Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."
Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.
Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:
[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.
Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8: DARAH SANG MAHA KEKACAUAN DAN RAHASIA YANG TERKUBUR
Debu dari paviliun yang runtuh masih menggantung di udara malam, berkilau seperti serbuk perak di bawah cahaya rembulan yang dingin. Di tengah reruntuhan itu, Ye Xuan berdiri tegak. Di telapak tangannya, botol giok berisi Esensi Darah Kekaisaran berdenyut pelan, memancarkan irama yang selaras dengan detak jantungnya sendiri. Suara denyut itu begitu kuat hingga membuat udara di sekitarnya bergetar halus.
Ye Kun, sang Pemimpin Klan yang agung, kini tak lebih dari tumpukan daging yang mengerang di bawah reruntuhan pintu batu. Jubah mewahnya sobek-sobek, dan harga dirinya telah hancur bersama dengan formasi Penjara Langit yang ia banggakan.
"Kau... kau monster..." desis Ye Kun, darah merembes dari sela-sela giginya yang patah. "Darah itu... darah itu akan mengundang kehancuran bagi seluruh benua ini. Klan Su tidak akan membiarkanmu hidup!"
Ye Xuan tidak mempedulikannya. Matanya tertuju pada sebuah kotak hitam kecil yang tergeletak di sudut terdalam gudang rahasia yang kini terbuka. Kotak itu tidak terbuat dari kayu atau logam, melainkan dari material yang tampak seperti potongan malam itu sendiri—hitam pekat dan seolah menyerap cahaya di sekelilingnya.
[Ding! Mendeteksi Barang Unik: Kotak Memori Jiwa.]
[Catatan Sistem: Kotak ini berisi fragmen kesadaran yang ditinggalkan oleh Su Qingxue. Hanya mereka yang memiliki garis keturunan Kekacauan murni yang bisa membukanya.]
[Peringatan: Energi di dalam Esensi Darah Kekaisaran sedang tidak stabil. Jika Inang tidak segera menyerapnya, energi tersebut akan meledak dan meratakan seluruh Kediaman Klan Ye hingga radius 50 mil.]
Ye Xuan mendengus pelan. "Sistem, kau selalu tahu cara merusak momen tenang dengan ancaman ledakan."
[Ding! Itu adalah tugas fungsional saya, Inang. Dan omong-omong, ada sekumpulan tentara bayaran tingkat 'Nascent Soul' yang mendekat dari arah gerbang depan. Sepertinya Ye Kun telah menggunakan jimat pemanggil darurat.]
"Bagus," mata Ye Xuan berkilat ungu tajam. "Biarkan mereka datang. Aku butuh penonton untuk transformasiku."
Tanpa ragu, Ye Xuan membuka sumbat botol giok tersebut. Seketika, aroma darah yang kuno, agung, dan sedikit amis namun harum memenuhi ruangan. Ia meminum esensi itu dalam satu tegukan.
BOOOM!
Seketika, Ye Xuan merasa seolah-olah ia baru saja menelan matahari yang sedang meledak. Cairan itu bukan sekadar darah; itu adalah hukum alam yang dipadatkan. Seluruh pembuluh darahnya menonjol, bersinar ungu terang di balik kulitnya. Tulang Kekacauan Bawaan di dalam tubuhnya mulai bergetar hebat, mengeluarkan suara seperti lonceng purba yang dipukul di dalam jiwanya.
"AARRGGHHH!"
Ye Xuan berlutut, tangannya menghantam lantai batu hingga hancur menjadi bubuk. Energi liar meluap dari tubuhnya, membentuk badai tornado ungu yang menghancurkan sisa-sisa bangunan di sekitarnya.
Di saat yang sama, Ye Tian dan Ye Ling'er tiba di lokasi, dikawal oleh aura pelindung yang sebelumnya ditinggalkan Ye Xuan. Ye Tian tertegun melihat putranya diselimuti oleh api ungu yang ganas.
"Xuan'er! Tahan kesadaranmu!" teriak Ye Tian. Ia mencoba mendekat, namun tekanan energi dari Ye Xuan membuatnya terpental kembali. "Itu bukan sekadar darah... itu adalah warisan dari Permaisuri Kekacauan!"
Di dalam visi mental Ye Xuan, ia tidak lagi berada di kediaman Klan Ye. Ia berdiri di tengah ruang hampa, di depan sesosok wanita yang luar biasa cantik namun matanya penuh kesedihan. Itulah ibunya, Su Qingxue.
"Xuan'er-ku yang malang..." suara wanita itu bergema lembut. "Jika kau meminum darah ini, artinya kau telah memilih jalan yang tak bisa kembali. Tapi ada satu hal yang harus kau ketahui tentang ayahmu, Ye Tian."
