NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Pernikahan yang Terlupakan

Bu Dhe beranjak dari duduknya, lalu berjalan menuju kamar almarhum nenek Winarsih. Tak lama kemudian, wanita paruh baya itu kembali dengan sebuah kotak kayu kecil berukir bunga seroja.

Bu Dhe meletakkan kotak yang terlihat kusam dimakan waktu itu di atas meja. Ia membukanya perlahan.

"Ini adalah bukti bahwa Ryuhan dan Seroja sudah menikah." Bu Dhe mengambil sebuah surat dari dalam kotak.

Suara derit pintu mengalihkan perhatian semua orang.

Seroja yang tidak dapat menahan rasa penasarannya akhirnya keluar dari kamarnya, menghampiri Bu Dhe.

Bu Dhe memandangnya sebentar sebelum akhirnya membuka surat tua dengan tinta yang mulai memudar itu. Nama dan tanda tangan penghulu kampung serta dua orang saksi masih terlihat jelas di sana.

Seroja membacanya. Namanya dan nama Ryu jelas tertulis di sana. "Kenapa aku tidak pernah ingat soal ini?" batinnya.

"Beneran ada surat nikahnya," ujar Pak Nurdin.

"Jadi..." gumam pria berperut buncit itu. "Yang menikahkan adalah Pak Bahar?"

"Bukannya itu penghulu di desa sebelah, ya?" celetuk seorang ibu.

"Benar," jawab Bu Dhe. "Beliau tinggal di desa Sukaraja. Kampung halaman keluarga Ryu."

Lalu Bu Dhe mengeluarkan foto kecil dari dalam kotak dan menunjukkannya pada semua orang.

"Lihat, ini," katanya. "Ini foto mereka saat ijab."

Dalam foto itu, Ryu kecil memakai beskap yang dipadu dengan blangkon. Ia menjabat tangan penghulu dengan punggung tegak. Wajahnya terlalu serius untuk ukuran bocah delapan tahun.

Sedangkan Seroja duduk di samping memakai kebaya putih dengan sanggul sederhana. Tangan gadis kecil itu terlipat rapi di pangkuan. Pipinya chubby dan matanya berbinar. Benar-benar menggemaskan.

Kepala keduanya ditutup kerudung putih yang sama.

"Beneran ada foto pas ijab," gumam Pak Nurdin.

Seroja terdiam melihat semua bukti itu. Di dalam foto itu, sepertinya ia masih berusia sekitar empat tahun.

"Pantas saja aku gak ingat," batinnya.

Sedangkan Ryu akhirnya mendekat, diikuti Jordi yang penasaran tingkat dewa.

Kepala Ryu kembali berdenyut saat melihat surat dan foto itu. Tiba-tiba, potongan-potongan bayangan samar berkelebat di kepalanya. Tangis seorang anak kecil, kebaya putih, suara orang tertawa.

Rahangnya menegang menahan nyeri.

Dan yang paling membuat dadanya semakin sesak, anak laki-laki di foto itu memang benar dirinya.

Jordi terkekeh kecil. "Bos benar-benar absurd. Masih bocil sudah berani nikahin anak orang."

Pemuda itu menggeleng pelan. Dengan antusias, ia meminjam foto itu lalu memotretnya dengan ponselnya.

Ryu tak bereaksi. Ia masih berusaha menahan nyeri di kepalanya yang belum reda.

Agus terdiam tanpa kata. Meski tak terima, bukti itu tak bisa ia sangkal.

"Selain dua bukti ini," kata Bu Dhe, "masih ada dua bukti lagi."

Semua orang makin penasaran.

Bu Dhe beralih menatap Seroja dan Ryu bergantian. "Kalian punya cincin kawin dari emas putih dengan motif seroja."

Tanpa sadar, Ryu dan Seroja saling tatap. Lalu Seroja mengangkat tangannya. Di jari manisnya melingkar sebuah cincin emas putih berbentuk ramping dan lembut yang berkilau diterpa lampu gantung.

Bu Dhe menggenggam pergelangan tangan Seroja dan mengangkat tangan gadis itu. Ia menunjukkannya pada semua orang.

"Saat Seroja genap delapan belas tahun, neneknya memberikan cincin yang bentuknya menyerupai kelopak bunga seroja yang sedang mekar ini."

Bu Dhe menunjuk cincin itu. Di bagian tengah cincin itu ada batu kecil bening berwarna merah muda seukuran embun pagi. Sederhana, namun cantik saat terkena cahaya.

