NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: tamat
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:451.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulanya 03

ps: Akan ada flashback yang lumayan smooth jadi harap perhatikan ya biar nggak bingung. Makasih

...----------------...

"Lhoh Neng, tumben kamu senin-senin begini ke rumah. Biasanya ahad baru kamu ke datang?"

Sambutan wanita paruh baya dengan hijab lebarnya itu membuat Arundari hanya bisa tersenyum kecut. Terlebih saat melihat ke belakang, seolah mencari sesuatu.

"Mas Heri nggak ikut, Ummi. Dia lagi sibuk nyiapin acara," kata Arundari langsung paham apa yang tengah dicari sang ibu. Ia lalu mencium punggung tangan Lintang dengan takzim. Ingin sekali dirinya meluapkan semua yang dirasakannya sekarang juga. Akan tetapi Arundari tidak akan melakukan itu. Dia tidak mau membuat kedua orang tuanya kepikiran.

"Oh gitu, ya udah ayo masuk. Abah lagi ke kebun tadi, nggak tahu apa yang lagi dicari sama dia.

Lintang merasa ada yang disembunyikan oleh sang putri. Meskipun Arundari mencoba tersenyum, akan tetapi terlihat ada gurat lelah dari wajahnya.

"Sudah makan belum? Pasti capek kan nyertir ke sini berjam-jam sendiri? Dan udah sholat luhur belum?" Lintang bertanya secara beruntung kepada anak perempuan satu-satunya itu.

"Aku kebetulan lagi halangan, Umii. Dan aku juga udah makan tadi. Ehm, aku boleh langsung ke kamar aja nggak? Udah lama nggak nyetir jauh sendiri ternyata pundak dan leher berasa tegang. Tambah satu lagi, pinggang beneran pegel rasanya,"jawab Arundari sambil memijit-mijit lehernya yang sungguh terasa kaku.

Dia tidak berbohong, memang tubuhnya saat ini sangat lelah. Tapi ternyata itu bisa dijadikan alasan untuk menghindari pembicaraan dengan sang ibu.

"Ya udah kalau gitu. Istirahatlah, jangan lupa buat ganti baju dulu ya baru tidur."

"Iya Ummi. Aku ke kamar dulu ya."

Arundari melenggang masuk ke kamar. Dia menarik kiper besarnya ikut serta ke kamar.

Pemandangan itu tentu terekam oleh mata Lintang. Wanita paruh baya tersebut mengerutkan alisnya, terdapat tanda tanya besar di sana.

"Kok tumben Arun bawa baju banyak? Apa dia mau nginep lama di sini?" tanya Lintang dengan lirih.

Namun Lintang tak ingin berspekulasi apapun, dia mengusir pikiran yang tidak-tidak. Karena Lintang tidak ingin bersuuzdhon dengan hubungan putri dan menantunya. Meskipun sebagai ibu, Lintang merasa bahwa saat ini Arundari tengah tidak baik-baik saja.

Bruk!

Arundari merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sebelumnya dia sudah membuka jendela kamarnya, sehingga udara yang sejuk itu bisa masuk ke dalam dan membuat hidungnya terasa sangat segar.

Tah hanya hidung yang terasa segar, tapi paru-parunya juga seolah bisa bersih dan kotoran yang ia dapat tadi di rumah dan di kantor Heri seketika luruh.

"Astagfirullah. Kenapa Ya Allah, kenapa harus aku yang mengalami ini. Ku pikir kisah istri yang diselingkuhi oleh suami dan orang terdekat itu hanya lah milik wanita-wanita yang ada di media sosial. Ku pikir itu hanya milik para public figure. Tapi mengapa aku juga harus merasakannya? Kenapa Ya Allah, kenapa aku. Hiks."

Kali ini Arundari sungguh meluapkan rasa sakit hatinya. Tangisnya benar-benar pecah dan tidak seperti tadi yang masih ditahan-tahan,

Dia tidak ingin terlihat lemah di depan Heri. Dia tidak mau dianggap kalah dengan kelakuan wanita pelacur berkedok sholihah itu.

Sungguh Arundari merasa sangat muak. Dia muak dengan tampilan munafik dari Jelita. Lalu ia mengingat, ya Arundari mencoba mengingat sejak kapan hubungan Heri dan Jelita dimulai dan juga sejak kapan dia mulai mengetahuinya.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat mereka tengah mengadakan kajian di kota Makasar. Sebuah perusahaan yang menggunakan jasa travel umroh milik Heri meminta diadakan sebuah kajian dulu sebelum keberangkatan menuju tanah suci.

Heri tentu senang dan setuju. Dia bahkan mendatangkan ustadz yang banyak digemari oleh banyak orang.

Ia mengajak tim yang didalamnya juga ada Jelita. Jelita yang memang didapuk sebagai MC dan juga mengisi acara pembuka dengan lantunan lagu-lagu islami, menjadi bagian penting dalam acara tersebut.

"Yank, besok kita akan pergi ke Makasar. Nggak lama paling dua hari. Sehari sampai sana. kajiannya diadakan malam dan paginya kita langsung balik lagi Jakarta. Kali ini kamu nggak ikut nggak apa-apa kan?"

Malam hari sebelum berangkat ke Makasar, Heri memberitahu jadwalnya kepada Arundari. Sejenak Arundari terkejut. Biasanya setiap akan eprgi, Heri selalu memberitahunya jauh-jauh hari. Tapi kali ini tidak. Seketika perasaan Arundari tidak nyaman.

"Emangnya kenapa kalau aku ikut, Mas? Bukannya biasanya aku juga ikut ya?" tanya Arundari. Perasaan yang tidak nyaman itu membuatnya over thinking.

