NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 8

pagi itu Ara bangun pagi seperti biasanya, Ia menyiapkan sarapan pagi, mencuci piring dan semua pekerjaan rumah Ia kerjakan sendiri, suasana pagi ini cukup tenang untuk Ara, tante Rianti dan Renata masi tidur, sedangkan nenek Ara keluar untuk jalan- jalan pagi.

setelah menyelesaikan pekerjaan nya rumah Ara, Siap-siap karna pagi ini Ara dimintai tolong oleh ibu Dini untuk membantu nya memetik cabe di ladang nya di kampung sebelah.

" nenek Ara mau keladang ibu Dini dulu yaa,mau bantuin dia metik cabe. " ucap Ara berpamitan ke nenek nya

" sarapan udah ada, rumah udah kamu beresin, baju kotor udah kamu cuci " jawab nenek

" iya nek aku udah beresin semua pekerjaan di rumah kok."

" yaudah sana." Jawab nenek Ara dan berlalu masuk ke rumah meninggalkan Ara.

Ara pun bergegas menuju rumah ibu Dini, sesampainya di rumah ibu Dini ternyata sudah ada beberapa ibu - ibu yang menunggu di sana.

" eee Ara, gimana kabarnya sehat." ucap salah satu ibu - ibu.

" kabar aku sehat kok bu, ibu sendiri gimana kabarnya." jawab Ara.

setelah beberapa menit berbincang - bincang, akhirnya ibu- ibu yang lain pun sudah datang, mereka pun berangkat bersama ke ladang ibu Dini.

Entah kebetulan atau memang suda takdir ladang ibu Dini ternyata bersebelahan dengan ladang milik keluarga Dimas, yang kebetulan saat itu Dimas juga ada di sana.

Dimas yang melihat keberadaan Ara di sana seketika merasa senang dan semangat untuk bekerja, sambil tak lupa sesekali Ia melirik ke Ara.

Saat sedang Asik memetik cabai, Ara tidak sadar ada bahaya yang sedang mendekati nya, seekor ular berbisa perlahan mendekati kaki nya, untung nya sebelum ular itu benar-benar mengigit kaki nya Ara sudah lebih dahulu menyadari ada ular yang sedang mendekat.

Melihat ular berbisa itu Ara berteriak, dan membuat orang - orang di ladang itu terkejut, Dimas yang mendengar teriakan itu langsung berlari ke arah suara itu, saat sampai di sana Dimas melihat Ara sudah terduduk lemas di tanah, di depan nya Ada ular yang perlahan mendekati nya.

Tampa berpikir panjang Dimas mengambil, kayu dan berusaha menangkap ular itu, setelah beberapa menit Dimas dan beberapa orang mencoba menangkap ular itu, akhirnya ular itu pun tertangkap juga.

" Ara kamu engga apa - apa kan. " tanya ibu Dini.

" engga kok bu, aku cuma kaget dikit aja," jawab Ara

"yaudah kamu istirahat aja dulu."

" engga usah bu, aku baik - baik aja kok."

"Yaudah kalu gitu, ayo semua bubar, " ucap Ibu Dini

"Trus ini ular nya mau di simpan di mana? " kata seorang bapak - bapak yang memegang karung berisi ular tadi.

"buang di hutan aja pak," kata ibu Dini

para ibu- ibu pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka, Dimas pun Ingin kembali melanjutkan pekerjaan nya namun langka nya berhenti ketika mendengar suara Ara.

" Makasih ya kk Dimas, sudah mau nolong aku."

seketika Dimas berbalik menatap Ara.

" iya Ra sama - sama, tapi makasih aja engga cukup buat aku."

" terus aku harus gimana, aku engga punya uang buat bayar kamu."

" kamu engga perlu bayar pake uang , kamu cukup Terima ajakan jalan- jalan aku aja."

" hmm gimana ya nanti aku pertimbangin lagi deh."

