Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelang Dimulai
Wanita di panggung bundar itu mengangkat tangannya.
Ruangan langsung sunyi.
"Selamat datang di lelang resmi Balai Perdagangan Yuan." Suaranya jelas dan tenang. "Malam ini kami menyediakan tujuh item lelang. Semua transaksi bersifat final. Tidak ada pengembalian dan tidak ada negosiasi setelah palu diketuk."
Dia mengangguk ke arah pelayan di sampingnya.
Pelayan itu membawa sebuah kotak kecil ke atas panggung dan membukanya.
"Item pertama. Pil Pemulih Meridian. Satu botol berisi tiga butir."
Di ruangan VIP nomor dua, Zhang Tiangxia menatap ke bawah sambil menggigit sebuah anggur.
Pil Pemulih Meridian adalah pil yang mempercepat pemulihan saluran Qi yang rusak akibat pertarungan atau kultivasi yang terlalu dipaksakan. Di kehidupan sebelumnya dia pernah memakainya beberapa kali. Kualitasnya lumayan, tapi harganya tidak murah.
"Harga pembuka dua puluh ribu keping perak."
Belum selesai menjelaskan soal penawaran, seseorang langsung menawar pil pemulih Meridian dengan gila.
"Dua puluh lima ribu." Suara dari pojok kiri.
"Tiga puluh ribu." Suara lain langsung memotong.
"Empat puluh ribu. Kami, Keluarga Bai dari desa Qingshan." Bai Hongwei mengangkat tangannya dengan ekspresi santai, tapi nada suaranya jelas mengandung peringatan, jangan coba bersaing denganku.
Ruangan sempat sunyi dua detik.
"Empat puluh lima ribu."
Bai Hongwei menoleh ke arah suara itu. Seorang pria setengah baya dari bangku tengah menatap balik tanpa gentar.
"Enam puluh ribu." Bai Hongwei menaikkan langsung.
Pria itu terdiam. Tidak menawar lagi.
Tok!
Palu diketuk. Pil Pemulih Meridian jatuh ke tangan keluarga Bai dengan harga enam puluh ribu keping perak.
Wanita itu menatap kerumunan yang begitu antusias lalu mempersilahkan pelayan membawa barang lainnya.
"Item kedua adalah teknik pedang."
"Ini di sebut Teknik Pedang Tujuh Bayangan. Tingkat kuning kelas atas." Wanita di panggung mengangkat sebuah buku tipis bersampul biru. "Teknik ini memiliki tujuh gerakan yang masing-masing menciptakan bayangan pedang untuk mengecoh lawan. Sangat efektif untuk pertarungan jarak dekat."
"Harga pembuka lima puluh ribu keping perak. Setiap kenaikan minimal seribu keping perak."
"Lima puluh satu ribu!"
"Lima puluh dua ribu!"
Lima puluh lima ribu!"
. . .
Penawaran berlangsung lebih sengit dari item pertama. Beberapa orang dari bangku tengah dan belakang saling bersahutan. Angkanya naik dari lima puluh ribu ke delapan puluh ribu dalam hitungan menit.
Lalu sebuah suara dari ruangan VIP nomor tiga memotong semua keributan itu.
"Kami keluarga Wei dari kota Linbao menawar Seratus dua puluh ribu." Suara itu dingin namun penuh kesombongan.
Ruangan kembali sunyi.
Tidak ada yang menawar lagi. Teknik pedang itu jatuh ke tangan keluarga Wei.
Saat Pelayan membawa sebuah kotak kristal ke panggung, ini langsung membuat Zhang Tiangxia duduk lebih tegak.
Ketika kotak itu di buka, di dalamnya terdapat sebuah bola cahaya berwarna oranye kemerahan berdenyut pelan seperti jantung yang masih hidup.
"Inti Jiwa binatang monster tingkat lima. Diambil dari jenis Serigala Api Merah." Wanita itu berkata. "Inti Jiwa tingkat lima bisa digunakan oleh binatang peliharaan yang berada di bawah tingkat lima untuk mempercepat evolusi mereka. Bisa juga diekstrak oleh kultivator untuk dijadikan bahan pil kelas tinggi, meski proses ekstraksinya sangat sulit."
