NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Pagi hari di mansion Knight biasanya diwarnai dengan suara kicauan burung, namun kali ini digantikan oleh suara semprotan aerosol yang bertubi-tubi. Arkan sedang dalam mode "Siaga Satu". Bukan karena ada serangan mafia, melainkan karena ibunya, Sandra Olivia Dawson, baru saja menelepon dan menitipkan sebuah misi suci: Arkan harus membawa Evelyn ke acara Grand Opening butik terbaru Sandra di pusat kota.

"Aku tidak mau," tegas Arkan sambil mengelap layar tabletnya dengan tisu alkohol untuk kelima kalinya. "Acara itu akan penuh dengan sosialita berisik yang memakai parfum menyengat. Itu adalah sarang kuman dan polusi suara."

"Arkan, ini butik Mama. Kalau kau tidak datang membawa menantu kesayangan Mama, Mama akan menyita seluruh stok hand sanitizer pribadimu selama sebulan," ancam Sandra dari balik telepon.

Arkan membeku. Ancaman itu lebih ngeri daripada ancaman bom nuklir. Dengan berat hati, ia menutup telepon dan menatap Evelyn yang sedang asyik duduk di lantai ruang tamu—bukan di sofa—sambil mencoba menyusun puzzle gambar kucing yang sebenarnya hanya terdiri dari 20 keping, tapi Evelyn sengaja memasangnya dengan sangat lambat.

"Evelyn," panggil Arkan datar.

Evelyn mendongak, kacamatanya melorot sampai ke ujung hidung. "Iya, Tuan Sstt-Sstt? Ada apa? Apa kita akan pindah ke bunker bawah tanah karena ada lalat masuk?"

Arkan menghela napas, mencoba sabar. "Siapkan dirimu. Kita akan ke acara butik Mama sore ini. Pakai sesuatu yang... layak. Jangan pakai kardigan ungu yang baunya seperti sereal basi itu."

Evelyn mengerutkan kening. Acara butik? Gawat. Di sana pasti banyak kamera. Kalau aku terlihat terlalu cantik, pengenalan wajah (facial recognition) milik Sebastian Black bisa melacakku. Tapi kalau aku terlalu culun, Arkan akan malu.

"Baik, Tuan! Eve akan dandan cantik sekali sampai Tuan pangling!" seru Evelyn riang.

Tiga jam kemudian, Arkan berdiri di depan pintu kamar Evelyn. Ia sudah mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang sangat elegan, lengkap dengan masker kain hitam premium. Ia melirik jam tangannya. "Evelyn, cepat! Kita sudah terlambat sepuluh menit!"

Pintu terbuka. Arkan hampir saja menjatuhkan botol disinfektan kecil yang selalu ia kantongi.

Evelyn muncul dengan gaun yang benar-benar membuat Arkan "pangling", tapi dalam arti yang salah. Ia mengenakan gaun sutra yang warnanya bertabrakan antara kuning stabilo, pink fanta, dan biru elektrik—mirip pelangi yang sedang mengalami gangguan teknis. Rambutnya disanggul tinggi ke atas seperti menara Eiffel, dan ia memakai kacamata tebal yang kini ia hiasi dengan stiker bintang-bintang di pinggirannya.

"Bagaimana, Tuan? Eve terlihat seperti bidadari yang baru jatuh dari awan warna-warni, kan?" tanya Evelyn dengan pose sok imut.

Arkan memijat pangkal hidungnya. "Kau terlihat seperti permen karet yang sudah dikunyah lalu ditempelkan di atas kue tart. Kenapa warnanya begitu banyak?!"

"Supaya kuman-kumannya bingung mau hinggap di warna yang mana, Tuan! Ini taktik pertahanan diri!" jawab Evelyn penuh percaya diri.

Arkan ingin protes, tapi waktu sudah mendesak. "Naik ke mobil. Sekarang. Dan jangan sentuh jok kulitnya dengan gaun neonmu itu sebelum aku melapisi kursinya dengan plastik."

Sesampainya di butik mewah milik Sandra, suasana sudah sangat ramai. Para sosialita dan model papan atas berkumpul. Arkan langsung merasa sesak. Aura "Anti-Wanita"-nya mulai aktif. Ia merasa setiap wanita yang mendekat adalah pembawa bakteri yang ingin menyerbu ruang pribadinya.

"Arkan! Evelyn! Kalian datang!" Sandra menyambut mereka dengan pelukan, yang segera dihindari Arkan dengan gerakan gesit sejauh 1,2 meter.

