NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 15: Data Berbicara (Face-Slapping Moment)

​"Apa maksud lo?!"

​Suara Bella melengking, memecahkan ketegangan. Wajahnya retak oleh kepanikan. "Utang? Jatuh tempo? Jangan ngarang cerita ya, Lampir! Lo pikir lo bisa nipu kita?"

​Elena tidak mundur, membiarkan noda teh di blazer putihnya terekspos sebagai bukti kebrutalan.

​"Ngarang?" Elena terkekeh. "Bella, sayang... aku auditor. Aku membaca fakta."

​Dia menoleh ke Reza. "Sambungkan tablet ke TV dinding. Sekarang."

​"B... baik, Nyonya!" Reza menancapkan kabel HDMI.

​"Jangan! Jangan nyalain!" Bella berlari panik, tapi terhalang gaun fuschia-nya sendiri.

​Terlambat. Layar TV menyala terang. Zaaap.

​Grafik merah menukik tajam terpampang raksasa.

​PT WINATA COAL TBK - PERGERAKAN SAHAM HARIAN.

Berita terkini: KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP CABUT IZIN TAMBANG. DIREKTUR UTAMA DICEKAL.

​Keheningan melanda ruangan. Elena menyorotkan laser merah ke angka paling bawah grafik.

​"Lihat ini, Ibu-ibu," suaranya jernih bergema. "Harga saham perusahaan suami Bella pagi ini. Lima puluh rupiah. Saham gocap. Saham sampah."

​"Bohong!" jerit Bella, air mata melunturkan maskara. "Itu grafik palsu! Lo edit kan?!"

​"Ini live streaming Bursa Efek. Real time," potong Elena dingin. "Izin dicabut karena limbah merkuri. Aset perusahaan sedang dibekukan."

​Elena berbalik menatap kerumunan sosialita yang kini pucat pasi.

​"Nyonya Rudi," panggil Elena. "Bulan lalu suami Anda suntik dana sepuluh miliar ke Winata Coal, kan? Investasi pre-IPO?"

​Wajah Nyonya Rudi berubah abu-abu. "K... kok kamu tahu?"

​"Nama suami Anda di daftar kreditur tanpa jaminan. Saran saya? Telepon sekarang. Suruh tarik dananya detik ini. Besok pagi uang itu hangus jadi debu."

​Nyonya Rudi memekik horor, merogoh ponsel panik. "Papi! Angkat Pi!"

​Elena beralih ke sebelahnya. "Nyonya Tan. Suami Anda kontraktor alat berat, kan? Sudah dibayar tagihannya?"

​"Be... belum. Nunggu termin..."

​"Tidak ada pencairan termin. Rekening PT Winata kosong. Suruh suami Anda tarik semua excavator sebelum disita bank."

​"Ya Tuhan!" Nyonya Tan ikut panik menelepon. "Halo? Ko! Tarik alat berat sekarang!"

​Kekacauan melanda. Pesta teh berubah jadi bursa saham rusuh. Para wanita berlarian berteriak di telepon. Bella bukan lagi Ratu Lebah, dia pembawa sial.

​Bella berdiri sendirian gemetar. "Kalian percaya perempuan gila ini?! Suami gue kaya! Mas Heru nggak mungkin bangkrut!"

​Dia menatap Elena benci, memamerkan cincinnya. "Liat ini! Kalau bangkrut, dia nggak mungkin beliin berlian lima karat ini! Lo iri kan?!"

​Elena berjalan mendekat, langkahnya tegas membuat Bella mundur menabrak meja kue.

​"Bella, Bella... kau menyedihkan."

​Elena mencondongkan tubuh, menatap cincin itu.

​"Lihat pantulannya. Terlalu silau, kayak lampu disko. Dan ada goresan kecil. Berlian itu material terkeras, Bella. Kalau lecet kena pintu mobil..."

​Elena menatap mata Bella yang basah.

​"Itu bukan berlian. Itu Moissanite. Atau kaca Cubic Zirconia. Harganya lima juta perak di Pasar Baru."