"Ya nggak apa-apa. Tapi kan besok itu jatah kamu ngadain arisan kan. Bukannya kamu udah mulai nyiap-nyiapin ya," jawab Heri.

Aaah

Arundari baru ingat kalau besok rumahnya atuh giliran untuk tempat arisan. Itu adalah kelompok arisan dia dan teman-temannya. Dan jelas bahwa Arundari tak akan bisa membatalkan acara itu untuk ikut serta pergi bersama suaminya.

"Aku baru inget, iya ya besok aku ada arisan. Ya udah aku nggak ikut kali ini," balas Arundari pada akhirnya.

Keesokan harinya, ia pun tak bisa mengantar kepergian Heri ke bandara. Tapi sebuah pesan masuk ke ponselnya dan itu dari Jelita.

Pesan yang biasa saja dan juga dibalas oleh Arundari dengan biasa. Bahkan di dalam pesan itu terkesan manis. Arundari yang anak tunggal sangat senang dengan kehadiran Jelita. Dia bak mendapatkan adik. Maka dari itu mereka sering bertukar pesan terlebih jika itu sedang ada acara di luar kota seperti ini.

Tanpa pernah Arundari sadari bahwa kedekatannya dengan Jelita membuat sebuah peluang bagi gadis itu untuk masuk menjadi orang ketiga dalam hubungannya dengan sang suami.

Acara arisan di rumah berjalan dengan sangat lancar. Teman-teman Arundari nampak puas dengan jamuan yang diberikannya. Satu per satu mereka pun pamit pulang dan hanya menyisakan satu orang. Orang tersebut adalah yang paling dekat atau bisa dikatakan sangat dekat dengan Arundari.

"Makasih lho ya udah tinggal dan bantu-bantu aku," ucap Arundari.

"Ck, kayak sama siapa aja deh. Kita kan kawan hahaha. Oh iya Run, sorry ya kalau aku ngomong gini. Tapi ya Run, emang kamu nggak curiga apa sama cewek itu. Siapa namanya, Jelita ya? Nah iya si Jelita itu. Jujur ya, aku nggak suka tahu pas lihat wajah dia. Kayak yang sok gitu lah, ehmm pick me kalau anak jaman sekarang bilang."

Arundari terdiam sejenak. Overthinking yang dirasakan semalam seketika kembali mencuat mendengar ucapan Fitri, sang sahabat.

"Dia gadis baik kok. Emang agak manja aja kelihatannya. Mungkin karena masih muda," sanggah Arundari. Meski ada perasaan yang tidak nyaman tapi mulutnya tidak bisa sejalan dengan hatinya.

"Ya udah kalau gitu. Aku cuma bilang aja kok. Kalau emang tuh anak baik, ya syukur deh. Tapi ya Run, kamu tetep harus hati-hati. Kamu nggak boleh terlalu deket dan mendekatkan wanita manapun ke rumah tanggamu. Inget itu," ucap Fitri memperingatkan.

Degh!

TBC

1
Suhadi
kayak Inara sama indanul yaa...
Lies Atikah
awas aja Adi asal dari main2 biasa nya suka jadi keterusan si Jelita hangat gak kaku biasa nya yang gini suka bikin kelepek2 kaya si Herri walau aghir nya hancur Arun belum move on dari herri hngga susah buka hti untuk Ady
Lies Atikah
ayo jeli keluarkan pesona mu si Arun mah sebaik seganteng apapun Ady yang di ada di hati nya tetap aja herri tercinta
Lies Atikah
selam janur kuning masih melengkung kesempatan masih ada Her
Lies Atikah
pantesan di selikuhin kamu terlalu kaku dan monoton jadi bikin jeunuh pasangan
Ika Yanti Unyil
meski alur lambat tapi cerita dikemas apik.jadi bisa dinikmati dan ada beberapa bab yang nenguras emosi.ikut greget,sedih tertawa dan juga ijut Happy
terimakasih atas bacaannya thor
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰🥰
Lies Atikah
ayo Ady gaskeun lamar Arun nya jangan kelamaan nanti di ambil orang kalau sudah klik nunggu apa lagi biar Ady yunior cepet hadir nambah kebahagiaan kalian masa kalah sama si Jelitong
Lies Atikah
semoga kalian berjodoh
Reni Setia
selamat ya udah tamat karya novelnya
Lies Atikah
lega deh .nah gitu donk 👍
Lies Atikah
kalau gak ada keberanian mending nyerah aja Arun satu alu dua lobanng culup sana celup sini maunya si mokondo kan gitu suami mu udah mendua kan kamu masih tetap saja cinta kasian banget si jeita mah menang banyak nah kamu terpuruk sendirian
Lies Atikah
si Arun nya so kuat sendiri
Vie
makasih thor atas ceritanya yang selalu menarik dan selalu seru... aku juga lagi baca gio dan gia juga seru juga ceritnya.... tetap semangat berkarya thor... 👍👍👍
Faidah Ida
wah akak Thor tiba2 aja tamat, extra part lah yah Thor, masih kurang ini....
Esther
Aksa-Ainun 😍buah cinta dari Adyaksa dan Arundari.
Akhirnya Arundari menemukan kebahagiaannya.
Terima kasih thor.
Lies Atikah
baik iyeh tapi bodoh ogeb jangan dipeiihara
Lies Atikah
nah ini aku suka perempuan jaya gini dihianati bukan nangis di pojokan sambil meratap menyalah kan takdir sedih manusiawi tapi kalau sampai terpuruk salah kita terus sedh sementara selingkuhan bahagia bersinar dan kita meratapi kehancuran oh cian banget
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Lies Atikah
hadir thor
dewi rofiqoh
Tiba tiba udah end, Tapi happy ending sih👍👍
Ditunggu karya terbarunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!