black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
manusia bangsat dan bajingan
" baik lah....." pasrah Wira sepertinya sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Beberapa orang maju bermaksud untuk memberi pelajaran pada Wira dengan beberapa pukulan. Tapi siapa sangka bocah cunguk itu kini berubah.
Wira dengan masih wajah menunduk tertutup oleh rambut dan badan bungkuknya, segera menangkap satu tangan yang membawa pukulan, dan dengan kejam membalas dengan sebuah terjangan kaki ke arah perut membuat orang itu terlempar hingga menghantam tembok.
" lemah......" ucapan ini di tujukan untuk dirinya sendiri. Tapi sekelompok orang di sana merasa ucapan itu di arahkan pada mereka.
" cunguk....." serangan datang lagi, tapi kembali Wira menangkapnya dan membalas.
Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama Wira sudah menjatuhkan semua kecuali Jery yang kini menatap ketakutan pada Wira.
" bukankah kamu akan membunuhku, ayo datang dan bunuh aku." ujar Wira melempar pisau ke arah Jery Tersudut di tembok.
pisau itu hanya sedikit melukai telinga sebelah kiri Jery dan pisau itu pun menancap dalam pada tembok.
" aku harap kau tidak kencing di rumahku karena jika itu terjadi." ucap Wira.
Tapi belum juga selesai Wira berkata yoga dengan pisau andalannya menyerang Wira dari arah belakang, yoga melihat semua kejadian bagai mana Wira membuat jatuh semua orangnya, bahkan dengan kejam beberapa anak buahnya memiliki bagian tubuh yang berubah bentuknya.
Rintihan kesakitan itu cukup membuat yoga ngeri dan frustasi.
Wira menghindari serangan pisau yoga, tapi kemudian yoga tidak berhenti, kemampuan bertarung senjatanya lumayan tapi Wira masih dengan mudah menghindar hingga di satu momen Wira berhasil merebut pisau yoga.
" kau bersembunyi cukup dalam selama ini rupanya bocah...." ucap yoga.
Wira hanya menunjukkan seringai dingin ke arah Yoga tidak menanggapi ocehan yoga yang sedang marah tapi dan waspada.
" malam ini aku akan membunuh dan memotong tubuhmu untuk menjadi makanan anjing jalanan." ucap Yoga.
Tapi Wira hanya mengorek telinganya dengan jari kelingking seperti bosan mendengar ucapan yoga
yoga yang merasa di abaikan bertekat untuk membuat Wira bersujud di lantai dan memohon untuk hidup. Yoga pun datang untuk bertarung sekali lagi dengan Wira, bedanya kali ini yoga dengan tangan kosong Wira dengan pisau andalan Yoga.
Ssssreeeetttt.......
Lengan atas yoga sudah terkena pisau dari Wira cukup dalam karena pisau milik yoga rupanya sangat tajam.
" kak yoga......" panik Jery melihat yoga yang terluka.
" bodoh apa kamu hanya akan melihat aku mati, datang dan bantu aku....." ucap yoga.
" bbbbb ba bab baik......." ucap Jery tapi terlihat takut.
Wira menunjukkan seringai dingin ke arah Jery segera membuat Jery mundur tanpa terkontrol dan jatuh terduduk. rupanya mental Jery sudah benar benar terkena.
" tidak berguna......" ucap yoga. Dengan segenap keberanian dan kekejaman yang sudah dia lakukan yoga maju lagi mencoba bertarung dengan Wira.
Pertarungan terjadi lagi kali ini yoga lebih beringas tak terkendali hanya saja Wira masih begitu mudah menghadapinya.
Wira yang sudah merasa ini harus segera di hentikan memutuskan untuk memberikan sedikit oleh oleh agar yoga selalu mengingatnya.
ccttrraaakkk..... suara renyah tulang patah dari salah satu tangan yoga yang kini sudah menekuk ke arah yang tidak seharusnya.
lolongan kesakitan segera memenuhi ruangan itu Jery yang melihat hanya bisa menutup mulut dan menahan kencing.
