NovelToon NovelToon
Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Misteri
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: noel_piss

Alya, seorang mahasiswi cerdas dan mandiri, dipaksa menerima perjodohan dengan dosennya sendiri.

Arka, pria dingin dan tegas yang menyimpan masa lalu kelam. Hubungan yang awalnya penuh penolakan berubah menjadi konflik batin, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Di antara kewajiban, harga diri, dan cinta yang tumbuh diam-diam, mereka harus memilih: bertahan dalam keterpaksaan, atau memperjuangkan perasaan yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noel_piss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Pagi itu datang terlalu cepat bagi Alya. Ia hampir tidak tidur semalaman, bukan karena tugas kuliah atau ujian, melainkan karena hidupnya yang tiba-tiba berubah arah tanpa ia inginkan.

Duduk di tepi tempat tidur, ia menatap jendela dengan pandangan kosong. Cahaya matahari masuk perlahan, menyinari kamar yang masih sama seperti kemarin, namun perasaannya sudah jauh berbeda. Semuanya terasa asing, bahkan untuk dirinya sendiri.

Alya bangkit dan bersiap seperti biasa. Ia mengenakan pakaian rapi, mengikat rambutnya, lalu mengambil tas. Semua dilakukan secara otomatis, seperti rutinitas yang sudah tertanam. Namun di dalam dirinya, pikirannya penuh dan tidak terarah. Ia tidak tahu harus marah, sedih, atau menyerah.

Sesampainya di kampus, suasana terlihat seperti biasa. Mahasiswa berlalu-lalang, suara percakapan terdengar di berbagai sudut. Namun hari ini, Alya merasa semua mata seolah memperhatikannya. Beberapa orang berbisik pelan, cukup untuk membuat langkahnya terasa berat. Ia mempercepat jalannya, berusaha mengabaikan semuanya.

“Alya!”

Suara itu menghentikannya. Raka datang seperti biasa, dengan ekspresi yang langsung berubah saat melihat wajah Alya.

“Lo gak tidur lagi, ya?”

Alya menggeleng pelan. “Biasa aja.”

Raka menghela napas, jelas tidak percaya. “Lo gak bisa terus kayak gini.”

Alya tidak menjawab. Ia sendiri tidak tahu harus bagaimana.

Mereka berjalan bersama menuju kelas, namun langkah Raka terasa lebih berat dari biasanya. Ia terus memperhatikan Alya, seolah memastikan gadis itu tidak runtuh di tengah jalan.

“Ly…” Raka akhirnya membuka suara, “gue serius kemarin.”

Alya melirik. “Soal apa?”

“Gue bantu lo.”

Alya terdiam.

“Lawan keputusan itu.”

Alya langsung menggeleng. “Gak bisa, Ra.”

“Bisa.” Nada suara Raka tegas, berbeda dari biasanya. “Lo cuma belum nyoba dengan cara yang benar.”

Alya berhenti berjalan dan menatapnya. “Cara apa?”

Raka menarik napas panjang sebelum menjawab, seolah sudah memikirkan ini dengan matang. “Kita temuin dia.”

Alya mengernyit. “Siapa?”

Raka menatapnya lurus. “pak Arka.”

Jantung Alya langsung berdegup lebih cepat. “Buat apa?”

“Kalau dia juga gak mau, berarti perjodohan ini bisa dibatalin.”

Kalimat itu masuk akal, namun tetap terasa sulit dipercaya. “Dia setuju,” jawab Alya cepat.

Raka menggeleng. “Lo yakin?”

Alya terdiam. Ia teringat jawaban Arka sebelumnya“Saya tidak menolak.” Bukan setuju, tapi juga bukan menolak.

“Gue gak percaya dia setuju sepenuhnya,” lanjut Raka, “semua orang pasti punya alasan.”

Alya mulai ragu. Untuk pertama kalinya, ada celah kecil dalam pikirannya—sebuah kemungkinan bahwa semua ini mungkin belum sepenuhnya pasti.

Namun sebelum ia bisa menjawab, suasana tiba-tiba berubah. Beberapa mahasiswa di depan mereka berhenti dan berbisik. Alya ikut menoleh, dan di sana berdiri seseorang yang membuat langkahnya terhenti.

Arka.

Berdiri tegak dengan ekspresi tenang seperti biasa, namun kehadirannya kali ini terasa lebih menekan. Tatapannya langsung tertuju pada Alya tanpa ragu.