​"Nggak mungkin..." bisik Bella lemas. "Mas Heru bilang ini lima miliar..."

​"Dia bohong. Supaya mulutmu diam dan tidak minta uang belanja. Dia kasih mainan kaca supaya kau merasa jadi ratu, sementara dia sibuk menyelamatkan diri dari penjara."

​Knockout.

​Bella merosot jatuh ke lantai, menangis meraung-raung di antara remah kue. "Mas Heru jahat! Penipu! Huwaaaa!"

​Elena mengambil tisu, membersihkan tangan santai, lalu duduk menyilangkan kaki.

​"Reza. Matikan TV-nya. Pertunjukan selesai."

​Tepat saat TV mati, pintu ganda terbuka lebar. Brak!

​Kairo Diwantara berdiri di sana, napas memburu, jas terbuka. Dia datang menyusul karena paranoid Elena kabur. Dia siap mendobrak, siap membela istrinya yang mungkin dibully.

​Tapi pemandangan di depannya membuat otaknya error.

​Istrinya tidak menangis. Istrinya duduk santai seperti ratu pemenang perang, meski blazer putihnya kotor kena teh. Sementara Bella Winata menangis di lantai seperti anak tantrum.

​Dan yang paling aneh, Nyonya Rudi dan Nyonya Tan berlari menghampiri Elena memohon.

​"Nyonya Sora! Gimana nasib uang saya? Papi bilang dana belum bisa ditarik! Tolong kasih saran!"

​"Iya, Nyonya Diwantara! Alat berat suami saya gimana? Kasih tips dong, Jeng! Kita manut!"

​"Tolong kami, Dewi Investasi!"

​Elena dikerumuni dan dipuja. Dia tersenyum tipis, menatap bosan.

​"Saran saya simpel, Ibu-ibu," suara Elena jelas terdengar oleh Kairo. "Ambil apapun yang bisa diambil. Sita mobil atau jam tangan suami Bella sekarang sebagai ganti rugi. Siapa cepat dia dapat."

​Para sosialita langsung menatap Bella dengan tatapan lapar. Bella menjerit memeluk tasnya.

​Elena mendongak, matanya bertemu Kairo di pintu. Tidak ada takut, dia mengangkat botol air mineral seolah bersulang.

​Cheers, Suamiku. Misi selesai.

​Lutut Kairo lemas, tapi bibirnya melengkung kagum.

​Wanita ini... benar-benar berbahaya. Dan sialnya, Kairo menyukainya.

1
Mami Radifa
Terlalu matre mah s bini laki nya pingin liburan, istri nya bisnis mulu sampe"buat liburan aja suami bayar buat nikmatin waktu liburan, istri terlalu matrealistis 😡😡😡Thor kurangi dong otak bisnis nya sang istri lama"nggak tega liat suami nya 😏😢
Mami Radifa
Ada aja kelakuan Papa nya Elvano
Eni Listia
Bukannya kairo di kantor ya? kok tiba-tiba di rumah
Rossa Miati
aku sampai ngakak 🤣 bacanya, tapi keren author, Krn aku suka dng cewek gigih dan berani, ga bucin dan mewek 🤭😄
Khalistata 1984
keren ceritanya,sy suka😍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒑 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒆𝒔𝒕 👍👍😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 𝒂𝒋𝒂 𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒊𝒏𝒊 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑯𝒂𝒎𝒊𝒍 𝒅𝒆𝒉 😏
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒊𝒔 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝑺𝒐𝒓𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒖𝒓𝒖𝒏 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒏𝒊𝒉 😱😱😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒕𝒍𝒂𝒌 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒆𝒔𝒕 👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒄𝒖𝒓 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 😏😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒓𝒖𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒊𝒓𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒔𝒂𝒋𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒕𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒉𝒊𝒏 𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒈𝒆𝒈𝒂𝒃𝒂𝒉 𝒏𝒊𝒉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒐𝒐𝒅 𝒋𝒐𝒃 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒑𝒊𝒏𝒕𝒂𝒓 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!