Ujarnya pelan dan berlalu dari kamar itu.

“Apa masih terasa sakit?” Tanya Yuhan menyentuh pergelangan kaki adiknya.

“Tidak.” Ketusnya, “Aku sedang marah sampai aku bahkan tidak bisa merasa sakit di tangan ku.” Alin menggoyangkan kembali punggung tangannya yang terinfus.

“Sudahlah. Dia datang menolong ku juga tadi. Bahkan dia tanpa pikir panjang juga langsung melompat menyelamatkan mu. Jika tidak ada dia, dengan jumlah orang segitu banyaknya aku juga tidak mungkin…”

“Dia datang menolongku? Apa kau tadi tidak dengar bocah tengik itu mengatakan pria brengsek itu lah yang menyuruh kawanan para penjahat itu untuk mengejarku.” Kesal Alin.

“Pria brengsek?”

“Ya dia yang tadi masuk keruangan.” Ujar Alin, “Dia bahkan berusaha mendekati ku, mengirimkan ku makanan dan minuman. Aku curiga dia mau meracuni ku.”

“Apa kau tidak tahu siapa dia?”

“Dia pemilik yayasan pendidikan utama di Xing. Kau tahu dia bahkan meminta ku untuk melanjutkan pendidikan disini. Aku yakin dia sengaja ingin menaikkan pamor yayasannya, kau tahu aku sangat cerdas. Kredibilitas pendidikan bisa naik karena nilai ku.”

“Ah jangan-jangan karena aku menolaknya jadi dia mau membunuhku, oh Tuhan pria itu mengerikan sekali kakak. Lakukanlah sesuatu.”

“Kau yakin dia hanya sebatas pemilik yayasan?”

“Tidak. Dia cukup kaya, dia memiliki perusahaan akomodasi darat dan lautan. Tapi siapa peduli. Sikapnya menyeramkan, aku baru mengenalnya tapi dia meminta izin pada ku untuk saling kenal lebih dalam.”

Yuhan terdiam. Sang pangeran jelas tidak akan sembarangan mendekati seorang wanita tanpa izin. Keluarga bangsawan itu sungguh menjunjung tinggi harkat dan martabat.

“Kau mengetahuinya dari mana?” Tanya Yuhan kemudian menyuapi sang adik makan dengan buah dan kue kesukaannya.

“Aku membacanya bersama Mei. Artikel di situs online.”

“Kau membacanya sampai habis?”

“Tidak. Aku tidak ada waktu, isinya hanya pamer kekayaan bahkan penghargaannya tak sebanyak yang aku dapat. Untuk apa aku membaca biografinya, aku tidak tertarik.”

“Alin…” Hela nafas panjang Yuhan, adiknya itu sungguh polos dan bodoh dalam soal perasaan dan mengenal seseorang.

“Tidurlah. Lusa aku harus kembali. Dan aku tidak ingin meninggalkanmu dalam kondisi sakit. Atau aku akan membawa mu kembali ke…”

“Iya iya iya aku mengerti. Sudahlah aku akan tidur. Matikan lampunya.”

Yuhan dengan segera menyelimuti adiknya dan mematikan lampu kamar. Ia bergegas keluar dari kamar rawat inap adiknya.

Rei sedari tadi mendengar percakapan tersebut dari balik pintu yang bahkan para pengawal dan termasuk Yuchen dapat mendengarnya.

Yuhan yang melihat pin kerajaan tersemat pada pakaian Yuchen dan para pengawal, kini menundukkan kepalanya. Meski hanya Rei ditempat itu, Yuhan akan mengenali pangeran kedua kerajaan Xing. Yuhan yang bekerja dibawah naungan interpol dan agen rahasia, seluruh kejadian didunia ini tidak ada yang terlewatkan olehnya.

“Semua baik-baik saja?” Tanya Rei menatap pintu kamar Alin.

“Ya Yang mulia, dia sedang beristirahat.” Jawab Yuhan tenang.

“Bagaimana dengan mu?” Tanya Rei kini menghadapkan tubuhnya menatap Yuhan.

“Terimakasih. Berkat mu semua baik-baik saja.”

“Syukurlah. Maafkan aku…”

“Hamba meminta maaf atas sikap dan perkataan adik hamba.” Sela Yuhan, “Dia hanya tidak tahu hingga saat ini sedang berhadapan dengan siapa. Jika dia tahu, hamba yakin dia tidak akan berani melakukan hal selancang tadi.”

“Kau tidak memberitahunya?”

“Akan hamba lakukan jika dia sudah kembali bangun, hamba cemas jika ia tahu saat ini akan membuatnya semakin shock dan…”

“Jangan beritahu dia. Aku sengaja melakukan hal itu. Hal yang terjadi pada ku dan adik mu, bisakah aku yang memperbaikinya?”

Yuhan terdiam. Pangeran itu sungguh berhati lembut meski segala keinginannya jika tidak tercapai akan berakhir mengerikan. Tapi pada dasarnya kedua pangeran Xinglan sangat adil dan bijak.

“Hamba mohon maaf jika kedepannya dia masih bertindak sesuka hatinya, sejak kecil dia selalu dimanjakan. Hidup dalam perlindungan keluarganya membuat dia tidak takut berhadapan dengan siapapun. Ini kelalaian hamba.”

“Tuan Yuhan… Aku sungguh meminta maaf. Aku tidak tahu kau adalah kakaknya.”

“Hamba mengerti. Dan hamba mohon padamu Yang mulia untuk tidak memberitahukan keberadaan hamba. Hamba khawatir jika…”

“Ya, aku paham.” Balas Rei cepat, “Kau bisa kembali bertugas, Alin biarkan aku yang menjaganya.”

“Itu tidak mungkin…”

“Berikan aku kesempatan menebus kesalahan ku padanya.” Tunduk Rei pada Yuhan, membuat Yuhan terpaksa mematuhinya.

“Baik Yang mulia. Hamba mohon jaga dia, hanya dia keluarga satu-satu nya yang ku miliki.” Ujar Yuhan saat itu dan membiarkan Rei memasuki ruang rawat Alin.

“Minta para pengawal itu untuk pergi. Aku tidak ingin ada yang tahu kehadiran ku disini.”

Yuchen dengan segera memerintah para pengawal itu untuk bubar. Tersisa dirinya seorang untuk menemani sang pangeran dirumah sakit.

Didalam ruangan remang, Rei menatap Alin dalam diam. Ia menyesal terlalu bertindak berlebihan pada wanita itu. Saat tahu banyak yang mendekati wanita itu, membuat rasa cemburu Rei semakin besar. Namun ia tak menyangka bahkan wanita itu tidak pernah terikat perasaan dengan pria manapun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!