"Ini adalah cincin kawin Seroja." Lalu ia menoleh ke arah Ryu. Matanya turun ke tangan pemuda itu. Sudut bibirnya terangkat samar. "Nak Ryu bahkan juga memakai cincin kawinnya."

Spontan Jordi mengangkat tangan Ryu. Setahunya, cincin itu dipakai majikan sekaligus sahabatnya itu sejak lulus SMA.

Cincin milik Ryu tampak lebih besar dan tebal. Desainnya sederhana, tapi jelas bukan cincin murahan.

"Cincin bos ini permukaannya halus dengan sentuhan doff. Elegan sekali," ucap Jordi penuh penilaian. "Cincin ini memberi kesan tenang dan dewasa."

Jordi mengamati lebih detail. "Di bagian tengahnya melingkar ukiran tipis menyerupai alur kelopak bunga seroja. Samar, nyaris tak terlihat jika tidak diperhatikan baik-baik."

Bibir Bu Dhe melengkung tipis. "Jika diperhatikan bersamaan, ukiran pada kedua cincin itu saling menyambung."

Bu Dhe menatap cincin di jari dua orang itu bergantian. "Seolah memang dibuat untuk saling melengkapi," lanjut Bu Dhe lirih. "Saat disatukan, ukiran di kedua cincin itu membentuk bunga seroja yang utuh."

"Pinjam, Bos." Tanpa menunggu persetujuan, Jordi tiba-tiba menarik cincin Ryu. "Buat membuktikan," katanya.

Ia tak peduli reaksi Ryu yang melotot padanya. Rasa penasarannya lebih besar daripada rasa takut gajinya dipotong.

Jordi memutar kepalanya ke arah Seroja. "Boleh pinjam cincinnya?"

Seroja mengangguk kecil, lalu menyerahkan cincinnya pada Jordi.

"Benar kata Bu Dhe," ujar Jordi penuh kekaguman. "Saat disatukan, cincin ini beneran membentuk bunga seroja utuh."

Seorang ibu berkacamata yang biasa menjaga toko perhiasan di pasar akhirnya mendekat. Ia ikut mengamati dua cincin itu.

"Unik sekali," gumamnya takjub.

Matanya fokus melihat detail pada cincin yang begitu halus dan jarang sekali ia temui.

"Sepasang cincin dari emas putih ini bukan hanya sekadar terlihat seperti perhiasan."

Ia mengusap permukaan salah satu dari cincin itu. Merasakan guratan ukiran yang dikerjakan begitu sempurna.

"Melainkan seperti tanda bahwa dua orang telah diikat oleh takdir…" lanjutannya dengan seutas senyum di bibirnya. "jauh sebelum mereka cukup dewasa untuk memahaminya."

"Masih ada satu lagi," kata Bu Dhe. "Di bagian dalam cincin milik Ryu ada ukiran satu huruf kecil: — S —. Dan di cincin Seroja hurufnya — R —."

Jordi buru-buru melihatnya. "Beneran ada."

"Sekarang," kata Bu Dhe, "masih gak percaya mereka sudah menikah?" Ia menyapu pandangan ke seluruh ruangan. "Sejak awal Ryu dan Seroja memang sudah dijodohkan. Karena nenek Winarsih dan nenek Hanifah adalah sahabat baik."

Baik Ryu maupun Seroja terdiam tanpa kata. Bukti-bukti itu terlalu nyata. Tidak bisa disangkal.

Orang-orang yang ada di ruangan itu hanya menggeleng pelan.

Dan Agus?

Pemuda itu hanya menunduk dengan tangan terkepal di atas paha. Senyuman kecil tersungging di bibirnya. Tapi bukan senyum bahagia. Pahit.

Dadanya terasa sesak. Namun sayangnya... ia bahkan tak punya hak untuk marah.

Karena sejak awal, gadis yang diam-diam ia cintai ternyata sudah menjadi milik orang lain.

 

...🔸🔸🔸...

...“Beberapa takdir tidak lahir dari pertemuan orang dewasa, melainkan dari janji polos dua anak kecil yang bahkan belum mengerti arti pernikahan.”...

...“Ingatan mereka mungkin hilang, tapi takdir itu tetap tinggal.”...

...“Mereka lupa pernah saling memiliki. Tapi waktu diam-diam menyimpan buktinya.”...