" kau bawa mereka dan jangan datang lagi, untuk hutang besok sebelum petang aku akan datang mengantarkan uang itu" ucap Wira pada Jery yang ketakutan.
" dengar tidak......." ucap Wira membentak Jery.
" dengar.... Dengar ..." jawab Jery.
" sekarang pergi, anak dan istriku sudah sangat ketakutan." ucap Wira sangat ganas.
Jery dan beberapa orang yang masih bisa untuk bergerak walau sakit mulai saling memapah satu sama lain untuk segera pergi dari neraka itu.
setelah semua pergi Wira melihat rumah itu yang saat ini seperti kapal pecah semua berantakan Bahakan aroma alkohol sangat dominan.
" hah......." Wira dia setengah duduk mencomot figura di sana ada foto dirinya dan sang istri.
" kali ini aku hidup, dan aku memiliki keluarga, mimpi yang dulu pernah ku inginkan. Aku akan menjaga mereka dan akan membuat mereka bahagia." ucap Wira sedikit berair rasanya di sudut matanya.
black hole sang raja pembunuh kini jiwanya menempati tubuh Wira yang di kenal sebagai bajingan dan sampah.
Wira kemudian menuju kepintu yang sepertinya sudah sedikit mengalami kerusakan karena dipaksa untuk terbuka.
Tangannya tertahan bibirnya bergetar lehernya kering, kata kata itu tidak keluar untuk terucap, rasa bersalah dan benci kepada pemilik tubuh sebelumnya sangat menyiksa nya.
" mereka sudah pergi, aku akan memberikan rumah....." ucap Wira lembut dan pelan.
Di dalam kamar Ayu dan Sasa masih saja ketakutan keributan di luar sungguh membuat mereka takut.
" Mama... Apa yang terjadi di luar, mengapa banyak orang kesakitan...." tanya Sasa.
" Mama tidak tahu nak...." ujar Ayu terus memandangi pintu penuh harap hingga beberapa saat keadaan di luar kamar seketika sepi tidak ada suara.
Hingga satu suara cukup membuat mereka tenang tapi takut juga.
" mereka sudah pergi, aku akan membereskan rumah....." ucap Wira lembut dan pelan.
Selah 30 menit Wira selesai merapikan rumah yang sebelumnya seperti kapal pecah beberapa barang yang rusak sudah Wira kumpulkan bersiap untuk membuangnya ke lantai bawah. tapi kerna melihat keadaan buruknya Wira memutuskan untuk memberikan dirinya juga.
25 menit kemudian Wira sudah bersih sedikit lebam di wajahnya dan rasa sakit luka di palanya sudah Wira rawat seadanya.
Kemudian Wira pun kelantai bawah untuk membuang semua kotoran dan barang rusak di rumahnya akibat kekacauan.
" ini satu tahun setelah kematian ku di kehidupan sebelumya, sekarang aku berada di kota M negara I. Cukup jauh dari ibu kota, baik lah aku akan memulai kehidupan baruku di sini." Wira mendongak kearah matahari yang sedikit condong ke barat.
" kakak.... Kak Wira..... " ucap seorang yang turun dari mobil.
" kak ......." ucap orang itu.
Wira sedikit Ling Ling dengan orang di depannya tapi dia mencoba mengingat kembali siapa orang tersebut.
" kak maaf aku terlambat, tadi aku sedikit terhalang oleh Diana, apa kakak ipar baik baik saja bagai mana dengan Sasa, sudahkah Meraka pergi, jika belum ayo biar aku bantu kakak, kebetulan aku masih ada sedikit tabungan." ucap nya sepertinya dia sangat peduli dengan Wira.
" firman......" ucap Wira sudah ingat dengan orang di depannya saat ini, ya firman anak yang secara asal Wira tolong dulu sebelum menjadi manusia bangsat dan bajingan.
" iya kak....." jawab firman.
" terimakasih......" ujar Wira.
" apa yang kakak katakan di antara kita tidak perlu sungkan hidupku milik kakak selamanya....." ucap firman yang memang sejak di tolong Wira dia bersumpah hidupnya akan di berikan untuk Wira dan akan terus disisi Wira dalam kondisi apapun.