" yaudah aku tunggu jawaban kamu yaa, aku lanjut kerja dulu. "

" iya. "

jam sudah menunjukan pukul 16 : 00 waktu untuk para pekerja pulang, namun mobil pickup yang tadi di tumpangi Ara dan ibu - ibu lainya, belum kembali dari mengantar cabai yang sudah di petik, jadi para ibu - ibu menelfon anak dan suami masing-masing untuk menjemput mereka.

Ara yang bingung bagaimana Ia harus pulang, sebab tidak akan ada yang datang menjemput nya, namun di tengah ke bingungan itu Dimas datang bagai seorang pahlawan dan menawarkan diri untuk mengantarkan Ara pulang, Awalnya Ara menolak namun karna desakan beberapa ibu - ibu akhirnya Ara pun pulang di antar oleh Dimas.

saat sampai di rumah, Ara melihat Rumah nya dalam ke adaan kosong, sepertinya nenek, tante Rianti dan Renata sedang keluar.

" sekali lagi terimakasih yaa, kamu sudah mau nolong saya tadi dan sekarang kamu nganterin saya pulang."

" iya engga apa- apa, saya suka kok kamu repotin"

" hmm, kamu bisa aja." Ara tersipu malu mendengar kata - kata Dimas.

" saya pamit dulu ya, saya mau ke rumah Doni dulu soal nya. "

" iya hati - hati ya, sekali lagi terimakasih sudah mau nolong sama anterin saya pulang."

" iya, tapi jangan lupa yaa sama janji kamu tadi, saya tunggu jawabannya hari sabtu."

" iya. " jawab Ara singkat dan tersenyum.

" saya pamit dulu ya, "

Dimas pun akhirnya meninggalkan rumah Ara dan melajukan motor nya menuju rumah Doni.

" habis dari mana luh Dim. " tanya Doni ketika Dimas sampai di rumah nya.

" ini gua habis nganterin Ara pulang, sekalian deh mampir ke sini."jawab Dimas

" cie... yang habis nganterin gebetan, we jadinya gimana kapan luh nembak dia.? "

" belum tau Don, gua takut di tolak."

" kalau luh engga coba, luh engga akan tau jawabannya Dim."

" iya, tapi."

" coba aja dulu Dim."

Di sisi lain Ara yang baru masuk ke rumah terkejut saat melihat kondisi rumah yang sangat berantakan, bekas kuaci di lantai bercampur dengan tumpahan jus jeruk. saat Ia melangka ke dapur, piring kotor sudah menunggu nya di wastafel, Ara hanya bisa menghembus kan nafas, meski lelah Ia tetap membersihkan kekacauan di rumah itu, setelah selesai Ara bergegas mandi dan beristirahat sebentar di kamar nya.

Saat iya mengaktifkan HP nya satu pesan masuk, pesan dari tante Rianti.

" kita, lagi di kota malam ini engga pulang, jangan lupa beresin rumah, dan awas kalau kamu macam - macam." isi pesan dari tante Rianti.

Ara hanya membaca pesan itu lalu meletakkan kembali HP nya dan tertidur karna kelelahan.

pagi ini Ara bangun dengan tubuh yang segar, kedaan rumah pun tenang,tidak ada omelan dari tante Rianti, Ara melakukan pekerjaan nya seperti biasa, setelah selesai Ara kembali ke kamar nya, saat Ia membuka HP nya ternyata ada pesan dari Dimas,

" sore ini kamu sibuk engga, kebetulan di lapangan perbatasan kampung bakalan ada pasar malam, aku mau ajakin kamu ke sana, kamu mau engga,"

saat membaca pesan itu Ara berfikir sejenak, Ara ingin pergi namun Ia takut tante Rianti dan nenek tidak akan mengijinkan Ara pergi, apalagi Ara akan pergi bersama seorang laki-laki.

namun di tengah ke bingungan nya itu, Tiba-tiba pesan dari tante Rianti masuk.