"Maaf, Ma. Masih dalam masa pemulihan trauma," ucap Arkan kaku.

Evelyn, di sisi lain, mulai menjalankan misinya. Ia harus memastikan Arkan aman dari kerumunan tanpa merusak penyamarannya. Ia melihat sekelompok sosialita muda—termasuk Clara Bennett yang tampak anggun dengan gaun merah—mulai mendekati Arkan dengan tatapan lapar.

"Oh, lihat siapa ini... Arkan Alesandro yang tampan," ucap Clara sambil mencoba mendekat untuk menyentuh lengan Arkan.

Wajah Arkan memucat. Ia mulai berkeringat dingin. Bayangan masa SD-nya kembali muncul. Ia merasa dikepung.

Zret!

Tiba-tiba, Evelyn muncul di tengah-tengah antara Arkan dan Clara. Ia mengeluarkan sebuah botol semprotan kecil dari tas mungilnya yang berbentuk semangka.

"Permisi, Tante Cantik! Eve harus mensterilkan area ini!" ucap Evelyn riang.

Syuuuuut!

Evelyn menyemprotkan cairan ke udara di sekitar mereka. Seketika, aroma yang sangat aneh menusuk hidung semua orang. Bukan aroma alkohol atau disinfektan, melainkan aroma terasi udang yang sangat kuat bercampur dengan kaus kaki basah.

"Ugh! Bau apa ini?!" jerit Clara sambil menutup hidungnya dan mundur lima langkah. Sosialita lainnya pun ikut bubar dengan wajah mual.

Arkan tertegun. Bau itu memang menjijikkan, tapi ajaibnya, kerumunan itu menghilang dalam sekejap. Area di sekitar Arkan kini kosong melompong dalam radius tiga meter.

"Evelyn... apa yang kau semprotkan?" tanya Arkan sambil menahan napas di balik maskernya.

Evelyn berbisik dengan nada polos. "Ini 'Parfum Anti-Fans' buatan Eve, Tuan! Bahannya dari ekstrak durian busuk dan bumbu dapur rahasia. Efektif kan? Kuman-kuman cantik itu langsung kabur!"

Arkan menatap Evelyn. Di balik kacamata berbintang yang konyol itu, ia melihat mata Evelyn yang berkilat jenaka. Arkan menyadari satu hal: meskipun cara Evelyn gila dan memalukan, gadis ini baru saja menyelamatkannya dari serangan panik tanpa harus menyentuhnya.

"Kau... benar-benar aneh," gumam Arkan. "Tapi... terima kasih."

Evelyn tersenyum lebar. "Sama-sama, Tuan Sstt-Sstt! Eh, lihat itu! Ada kue gratis! Eve mau ambil, siapa tahu rasanya seperti pelangi!"

Evelyn berlari kecil menuju meja prasmanan, sengaja menabrak tiang dekorasi sedikit agar terlihat tetap ceroboh. Namun, saat ia berbalik, matanya menangkap sosok pria di sudut ruangan yang sedang memperhatikannya dengan teropong kecil dari balik pilar.

Itu adalah Lucas Ford, tangan kanan ayah Arkan.

Evelyn menyipitkan mata. Lucas? Kenapa dia memata-mataiku? Apa Antonio Knight juga mulai curiga padaku?

Evelyn segera merogoh saku gaun neonnya, menekan tombol di jam tangannya. "Ed, lapor. Ada pengintai di posisi jam empat. Cari tahu siapa yang memerintah Lucas Ford untuk mengawasiku. Dan satu lagi... siapkan ekstra disinfektan untuk Arkan, sepertinya dia mulai suka padaku gara-gara bau terasi ini."

Di kejauhan, Arkan masih berdiri di tempatnya, menolak untuk pindah karena hanya di area berbau busuk itulah ia merasa aman. Ia menatap Evelyn yang sedang asyik makan kue dengan belepotan di mulutnya.

Dia ceroboh, dia aneh, dia memakai baju yang merusak estetika mataku... tapi kenapa jantungku berdetak normal saat dia di dekatku? batin Arkan bingung.

Tanpa Arkan sadari, potongan masker fiber yang ia temukan di kamar Evelyn semalam kini ia remas di dalam saku jasnya. Ia harus segera membuktikan siapa sebenarnya Evelyn, sebelum aroma terasi ini benar-benar merusak logikanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!