Bayangan itu berubah, memperlihatkan masa lalu. Ye Xuan melihat ayahnya, bukan sebagai murid klan kecil, melainkan seorang pejuang yang memegang pedang hitam raksasa, berdiri di atas tumpukan mayat dewa-dewa Alam Surgawi.
"Ayahmu bukan berasal dari klan rendahan ini, Xuan'er. Dia adalah Pangeran Pembuangan dari Suku Dewa Perang. Kekuatannya disegel bukan oleh Klan Ye, melainkan oleh dirinya sendiri untuk melindungimu dari kejaran penguasa langit."
Ye Xuan tersentak. Jadi selama ini ayahnya berpura-pura lemah? Selama ini penghinaan yang mereka terima adalah harga yang dibayar ayahnya untuk menyembunyikan keberadaan Ye Xuan dari mata surga?
[Ding! Integrasi Esensi Darah: 70%... 85%... 100%!]
[Selamat! Tubuh Suci Kekacauan berevolusi menjadi: "TUBUH KAISAR KEKACAUAN" (Tahap Awal)!]
[Kekuatan Fisik Meningkat: +500.000!]
[Membuka Teknik Baru: "Tebasan Pembelah Bintang"!]
Api ungu itu perlahan mereda. Ye Xuan berdiri kembali. Rambut hitamnya kini memiliki helai-helai warna perak yang berkilau, dan matanya tidak lagi hanya ungu, melainkan memiliki pola galaksi yang berputar di dalamnya.
Tepat saat itu, tiga sosok berjubah hitam mendarat di reruntuhan. Mereka adalah Trio Elang Hitam, tentara bayaran terkenal yang disewa Ye Kun. Masing-masing berada di tingkat Nascent Soul puncak.
"Jadi ini bocah yang dihargai satu juta koin emas itu?" salah satu dari mereka menjilat pisaunya. "Kelihatannya sedikit lebih kuat dari sampah biasa, tapi tetap saja—"
Zlap!
Kalimatnya terputus. Bukan karena Ye Xuan memukulnya, melainkan karena Ye Xuan sudah berada di belakangnya tanpa ada satu pun orang yang menyadari gerakannya. Bahkan sistem tidak mengeluarkan suara peringatan karena kecepatan itu melampaui logika radar biasa.
"Kau bicara terlalu banyak," bisik Ye Xuan.
Dengan satu gerakan tangan yang santai, kepala tentara bayaran itu terlepas dari pundaknya. Tidak ada darah yang muncrat, karena luka itu langsung membeku oleh energi kekacauan.
Dua orang lainnya gemetar hebat. Mereka mencoba melarikan diri, namun Ye Xuan hanya melambaikan jarinya secara horizontal.
"Tebasan Pembelah Bintang."
Garis cahaya ungu tipis membelah udara. Detik berikutnya, bukan hanya dua tentara bayaran itu yang terbelah menjadi dua, melainkan seluruh bangunan utama Kediaman Klan Ye di belakang mereka juga terbelah secara simetris, jatuh menjadi dua bagian raksasa.
Keheningan yang mematikan jatuh di tempat itu.
Ye Xuan berjalan menuju ayahnya yang masih terpaku. Ia menyerahkan kotak hitam yang tadi ia ambil. "Ayah... Aku sudah tahu. Tentang Suku Dewa Perang. Tentang segel itu."
Ye Tian terdiam seribu bahasa. Wajahnya yang tua tampak menegang sebelum akhirnya ia menghela napas panjang, sebuah senyum pahit muncul di bibirnya. "Ibumu selalu punya cara untuk membocorkan rahasia, bahkan setelah dia pergi."
"Ayah," Ye Xuan menatap mata ayahnya dengan serius. "Buka segelmu. Kita tidak perlu bersembunyi lagi. Jika surga ingin memburu kita, maka kita akan mengubah surga menjadi pemakaman mereka."
[Ding! Misi Tersembunyi Terbuka: Memulihkan Kejayaan Dewa Perang.]
[Catatan Sistem: Saya mulai menyukai gaya bicara Inang. Sangat mendominasi. Beri saya 5 bintang setelah novel ini selesai.]
Ye Xuan tidak membalas candaan sistem kali ini. Ia menoleh ke arah Ye Kun yang masih hidup dan menatapnya dengan horor.
"Ye Kun, aku tidak akan membunuhmu hari ini," kata Ye Xuan. "Aku ingin kau hidup untuk melihat bagaimana 'sampah' yang kau buang ini meratakan klan istrimu di Alam Surgawi. Merangkaklah keluar dari sini, dan ceritakan pada dunia bahwa Kaisar Kekacauan telah lahir."