Zhang Tiangxia menatap bola oranye itu.
Rubah Roh miliknya berada di tingkat lima. Inti Jiwa tingkat lima bisa langsung ditelan begitu saja oleh binatang selevel, tapi jika di olah dengan cara yang benar, ini bisa memperkuat fondasi jiwa binatang tersebut secara signifikan tanpa perlu naik tingkat terlebih dahulu.
Jelas dia tertarik pada barang yang di lelang ini.
Lagi pula, tanpa bantuan rubah roh yang dia temui, dia tidak akan mendapatkan warisan Teknik Dewa Ashura.
Dari yang dia pelajari sebelumnya, dia tahu teknik Dewa Ashura ini jauh lebih tinggi daripada teknik Taixu yang dia latih di kehidupan sebelumnya.
Di tempat itu jugalah dia mendapatkan barang-barang lainnya yang nilainya sangat tinggi.
Tiga tetes cairan spiritual yang dia keluarkan saja sudah membuat semua orang heboh, bagaimana jika dia mengeluarkan satu tegukan untuk di lelang?
"Harga pembuka delapan puluh ribu keping perak." Suara wanita di atas panggung berkata dengan lembut pada semua orang.
Seperti sebelumnya, setelah barang lelang di umumkan, kali ini tawaran langsung di ajukan seperti sebelumnya.
"Sembilan puluh ribu."
"Seratus ribu."
"Kami keluarga Zhang dari Desa Cansu menawar Seratus sepuluh ribu." Yang berbicara adalah seorang lelaki tua berusia 60 tahun, dia adalah Zhang Wugao.
Zhang Tiangxia juga melirik ke arah Zhang Wugao dengan ekspresi terkejut, dia tidak menyangka bahwa keluarga Zhang juga akan berpartisipasi lelang kali ini.
Zhang Wugao, yang melihat untuk sesaat tidak ada yang menawar, seketika menjadi bahagia. Dia berdiri, dan berkata pada semua orang, "Karena tidak ada yang menawar lagi, maka barang kali ini akan ja..."
"Seratus lima puluh ribu. Keluarga Han dari kota Linbao." Suara dari bangku depan.
Belum selesai dia menyelesaikan kata-katanya, sudah ada tawaran lain. Lalu di susul tawaran lain lagi.
"Dua ratus ribu." Suara ini adalah suara anak-anak yang membuat semua orang heboh.
"Apa, tuan muda dari keluarga mana yang bisa berada di ruangan VIP nomor dua?" Seseorang bertanya dengan heran.
Semua orang penasaran dengan orang di ruangan nomor dua tersebut.
Zhang Wugao juga menatap ruang VIP nomor dua dengan tatapan kebingungan. Dia sepertinya mengenal suara itu namun dia tidak ingat pernah bertemu dimana.
Sementara di ruangan nomor dua, Zhang Tiangxia memakan buah anggur dengan santai tanpa memperdulikan seberapa hebohnya orang di ruangan ini.
Setiap orang berusaha melihat ke ruangan tersebut, namun yang terlihat dari jendela ruangan VIP nomor dua, tidak ada sosok yang jelas selain bayangan samar seorang anak kecil.
Ruangan berdengung sebentar. "Siapa yang ada di ruangan nomor dua? Bagaimana bisa anak kecil seperti itu memiliki banyak uang bahkan menghadiri lelang kali ini?"
Saat semua orang bertanya-tanya, harga tawaran kembali naik lagi. "Dua ratus lima puluh ribu. Teman kecil, keluarga Han kami sangat membutuhkan Inti jiwa binatang monster ini, jadi berikan kami wajah." Pria dari keluarga Han berdiri setengah, suaranya sangat tegas menatap ke arah ruangan milik Zhang Tiangxia.
Namun Zhang Tiangxia mengabaikan, dia kembali menaikan harga, "Tiga ratus ribu."
Suara anak kecil itu lagi.
Keluarga Han terdiam. Tiga ratus ribu untuk Inti Jiwa adalah harga yang sudah jauh melampaui nilai aslinya, jika mereka memaksa menawar lagi, kemungkinan uang mereka tidak akan cukup untuk ikut lelang barang selanjutnya.