...“Kadang, cinta pertama bukan orang yang datang paling akhir. Tapi orang yang ternyata sudah memilih kita sejak kecil.”...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anonim
Ryu berangkat ke kantor, Seroja mengantar hingga ke mobil.

Seroja mengganti celanya dengan celana jins dan mengenakan jaket kulit.

Seroja beneran naik motor sport, Muji berdecak kagum melihatnya.

Itu Nenek tahu kalau Seroja bukan gadis sesederhana yang mereka lihat atau pikirkan. Dan harus bersiap dengan kejutan-kejutan dari Seroja.

Jordi mendapat tugas penting dari Ryu - untuk menyelidiki istrinya.
Anonim
Ryu mendengar Seroja mengatakan kalau Tony yang mengajari naik motor sport, cemburu pastinya.



Dipikirannya bebas menafsirkan bagaimana Tony yang sedang mengajari Seroja naik motor sport.

Nenek melihat reaksi Ryu setelah mendengar itu.

Seroja menjawab pertanyaan dari Nenek. Tony, temannya.

Tony bisa dibilang teman dekat. Begitu penuturan Seroja.
Sri Hendrayani
lanjut
mery harwati
Jordi tolong terima kopi online ku ya, biar otakmu tetep waras disaat bosmu mulai oleng gegara Seroja 🤣💪
mery harwati
Jadi inget sama Vexia & Rayno dalam novel Istriku Badas 🤣
Hampir mirip kisahnya, istri yang disembunyikan tapi bikin penasaran suami dengan segala tindakannya
Apakah Seroja masih ponakan Vexia ya 🤭😃
Anonim
Perbincangan pagi di meja makan - lutut Nenek rasanya tidak terlalu sakit lagi. Terima kasih untuk Seroja dari Nenek yang telah diterapi.

Seroja mau lanjut kuliah, Nenek senang mendengarnya - antusias mendukung Seroja kuliah lagi.

Ryu menawari Seroja pakai mobilnya, disuruh pilih yang Seroja suka. Setelah bertanya Seroja apa bisa bawa mobil.

Seroja malah pilih naik motor. Padahal motor Ryu motor sport wkwkwk.

Ryu mendengar Seroja mau pakai motor sport miliknya sampai hampir tersedak buburnya.

Yang ngajarin Seroja naik motor sport Tony. Nah lho - Ryu cemburu tuh 😄
Siti Jumiati
penasaran kelanjutannya...
lanjut kak nana... 💪🙏
Siti Jumiati
lanjut kak... 🙏
Anonim
Paginya Seroja merasa gulingnya berbeda. Gulingnya terasa lebih keras dan wangi gulingnya tidak seperti wangi gulingnya.

Lucu juga nih Seroja. Meraba tubuh Ryu dari atas ke bawah - yang dikira gulingnya dan mengendus aromanya pula 😄.

Kebayang bagaimana Ryu menegang ketika diraba tubuhnya dan diendus Seroja wkwkwk.

Ryu turun ranjang menuju kamar mandi, repot menjinakkan ularnya yang menegang tuh.
Anonim
Ryu dan Seroja tidur seranjang.

Kebiasaan Ryu tidur bertelanjang dada. Seroja tertegun sejenak melihatnya. Jantungnya mulai tak karuan.

Dalam hati dua insan yang sudah sah sebagai pasabgan suami istri berbeda.

Dalam hati Seroja - apa Ryu bakal minta haknya sebagai suami.

Dalam hati Ryu yang ditanya kenapa tidak pakai baju - apa tubuhku gak bagus. Kenapa dia tidak terpesona sama sekali.

Perbincangan mengalir - mereka mulai tidur.
Dew666
💃💃💃
Anitha Ramto
Ryuh mulai Protektif suruh nyelidiki Seroja,,
Dek Sri
lanjut
Hanima
Kerennn Seroja👍
partini
aku kira di ryu menunggu Seroja pergi dengan motor sport nya, semoga pas pulang nanti side by side pas di lampu merah brrummmm
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Baru-nya ya Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wahhh Bahaya nih! bisa berantem nih nanti mereka! 😁😁😁🙏
Diana Dwiari
ahirrrr cemburu ya ryu
Fadillah Ahmad
Widih... Badas juga nih zcewek? Kaywk Vexia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Lah, emangnya kamu bisa memakai Motor Sport Seroja? 😁😁😁 Kok, aku ragu, ya? Kamu itu nggk sama Kaysk Vexia! beda jauh tau! 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!