Alya membeku.

Raka secara refleks melangkah sedikit ke depan, seolah ingin melindungi. Namun Arka berjalan mendekat dengan tenang, setiap langkahnya terasa berat.

“Alya.”

Namanya dipanggil langsung. Tanpa embel-embel.

“Iya, Pak…” suara Alya pelan.

Arka melirik Raka sekilas sebelum kembali menatap Alya. “Ikut saya.”

Nada suaranya tidak keras, namun tidak memberi ruang untuk penolakan.

Raka langsung bereaksi. “Maaf, Pak..”

Namun Arka menatapnya singkat, cukup untuk membuat Raka terdiam.

“Ini urusan saya dengan Alya.”

Suasana menjadi tegang. Alya menarik napas pelan lalu berkata, “Aku ikut.”

Raka menoleh cepat. “Ly—”

Alya menggeleng kecil, memberi isyarat agar ia tidak ikut campur. Ia kemudian mengikuti Arka, meninggalkan Raka yang berdiri diam dengan perasaan tidak tenang.

Lorong kampus terasa sepi saat mereka berjalan. Tidak ada percakapan, hanya suara langkah kaki yang bergema pelan. Hingga akhirnya Arka berhenti dan berbalik menghadap Alya.

“Mahasiswa itu… Raka.”

Alya sedikit terkejut. “Iya.”

“Kalian dekat?”

Pertanyaan itu sederhana, namun terasa berbeda.

Alya menatapnya. “Itu bukan urusan Bapak.”

Jawaban itu keluar lebih berani dari biasanya. Namun Arka tidak terlihat marah.

“Mulai sekarang,” ucapnya pelan, “itu akan menjadi urusan saya.”

Jantung Alya berdegup lebih cepat. “Saya bukan milik Bapak.”

Arka menatapnya lama sebelum menjawab singkat, “Belum.”

Satu kata itu terasa seperti pukulan.

Alya mengepalkan tangannya. “Saya gak akan jadi milik siapa pun karena dipaksa.”

Arka melangkah sedikit mendekat, cukup untuk membuat jarak terasa sempit. “Kamu pikir saya tidak tahu itu?”

Alya terdiam.

“Kalau kamu ingin ini berhenti, bukan dengan melarikan diri.”

“Lalu?” tanya Alya.

Arka menatapnya dalam-dalam. “Hadapi.”

Alya mengernyit. “Saya sudah.”

Arka menggeleng pelan. “Belum.”

Suasana kembali hening.

“Kamu hanya menolak,” lanjutnya, “bukan melawan.”

Kalimat itu membuat Alya tidak bisa menjawab. Karena jauh di dalam dirinya, ia tahu itu benar.

Arka kemudian melangkah mundur, menjaga jarak seperti sebelumnya. “Masuk kelas.”

Nada suaranya kembali dingin, seolah percakapan tadi tidak pernah terjadi.

Alya berdiri diam beberapa detik sebelum akhirnya berbalik. Langkahnya terasa berbeda, pikirannya penuh oleh kata-kata Arka, oleh Raka, dan oleh dirinya sendiri.

Tanpa ia sadari, batas yang selama ini ia pegang perlahan mulai retak...

1
Forta Wahyuni
sdh mnikah koq tdk satu rmh
noel_piss: mohon d baca dari awal kak🙏kalau dari alurnya belum menikah kak🙏
semoga kk suka sama alur ceritanya ya☺️♥️
total 1 replies
Agnes💅
semangat kak ayok aku selalu nungguin kk up 😄
noel_piss: iya kak, sekarang belum bisa up lg kak soalnya lagi sakit🙏 nanti kalau udah sembuh ak langsung up banyak♥️
total 1 replies
Agnes💅
lanjut kak bgus cerita nya suka🙏
noel_piss: syukurlah kalau kakak sukaa😍semoga teman-teman yang lain suka juga sama cerita perdana ak yang ini kak 😭
total 1 replies
Agnes💅
maaf kak sedikit saran, penulis nya udah menarik udah rapi tapi kurang rapi kayak novel novel yang lain nya, kalo bisa di kasi rapi lagi kak

maaf lancang🙏🙏🙏
noel_piss: makasih banyak kak sarannya 🙏 sangat membantu banget saran dari kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!