" dua hari ini, saya dan nenek tidak akan pulang, kamu jangan macam, awas kamu kalau sampai saya tau kamu ngelakuin hal yang Macem-macem."isi pesan tante Rianti.

" iya tante Ara engga akan macem - macem kok." jawab Ara

Setelah mengirim balasan pesan ke tante Rianti, pesan kembali masuk dari Dimas.

" gimana, kamu mau apa engga." isi pesan dari Dimas

" yaudah aku mau. " jawab Ara.

membaca pesan dari Ara, membuat Dimas tersenyum lebar,

"Yaudah sore ini jam 6 aku jemput kamu ya." balas Dimas lagi.

Ara hanya membaca pesan dari Dimas lalu meletakkan HP nya kembali di atas meja, hari berlalu begitu cepat jam menunjukkan jam 5: 49 Ara pun besiap - siap.

Ara hanya menggunakan pakaian yang sederhana, namun bersih dan juga rapi, hal itu tidak membuat kecantikannya luntur, iya tetap terlihat cantik meski dengan penampilan yang sederhana itu.

Setelah beberapa menit Ara menunggu akhirnya Dimas pun datang menjemput nya, Dimas yang melihat penampilan Ara yang sederhana namun terlihat sangat cantik, membuat Ia tidak bisa berhenti menatap Ara.

" kok, kamu ngeliatin aku gitu, ada sesuatu ya di muka aku."

" kamu cantik, eee maksudnya engga, hmm adu ee aku cuma kagum aja liat kecantikan kamu hari ini, yaudah kita berangkat sekarang."

" hmm iya. " jawab Ara sambil tersenyum

setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Mereka pun sampai di pasar malam itu.

" ayo masuk. " ucap Dimas, yang di balas anggukan setuju oleh Ara

mereka pun menghabiskan waktu di pasar malam itu, dan untuk pertama kalinya Ara merasa bahagia, tidak ada tekanan dari tante Rianti, tidak ada makin yang merendahkan dari nenek, Dimas yang melihat senyum bahagia Ara merasa ikut senang, di samping itu Ara yang mendapat perlakuan baik dari Dimas, merasakan ada sesuatu yang berbeda di hati nya, Ia sudah jatuh hati kepada Dimas, dan ini pertama kali nya Ara jatuh cinta, karna selama ini Ara selalu menutup diri dari laki- laki yang mau mengejar nya.

waktu menunjukkan pukul 8:30 , Ara mengajak Dimas untuk pulang, Ia tidak ingin pulang larut malam Ara takut jika tante Rianti tau, pasti dia akan sangat marah, dan juga Ara tidak ingin ada gosip yang tidak enak tentang dirinya dan juga Dimas.

" sudah jam 8 kita pulang sekarang yaa. "

" yaa baru juga jam 8 Ra, massa kita udah mau pulang aja. "

" nanti kalau kita pulang nya larut malam, takutnya tetangga mikir yang engga engga lagi, kan lebih baik mencegah kan. "

"iya juga yaa, yaudah ayo kita pulang."

mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang, Dimas mengantarkan Ara pulang ke rumahnya, saat sampai di rumah Ara Dimas bertekad untuk menyampaikan isi hati nya kepada Ara.

" yee sampai deh kita." ucap Dimas saat tiba di rumah Ara.

" makasih ya, kamu sudah mau ajak aku jalan-jalan malam ini."

"iya, harus nya aku yang bilang makasih sama kamu, soalnya kamu udah mau nerima ajakan aku malam ini."

" iya, Sama-sama kalau gitu aku masuk duluan yaa, kamu hati- hati pulang nya."

" ee Ra, aku mau bilang sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan marah yaa."