"Cari tahu siapa sosok yang berada di ruangan nomor dua itu, lihat apakah dia datang bersama orang lain, jika dia hanya sendiri kita akan merebut Inti jiwa binatang monster setelah lelang selesai." Lelaki tua dari keluarga Han berbisik pada orang di sampingnya.
. . .
"Tiga ratus ribu." Apakah ada yang mau menawar lagi?
Suara wanita di atas panggung menatap semua orang yang hadir dengan senyum anggun.
"Tiga ratus pertama, tiga ratus kedua."
Palu diketuk.
"Selamat, Inti Jiwa Serigala Api Merah jatuh ke ruangan VIP nomor dua dengan harga tiga ratus ribu keping perak. Mohon segera siapkan uangnya, pelayan kami yang akan mengantarkan barang ke ruangan tuan yang berada di ruangan nomor dua."
Di ruangan lelang, bisik-bisik tidak berhenti. Siapa yang ada di ruangan nomor dua? Dan mengapa seorang anak kecil?
Item keempat adalah buah roh tingkat tiga.
"Buah Roh Merah Tua." Wanita di panggung mengangkat buah sebesar kepalan tangan berwarna merah gelap yang memancarkan aroma manis samar. "Buah Roh tingkat tiga mengandung energi murni yang setara dengan tiga bulan latihan intensif bagi kultivator di alam pemurnian tubuh. Juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pil kelas menengah."
Penawaran berjalan cepat. Harga naik dari enam puluh ribu ke seratus delapan puluh ribu sebelum akhirnya berhenti di tangan seorang kultivator tua dari bangku tengah yang terus menaikkan harga tanpa ekspresi sampai semua orang menyerah.
Tiga item kecil lainnya menyusul. Harga berkisar antara tiga puluh ribu hingga dua ratus ribu keping perak. Semuanya berlangsung cepat.
Lalu wanita di panggung mengambil napas sebentar.
"Item terakhir malam ini."
Pelayan membawa sebuah nampan tertutup kain sutra merah ke atas panggung. Kain itu dibuka perlahan.
Di atasnya, sebuah botol kecil tembus pandang. Tiga titik cahaya biru kehijauan berdenyut di dalamnya seperti bintang kecil yang terperangkap.
Ruangan langsung berubah.
Tidak ada yang berbicara. Bahkan dengung bisik-bisik pun berhenti.
"Tiga tetes cairan spiritual kelas murni." Wanita itu berkata. "Harga pembuka delapan puluh juta keping perak. Setiap kenaikan minimal lima juta keping perak."
Keheningan berlangsung tiga detik.
Lalu semua orang bicara sekaligus.
"Delapan puluh lima juta."
"Sembilan puluh juta."
"Sembilan puluh lima juta. Keluarga Zhao dari kota Linbao." Utusan keluarga Zhao mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Seratus juta. Keluarga Shen dari desa Wuling tidak akan membiarkan ini." Shen Daoru berdiri dari kursinya, suaranya keras dan berat.
Dari ruangan VIP nomor tiga, suara dingin memotong. "Seratus sepuluh juta. Duduk kembali, Shen Daoru. Ini bukan arena yang cocok untuk kepala desa."
Shen Daoru mengepalkan tangannya tapi tidak menjawab.
Dari ruangan VIP nomor empat. "Seratus dua puluh juta."
Ruangan kembali berdebat. Angka naik dari satu ruangan ke ruangan lain. Keluarga Zhang dari desa Cansu mencoba masuk di angka sembilan puluh juta tapi langsung tertinggal jauh.
Lalu dari ruangan VIP nomor satu, suara berat dan tenang terdengar pertama kalinya malam itu.
"Seratus lima puluh juta."
Semua penawaran dari bangku biasa langsung berhenti. Ruangan VIP nomor tiga dan empat sempat sunyi beberapa detik sebelum salah satunya angkat suara lagi di seratus enam puluh juta.
Ruangan nomor satu tidak langsung menjawab.
Lalu. "Dua ratus juta."
Lompatan lima puluh juta sekaligus.
Ruangan VIP nomor tiga dan empat tidak bersuara lagi.
Hanya tersisa ruangan nomor satu.