" kenapa aku harus marah, bilang aja. "

" hmm sebenarnya aku suka sama kamu Ra, kamu mau engga jadi pacar aku, aku janji engga akan nyakitin kamu. "

mendengar itu Ara terkejut, Ia tidak tau harus menjawab apa, tapi jauh di lubuk hati nya Ara tau Ia juga sudah jatuh cinta dengan Dimas.

" hmm aku, engga tau harus jawab apa,aku bingung. "

" kamu engga harus jawab sekarang kok, aku bakalan nunggu jawaban dari kamu, kalau gitu aku pulang dulu ya, kamu istirahat aja dulu, soal kata - kata aku tadi engga usah terlalu di pikirin."

Ara hanya bisa tersenyum, dan menganggukkan kepala tanda setuju, Ia berjalan masuk ke rumah.

Di kamar nya Ara terus memikirkan, kata - kata Dimas tadi, Ia tidak menyangka Dimas akan suka pada wanita sederhana seperti dirinya.

Namun Ara tidak tau, Ia harus bagaimana, apakah Ia harus menolak Dimas atau menerima nya, Ara takut jika Ia menolak Dimas, Dimas akan merasa kecewa, lagipula di sisi lain Ara tau bahwa ia juga suka dengan Dimas.

Ara juga masi ragu , Ia takut jika Dimas hanya mempermainkan nya, Ia tidak mau jika dirinya harus terluka karna jatuh cinta pada orang ya salah, keraguan - keraguan terus menghantui Ara.

di tempat lain, Dimas ternyata tidak langsung pulang ke rumah nya, Ia mampir ke rumah Doni, dan menceritakan tentang dia yang sudah mengungkapkan rasa suka nya kepada Ara.

" jadi gimana, apa jawaban Ara, dia mau apa engga. " tanya Doni ketika Dimas selesai menceritakan nya.

" belum tau Don, dia bilang dia butuh waktu buat mikir,"

" yaudah berpikir positif aja dulu, engga usah galau, selama beberapa hari kedepan luh harus nunjukin kalau luh beneran suka sama dia, luh buktiin pake tindakan, jangan pake kata - kata manis doang."

" gimanacara nya gua buktiin ke dia, apa yang harus gua lakuin Don."

" yaa luh kasi perhatian lebih ke dia, perlakukan dia dengan baik, biar dia liat keseriusan luh."

"yaudah gua usahain deh. "

" semangat bro, gua bakalan selalu dukung luh."

Setelah malam itu, Dimas jadi lebih sering menghubungi Ara, dan juga tak jarang Dimas selalu menolong Ara seperti mengantar nya kepasar, Ara juga jadi semakin dekat dengan nya, meskipun tak jarang Dimas dan Ara selalu mendapat omelan dari tante Rianti.

sore itu seperti biasa saat Ara sedang sedih akibat, hinaan dari tante nya Ara akan pergi ke anak sungai untuk menenangkan diri, Dimas ya kebetulan lewat melihat waja sedih Ara, Dimas pun mengikuti Ara ke anak sungai itu.

" Ara kamu kenapa." tanya Dimas

Ara yang dari tadi melamun terkejut saat mendengar suara Dimas, yang ikut duduk di samping nya.

" engga, aku engga apa - apa kok." jawab Ara berusaha berbohong.

" kalau kamu ada masalah kamu boleh cerita ke aku, engga baik mendam masalah sendiri."

mendengar itu air mata Ara tidak lagi bisa ia bendung, seketika itu air mata nya jatuh, Dimas yang melihat itu hanya membiarkan Ara mengis.

" kamu boleh nangis sesuka kamu, di sini cuma ada aku dan kamu, setelah kamu tenang kalau kamu mau kamu boleh cerita apapun ke aku, aku siap dengerin cerita kamu."

Setelah beberapa menit menangis Ara pun akhirnya bisa tenang, dan dengan enggan iya menceritakan semua masalah nya tentang tante Rianti yang selalu menghina nya, dengan sabar Dimas mendengarkan cerita Ara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!